
Malam itu Kyungsoo secara paksa
merenggut keperawanan milik Julia. bercak darah membasahi sudut selimut, apakah
itu darah miliknya ??? tentu saja, lalu darah milik siapa lagi ?
Julia menangis sesegukkan. dadanya
terasa sesak mengingat semalam. masih terasa Kyungsoo melumatnya habis tanpa
ampun memberi hukuman karna Julia berani mengabaikan perintahnya saat itu.
Julia kembali melihat ke arah pemandangan yang menyeramkan baginya. organ
intinya masih terasa perih dan panas.
“Hiks, Ibu...” Sesekali wajah
ibunya terbayang dilamunannya..
“Ibu.. huuhuuuu” panggil Julia kecil.
Pukul 08.00 pagi Julia terbangun.
manik-maniknya tersudut memandangi plafon kamar President Suite nya. seketika
lamunannya teringat akan kejadian malam itu. Julia segera mengambil napas
panjangnya. Suara deras dari kamar mandi terdengar jelas ditelinganya. Pria itu
telah bangun terlebih dahulu darinya membersihkan tubuh kekarnya dari malam
yang panjang yang ia lakukan.
Rasanya ia sulit untuk bangun dari
ranjangnya karna rasa perih yang ia rasakan. matanya bengkak.
“Apa kau ingin ronde kedua ?” Ucap
Kyungsoo yang baru saja siap mandi.
Roti sobek isi selai kacang
dicampur keju telah terpampang jelas dihadapan Julia. body yang hanya memakai
handuk kecil menutupi area intimnya. seketika Julia terpana namun ia segera
sadar. Ia telah meyakinkan dirinya bahwa ia akan selalu membenci pria tersebut
seumur hidupnya.
Julia pelan-pelan bangun dari
ranjangnya, ia tidak menghiraukan ucapan Kyungsoo. Ia melilitkan seluruh
tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi.
“Aku sudah melihat semuanya, tidak
perlu ditutupi lagi” Ujar Kyungsoo menggoda Julia.
Julia tetap tidak menghiraukan
Kyungsoo dan langsung menutup kamar mandi dengan keras.
Setelah selesai sarapan disebuah restaurant,
mereka pergi menaiki kapal mengelilingi sungai swiss yang bersih. dengan
menaiki kapal kecil mereka bisa mengelilingi kota Zurich yang ramai.
Pemandangan kota Zurich yang indah membuat Julia terkagum-kagum. Negeri
penghasil jam tangan mewah ini memang pantas dijuluki negeri kaya dengan
penduduk yang berpenghasilan terbanyak. Perjalanan kami kali ini Kyungsoo
menempatkan beberapa pengawal didekatnya. tujuannya hanya satu, agar aku tidak
macam-macam.
Setelah puas mengelilingi kota
Zurich, kami pun makan siang di Restaurant mewah. hidangan utama Steak sapi
Import dan beberapa dessert menghiasi meja makan kami. sungguh kenikmatana mana
lagi yang akan kau dustakan.
Setelah kenyang bersantap siang.
Kyungsoo ingin berkunjung ke salah satu pabrik buatan jam tangan mewah yakni
Rolex. Kedatangan kami langsung disambut hangat oleh pemilik CEO tersebut.
__ADS_1
Julia lagi-lagi berdecak kagum. seorang pemilik rakitan jam tangan Rolex
menyambut kedatangannya saat berkunjung. Tentu saja Kyungsoo ingin menambah
koleksi jam tangannya yang sudah memenuhi kamar khusus koleksinya. Keheranannya
semakin menambah keinginan Julia untuk lebih tau pekerjaan suaminya. Selama ini
dia tidak peduli apa pekerjaan dan penghasilan suaminya selama ini sehingga
untuk CEO Rolex pun datang menghampirinya.
Kyungsoo sangat pintar berbahasa
jerman dan perancis, tidak heran mereka begitu akrab. dan aku yang sama sekali
tidak mengerti hanya duduk manis diam sambil meminum teh buatan sekretaris
pribadi CEO tersebut.
Julia sesekali memandangi wanita
yang berdiri dibelakang CEO Rolex tersebut. Wanita itu sangat cantik dan seksi.
Pasti banyak laki-laki yang tergila-gila dengannya.
Namun apa mau dikata, pesona
Kyungsoo juga tidak bisa dipungkiri lagi. Sekretaris itu selalu menatap ke arah
Kyungsoo tanpa berkedip. Dia tidak menghiraukan Julia yang berada disamping
Kyungsoo. Padahal Kyungsoo telah memperkenalkan ku dengan sebutan istri kepada
CEO tersebut yang juga sekretaris itu pasti mendengarnya. Tapi mau gimana lagi,
begitulah resiko jika mempunya suami tampan dan tajir.
Kami mendapatkan cenderamata jam
tangan couple dari CEO tersebut karna Kyungsoo juga membeli beberapa jam tangan
disana sekaligus membeli untukku satu. Karna hari sudah malam, kami pun
meninggalkan tempat itu dan beranjak ke sebuah restauran untuk mengisi perut.
Kringg kringg ...
Bunyi handphone Kyungsoo dan dia
mengangkatnya.
“Hallo tuan, ini saya Carolina
sekretaris pribadi CEO”
Ternyata seseorang yang menelf
Kyungsoo adalah sekretaris pribadi Kyungsoo.
“ Aku ingin mengundang anda makan
malam besok dihotel A, apakah tuan bisa ?” Ucap Carolina dengan desahnya.
“hhmm baik aku akan senggangkan
waktuku.”
Kyungsoo menerima ajakan makan
malam wanita itu. Dan mendengar itupun Julia bahagia, batinnya akan bebas malam
besok tanpa Kyungsoo. Namun ia masih belum tahu siapa orang yang menelfon
Kyungsoo tersebut.
“Sekretaris tadi mengajakku makan
malam” Gumam Kyungsoo sengaja memberitahu Julia.
“Pergilah, aku tidak akan
melarangmu” Jawab Julia tak peduli.
Kyungsoo kesal dan melanjutkan
makan malamnya.
Karna kesalnya Kyungsoo kepada
Julia, malam itu dikamar hotel Kyungsoo kembali melumat habis Julia. padahal
wanita itu masih merasa sakit di organ intinya namun Kyungsoo tak peduli.
“Kyungsoo hentikan” Ucap lirih
__ADS_1
Julia.
Ucap lirihan Julia membuat Kyungsoo
meradang karna itu seperti desahan baginya.
“AAHHHH” Julia merintih kesakitan.
Malam itu, Kyungsoo berulang-ulang
melakukannya hingga ia terpental kelelahan dan memeluk tubuh Julia hingga
mereka terlelap bersamaan. Saat tengah malam Kyungsoo terbangun. ia melihat ke
arah tubuh kecil Julia dan memandangi wajah kecil Julia yang terlelap. Kyungsoo
mengelus rambut Julia yang panjang.
Ia ingat malam itu mereka habiskan
untuk bercinta. Raut wajah Julia tampak kelelahan dan Kyungsoo terkekeh
mengingat adegan semalam. Setelah puas berlama-lama memandanginya ia pun tidur
kembali.
Malam esoknya. Kyungsoo
bersiap-siap untuk jamuan makan malam yang diundang oleh Sekretaris Rolex.
sedangkan Julia hanya sibuk membaca majalah sambil duduk diatas ranjang.
“Apakah wanita ini tidak cemburu
aku akan makan malam dengan wanita lain??” Gumam Kyungsoo dalam hatinya.
Kyungsoo melemparkan sebuah Black
Card kepada Julia.
“Belilah apa yang kau inginkan
dengan kartu itu, isi uangnya tanpa batas” Ucap Kyungsoo.
“Ada apa dengan pria ini ? dia
menyuruhku keluar ?” Ucap Julia dalam hati sambil memperhatikan Black card yang
berada didekatnya.
“ Kau jangan senang dulu, tentu
saja ada pengawal yang akan selalu berada disampingmu nanti “
Kyungsoo tidak akan membiarkan
Julia sendirian seperti hari itu, mengingat yang mulia raja Abe masih berada di
Swiss dan itu merupakan penghalang baginya. Ia tahu bahwa Abe mulai tertarik
dengan istrinya.
Julia kembali menciutkan hatinya
yang awalnya dia senang akan bebas malam ini tapi ternyata tidak.
Julia tiba disebuah pusat
perbelanjaan terbesar di Zurich ditemani 2 pengawal pribadinya suruhan
Kyungsoo. Julia tidak terfikirkan untuk membeli baju, perhiasan ataupun tas.
dia hanya ingin jalan-jalan menghilangkan fikirannya yang kalut. namun ada
tempat yang bisa membuatnya menghilangkan stress, yakni Bar.
Ada Bar mewah di samping pusat
perbelanjaan itu. Julia tidak menapik surganya duniawi disitu. segala macam
manik-manik melihat ke arahnya terutama mata lelaki yang melihat. Julia lalu
duduk disebuah meja kosong dan memesan minuman dengan kadar alkohol rendah
seperti wine. Dia minum segalas dua gelas dan berlanjut seterusnya sampai ia
setengah sadar dan mabuk.
Ia pun menyuruh pengawalnya untuk
ikut minum tapi pengawal itu langsung menolaknya. melihat Julia yang sudah
mabuk berat membuat seorang laki-laki mendekatinya namun dengan sigap pengawal
itu menghadang lelaki tersebut.
__ADS_1
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya. Kamsahamnida yeoreobun *