
Akhirnya pesta pernikahan pun
terjadi. semua tamu undangan kelas VVIP baik relasi maupun teman dekat Kyungsoo
hadir dipernikahan kami. Tak lupa keluarga Kyungsoo yang berada di Inggrispun
juga pulang sehari sebelum pernikahan kami. keluarganya sangat baik menerimaku.
Dipernikahan itu saudaraku yakni
Kakak kandung Alm Ibuku dari Riau-Indonesia datang jauh-jauh ke pernikahanku
bersama anak-anaknya. tidak tahu malunya mereka meminta Kyungsoo untuk
membuatkan mereka setelan baju dan gaun rancangan dengan desaigner yang sama
denganku.
Aku masih bersiap-siap dikamar
pengantin ditemani Ibu dan Nenek Kyungsoo. Sebuah gaun pengantin cantik dan
indah masih menggantung di lemari buatan designer yang sama yang dulu pernah
membuat gaun pernikahan keluarga kerajaan Inggris Kate Midleton.
“Cantik, ayo sekarang kita pakai
gaunnya”
Julia langsung melihat ke arah
sumber suara didekatnya. dan ia adalah seorang designer yang membuatkan baju
pengantin dan tuxedo Kyungsoo.
Setelah selesai memakai gaunnya
Julia pun membenarkan posisinya setelah gaun itu melekat ditubuh rampingnya.
“Uuuuuuu tuan Kyungsoo benar-benar
tidak salah pilih memilih istri. rancanganku benar-benar sempurna ditubuhmu.
wajah cantikmu benar-benar mahakarya sempurna sayang setelah memakai gaunku”
Ujar pujian maut sang designer kepada Julia.
“ Uhh aku ingin sekali mengundangmu
jadi modelku nanti, tapi tuan Kyungsoo pasti akan menolakku mentah-mentah,
karna dulu aku pernah memintanya jadi modelku tapi ia justru memakiku,
hiks....” Curhat sang designer kepadaku.
Kyungsoo telah menanti didepan
kamar Julia dengan pakaian Tuxedo nya untuk menyambut pengantin wanitanya. ia
benar-benar tampan. siapapun tidak akan bisa melepas lirikannya ke CEO muda
tersebut. dan hari ini adalah hari patah hati international versi Korea
Selatan.
Pintu kamar pengantin terbuka
lebar, Julia pun keluar dan berjalan dengan pelan-pelan menyambut kedatangan
pengantin prianya. wajah Kyungsoo merona merah melihat Julia keluar dari kamar
itu. ia tertegun sesaat melihat wanita yang sudah jadi istri sahnya. Julia pun
segera merangkul tangan suaminya untuk berjalan menuju acara.
__ADS_1
Semua tamu langsung melihat ke arah
sumber acara yakni kedua pengantin yang turun menuju resepsi. Semuanya langsung
memberi sambutan hangat dan tepuk tangan yang gemuruh.
Aku bosan dengan acara ini,
semuanya sibuk masing-masing. Kyungsoo bertemu dengan teman relasinya, Lexa
sibuk dengan teman sekolahnya, saudaraku sibuk mencari umpan, Keluarga Kyungsoo
pun sibuk dengan relasinya juga. Aku mulai lelah dan pusing. Aku pun pergi
mengasingkan diri ke sebuah balkon kosong.
Sambil melihat ke arah langit, aku
menyendiri dan menghirup udara malam. hembusan angin menyibak rambutku dengan
pelan namun indah dikepalaku. Aku belum makan seharian, kepalaku pusing dan
BUGGGGG.............
Julia pingsan.
15 Menit kemudian seseorang datang
dan membawa Julia ke sebuah kamar. Dia meletakkan tubuh ramping Julia yang
masih pingsan. Seseorang itu mulai duduk disamping tubuh Julia dan tangannya
mulai menyentuh pipi mulusnya dengan lembut.
“Yang mulia Abe. setelah ini kita
harus meninggalkan kota ini menuju kediaman. Helikopter telah menunggu anda di
dekat resort ini” Ujar seorang pelayan kepada seseorang yang berada disamping
Julia.
manis ini sendirian, pengantin prianya terlalu sibuk sampai-sampai tidak
memperhatikan pengantin wanitanya sendiri” Ujar lelaki yang disebut Yang Mulia
ini.
“Saya akan membawa wanita itu ke
kamar pengantinnya. saya tahu dimana kamar mereka” Sahut pelayan muda itu.
“Antarkan aku menuju kamarnya, biar
aku yang menggendongnya” Jawab lantang yang mulia Abe.
Disisi acara Kyungsoo tidak
menemukan keberadaan Julia. Dia segera menyuruh staff dan bodyguardnya mencari
keberadaan Julia secara diam-diam agar tidak mengganggu acara. Kyungsoo pergi
menuju kamarnya tapi dia tidak melihat sosok Julia. Dia mulai panik dan
khawatir. Dia pergi menuju ke staff IT untuk melihat CCTV. dan dia melihat Julia
dibawa seseorang ke sebuah kamar.
Kyungsoo pun mengepalkan kedua
tangannya melihat layar tersebut. Matanya tersiratkan amarah yang mendalam. Dia
pun berlari segera menuju kamar tersebut dan diperjalanan mereka saling
bertemu. Kyungsoo berpapasan dengan Yang Mulia Raja Abe dari Negeri Bilton yang
__ADS_1
sedang menggendong Julia. Langkah mereka sama-sama dihentikan oleh manik-manik
yang menegangkan.
“Wah sepertinya aku ketahuan oleh
seseorang” Tersenyum sungging yang Mulia Abe.
“Yang Mulia Abe, apa yang anda
lakukan dengan membawa tubuh istri saya?” Tanya Kyungsoo dengan penuh emosi
yang mendalam. manik-maniknya seakan ingin menggelabui perang antar kedua
negara.
“Ssakittttt” Julia merintih
kesakitan dalam keadaan setengah sadar.
Mereka saling melihat ke arah
Julia.
Kyungsoo pun segera mengambil tubuh
Julia dan menggendongnya.
“Aku akan membawa istriku pergi”
Sahut Kyungsoo dengan menatap sinis Abe.
Kyungsoo segera membawa Julia pergi
dan menuju kamarnya.
Suasana dikamar penuh rasa
khawatir. Dokter sedang memeriksa tubuh Julia
“Dokter, bagaimana keadaan
menantuku?” “Sahut sang Ibu Kyungsoo penuh cemas.
“Cucu menantuku tidak boleh
kenapa-napa” Ujar sang nenek melihat ke arah tubuh mungil Julia.
“Dia pasti baik-baik saja ibu”
Jawab ayah Kyungsoo kepada ibunya.
“Nyonya Julia sepertinya tidak
makan seharian, dia kekurangan cairan jadi saya memberinya infus terlebih
dahulu” Jawab sang dokter memberi penjelasan.
Kyungsoo geram mendengar jawaban
dokter tersebut.
“Apa saja yang mereka lakukan sampai-sampai
wanita ini tidak makan seharian ??” Ujar Kyungsoo penuh emosi.
“Pak Lee pecat para
pelayan yang mengurus Julia saat ini dan ganti mereka segera dengan yang lebih
profesional” Sahut Kyungsoo memberi perintah dengan kesal
** Kasih komen
dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **
__ADS_1