
Hari-hari dilalui dengan sangat baik oleh Zia, hampir setiap hari Pras menemui Zia di rumahnya, kini Kinan pun sudah mempunyai toko kue di daerah pasar tersebut, tentu saja itu adalah pemberian dari Pras,namun demi menjaga Kinan dari omongan yang tak mengenakan nenek Ratih mengatakan pada orang-orang yang yang sudah mengenal mereka di pasar, nenek Ratih mengatakan kalau mereka menyewa stand baru untuk membuat toko kue mereka lebih terkenal. dan benar saja baru beberapa hari membuka stand kue dan menyajikan berbagai macam kue toko kue milik Kinan terkenal sampai ke mana-mana, akhirnya Kinan mendapatkan banjir pesanan dari berbagai acara mulai dari ibu-ibu arisan,acara hajatan sampai mengirim ke beberapa sekolah untuk acara rapat.
"Ko kamu punya kenalan tidak yang bisa bantu-bantu Kinan di toko?" tanya nenek Kasih pada bang Eko,tukang parkir dan ojek dipasar itu kini merangkap jadi kurir kue Kinan.
"beneran yang di orang Nek?" tanya bang Eko
"ya beneran lah!kok kasihan Kinan! nenek kan membantu tidak bisa maksimal Sekarang semua dikerjakan oleh Kinan!" kata nenek Ratih.
"istriku aja Nek!!kan Beberapa bulan yang lalu aku membawanya ke Jakarta karena di desa orang tuanya sudah meninggal jadi dia ikut aku kesini Sekarang!"
__ADS_1
kata bang Eko yang memang istrinya menganggur di rumah, apalagi anaknya sudah pada SMP dan SMA sudah bisa di tinggal sendirian di rumah. bang Eko mempunyai 2 orang anak 1 anak perempuan yang sekarang duduk di kelas 2 SMA dan 1 anak laki-laki yang duduk di kelas 1 SMP, awal berkenalan dengan nenek Ratih dan juga Kinan bang Eko memang sendirian di Jakarta karena orang tua dari istrinya sedang sakit di kampung. dan beberapa bulan yang lalu, bang Eko membawa kedua anak dan juga istrinya kembali ke Jakarta, karena 1 tahun yang lalu ibunya atau mertuanya bang Eko meninggal dunia. setelah menjual beberapa petak sawah di desa bang Eko sekarang mempunyai rumah di Jakarta dan juga membawa kedua anaknya untuk bersekolah di Jakarta.
bang Eko memang bukan asli Jakarta tetapi sedari bayi dia sudah tinggal di Jakarta bersama kedua orangtuanya, setelah menikah beberapa saat orang tua bang Eko meninggal dunia karena memang sudah tua, bersama istrinya bang Eko melanjutkan rumah kontrakan yang dulu dikontrak oleh kedua orang tuanya. namun ketika bang Eko dan istrinya sudah mempunyai 2 orang anak ibu dari istri bang Eko sakit-sakitan dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke Jakarta,akhirnya bang Eko memutuskan untuk membawa kedua anak dan istrinya pulang ke kampung, hanya sesekali tempo saja dia pulang dan mengirimkan uang setiap bulannya.
setelah ibu dari istrinya meninggal dunia bang Eko memang lebih nyaman untuk tinggal di Jakarta, karena itu dia dan sang istri memutuskan untuk menjual beberapa warisan yang ditinggalkan oleh ibunya dan membangun kehidupan mereka di Jakarta membawa kedua anaknya untuk bersekolah di Jakarta.
"istrimu bisa ko? wah kalau begitu dia saja ko,suruh dia ke sini sekarang!" kata nenek Ratih.
"kenalkan nek ini istri saya namanya Sari!"Kata bang Eko
__ADS_1
"saya Sari Nek!"
"panggil aku nenek Ratih, dan itu Kinan anakku!"
akhirnya setelah berkenalan Sari diperkenalkan dengan berbagai macam peralatan masak, Sari memang pandai memasak Namun bukan memasak kue jadi Kinan perlu bersabar untuk mengajari Sari, Karena pada dasarnya Sari memang bisa memasak jadi Sari tidak kesulitan untuk menghafalkan semua bahan-bahan kue yang ditunjukkan oleh Kinan. nenek Ratih menjelaskan tentang siapa Kinan, bagaimana Kinan dan bagaimana kekurangan Kinan agar Sari tidak kaget dengan keadaan Kinan.
namun Sari mengatakan kalau dia sudah mengetahui bagaimana keadaan Kinan dan nenek dari bang Eko,orang yang selalu membantunya begitu tutur bang Eko.
ini Kinan mempunyai stan kue sendiri dan sudah dibantu Sari sebagai pegawainya,nenek hanya bertugas sebagai kasir atau melayani setiap pembeli yang memesan kue untuk acara-acara mereka.
__ADS_1
bersambung