Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 51 / Rindu ?


__ADS_3

Malam itu. Julia mengurung diri seharian dikamarnya. Ia mengunci kamarnya supaya tidak ada yang bisa masuk. Ia belum mencicipi makanan ataupun minuman sedikitpun hari ini. Dikamar ia hanya berbaring diranjang memakai baju tidur sambil memeluk foto Lexa dan didominasi dengan suara isak tangisnya dikamar itu. Sambil memeluk foto Lexa, Julia bernyanyi. lagu yang pernah ia dengar dari bibir Lexa. Lagu yang paling almarhum suka dari penyanyi Indonesia Melly Goeslow berjudul Denting. Julia menyanyikannya hingga selesai.


 


 


Denting yang berbunyi dari dinding kamarku


Sadarkan diriku dari lamunan panjang


Tak terasa malam kini semakin larut


'Ku masih terjaga


 


 


Sayang, kau di mana aku ingin bersama?


Aku butuh semua untuk tepiskan rindu


Mungkinkah kau di sana merasa yang sama?


Seperti dinginku di malam ini


 


 


Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini


Kita menari dalam rindu yang indah


Sepi kurasa hatiku saat ini, oh sayangku


Jika kau di sini, aku tenang


 


 


Sayang, kau di mana aku ingin bersama?


Aku butuh…


Entah kenapa lagu ini sama persis dengan dirinya.


“Cihh, kenapa kau harus suka dengan lagu ini???” Ia mengumpat kepada adiknya sambil sesegukkan. Sisa tangisannya seharian yang tak kunjung selesai.


Tokk tok tokkk.


 “Nyonya, saya mohon makanlah. Anda belum makan dari pagi tadi. Kaisar akan memarahi kami jika anda tidak makan” Ujar sang pelayan yang sedari tadi menunggu dengan cemas didepan pintu kamar Julia.

__ADS_1


Drrrtttttt...


Suara handphone mengalihkan pandangan Julia ke arah nakas disamping ranjangnya. Dia melihat ke layar pipih tersebut bertuliskan nomor tidak dikenal. Baginya ia tidak perlu mengangkat panggilan itu dan ia pun membiarkannya.


Drrrtttt...


handphone itu kembali berbunyi dengan nama yang sama. Kali ini Julia tetap tidak mengangkatnya dan membiarkan handphone itu berbunyi terus.


Drrrtttttt..


Kali ini Julia geram. Ia akhirnya mengangkat telfon itu.


“Hallo” Dengan suara sesegukkannya yang masih tersisa.


“Julia shi, ini kau??? Suara yang tidak aneh lagi bagi Julia, ia segera bangkit duduk diranjangnya. Suara itu membuatnya takut dan bergetar.


“Kyung-soo shi??” Ujar Julia terbata-bata.


“Ia sayang ini aku suamimu, Kyungsoo. Kenapa dengan suaramu?? Apa kau menangis?” Pria yang tiba-tiba menelfonnya dan berbicara seperti orang khawatir.


“Apa benar Lexa sudah meninggal ? Aku turut berduka cita atas kematian adikmu”


“Terima kasih” Jawab Julia pelan.


“Julia shi, maafkan aku. Aku mohon kembalilah. Aku janji akan merubah sifatku” tentu saja Julia tidak akan percaya. Baginya Kyungsoo adalah traumanya yang begitu hebat.


“Jangan mencariku lagi, carilah wanita lain. Aku tidak pantas untukmu” Ujarnya kepada Kyungsoo.


“Aku tidak ingin wanita lain, dari awal cuma kau yang aku pilih”


“Aku tidak akan melepaskanmu Julia. Aku tetap akan memperjuangkannya walaupun aku mati” Mendengar kata-kata itu Julia semakin frustasi. Ia langsung mematikan sepihak telfonnya dan melemparkannya ke sembarang arah “AAAaaaaaaaaaaaaaaaa” Teriak Julia.


Teriakannya membuat Pelayan yang berada di depan pintu terkejut dan khawatir. Karna teriakannya itu Kaisar pun segera datang dan memaksa penjaga untuk membukanya menggunakan kunci cadangan.


Abe membuka paksa pintu kamar Julia dan melihat wanita itu yang sudah mulai frustasi berat.


“Julia” Teriak Abe bergegas dan langsung memeluknya.


“Huhuuuuuuu” Isak tangis Julia dalam pelukan Abe.


 “Sssttttt, tenanglah. Aku disini” Sambil mengusap kepala belakang Julia.


Malam itu karna lelah menangis seharian. Julia pun tertidur dalam pelukan Abe. Wanita itu akhirnya tidak makan seharian. Abe khawatir sebenarnya, namun karna Julia telah lelap tertidur maka ia pun tidak mungkin membangunkannya. Ia pun membenarkan posisi tidur Julia yang tertidur saat duduk dipelukan abe. Lelaki itu mulai merasakan sakit pinggang karna menahan Julia dan duduk dalam waktu lama.


Setelah membenarkan posisi tidur Julia dan menyelimutinya, lelaki itu masih ingin disana dan ingin melihat wajah wanitanya lebih lama. Ia tidak ingin pergi dalam kamar itu dan mulai merasakan kantuk. Akhirnya ia pun ikut tidur diranjang Julia sambil memeluk wanita itu.


---


Julia berjalan santai disebuah taman seorang diri. Taman itu begitu indah dengan danau yang sangat-sangat bersih disekelilingnya. Sankin bersihnya kita dapat melihat dengan jelas dasar danau tersebut dan melihat banyak ikan yang berenang didalamnya. Julia berjalan terus dan suatu ketika langkahnya terhenti dengan sesosok pria yang sedang menggendong bayi membelakanginya.


Pria itu asyik bermain dengan sang bayi bagaikan dunia itu hanya milik mereka. Sesekali pria itu selalu menciumi anaknya dengan penuh kasih sayang. Julia tampak terharu dan senang melihatnya walaupun hanya melihat


dari belakang. Dan akhirnya pria itu memutar badannya pelan sambil tetap menggendong bayi tersebut ke arah Julia.

__ADS_1


“Kyungsoo????” Julia mematung dan tak percaya apa yang ia lihat. Kyungsoo tersenyum melihat ke arahnya sambil tetap bercanda dengan sang anak.


“Emma” Kata sang anak yang mungkin baru belajar bicara.


“Oemma. oemma” Kata Kyungsoo yang mengajari anaknya untuk memanggil Julia Oemma/Ibu.


Julia tak percaya jika anak yang digendong Kyungsoo adalah anaknya. Bukankah saat itu dia keguguran??


“Emma” Kata ang anak kembali sambil tertawa mungil ke arah Julia.


Julia menangis. Ternyata itu adalah anaknya. Ia ingin cepat-cepat menyusul Kyungsoo dan menggendong bayi itu. Namun entah kenapa Kyungsoo langsung pergi begitu saja sambil mendadahkan tangannya mengajari sang


anak untuk pergi meninggalkan Julia.


“Bye bye oemma” Kata Kyungsoo sambil mengajari anaknya.


“Andwae, Anakku..Andwaee...” Julia mencoba mengejar mereka namun Julia tak dapat menggapainya.


“Andwaeeeeeeeee.............” Julia terbangun.


Ternyata itu hanya mimpi. Julia frustasi sambil memijit ringan dahinya. Ia baru saja melihat anaknya dalam mimpi. Seperti nyata. Mimpi itu membuat Julia merindukan sosok Kyungsoo.


Semenjak mimpi itu. Julia selalu bermenung. Lelaki itu selalu saja muncul dipikirannya. Bukan hal-hal yang jelek yang ia ingat, melainkan saat-saat Kyungsoo yang khawatir jika dirinya sakit. Menjadi pahlawan saat orang-orang menyakitinya.


“Ahh” Julia membuang nafasnya.


Ddrrrrttttt....


Ponsel Julia berdering. Ada panggilan yang sama sebelumnya dari nomor yang tidak dikenal. Ia berfikir mungkin itu Kyungsoo.


“Hallo” Ujar Julia.


“Julia shi, bagaimana kabarmu?? Kau sudah sarapan?” Entah kenapa suara Kyungsoo membuatnya sedikit nyaman.


“Sudah, kau sudah sarapan Kyungsoo shi?” Tanya Julia. sekilas pertanyaan itu terdengar ditelinganya membuatnya bahagia.


“Apakah kau tidak rindu denganku??” Sahut Kyungsoo.


“Rindu??”


Ya kata itu sedikit terasa menyakitkan baginya. Apakah Julia boleh merindunya?? Mimpi itu membuat hatinya menjadi kosong. Seorang anak bayi yang di gendong Kyungsoo seperti mirip dirinya dan Kyungsoo. Andaikan dia


tidak keguguran, mungkin anak itu sudah lahir dan tumbuh dengan lucunya.


---


Julia masih bermenung ditaman belakang kerajaan ditemani beberapa pelayan.


“Anak?? Apakah saat ini aku sedang menginginkan anak?” Gumamnya dalam hati sambil tersenyum.


 


 

__ADS_1


Dukung terus Cerita Julia dan Korea selatan ya Yeorebun dengan kaish like dan favoritenya. Kamsahamnida


__ADS_2