Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)

Cerita Cinta (Kinan Dan Aziza)
Kemarahan.....


__ADS_3

Ceklek..... suara sebuah pintu di buka, setelah sarapan mereka segera ingin berterima kasih pada sang penolong.


"Pagi....!" sapa Zia, dia sedikit kaget melihat siapa yang terbaring disana.


Sedangkan Devan sudah mengepalkan tangannya menahan rasa marah dalam dirinya, begitu juga Romi dan Raksa.


Melihat siapa yang datang, Anggela seketika berdiri dari duduknya, dia merasa sangat marah melihat mereka ber empat berada di ruangan sang anak Willy, ya penyelamat itu adalah Willy, Anggela yang tau berita tersebut dari ponselnya Willy, beberapa saat yang lalu dia menelpon Willy, namun secara tak sengaja seorang suster mendengarkan bunyi ponsel dari saku celana pasien, karena tertera nama 'mama' dalam ponsel tersebut makanya suster tersebut mengangkat nya.


"Mau apa kalian ke sini?? mau lihat penderitaan anak ku hah??!!!" bentak Anggela kala melihat siapa yang datang, emosinya seketika naik ketika melihat Zia,orang yang akan di celakai nya masih hidup bahkan terlihat segar bugar.


"Saya hanya ingin melihat kak Willy Nyonya!" kata Zia, Devan seketika menatap penasaran pada Zia, kak Willy? bagaimana Zia bisa memanggil kakak pada Willy.pikir Devan,rasa marah Devan kian naik saja, entah mengapa dia tak suka dengan kenyataan bahwa orang yang menyelamatkan Zia adalah Willy anak tiri Anggela.


"Keluar kalian semua!!! keluar!!!" bentak Anggela tanpa peduli kalau Willy akan terbangun, namun nyatanya Willy masih di bawa pengaruh obat bius.


"Tapi nyonya, ijinkan saya bertemu dengannya sebentar saja!" Zia masih memaksa,melihat keadaan Willy Zia merasa bersalah.


"Tak akan ku biarkan musuhku mendekati orang-orang yang aku sayangi!!! jadi kalian tidak di butuhkan disini!!! dasar pembawa sial!!" bentak Anggela lagi,

__ADS_1


Romi sudah bersiap untuk melawan Anggela, namun Raksa menahannya dan memberi isyarat pada Devan agar membawa Zia keluar.Dengan amarahnya akhirnya Romi mengikuti langkah Raksa.


"Brengsek!!! kenapa loe halangi gue buat nutup mulut dia!!' kata Romi.


"Loe tau ini di mana kan Rom? jaga sikap kita!!" ucap Raksa


Sedangkan Devan sudah berlalu dari sana bahkan tanpa mempedulikan Zia, setelah membawa Zia keluar dari ruangan tersebut,Dev langsung melepaskan pegangan tangannya dan pergi begitu saja, Zia yang menyadari kemarahan Devan langsung menyusul suaminya.


"Dev...tunggu! Dev..... Devan!!" panggil Zia,namun tak di peduli oleh Devan.


"Aaargghh......!" teriak Zia kesakitan, reflek Devan berbalik badan melihat Zia memegang perutnya.


"Mana yang sakit Zi...mana?mana?" tanya Devan panik


"Ini yang sakit!" kata Zia mengarah kan tangan Devan ke dadanya, tiba-tiba Devan berhenti bergerak.


"Dev...jangan marah! hati aku sakit lihat kamu kayak gitu!" kata Zia, airmata nya sudah mengalir mulus, wanita hamil ini memang gampang sekali menangis akhir-akhir ini, Zia begitu sensitif.Devan hanya menghela nafas pelan,ingin sekali dia memeluk Zia saat ini, namun tangannya sulit sekali berkompromi dengan hatinya.Romi dan Raksa yang dari tadi melihat akhirnya mendekati mereka, Romi langsung membawa Zia ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Devan tidak marah Cute! berhentilah menangis!"


kata Romi sambil menenangkan adiknya itu. Melihat Romi memeluk Zia untuk menenangkan nya, Devan hanya diam saja, dia tau itu yang dibutuhkan oleh Zia, namun dia belum bisa melakukan nya untuk Bersamaan dengan itu dokter Tania menghampiri mereka.


"Ada masalah?" tanya Tania terlihat cemas.


"Tidak ada...kami akan pulang saja!" kata Romi


"Dev bawa Zia pulang! aku harus ke restoran!" lanjutnya.


"Sini......!" ajak Devan lembut pada Zia, sedangkan Raksa hanya melihat ke arah Tania saja.


"Mau ngopi bareng? mereka sudah pergi!" ajak Tania pada Raksa.


"Tidak! aku harus ke kantor!" kata Raksa dan meninggalkan Tania sendirian.


"Sulit sekali menembus hati mu Sa!! Baiklah Raksa! selamat tinggal!" gumam Tania, dia besok pagi harus kembali ke Singapura, tempat di mana papa dan mamanya tinggal, janjinya pada sang papa juga harus dia penuhi. Kembali ke Singapura dan menetap selamanya di sana.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2