Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 1


__ADS_3

Perkenalkan namaku Julia Yasmin,


aku salah satu mahasiswi di Universitas Ehnwa di Korea Selatan. Cewek yang mendapatkan keberuntungan melalui


beasiswa pemerintah. Karna berasal dari keluarga tidak mampu, untuk tetap melanjutkan hidup, maka harus bekerja. Dan syukurnya aku bisa dapat pekerjaan di tempat penyewaan baju tradisional Korea yakni hanbook. Dikorea, pendidikannya keras, kehidupan juga sulit. tinggal dinegara orang sendirian. asal pandai berbahasa Korea maka segalanya akan mudah, untungnya aku pasif berbahasa Korea karna aku penggemar Kpop dan Kdramanya. terkadang aku juga buka jasa tourtrip bagi teman-teman di Indonesia, Malaysia dan Singapure. Lalu sesekali nyoba peruntungan dengan jastip alias jasa titipan ketika balik ke Indonesia.


Hari itu toko hanbook kebetulan disewa 1 hari khusus. katanya tempat itu telah disewa oleh seseorang dan tidak diperkenankan untuk yang lain datang. Rasa kepo pun muncul, siapa orang yang nggak punya kerjaan menyewa toko hanbok 1 hari full.


“kenapa harus sewa 1 toko sekalian


? apakah mereka banyak ?“


dan bla bla blaa....


Bora, rekan kerja Julia datang dan memberi jawaban atas kekepoan Julia. Kali ini Bora adalah penyelamat sang rasa kepo.


“ Toko kita disewa hari ini karna


ada yang datang ke toko kita" Bora sumringah, jelas ada sesuatu dibalik sumringahnya itu.


“ Benarkah ?” Tanya Julia heran.


“ Dia seorang CEO muda lajang yang sedang


menjamu tamunya dari Luar negri. jadi dia sengaja menyewa tempat ini satu harian


penuh untuk melayani tamunya yang sedang melakukan kunjungan disini”


Bora juga baru mengetahuinya dari Miss Park si pemilik toko penyewaan hanbook.


“wahh daebak, semuda apa dia ? Julia coba mengajukan pertanyaan kepada Bora.


“dengar-dengar umurnya baru menginjak 28”


berbisik ke telinga Julia.


“ aku aja baru umur 25 masih


mahasiswa, miskin dan nyari makan harus kudu kerja part time” pikir Julia sambil meratapi nasib keberlangsungan hidupnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian beberapa mobil Maserati


dan Van berhenti didepan toko hanbook tersebut. dan dengan bergegaslah beberapa


bodyguard keluar dari mobil Van dan salah satunya berjalan ke arah mobil Maserati dan menunggu seseorang keluar dari mobil. Tak lama seseorang keluar dari pintu mobil. Postur tubuh yang tinggi proporsional, rahang kokoh yang mencerminkan kharismatik, putih, berkacamata hitam, jas rapi dan sepatu kulit channel mengkilap. bisa kita bayangkan untuk 1 style yang dipakainya sama dengan harga gedung toko hanbook atau mungkin lebih. Pria tempan tersebut keluar bersama seorang bule berjas rapi dari pintu mobil sebelahnya dan beriringan memasuki toko hanbook.


Semua yang melihat pria tampan itu tidak mengedipkan mata sama sekali kecuali Julia.


“dari mana datang tampannya ? ini sihhh masih standar biasa” pikir julia.


Julia melihat sosok CEO tersebut seperti melihat pria-pria lainnya yang biasa dia lihat diluar sana.


“Julia shi, tolong cubit aku, apakah ini mimpi atau tidak ? Bora meminta Julia untuk mencubitnya karna dia merasa dialam mimpi.


tanpa ragu Julia mencubit lengan bora.


“auuuuu, itu sakit" teriakan lembut namun penuh penekanan agar tidak terdengar orang lain.


“bukannya tadi disuruh cubit ?” tanya Julia heran.


“ya tapi jangan sekenceng itu juga.” sambil mengusap-usap lengannya bekas cubitan Julia.


“Semuanya tolong bantu pilihkan beberapa style hanbook untuk tamu VIP kita. Julia kamu yang akan membantu memakaikan hanbook tuan Kyungsoo (si CEO Muda)"


Miss Park memberi aba-aba dan langsung menginstruksikan Julia untuk menjadi bala bantuan CEO muda Kyungsoo untuk berganti pakaian.


“happpahhhhh ??? “ teriaknya mendominasi isi kepalanya.


“wahh julia shi, kau sangat beruntung." Bora penuh gembira


“ahhh nee miss park, tuang kyungsoo mari ikut saya ke lantai atas untuk mengganti bajumu.”


Kyungsoo dan Julia naik ke lantai 2


untuk membantu kyungsoo mengganti pakaian jas nya dengan hanbook. saat sampai


dilantai 2, didepan ruang kamar telah tersusun rapi beberapa baju hanbook pria.


Julia pun membantu CEO untuk memilih pakaiannya. CEO pun langsung duduk di atas

__ADS_1


sofa santai yang telah disediakan didepan kamar tersebut.


“Tuan silahkan anda pilih pakaian yang mana yang akan tuan pakai.”


“bukan kah seharusnya pakaiannya sudah jadi, kenapa aku harus memilihnya.?


Kyungsoo mengangkat salah satu alisnya, dia merasa seharusnya baju yang ia kenakan seharusnya telah dipilih sebelumnya dan tidak perlu diminta untuk memilih.


“ahh karna ini adalah baju-baju pilihan, jadi tuan bisa memilih salah satunya.” Julia pun kebingungan dan tidak tahu harus berkata apa.


“aku tidak bertele-tele seperti ini, kau pilihkan saja yang mana yang cocok untukku.“ nada kesal.


“ahh baiklah tuan, saya akan pilihkan yang terbaik untuk anda.” Julia berpura-pura senyum,


Julia pun sibuk memilah-milah beberapa pakaian yang cocok untuk CEO muda itu dan menjatuhkan pilihan yakni baju raja yang sesuai dengan si CEO karna dia adalah seorang pemimpin.


“tuan bajunya sudah saya pilihkan


sesuai dengan anda, jadi saya pilihkan baju raja. “sambil memperlihatkan sehelai baju kerajaan kehadapan Kyungsoo.


Kyungsoo melihat ke arah baju tersebut dengan tatapan sebelah mata “ganti, aku tidak suka motifnya.”


Julia pun mencari model yang lain. dan memperlihatkan kepada kyungsoo.


“ganti”


cari lagi dan dapat lagi.


“ganti, warnanya terlalu tua”


cari lagi dan memperlihatkan lagi


ke kyungsoo.


“warnanya pudar sekali, cari yang


agak kuat warnanya.”


cari lagi dan perlihatkan lagi.

__ADS_1


tampak sebuah seringai terukir dibalik bibir CEO yang menyebalkan.


__ADS_2