
Julia memulai rutinitas baru dihari keduanya bekerja dirumah sakit. Didalam ruangan President Direktur dia bagaikan anak OJT alias On The Job Training atau lebih dikenal dengan Magang. Tapi Julia bukanlah anak OJT ataupun magang, melainkan yang memimpin perusahaan. Julia sangat-sangat memperhatikan apa yang diajarkan
oleh Chen dibantu dengan wakil direktur. Kei juga tak kalah serius ketika dibantu oleh Chen. Meskipun sebenarnya anak itu lebih semangat ketika ada Kyungsoo.
Julia memijat lembut dahinya sambil berfikir sesuatu. Kepalanya pusing, bukan karna sakit kepala, melainkan beratnya pekerjaan yang akan dia pikul.
“Nyonya, jika anda tidak sanggup, saya akan tetap bantu dan mensupport anda dari belakang” Ucap Chen memberi dorongan.
“Nyonya hanya perlu membiasakan diri saja. lama kelamaan nyonya pasti akan terbiasa.” Benar. sebenarnya hanya butuh waktu saja sampai Julia terbiasa.
---
Chen membawa setumpuk berkas yang entah dari mana asalnya dan meletakkannya diatas meja kerja Julia. Sontak Julia dibuat melongo dengan apa yang dibawa Chen.
“Igi boya/Apa ini??? Tanyanya dengan mata membulat penuh kebingungan.
“Presdir, ini adalah berkas-berkas yang akan presdir pelajari. Mulai dari SDM, Keuangan, Operational, Marketing, IT dll semuanya ada didalam sini. Termasuk profil rumah sakit kita beserta anak perusahaan dibawah naungan rumah sakit ini” Ujar Chen panjang lebar membuat Julia ternganga.
“What, rumah sakit ini ada anak perusahaan lagi???” Tanya Julia kembali dengan nada tidak percaya.
“Benar presdir, rumah sakit ini punya anak perusahaan untuk menunjang operational rumah sakit seperti reagen yang dipakai sebagai bahan pembantu di laboratorium. Furniture, Bank Darah atau Stem Cell, Pusat donor darah dan alat kesehatan.”
Apa sih yang tidak diketahui oleh seorang Chen ?? Dia tahu semua lingkup perusahaan tidak hanya dikantor pusat finansial Kyung Grup, melainkan rumah sakit juga. Lalu apa Kyungsoo punya perusahaan lain selain dibidang Finansial dan medis ??
Ya Kyungsoo hanya fokus pada dua bidang perusahaan saja saat ini seperti finansial dan Medis. Awalnya Kyungsoo hanya berfokus membesarkan kerajaan finansialnya, namun dia berfikir dalam jangka panjang dan kesehatannya, dia lalu membeli satu buah rumah sakit. Rumah sakit hanya temeng untuk kesehatan pribadinya saja. Namun lama kelamaan dia mulai menyukai bidang kesehatan tersebut.
Heol/Oh My God??? Ternyata sangat banyak anak perusahaan rumah sakit yang dipegang Julia. Julia syok mendengarnya
“Selama posisi Presdir kosong, siapa yang mengambil alih rumah sakit ini??? Pertanyaan ini penuh dengan rasa penasaran Julia yang luar biasa.
“Selama ini Tuan sendiri yang mengurusnya nyonya, dibantu dengan kami berdua dengan Hanbi. Dan rencananya presdir akan menambah 3 sekretaris lagi untuk membantu tuan” Ujar Chen dengan expresi bahagianya.
__ADS_1
Mulai kedepannya jika ketiga sekretaris itu sudah bekerja, maka tekanan bekerja Chen dan Hanbi akan berkurang karna akan mendapat bala bantuan. Ia tidak perlu lagi lembur setiap hari mengurus beberapa kerjaan yang luar biasa menumpuknya.
Julia masih terdiam mendengar perkataan Chen bahwa rumah sakit ini sebelumnya Kyungsoo yang mengurusnya. Oh My God pria Bipolar ini ternyata sangat-sangat luar biasa. Tidak hanya Finansial Kyung Gruop yang dia urus, rumah sakit pun harus dia kerjakan juga. Pantas dia menyuruh Julia mengambil alih rumah sakit ini agar pekerjaannya berkurang. Dasar sinting!!!
---
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 KST. Julia dan sekretarisnya masih berkutat dengan setumpuk dokumen dan layar monitor dihadapan masing-masing. Sementara Chen harus balik ke Kyung Grup karna Kyungsoo membutuhkannya.
“Presdir, mataku sudah sangat lelah” Ujar Kei yang sudah mulai merengek. Wajar saja ia selalu menatap layar tanpa henti dari pagi hingga malam ini. Belum lagi menyusun schedull presdir dan perjalanan dinasnya, dia juga perlu belajar mengenai profil rumah sakit.
Ok tidak mungkin Julia bermalam menginap dikantornya. Ia pun memutuskan untuk pulang
Drrrtttttt... Suara dering ponsel Julia berbunyi. terlihat dibenda pipih itu panggilan dari Kyungsoo. Julia langsung menggeser dengan ibu jarinya untuk menerima panggilan tersebut.
“Ne Kyungsoo ya” Sambil tetap mengetik pekerjaannya.
“Apakah kau akan tidur dan bermalam dikantor” Suara Kyungsoo jelas terdengar seperti tidak suka dan khawatir karna masih berkutat dengan pekerjaannya. Bukannya dia juga sering pulang larut ketika bekerja???
“Ia ia aku akan pulang sekarang” Mendengar dari mulut Julia akan pulang sekarang membuat Kei langsung senang dan segera mematikan komputer dan membereskan mejanya.
Ternyata pria itu sudah menunggu Julia diloby untuk menjemput Julia.
“Baiklah” Julia langsung mematikan ponselnya dan membereskan meja kerjanya.
“Presdir, kajjah/ayo” Kei tampak semangat untuk pulang dan mulai akrab dengan Julia. Julia pun membalas dengan senyuman.
---
Kyungsoo telah menunggunya diloby rumah sakit bersama seorang supir. Tampaknya Kyungsoo juga baru pulang bekerja karna ia masih memakai Jas kantor. Julia pun naik ke mobil dan tak lupa Kei mengantar Julia hingga mendekati mobilnya. Tujuannya hanya satu, yakni nyuri-nyuri pandang dengan Kyungsoo.
Saat diperjalanan menuju kediaman. Kyungsoo menanyakan hal pekerjaan dengan Julia.
__ADS_1
“Bagaimana dengan pekerjaanmu?” Pertanyaan itu yang dilontarkan Kyungsoo ketika Julia tampak kelelahan.
“Sangat lelah dan buat sakit kepala. Aku butuh waktu untuk penyesuaian” Ujar Julia.
“Tentu, tidak ada yang namanya pekerjaan kau akan langsung bisa dan paham, semuanya butuh pembelajaran dan proses” Penjelasan Kyungsoo layaknya seorang dosen yang sedang menasehati mahasiswanya.
“Kei titip salam untukmu” Ujar Julia menggoda Kyungsoo. Sebenarnya dia tidak ingin menyampaikannya, namun Kei sangat-sangat cerewet kayak emak-emak agar salamnya disampikan kepada Kyungsoo.
“HHmm” Hanya itu yang dilontarkan Kyungsoo. Tampaknya Kyungsoo tak suka dengan keberadaan Sekretarisnya Julia.
---
Pukul 08.00 KST
Seperti biasa Julia berjalan keruangannya dengan langkah santai dan sepanjang perjalanan ke ruangan semua staff memberi hormat saat kedatangan Julia melewati mereka.
Julia memulai pekerjaannya yang tertunda semalam lalu berdiskusi dengan beberapapetinggi rumah sakit. Ini adalah hari ketiga Julia bekerja dirumah sakit. Dengan kesibukan ini, Julia mulai tidak bermenung lagi karna kehilangan bayinya. Karna kesibukan ini, pikirannya benar-benar hanya terfokus pada pekerjaan saja. Bahkan pria Bipolar yang dia tandai untuk Kyungsoo pun bisa dia lupakan sejenak.
Kei meletakan kopi hangat dimeja kerja Julia yang baru saja ia buat.
“Presdir, ini saya buatkan kopi untuk presdir. Apa presdir suka kopi??? Jika tidak, akan saya ganti” Ujar Kei dengan segala kelentikannya.
“Anyieo, aku suka kopi dan aku juga suka teh. Terima kasih Kei” Ujar Julia sambil melempar senyuman.
“Presdir untuk diskusi dengan Direktor moon, bagaimana kalau kita sambil makan siang saja diluar?” Ujar Kei sambil memberi ide dan sekaligus kode keras supaya dapat makan siang gratis.
Direktur Moon Salah satu Direktur anak perusahaan rumah sakit di bidang pasokan reagen penunjang
laboratorium.
“Oke. Aku juga ingin makan siang diluar.” Ujar Julia.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu aku akan memesan tempatnya, tempat ini sangat nyaman dan cocok untuk Presdir” Ujar Kei. Padahal pria gemulai ini juga belum tentu tahu selera Julia seperti apa, namun dia yakin atasannya pasti tidak akan milih-milih dalam hal apapun.
~~ Jangan lupa tinggalkan. Komen, Love dan favoritenya ya chinggu, Gumauwo!!!