
“ ini adalah tanda terima kasihku karna kau membuatku lebih tampan dengan jubah itu” Ujarnya dengan penuh percaya diri tanpa merasa bersalah.
“ aku akan adukan ini ke bos ku” Mencoba membentak Kyungsoo.
“ silahkan, paling kau akan dipecat setelah itu”
“ maksudmu ???” Pikirannya tercekat. Julia tak paham.
“ tidak akan ada yang percaya dengan ucapanmu, dan aku akan bilang kalau aku dilecehkan oleh seorang karyawati di tempat penyewaan ini. bagaimana ?? kau mau coba ?? Lebih tepatnya ia mengingatkan Julia untuk hati-hati padanya jika tidak ingin berakhir finish ditempat kerjanya.
menggertakkan gigi “ kau, dasar mesum bangke. Kembalikan ciuman pertamaku sialan.” umpatnya sambil berteriak namun nadanya sedikit penuh penekanan.
“ pertama kali ??? jadi itu ciuman pertamamu ??” Kyungsoo bukan main senangnya. Seringai licik pun tercetak dibibirnya.
Julia baru tersadar dan tercengang
mendengar ucapannya sendiri.
menggertakkan gigi “kau pikir aku
takut ? aku akan laporkan saat ini juga.”
Julia pun bergegas menuju lantai bawah dan segera menemui Miss Park sebagai atasannya. setelah bertemu Miss Park,
tanpa berpikir panjang Julia langsung memberikan beberapa patah kata, namun
belum sempat ia berbicara, Miss Park langsung menyela dan berbicara kepada
Kyungsoo yang berada dibelakang Julia.
“Tuan, terima kasih karna kau telah
menurunkan harga sewa toko kami ini, dan kau juga menyewa tempat ini dengan
__ADS_1
harga yang tinggi sekali, aku sangat terbantu” sahut Miss park yang tidak memperhatikan Julia yang akan berbicara kepadanya.
“Tentu Nona Park, sebagai pemilik
gedung ini, siapapun yang membuat aku senang, maka aku akan memberikan layanan
yang bagus.
Pernyataan Kyungsoo jelas menggaris bawahi bahwa Julia tidak mungkin bisa mengadu hal tersebut kepada bos nya dikarenakan ternyata bos nya hanya penyewa gedung milik Kyungsoo sendiri. dan ia pun mengurungkan keinginannya untuk mengadu kepada Miss Park karna sama saja akan sia-sia baginya.
Miss Park langsung menyadari keberadaan Julia yang berada di depannya dan langsung bertanya kepada Julia. “Ada apa Julia?”
Julia langsung menjawabnya “ ahhh
tidak apa-apa Miss Park. Aku telah selesai menyelesaikan pekerjaanku” sahutnya
dengan wajah pasrah.
Julia memuaskan ? apakah ada kesalahan selama Julia melayanimu ?
Memuaskan ?? Melayani ??
Kata-kata itu seperti Dejavu bagi Julia.
“ Sangat memuaskan, aku seperti bak
seorang Raja sesungguhnya dari dinasti Joseon saat itu” Tutur Kyungsoo dengan menyindir.
Acara sewa menyewa telah usai. Hari
semakin sore. Julia pun bergegas pulang dan melanjutkan aktifitas lainnya dirumah.
Didaerah sekitar Insadong, Julia menemukan
__ADS_1
tempat tinggal yang tidak jauh dari kampusnya. pergi dan pulang naik subwey
atau bus setiap hari adalah rutinitas warga Korea Selatan termasuk Julia sendiri.
Dia tidak mampu membeli mobil, menyewa taxi pun hanya sesekali saja jika sudah
kepepet. kamar yang hanya seluas 4x4 meter ini yang sudah termasuk kamar mandi
dan dapurnya sudah cukup bagi Julia untuk sebagai tempat tinggalnya. Ia tidak
perlu yang lebih bagus lagi ataupun lebih mewah karna ia tidak punya cukup
uang.
Setelah Ayahnya meninggal 2 Tahun
yang lalu, Julia harus banting tulang membantu perekonomian keluarganya. Dia masih memiliki seorang adik yang masih ia biayai. meski gajinya tidak besar, Julia masih harus tetap membantu untuk biaya keluarganya di Jakarta. saat sesampai dirumah Julia duduk termenung diatas ranjangnya sambil menggeser dan menyentuh benda persegi ranjang ditangannya, hhuuffttt. Julia mengembuskan nafas gusar setelah melihat sisa saldo di rekening onlinenya.
“Tidak akan cukup untuk biaya
dirumah, apalagi untuk di Jakarta. Aku harus cari tambahan kerja Part time
lagi.” Sahut Julia saat memandangi layar ponselnya.
Hari memunjukan pukul 07 Sore. Jika
di Korea jam 7 masih seperti sore hari di Indonesia. jadi dia bersiap-siap
untuk mencari kerja part time yang cocok untuknya. Setelah selesai bersiap-siap, Julia langsung keluar dan berjalan sepanjang jalan blok yang ada disekitar itu. lalu melewati beberapa pertokoan dan restoran yang ada disana. Mengelilingi tempat yang siapa tahu ada lowongan pekerjaan yang mau
menerimanya. masuk 1 toko lalu keluar dan masuk 1 toko yang lain lagi sambil bertanya lowongan kerja kepada pemiliknya.
Dan sampai jam 10 pun ia masih belum medapatkan hasil. Letih, lelah dan capek, dengan langkah yang berat, dia menuju mini market dan membeli gimbab segitiga untuk cemilan makannya dengan sebotol air mineral lalu duduk melepaskan kepenatan didepan mini market tersebut.
__ADS_1