
Iya....masa cutinya sudah habis! pesawat ku besok siang!"
Kata Tania sambil tersenyum, kali ini dia memantapkan hatinya,karena selama seminggu di sini, Raksa benar-benar tak menyapanya bila hanya berdua, namun bila berkumpul dia akan bersikap biasa saja.
Romi melirik ke arah Raksa,yang nampak gelisah,Romi hafal betul dengan sikap kakaknya itu. Ide gila Romi muncul seketika.
"Loe gak menetap aja di sini! kasihan tuh dokter Fahmi!" kata Romi sambil melirik ke Raksa, wajah Raksa seakan penasaran dengan pertanyaan Romi untuk Tania.
"Emang dokter pacaran sama dokter Fahmi yank?" pertanyaan Tasya seakan memperkeruh hati Raksa.
"Hemmm gak tau yank! tapi mereka Deket, ya kan Nia?" tanya Romi
"Gak juga sih! aku kenal sama istri nya dokter Fahmi, tapi setelah dokter Asha meninggal aku sudah tak pernah berhubungan dengan keluarga dokter Fahmi!" kata Tania menjelaskan kedekatan nya dengan dokter Fahmi.
"Sayang ya kak, padahal dokter Fahmi tampan, baik dan ramah!"
ceplos Zia yang tak tau perasaan Tania sebenarnya hanya untuk Raksa, namun bukan Raksa yang terbakar cemburu, justru Devan yang tiba-tiba mendekap Zia posesif.
__ADS_1
"Ada apa sih Dev?" tanya Zia.
"Jangan memuji orang lain!" kata Devan datar.
"iiihhh iya!!! gemes deh.....jangan di bikin datar gini dong mukanya!!! bikin gemes aja!!"
Ucap Zia sambil mencubit kedua pipi Devan dan menggoyang pelan, dia lupa mereka sedang ada di ruang keluarga bukan di kamar seperti biasanya tempat Devan bermanja pada Zia.
"Ehem...ehemmm....ingat tempat!! noh....duo jomblo ini bisa pengen!!" kata Romi menyindir Raksa dan Tania, Tania bersemu merah sedang kan Raksa dengan cepat melempar bantal sofa ke arah Romi. Tiba-tiba Devan berdiri dan menarik pelan Zia.
"Mau Kana Dev?" tanya Romi
"Hahahhahahaha.....mana Devan gue yang dulu!!!! sekarang agresif amat!! udah main bola belum?" tanya Romi ambigu
"Nanti kalau sudah cetak gol!! gue umumin!!" kata Devan sambil berlalu naik ke kamarnya.
"Yank....bobok yuk...!!" rengek Romi di buat-buat, sengaja banget seperti membuat Raksa dan Tania kesal.
__ADS_1
"Apa sih yank!! tidur aja sendiri! aku mau tidur sama dokter Tania!"
kata Tasya malu, ya memang selama ini Romi sering tidur di apartemennya yang sekarang di huni Tasya, dia lebih tidur nyenyak bila tidur mendekap Tasya tentu saja tanpa embel-embel yang lain, hanya tidur berdua sambil mendekap sang kekasih.
"Gak!! aku mau di temenin!" ucap Romi sambil menarik Tasya dan di ajaknya sedikit berlari naik ke kamarnya.
Kecanggungan terjadi di sana antara Raksa dan Tania, Tania spontan berdiri ketika Raksa berdiri.
"Tidurlah!" kata Raksa
"Oohh...iya... selamat malam!" ucap Tania sambil berlari kecil ke arah kamar tamu.
Semuanya nampak tenang di kamar mereka masing-masing, sedangkan Tania malah tak bisa terpejam, entah mengapa kembali ke Indonesia seakan-akan mengembalikan hatinya sepenuhnya yang hampir bisa melupakan Raksa.Bahkan jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, Malam ini adalah malam terakhir nya di Indonesia, hadapannya untuk meraih hati Raksa seminggu ini sia-sia, karena dengan jelas Raksa terus menghindari nya jika kebetulan hanya berdua di dapur, ruang tamu atau di mana saja di bagian rumah tersebut.
"Susah banget tidur!" gumam Tania yang membolak-balikkan tubuhnya di atas ranjang, sampai suara ketukan pintu mengangetkan nya.
tok..tok....tok.....
__ADS_1
bersambung.....