Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 14 / Menculik Julia


__ADS_3

Malam itu Kyungsoo secara paksa


merenggut keperawanan milik Julia. bercak darah membasahi sudut selimut, apakah


itu darah miliknya ??? tentu saja, lalu darah milik siapa lagi ?


Julia menangis sesegukkan. dadanya


terasa sesak mengingat semalam. masih terasa Kyungsoo melumatnya habis tanpa


ampun memberi hukuman karna Julia berani mengabaikan perintahnya saat itu.


Julia kembali melihat ke arah pemandangan yang menyeramkan baginya. organ


intinya masih terasa perih dan panas.


“Hiks, Ibu...” Sesekali wajah


ibunya terbayang dilamunannya..


“Ibu.. huuhuuuu” panggil Julia kecil.


Pukul 08.00 pagi Julia terbangun.


manik-maniknya tersudut memandangi plafon kamar President Suite nya. seketika


lamunannya teringat akan kejadian malam itu. Julia segera mengambil napas


panjangnya. Suara deras dari kamar mandi terdengar jelas ditelinganya. Pria itu


telah bangun terlebih dahulu darinya membersihkan tubuh kekarnya dari malam


yang panjang yang ia lakukan.


Rasanya ia sulit untuk bangun dari


ranjangnya karna rasa perih yang ia rasakan. matanya bengkak.


“Apa kau ingin ronde kedua ?” Ucap


Kyungsoo yang baru saja siap mandi.


Roti sobek isi selai kacang


dicampur keju telah terpampang jelas dihadapan Julia. body yang hanya memakai


handuk kecil menutupi area intimnya. seketika Julia terpana namun ia segera


sadar. Ia telah meyakinkan dirinya bahwa ia akan selalu membenci pria tersebut


seumur hidupnya.


Julia pelan-pelan bangun dari


ranjangnya, ia tidak menghiraukan ucapan Kyungsoo. Ia melilitkan seluruh


tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi.


“Aku sudah melihat semuanya, tidak


perlu ditutupi lagi” Ujar Kyungsoo menggoda Julia.


Julia tetap tidak menghiraukan


Kyungsoo dan langsung menutup kamar mandi dengan keras.


Setelah selesai sarapan disebuah restaurant,


mereka pergi menaiki kapal mengelilingi sungai swiss yang bersih. dengan


menaiki kapal kecil mereka bisa mengelilingi kota Zurich yang ramai.


Pemandangan kota Zurich yang indah membuat Julia terkagum-kagum. Negeri


penghasil jam tangan mewah ini memang pantas dijuluki negeri kaya dengan


penduduk yang berpenghasilan terbanyak. Perjalanan kami kali ini Kyungsoo


menempatkan beberapa pengawal didekatnya. tujuannya hanya satu, agar aku tidak


macam-macam.


Setelah puas mengelilingi kota


Zurich, kami pun makan siang di Restaurant mewah. hidangan utama Steak sapi


Import dan beberapa dessert menghiasi meja makan kami. sungguh kenikmatana mana


lagi yang akan kau dustakan.


Setelah kenyang bersantap siang.


Kyungsoo ingin berkunjung ke salah satu pabrik buatan jam tangan mewah yakni


Rolex. Kedatangan kami langsung disambut hangat oleh pemilik CEO tersebut.

__ADS_1


Julia lagi-lagi berdecak kagum. seorang pemilik rakitan jam tangan Rolex


menyambut kedatangannya saat berkunjung. Tentu saja Kyungsoo ingin menambah


koleksi jam tangannya yang sudah memenuhi kamar khusus koleksinya. Keheranannya


semakin menambah keinginan Julia untuk lebih tau pekerjaan suaminya. Selama ini


dia tidak peduli apa pekerjaan dan penghasilan suaminya selama ini sehingga


untuk CEO Rolex pun datang menghampirinya.


Kyungsoo sangat pintar berbahasa


jerman dan perancis, tidak heran mereka begitu akrab. dan aku yang sama sekali


tidak mengerti hanya duduk manis diam sambil meminum teh buatan sekretaris


pribadi CEO tersebut.


Julia sesekali memandangi wanita


yang berdiri dibelakang CEO Rolex tersebut. Wanita itu sangat cantik dan seksi.


Pasti banyak laki-laki yang tergila-gila dengannya.


Namun apa mau dikata, pesona


Kyungsoo juga tidak bisa dipungkiri lagi. Sekretaris itu selalu menatap ke arah


Kyungsoo tanpa berkedip. Dia tidak menghiraukan Julia yang berada disamping


Kyungsoo. Padahal Kyungsoo telah memperkenalkan ku dengan sebutan istri kepada


CEO tersebut yang juga sekretaris itu pasti mendengarnya. Tapi mau gimana lagi,


begitulah resiko jika mempunya suami tampan dan tajir.


Kami mendapatkan cenderamata jam


tangan couple dari CEO tersebut karna Kyungsoo juga membeli beberapa jam tangan


disana sekaligus membeli untukku satu. Karna hari sudah malam, kami pun


meninggalkan tempat itu dan beranjak ke sebuah restauran untuk mengisi perut.


Kringg kringg ...


Bunyi handphone Kyungsoo dan dia


mengangkatnya.


“Hallo tuan, ini saya Carolina


sekretaris pribadi CEO”


Ternyata seseorang yang menelf


Kyungsoo adalah sekretaris pribadi Kyungsoo.


“ Aku ingin mengundang anda makan


malam besok dihotel A, apakah tuan bisa ?” Ucap Carolina dengan desahnya.


“hhmm baik aku akan senggangkan


waktuku.”


Kyungsoo menerima ajakan makan


malam wanita itu. Dan mendengar itupun Julia bahagia, batinnya akan bebas malam


besok tanpa Kyungsoo. Namun ia masih belum tahu siapa orang yang menelfon


Kyungsoo tersebut.


“Sekretaris tadi mengajakku makan


malam” Gumam Kyungsoo sengaja memberitahu Julia.


“Pergilah, aku tidak akan


melarangmu” Jawab Julia tak peduli.


Kyungsoo kesal dan melanjutkan


makan malamnya.


Karna kesalnya Kyungsoo kepada


Julia, malam itu dikamar hotel Kyungsoo kembali melumat habis Julia. padahal


wanita itu masih merasa sakit di organ intinya namun Kyungsoo tak peduli.


“Kyungsoo hentikan” Ucap lirih

__ADS_1


Julia.


Ucap lirihan Julia membuat Kyungsoo


meradang karna itu seperti desahan baginya.


“AAHHHH” Julia merintih kesakitan.


Malam itu, Kyungsoo berulang-ulang


melakukannya hingga ia terpental kelelahan dan memeluk tubuh Julia hingga


mereka terlelap bersamaan. Saat tengah malam Kyungsoo terbangun. ia melihat ke


arah tubuh kecil Julia dan memandangi wajah kecil Julia yang terlelap. Kyungsoo


mengelus rambut Julia yang panjang.


Ia ingat malam itu mereka habiskan


untuk bercinta. Raut wajah Julia tampak kelelahan dan Kyungsoo terkekeh


mengingat adegan semalam. Setelah puas berlama-lama memandanginya ia pun tidur


kembali.


Malam esoknya. Kyungsoo


bersiap-siap untuk jamuan makan malam yang diundang oleh Sekretaris Rolex.


sedangkan Julia hanya sibuk membaca majalah sambil duduk diatas ranjang.


“Apakah wanita ini tidak cemburu


aku akan makan malam dengan wanita lain??” Gumam Kyungsoo dalam hatinya.


Kyungsoo melemparkan sebuah Black


Card kepada Julia.


“Belilah apa yang kau inginkan


dengan kartu itu, isi uangnya tanpa batas” Ucap Kyungsoo.


“Ada apa dengan pria ini ? dia


menyuruhku keluar ?” Ucap Julia dalam hati sambil memperhatikan Black card yang


berada didekatnya.


“ Kau jangan senang dulu, tentu


saja ada pengawal yang akan selalu berada disampingmu nanti “


Kyungsoo tidak akan membiarkan


Julia sendirian seperti hari itu, mengingat yang mulia raja Abe masih berada di


Swiss dan itu merupakan penghalang baginya. Ia tahu bahwa Abe mulai tertarik


dengan istrinya.


Julia kembali menciutkan hatinya


yang awalnya dia senang akan bebas malam ini tapi ternyata tidak.


Julia tiba disebuah pusat


perbelanjaan terbesar di Zurich ditemani 2 pengawal pribadinya suruhan


Kyungsoo. Julia tidak terfikirkan untuk membeli baju, perhiasan ataupun tas.


dia hanya ingin jalan-jalan menghilangkan fikirannya yang kalut. namun ada


tempat yang bisa membuatnya menghilangkan stress, yakni Bar.


Ada Bar mewah di samping pusat


perbelanjaan itu. Julia tidak menapik surganya duniawi disitu. segala macam


manik-manik melihat ke arahnya terutama mata lelaki yang melihat. Julia lalu


duduk disebuah meja kosong dan memesan minuman dengan kadar alkohol rendah


seperti wine. Dia minum segalas dua gelas dan berlanjut seterusnya sampai ia


setengah sadar dan mabuk.


Ia pun menyuruh pengawalnya untuk


ikut minum tapi pengawal itu langsung menolaknya. melihat Julia yang sudah


mabuk berat membuat seorang laki-laki mendekatinya namun dengan sigap pengawal


itu menghadang lelaki tersebut.

__ADS_1


 


* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya. Kamsahamnida yeoreobun *


__ADS_2