
Tubuh Lexa tidak bergerak sama sekali. Badan mungilnya telah merapung ditengah-tengah kolam. Tidak ada yang mengetahui saat itu Lexa tenggelam. Hingga tiga jam kemudian barulah ada yang menemukannya yakni seorang pelayan Lexa. Pelayan itu menemukan Lexa sudah tak bernyawa dan tewas. Matanya membulat sempurna
seakan-akan ingin keuar dan mulutnya seketika membulat dan segera ditutupi dengan telapak tangannya.
Melihat Lexa telah terapung-apung dikolam ia segera berteriak dan meminta pertolongan.
“Tolong. Nona Lexa tenggelam” Barulah beberapa pengawal datang dan langsung sigap berenang menyelamatkan tubuh Lexa dan mengecek denyut nadi Lexa.
Tidak ada tanda denyut dilehernya. Dia lantas segera memanggil dokter kerajaan.
Lima menit kemudian dokter datang dan segera memeriksa kondisi Lexa. Sayangnya nyawanya sudah tak tertolong. Dokter itu langsung menggelengkan kepalanya dihadapan para pelayan dan pengawal. Pelayan itu menangis sejadi-jadinya.
“Cepat kalian hubungi kaisar dan nona Julia. Dan jangan lupa hubungi ratu sekarang” Kata sang dokter.
“Baik dok” Jawab pengawal.
Tak lama kemudian Ibunda dari Kaisar Abe, Ratu Bella datang melihat kondisi Lexa dikamarnya. Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat jenazah Lexa terbaring kaku diatas ranjang. Ia pun menangis dan segera menutup mulutnya.
---
“Apa??? Baik aku akan pulang sekarang” Abe sangat syok mendengar berita kematian Lexa.
“Jangan beritahu Julia tentang berita ini. Biar aku yang memberitahunya saat kita sampai di Bilyon. Cepat siapkan Jet” Titahnya kepada sekretaris kerajaan dan para pengawalnya.
“Baik tuan”
Abe menghampiri Julia dikamarnya yang sedang berbincang-bincang dengan anak perempuan presiden Italy. Ia terpaksa mengganggu perbincangan mereka karna ini lebih penting.
“Julia ada sesuatu yang terjadi dikerajaan, kita harus pulang hari ini” Mendengar hal itu julia terkejut. Akhirnya Julia meminta maaf kepada temannya karna tidak bisa berlama-lama dengannya.
Juliadan Abe segera memasuki pesawat Jet. Abe belum berani mengungkapkan hal yang sebenarnya kepada Julia. Ia takut wanita itu akan histeris dipesawat dan semuanya jadi tegang. Ia akan membiarkannya saat sampai di Bilyon nanti. Pesawat pun dengan segera meninggalkan landasan.
“Yang mulia. Apakah telah terjadi sesuatu di Kerajaan??” Ujar Julia memberanikan diri.
“Ia telah terjadi sesuatu. Kita harus pulang hari ini” Julia tidak berani lagi bertanya karna takut melihat wajah cemas Abe yang begitu menakutkan. Pria itu tampak mirip seperti Kyungsoo jika cemas.
---
Selama tiga jam akhirnya pesawat tiba di Bilyon. Abe dan Julia pun turun dari pesawat dan berjalan menuju mobil yang telah menunggu kedatangan mereka dibandara. Rasanya Abe sangat ingin memberi tahu Julia saat ini tapi mulutnya seperti terkunci dan tidak berani mengatakannya.
Saat dalam perjalanan Abe memberanikan diri memberitahu Julia.
__ADS_1
“Julia. Ada sesuatu terjadi di Kerajaan.” Ujar Abe.
“Apakah sesuatu itu sangat buruk???” Gumam Julia.
Rasanya Abe ingin menampar mulutnya sendiri. Melihat wajah wanitanya ia sungguh iba untuk mengatakannya. Demi apapun ia tidak sanggup melihat wanita itu menderita.
“M-Maaf” Ujar Abe tampak terbata-bata. Julia heran melihat Abe yang tidak biasa dan aneh terhadapnya.
“Apa yang terjadi yang mulia???” Julia mulai curiga, ia memandang lurus melihat Abe. Ada sesuatu yang laki-laki itu sembunyikan darinya.
“Apakah Kyungsoo menemukan kita??
“Bukan. bukan itu” Jawab Abe.
“Lalu apa?” Julia memandangi Abe lekat-lekat.
“L-lexa. L-exa, dia.....” Abe tidak melanjutkan kalimatnya membuat Julia geram.
“Apa yang terjadi dengan Lexa?” Julia memegang kedua lengan Abe. Matanya telah berkaca-kaca.
Abe menunduk tak mampu melanjutkan kalimatnya “Maafkan aku”
“Katakan apa yang terjadi dengan adikku yang mulia. Katakanlah” Kali ini suara Julia meninggi satu oktaf dengan suara serak akan menangis.
Test.....
Sungguh demi apapun perasaan wanita ini mulai tak enak. ia takut terjadi yang tidak-tidak dengan adiknya. Air matanya menetes begitu saja. Seperti memang tahu apa sedang terjadi hari ini. Abe hanya menunduk. Julia terdiam. Dia akan segera tahu jika sudah sampai dikediamannya.
Mobil Abe dan Julia telah sampai memasuki kediaman kerajaan. Mobil itu berhenti tepat di teras. Semua pelayan dan pengawal berkumpul menunggunya. Julia dan Abe turun. Ada sesuatu yang membuatnya bertanya-tanya ketika melihat semua pengawal dan pelayan disitu. Semua wajah pelayan muram dan bersedih termasuk pengawal.
Julia mendatangi salah satu pelayan dan bertanya kepadanya.
“Apa yang terjadi dengan adikku?” Dengan wajah tenang dan tetap tegar Julia mencoba bertanya dengan pelayan tersebut.
“N-nona L-exa” pelayan itu menjawab dengan terbata-bata. Julia tak ingin mendengar penjelasan dari pelayan tersebut. Ia segera berjalan dan naik ke kamar Lexa. Saat sampai di dekat kamar Lexa sudah ada beberapa dokter, perawat, pelayan Lexa dan pengawal yang menunggu. Julia semakin kacau. Dan segera memasuki kamar
Lexa diikuti dengan Abe.
Bagai petir yang menyambar. Julia melangkah dengan pelan-pelan seperti tak bertenaga ketika memasuki kamar Lexa. Yang Mulia Ratu menangis di ujung Ranjang Lexa. Ia melihat tubuh adiknya tertidur seperti orang mati diatas ranjang. Tertutup dengan selimut putih sampai leher.
“Ke-napa dengan A-adikku?” Suara Julia serak, ia berusaha menahan tangisannya.
__ADS_1
Abe berusaha tenang dan berjalan mendekati Julia didepannya. Ia lalu berdiri disamping wanita itu. Abe langsung memberi kode kepada dokter untuk menjelaskannya.
“Nona, maaf saya tidak bisa menyelamatkan adik anda” Ujar sang dokter.
“Apa?” Julia masih menahan tangisnya. Ia masih tidak percaya dengan ucapan dokter dihadapannya.
“Maafkan saya nyonya, nona Lexa tenggelam dan kami terlambat menyelamatkannya” Dengan isak tangisnya, pelayan ini mencoba menjelaskan yang telah terjadi dengan Lexa.
Julia tersungkur jatuh dan terduduk dilantaii. Abe segera memopongnya, namun Julia segera melerai kedua tangan Abe. Julia mencoba berdiri pelan-pelan dan mendekati tubuh adiknya. Ia menggoyangkan tubuh adiknya dan memanggil adiknya.
“Lexa bangunlah. Kakak sudah pulang” Panggil Julia.
“Hei. Kau tidak mau melihat wajah kakakmu ini???”
“B-bangun-lah” Suara tangisnya pelan-pelan mulai keluar beriringan dengan air matanya.
“Bangun-lahh lexa, ka-kak tidak akan memarahi-mu” Julia mengusap lembut kedua pipi Lexa yang sudah dingin.
“Kenapa badanmu dingin?? Kau kedinginan?? Ka-kak......” Suaranya terhenti menahan tangis.
“Ka-kak...... akan minta pelayan buatkan kau minu-man hangat”
“Julia, tenanglah” Abe langsung memegang kedua bahu Julia.
“Le-xaaaa...hhuhuuhuuu” Pertahanan diri Julia runtuh seketika. Adiknya tidak merespon sama sekali. adiknya telah pergi menemui ajalnya. Seluruh pelayan yang melihat ikut menangis. Abe lalu memeluk Julia dan membiarkan wanita itu menangis dipelukannya.
“hhuhuuuuuu” Tangis Julia bergema diruangan kamar Lexa.
Ia segera melepaskan pelukan Abe dan mendekapkan dirinya ke jenazah Lexa.
“kakak takut sendiri Lexa, kakak takut, hhuhuhuuuuuu....” Julia lirih, Ulu hatinya benar-benar sakit. Air mataya telah membanjiri dikedua pipinya.
“Lexaaaaaa” Panggil Julia dengan isakkan yang semakin membanjiri kedua kelopak matanya.
“Lexaaa...” Julia terisak semakin keras. Inilah pertemuan terakhirnya dengan sang adik.
“hhuuuhuuuuuuu”.....
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." Teriak julia
__ADS_1
~~ Bagaimana dengan kehidupan Julia seterusnya?? Apa ia mampu hidup tanpa Lexa?? Tunggu episode selanjutnya ya. Jangan lupa komen, like dan Favoritenya. Gumauwo.