Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Hancurnya sebuah kebahagiaan


__ADS_3

Jedaaaar....


Bagaikan disambar petir di siang hari! hari ini adalah hari kebahagiaan bagi Zia, namun juga hari menyedihkan baginya, saat perjalanan menuju ke tempat perayaan ulang tahun Zia yang ke 18 tahun, kecelakaan tunggal terjadi pada sang papa, Zidan dan Kinan. mereka memang sengaja datang lebih awal di tempat tersebut, sedangkan Zia masih mendaftar ke sebuah kampus di mana dia akan belajar.


"Gak mungkin Om!!! Gak mungkin!!!..paa..maaa... Zidan!!"


teriak Zia di pelukan Om Fredo, adik ipar sang mama, sedangkan pak Rudi yang membawa Zia ke rumah sakit adalah asisten baru Pras yang menggantikan Edo, Edo 3 tahun yang lalu pindah mengikuti sang istri ke luar negeri dan menetap di sana. Zia meratapi nasibnya di depan kaca ruang ICU,dimana ketiga orang yang berharga dalam hidup nya tengah berjuang hidup mati di dalam sana!.


Semua anggota keluarga nya kristis, bahkan yang paling memperhatikan adalah sang papa, yang memang usianya tak muda lagi, Zidan pun sama terlihat terbujur di ruang ICU tanpa daya.


Zia menangisi mereka bertiga, kebetulan saja om Fredo ada di Jakarta,dan dialah orang pertama yang di hubungi pihak kepolisian, karena sebenarnya Om Fredo tinggal di Medan mengurusi perusahaan nya di sana, begitu juga Tante Kanaya. Namun karena tante Kanaya sedang hamil Tua dia tidak bisa datang ke Jakarta.Seminggu telah berlalu, Zidan sudah melewati masa kritis, namun kaki sebelah kanannya harus di amputasi karena terjepit, Zia sangat prihatin sekali dengan keadaan sang adik! Zidan jadi pendiam, hanya diam saja ketika Zia mengajak nya berbicara.


"Zidan mau makan?" tanya Zia

__ADS_1


Zidan hanya mengangguk saja, entah mengapa dia tiba-tiba jarang bicara, bahkan setelah siuman dan tau kakinya tak lagi sempurna dia tak pernah berbicara dengan siapa pun.


Zia setiap hari tidur di rumah sakit, Tante Wati kakak sang papa pun sudah tua, dia memang sudah berumur 55 tahun beda 6tahun dari sang papa,namun karena penyakit diabetes yang di deritanya membuat nya tak bisa kecapekan dan tak bisa menemani adiknya sepanjang waktu.


Dokter berlarian saat Zia keluar dari kamar rawat Zidan, dia bisa melihat mereka menuju ruang ICU di mana sang papa dan mamanya di rawat, Dengan cepat Zia ikutan berlari, entah mengapa hatinya tak tenang, dia melihat dokter sedang menangani sang papa sebelum korden ruangan tersebut tertutup.


"Tuhan!! Zia mohon sama Tuhan!!! beri papa kekuatan!! zia mohon Tuhan!!" Zia terduduk di bangku di depan ruang ICU sambil khusyuk berdoa. Tiba-tiba ruang ICU terbuka, seorang suster nampak keluar dari sana, dan karena ruangan terbuka sedikit Zia bisa mengintip dari luar.


"Suster tolong catat! ... Pasien Prasetyo Wiguna waktu kematian 12.45!"


"Prasetyo Wiguna!" gumamnya.


"Papa!"

__ADS_1


Seorang dokter keluar dari ruang ICU begitu melihat Zia langsung memberikan kabar tentang sang papa,dia mengetahui bahwa ini adalah anak dari pasien setelah membicarakan sesuatu kepada sang dokter pun pergi sambil menepuk bahu wanita gadis berusia 18 tahun tersebut, dokter juga ikut prihatin dengan kepergian papanya apalagi mamanya masih dalam keadaan kritis dan adiknya pun dalam keadaan yang memprihatinkan.


Samar-samar Zia mengingat pembicaraan terakhir dengan sang papa dua hari sebelum kecelakaan naas itu terjadi.


"sebentar lagi Zia 18 tahun!! Zia harus menjadi anak yang kuat!!Zia harus bisa melindungi keluarga kita, Zia harus menyayangi seluruh keluarga kita apapun yang akan terjadi kedepannya! Zia harus kuat karena Zia adalah anak Papa!!!"


Kata-kata itu terngiang di ingatan Zia, sambil melangkah mendekati jenazah sang papa, Zia memenggam erat tangan lelaki yang sangat menyayangi nya itu.


"Papa....papa harus bahagia di sana!! papa harus bahagia!! Zia akan menjaga Zidan dan mama.....hiks...hiks.... Zia janji Zia akan menjadi kuat!!"


"Selamat jalan papa Zia tercinta!!"


kata terakhir Zia sebelum dia menciumi seluruh wajah sang Papa,dan memeluk tubuh yang nampak kurus itu untuk terakhir kalinya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2