
Pagi harinya seperti biasa kami akan sarapan. Kyungsoo lebih dulu turun menuju tempat makan. Dan betapa terkejutnya ketika aku didapur, aku masih melihat sosok Eun Mi yang sedang menyiapkan makanan. Apa wanita ini menginap disini?? Pikirku saat itu.
Eun Mi langsung menoleh ke arahku.
“Eeh kau sudah akan sarapan? Aku membuatkan makanan kesukaan kami berdua (maksudnya ia dan Kyungsoo).” Ucap Eun Mi yang sedari tadi sibuk memasukkan makanan kedalam piring.
“Kyungsoo pasti senang” Aku langsung memujinya dan melepaskan senyum palsuku ke arahnya.
“Tentu saja, dulu aku sering membuatkan ia makanan dan bekalnya. Tapi karna aku saat ini sedang sibuk konser jadi belum sempat” Ujarnya tanpa berfikir bahwa ia berbicara kepada istri seseorang yang ia siapkan makanannya.
---
Mereka pun sarapan di meja makan. Julia dan Eun Mi duduk berhadapan. Kyungsoo ditengah. Tidak ada percakapan kecuali Eun Mi dan Kyungsoo. Julia hanya diam menikmati makanannya sambil meminum segelas susu hamil disampingnya.
“Aku ingin menjenguk Lexa, dia minta dibuatkan rendang olehku” Ungkap Julia meminta izin kepada Kyungsoo seraya memotong pembicaraan mereka.
“Ya pergilah” Jawab Kyungsoo datar.
Kali ini, Kyungsoo dengan gampang memberi izin kepada Julia. Firasatnya mengatakan supaya ia bisa berduaan dengan Eun Mi dikantor. Baiklah aku juga tidak akan mengganggu kalian bersenang-senang. Tampak jelas raut wajah Eun Mi yang senang melirik kearahku.
---
Semenjak aku melihat Eun Mi hari itu, ia selalu datang menampakkan wajahnya dihadapan Kyungsoo. Jika ia tidak sibuk, ia akan datang, namun Kyungsoo pun tidak melarang kedatangan anak itu disisi kami atau lebih tepatnya disisinya. Keberadaannya mulai mengusikku. Terkadang seperti orang yang menumpang dirumah Kyungsoo. Aku pun mulai memikirkan penawaran Raja Abe saat itu.
Apakah penawarannya masih berlaku ??. Kalau bukan karna anak dalam perut ini, mungkin aku bisa lari dan Bilyon. Tapi itu tidak semudah dalam bayanganku. Kyungsoo memiliki apapun. Ia bisa menghentikan langkahku jika ia tahu.
Baiklah, ikuti saja permainan ini sampai selesai. Jika memang Eun Mi bisa membuat aku tersingkir. Itu lebih bagus. Maka aku bisa keluar dari neraka jahanam ini.
Sarapan kali ini aku ingin seblak bandung. aku buat sendiri didapur. Sementara Kyungsoo sarapan dengan Eun Mi di meja makan. Aku membawa masakan buatanku sendiri dan makan dimeja makan bersama mereka. Aku sengaja menyisakan Seblak itu dimeja jika mereka ingin.
“Makanan apa itu?” Ungkap Eun Mi serasa jijik melihat makanan buatanku.
“Ini makanan indonesia, namanya Seblak” Aku memakan sedikit demi sedikit hingga aku melirik seblak yang aku sisakan untuk mereka. Mereka tidak memakannya, tentu saja aku habiskan jika mereka tidak ingin.
“Kau bisa menghabiskannya?” Ungkap Eun Mi sekali lagi heran melihatku puas memakannya.
__ADS_1
“Tentu saja, ini sangat enak. Apa kau mau ? Jika ia ku sisakan sedikit” Aku pura-pura menawarinya.
“Tidak ah, aku jijik melihatnya.” Kali ini pernyataan Eun Mi sukses membuat jengkel Julia.
“Jika merasa jijik lebih baik jangan dilihat” Ungkap Julia datar.
Eun Mi merasa jengkel mendengar ucapan Julia tapi ia tetap sabar karna prioritasnya menyingkirkan Julia pelan-pelan.
Setelah puas makan. Kau kembali ke kamar. Kyungsoo pun juga masuk ke kamar.
“Hari ini kau akan kemana?” Tanya Kyungsoo kepadaku.
“Kenapa?? hhmm sepertinya aku tetap akan keluar agar kalian bisa intens berduaan.” Gumamku menyeringai didepan Kyungsoo.
Kyungsoo membusungkan dadanya kehadapan Julia.
“Apa maksudmu Julia Shi” Ungkap Kyungsoo yang terlihat sangat kesal dengan pernyataan Julia.
“Semenjak wanita itu kemari, kalian tampak akrab dan ia selalu datang ketempatmu. Jadi aku berinisiatif untuk memberi kalian ruang. Apakah aku salah?” Pernyataan Julia kali ini sukses membuar Kyungsoo geram.
“Hari ini kau tidak boleh kemana-mana dan tetap ikut denganku. Malam ini akan ada acara amal. Gaunmu sudah aku siapkan” Kyungsoo pergi begitu saja dari kamar sambil menginfokan itu kepada Julia.
Julia mencoba menarik napas dalam-dalam sambil memegang lembut dadanya.
---
Malam hari sebelum acara amal, Julia membuka isi kotak yang diberikan Kyungsoo tadi pagi. Saat membuka dan akan mencobanya, Julia bingung. Gaun itu penuh dengan robekan dimana-mana. Tidak mungkin Julia memakainya.
“Apa dia waras memberikanku baju ini ?” Pikir Julia saat itu.
Dia melipat kembali baju itu dan memakai gaun yang lain.
Kyungsoo telah menunggunya dibawah dengan setelan Jas putihnya. Saat Julia turun dari tangga Kyungsoo terkejut melihatnya.
“Kenapa kau menggunakan gaun lain?” Ujar Kyungsoo saat Julia mulai mndekatinya.
__ADS_1
“Apa kau serius memberikanku itu?” Tanya Julia sambil memandang lekat ke arah Kyungsoo.
“Tentu saja, Aku menyuruh Grey (Desaigner terkenal di Italia) untuk membuatkanmu gaun itu” Ungkap Kyungsoo yang terlihat dingin.
“Kalau begitu, sampaikan salamku kepada Grey terimakasih atas gaunnya, Aku tidak bisa memakai gaun rancangannya” Ucap Julia seraya pergi menuju mobil.
---
Saat tiba di acara amal, kedatangan kami benar-benar ditunggu oleh para tamu saat itu. Pasalnya baru kali ini Kyungsoo mau tampil dalam publik setelah beberapa lama ia hanya akan mengirim orang suruhannya untuk menggantikannya. Semua berbisik ketika Kyungsoo membawaku berdampingan dengannya. Tidak terkecuali mata lelaki yang berdecak kagum melihatku. Dalam jarak tak terlihat ada Song Eun Mi yang memperhatikanku dari jauh. Manik-maniknya memancarkan aura ingin membunuh seseorang.
Saat Kyungsoo sibuk dengan tamu-tamu yang lain. Aku lebih memilih untuk menyendiri. Eun Mi langsung mengambil kesempatan itu untuk mendekatiku.
“Sendirian aja Nyonya Julia?”
Julia langsung menoleh ke arah sumber suara dan ia melihat sosok Eun Mi dibelakangnya yang mulai mendekatinya.
“Kau juga ikut acara ini Eun Mi ya?” Ujarku kepada Eun Mi.
“Tentu saja, ini acara amal terbesar tahun ini. Semua selebritis terkenal dan pengusaha akan berkumpul disini” Gumam Eun Mi sambil meminum sedikit kocktailnya.
“Lalu kenapa kau kesini ? Kenapa tidak ke tempat Kyungsoo?”
Eun Mi mulai merasakan bahwa Julia sengaja menyindirnya.
“Apakah sekarang kau ikhlas membiarkanku mendekati Kyungsoo?” Ucap Eun Mi merasa panas.
Ikhlas?? Apakah diposisi ini aku masih layak mendapatkannya. Aku hanya seperti mainan yang bisa dimainkan kapan saja. rasanya kata ikhlas tidak pantas untukku.
“Kenapa kau memikirkan keikhlasanku ? Bukankah biasanya kau tidak perlu menanyakan itu sebelumnya?
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
__ADS_1
Kamsahamnida yeoreobun *