Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 57 / Kehilangan.


__ADS_3

~~ Selamat membaca, semoga suka.


“Katakan, bagaimana caranya aku bisa melewati ini ? Beritahu aku caranya supaya hatiku tidak sesakit ini, aku tidak kuaatt hhuhuuuhu” Ujar Julia menangis


“Menurutmu, aku kuat melihatmu seperti ini” Ujar abe dengan intonasi nada yang agak meninggi.” Jangan salahkan dirimu, dia juga tidak akan tenang kalau kau menyalahkan diri sendiri”


“Ayo kita pulang” Ujar Abe yang membuat Julia berat hati untuk meninggalkan tempat itu.


katakanlah ini hanya mimpi. Jika ia, aku akan bangun dan berlari ke arahmu Kyungsoo.


---


Keesokan harinya Julia terbangun, Kali ini bukan mimpi, ini memang kenyataan. kenyataan bahwa lelaki bernama Kyungsoo sudah tidak lagi bersamanya. Sekarang adalah hari pemakaman Kyungsoo. Julia tidak sanggup melihat pemakaman itu jadi dia memutuskan untuk tetap berada dihotel. Tubuhnya semakin kurus semenjak ditinggal Kyungsoo. Dan hari itu juga Julia dan Abe kembali ke Bilyon. Abe tidak mungkin berlama-lama disana karna pekerjaannya sudah menunggunya disana.


Saat sampai dirumah Julia hanya termenung. Abe selalu menanyakan keadaan Julia saat ia berada diluar melalui pengawalnya.


“Apa yang dia lakukan hari ini”


“Sekarang Nyonya lagi ditepi kolam ikan yang mulia”


“Apa dia sudah makan?”


“Nyonya tidak mnghabiskannya makanannya Yang mulia, Nyonya hanya makan dua sendok lalu pergi keluar ruangan”


“Paksa dia makan atau aku akan memecat koki dan semua pelayannya”


“Baik yang mulia”


Keesokan harinya Abe kembali menanyakan keadaan Julia.


Pagi hari...


“Bagaimana keadaannya”


“Nyonya mau makan dan menghabiskan makanannya”


Siang hari....


“Nyonya bermenung diruang tengah Yang Mulia”

__ADS_1


Sore hari...


“Nyonya berjalan-jalan ditaman, sambil melihat bunga yang Mulia”


Malam hari


“Nyonya meminta kami untuk menyiapkan buah-buahan saja yang Mulia, beliau tidak ingin makan yang lain”


“Apa dia mau mati dan menyusul bajingan itu??” Suara Abe lantang dengan intonasi meninggi diseberang sana membuat si empu yang mendengarnya langsung kaget.


“Semenjak hatiku sakit ditinggal orang-orang, Aku sudah kehilangan sebuah senyum. Tuhan kembalikan senyumku.” Pinta Julia dalam hatinya.


---


Pukul 12 malam Abe pulang, ia melihat Julia bermenung diruang tv dengan wajah suram dan badan yang masih gemetaran.


“Hhufftttt” Abe menghela nafas panjang melihat Julia dari belakang. Abe langsung menuju kamarnya, badannya terasa tidak enak setelah letih dengan beberapa urusan negara yang melelahkan.


Keesokan harinya Abe kembali menanyakan keadaan Julia.


“Yang Mulia hari ini nyonya sudah menghabiskan makanannya dan sekarang nyonya sedang memberi makan ikan”


Malam hari saat Abe pulang, ia terlihat pucat. Ia memegangi pelipis kepalanya berulang-ulang. Julia yang melihatnya langsung menanyakannya kepada Steve.


“Ada apa dengan yang mulia?” Tanya Julia.


“Nyonya, sepertinya yang mulia sakit. Hamba tidak berani memanggil dokter dan.....” Belum sempat steve menyelesaikan kalimatnya Julia berlari ke arah dapur.


“Mungkin ia kurang istirahat, aku harus membuatkan ia bubur dan menyuruhnya minum obat” Gumam Julia dalam hatinya.


Setelah selesai membuatkan bubur dan membawa segelas air putih, Julia masuk ke kamar Abe. Ia tidak melihat dimana pria itu saat memasuki kamarnya. Ia pun meletakkan makanan itu ke diatas meja dan mencari Abe di balkon. Benar, Abe tergeletak dibalkon dengan masih memakai baju kerajaannya.


Julia segera menggendongnya dengan sekuat tenaga, meskipun tubuh lelaki itu lebih besar dari badannya namun ia bisa memapahnya menuju kasur. Tersadar ia sedang dipapah oleh Julia ia langsung mendorong tubuh Julia.


“Apa yang kau lakukan sayang?” Ujar Abe.


“Kau sakit.” Julia mengambil bubur yang telah ia buat “Ayo makan” Sambil mengarahkan sebuah sendok berisi bubur diatasnya.


“Aku tidak ingin makan” Ujarnya menolak makanan Julia.

__ADS_1


“Jika kau tidak makan, maka aku juga tidak akan makan sepertimu”


“Apa kau mengancamku?”


“Ia aku mengancammu” Ujar Julia lantang.


Abe pun mengalah dan ia pun memakan bubur buatan Julia dan meminum obatnya.


---


Keesokan harinya dipagi hari Abe terbangun, Saat pertama kali manik-maniknya terbuka ia melihat Julia tertidur disampingnya, pria itu memandangi Julia dengan penuh senyuman. Dilihatnya lekat-lekat wajah wanita yang ia cintai itu. Meskipun sampai saat ini wanita itu sulit membuka hati untuknya.


Julia baru saja bangun, manik-maniknya mendapati Abe tidak berada disampingnya saat ia terjaga. Ia lekas keluar mencari lelaki itu. Ia takut bila lelaki itu seperti Kyungsoo yang tiba-tiba mati untuknya. Rasa kehilangan atas pria itu membuatnya juga takut jika harus kehilangan nyawa orang lain karna dirinya.


Tba-tiba seorang pelayan datang “Nyonya, Yang mulia telah menunggu anda untuk sarapan pagi” Ujar sang pelayan yang langsung dibalas Julia “Baiklah aku akan turun”


Julia turun menuju ruang makan. Disana Abe telah menunggunya untuk sarapan pagi bersama. Julia duduk dan memulai menyuapi hidangannya.


“Apa Yang mulia sudah baikkan?” Tanya Julia.


“Aku sudah baikan” Balas Abe.


Abe mendekati Julia dan mengusap lembut rambutnya.


“Habiskan makananmu ya, aku bekerja dulu” Ujar Abe sambil meninggalkan Julia dimeja makan.


Setelah selesai menghabiskan sarapannya, Julia kembali ke taman. Hanya sebuah pemandangan alam yang bisa menemani kebisuannya saat ini. Kapan ia akan bahagia, sampai kapan ia harus menjadi tegar. Ceritanya seperti tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan. Jika bukan ia yang meninggalkan, maka orang lain yang meninggalkannya.


“Kyungsoo ya, dimana kau sekarang ?” Panggil Julia dalam lubuk hatinya.


Julia berjalan ditepi kolam renang, ia mengingat adiknya yang meninggal dikolam itu. Kenangannya lebih banyak pahit ketimbang bahagianya. Ia duduk disisi kolam. Sesekali ia memercikkan air ke sembarang arah dan melamun. Ingin rasanya ia menjatuhkan diri dikolam itu untuk merasakan kepedihan adiknya. “Ayah, Ibu, Lexa, Kyungsoo apa aku perlu menyusul kalian???” Ujarnya sambil memandangi air kolam.


Julia langsung berdiri, pikirannya dangkal saat ini. Ingin rasanya ia menyeburkan diri dikolam itu saat ini. Tiba-tiba sebuah tarikan kuat menarik badannya dan menempel ditubuh kekar seseorang. Sang empunya langsung melihat ke arah wajah yang menariknya “Apa kau gila ??” Ujar Abe dengan intonasi tingginya yang mendominasi ruangan itu.


Julia terdiam dan gemeteran. Ia takut membuat lelaki itu frustasi karenanya. Keadaanya yang saat ini saja sudah membuat lelaki ini risau apalagi berencana bunuh diri. Abe menggendong Julia dan membawanya ke kamar.


Saat malam, Julia membiarkan pintu balkon kamarnya terbuka. Padahal malam itu hujan lebat disertai angin yang kencang. Julia tidur dilantai menghadap ke arah balkon tersebut. Ia tidak memikirkan badannya yang sudah kedinginan dengan balutan baju tidur yang tipis ditubuhnya. Sampai akhirnya dia tertidur. Saat itu pula Abe menggendongnya dan meletakkan tubuh Julia ke ranjang lalu menutup pintu balkon agar menghindari masuknya air hujan dan angin yang memasuki kamar Julia.


 

__ADS_1


~~ Jangan lupa dukung Cerita JUlia dan Korea selatan dengan klik Like, Komen, Favorite dan sharingnya ya chinggu, Kamsahamnida.


__ADS_2