
“Aku sudah dua tahun disini, aku juga belum pernah melihatnya, tuan selalu menunjukan sikap dingin ke semua orang. Hari ini beliau tersenyum, aku beruntung bisa melihatnya”
“Itu adalah aura kebapakkan karna sebentar lagi beliau akan menjadi seorang ayah”
Mereka saling berbisik satu lain sampai Kyungsoo puas melihat hasil rajutan Julia. Dan dia pun mulai mengangkat Julia ke kamar utama.
Kyungsoo meletakkan tubuh kecil Julia diatas ranjang dengan hati-hati. Dipandanginya terus wajah kecil itu dengan lekat-lekat dan mendaratkan ciumannya diatas kening Julia. Ia pun juga tak lupa mencium perut Julia dengan lembut, buah hatinya bersama Julia.
---
Pukul 10.00 KST
Julia terbangun dari tidurnya. Bukan apa-apa, Julia terbangun karna rasa lapar.
“Pukul berapa ini?” Ia lalu mengintip ke arah jarum jam.
“Ya tuhan ternyata tidur lumayan lama” Sambil mengusap lembut dahinya.
Julia langsung turun dari ranjangnya, berharap malam ini akan ada makanan yang masih ada di kulkas, jika tidak dia hanya meminta koki untuk menyiapkan ia makan malam.
“Chef, apa kita punya makanan dikulkas?” Ungkap Julia sambil berjalan ke arah dapur.
“Apakah nyonya lapar?? saya akan buatkan makan malam untuk nyonya.” Ujar sang koki.
“Aku sangat lapar. tolong buatkan aku makanan chef” Ujar Julia yang mencoba menahan rasa laparnya didapur.
Julia bergerak keruang tv untuk menonton beberapa acara jika ada yang menarik baginya.
Sambil menunggu, Julia memencet tombol berkali-kali sambil memperhatikan monitor layar LED berukuran 54 Inch. Sepertinya tidak ada acara yang menarik untuk dia tonton.
---
Makan malam pun telah usai
__ADS_1
Rrrrrrrr..
Suara sendawa mengiringi rasa puas Julia atas makanan yang dicicipinya. ia menoleh kesana kemari. Ada sesuatu yang membuatnya merasa berbeda. Ya, Kyungsoo belum balik dari kantornya. pria Bipolar yang menjadi julukannya saat ini belum menampakkan batang hidungnya sejak makan siang itu.
Apa?? Mungkin aku sudah mulai gila, Sejak kapan mulai menanyakan keberadaan pria bipolar itu?
Julia beranjak dari kursi makannya. Ia berjalan ke arah ruang tengah untuk melihat hasil karyanya yang belum usai.
Julia memandangi hasil rajutan untuk anaknya kelak. Sangat lucu dan menggemaskan. Menarik Kedua ujung bibirnya melebar menampakkan senyum indah.
Tak sadar sedari tadi Kyungsoo memperhatikan saat Julia melihat hasil rajutannya.
“Kau bahkan cantik bila tersenyum” Ungkap Kyungsoo yang berhasil membuat Julia menoleh ke arahnya ddengan expresi mata membulat.
“K-Kau sudah pulang?” Ucap Julia terbata-bata.
“Ya aku sudah pulang” Sambil berjalan menaiki tangga menuju kamar.
---
Kami berhenti disebuah bioskop. Semenjak menikah aku belum pernah jalan berdua dengannya. Dia sungguh-sungguh aneh.
“Aku ingin nonton ini” Menunjuk salah satu film horor.
Julia menganga, Dia tidak bisa nonton film horor, ia tidak menyukainya.
“A-Aku...” Julia bingung menjelaskannya pada Kyungsoo.
“Kau tidak suka? Apa kau takut?” Ujar Kyungsoo.
“A-ku tidak suka film horor” Sebenarnya intinya bukan nggak suka, tapi lebih dominan
takut dan mengerikan”
__ADS_1
“Tidak suka atau takut horor?” Tanya Kyungsoo seolah-olah ia tahu isi dalam pikiran
Julia.
Julia paham sebenarnya Kyungsoo lebih tahu isi otaknya dibanding apapun “Kedua-duanya” Jawab Julia tidak suka.
“Tenang, ada oppa disini” sambil menepuk pelan dada bidangnya.
Uwekkk...
Mendengar kata oppa membuat Julia serasa ingin muntah ditempat.
---
Julia dan Kyungsoo keluar studio bioskop dengan expresi yang berbeda-beda. Kyungsoo terlihat santai namun berbeda dengan Julia dengan kondisi mata masih membulat dan mulut yang menganga karna masih ketakutan.
Dilain kesempatan jika akan menonton boskop lagi, Julia akan meminta film kartun itupun jika Kyungsoo mau. Tapi seorang Kyungsoo tidak mungkin menonton hal kenak-kanakan seperti itu.
Setelah selesai menonton. Lanjut makan di sebuah restoran mewah. Julia hanya ingin makan dipinggir jalan. Rasanya tiada duanya makan dipinggir jalan meskipun bagi orang-orang seperti Kyungsoo itu tidak higienis, namun ada kesan tersendiri betapa nikmatnya makanan dari kelas menengah kebawah itu.
Saat di Indonesia dia sering menyantap bakso Pak Imam langganannya di Jakarta. Bakso buatan Pak Imam tidak ada yang menandingi. Duhh tiba-tiba thor jadi pengen bakso. Julia memberanikan diri untuk mengajak Kyungsoo ke Indonesia.
“Kyungsoo ya”
“hmm”
“Apa kita bisa ke Indonesia? Aku rindu dengan teman-teman dan keluargaku” Ucap Julia yang semakin dalam tatapannya ke arah Kyungsoo.
“Aku akan fikirkan” Sambil melahap makanannya tanpa melihat ke arah Julia.
__ADS_1
* Dukung terus thor ya chinggu sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya. Kamsahamnida yeoreobun *