
Apakah malam ini tubuhku selamat
atau tidak ? pikirku saat itu. hhuffttt untuk apa aku fikirkan, toh pasti
saatnya aku akan jadi wanitanya juga. siapkan saja hati dan tubuhmu mulai
sekarang. Julia segera mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan segera meraih
salah satu yang tampak dan berlari kecil menuju kamar mandi dan memakainya
disitu.
Kyungsoo hanya memandang heran
Julia yang tergesa-gesa menuju kamar mandi.
Julia pun keluar dari kamar mandi
setelah memakai baju tidurnya. Dia pun tengah sibuk mengeringkan rambut panjangnya
dengan sehelai handuk kecil. Kali ini Kyungsoo kembali merona. namun ia mencoba
menahannya karna pekerjaannya masih menunggu untuk menyelesaikannya saat itu
juga.
Julia memperhatikan baju yang ia
pakai. baju tidur dengan tali pengikat dibahu itu menampakan bahu indahnya.
Julia pun merabahkan badannya diujung tempat tidur, menarik selimut sampai
selehernya dan mempunggungi Kyungso yang masih giat bekerja.
“Jika sudah selesai, tolong matikan
lampunya, aku tidak bisa tidur dengan lampu menyala” Kata Julia sambil
berpura-pura memicingkan matanya.
Akhirnya pekerjaannya selesai malam
itu. Dia menutup laptopnya dan meletakkannya dimeja samping tempat tidurnya.
Juliapun telah tertidur pulas. saatnya dia mematikan lampu kamar karna pada
dasarnya dia juga tidur dengan lampu padam. Kyungsoo merebahkan badannya dan
menyampingkan badannya ke punggung wanita yang akan sebentar lagi menjadi istri
kontraknya. Ia mulai tergoda melihat mulusnya bahu Julia. Ia pun mendekat dan
mencium bahu Julia sampai akhirnya dia memeluk Julia dari belakang.
Juliapun terbangun. tubuhnya
merasakan pelukan pria yang ia benci. namun ia tak bisa apa-apa selain pasrah
dan memejamkan kembali matanya.
Keesokan paginya saat aku
terbangun, Kyungsoo sudah tidak kamar lagi, mungkin dia sudah pergi pikirku.
Aku mencoba mengumpulkan nyawa terlebih dahulu sebelum bersiap-siap untuk
sarapan.
Tokk tokkk...... suara pintu dari
luar memanggil.
“Nyonya Julia, waktunya sarapan,
tuan sudah dibawah menunggu nyonya” sahut ahjussi Lee mengingatkanku untuk
segera bersiap-siap sebelum pria itu murka.
Lagi-lagi kata-kata nyonya
terdengar ditelingaku.
“Baik, aku akan segera turun”
jawabku dengan setengah sadar.
Suasana sarapan sedikit sangat
kaku. Belum pernah aku merasakan sarapan se kikuk ini. dibelakang kami pelayan
yang siap sedia jika ada yang dibutuhkan. jikalau tidak ada Kyungsoo aku akan
suruh mereka satu meja denganku. tapi ini aku bukanlah apa-apa ditempat ini.
Masakan koki ini terasa aneh
bagiku. masakan ala inggris ini tidak terbiasa dimulutku. mungkin aku akan
request makanan lain selanjutnya tapi aku takut protes di depan Kyungsoo.
wajahnya setiap saat selalu dingin. mungkin aku harus masak sendiri nanti.
“Lexa, hari ini paman Chen akan
mengantarkanmu ke sekolah barumu. kemaskanlah barang-barangmu karna disana
sudah ada asramanya” Ujar Kyungsoo yang tiba-tiba membuka pembicaraan pahit
yang ku dengar.
Seketika degup jantung Julia
terhenti“ Apa ??, kau mengirimnya ke sekolah asrama ?? bahkan hari ini ? “Jawab
Julia dengan nada penuh kesal.
“ Ia. hari ini dia harus
bersiap-siap ke sekolah barunya “ Jawab Kyungsoo dengan santai.
Julia pun terbangun dari duduknya
__ADS_1
“harusnya kau tanya pendapatku dulu, bukan langsung memutuskannya” jawab
lantang Julia penuh emosi.
Rasanya ingin sekali Julia menonjok
wajah tampan pria itu karna semena-mena mengambil keputusan sepihak. Lexa
tertunduk lemas dan tidak berani menatap kearah orang-orang dewasa yang
bertengkar karnanya.
“Dirumah ini akulah pemberi
keputusan.” Tegas kyungsoo sembari langsung menyegerakan sarapannya yang masih
tersisa, membersihkan mulutnya dengan tisue dan beranjak dari meja makannya dan
diikuti oleh Chen.
Pria itu melewati Julia begitu saja
menandakan bahwa pembicaraan dipagi itu selesai begitu saja. Lexa juga tidak
berani menghabiskan sarapannya. ia tertunduk lesu. hati kecilnya ciut ketika
dihadapkan hal-hal yang diluar nalarnya. Sebagai seorang anak yang tidak bisa
lepas dari genggaman orang dewasa, ia hanya bisa nurut.
Julia kecewa. pundaknya naik turun
tak beraturan. Julia pun langsung menoleh ke arah Lexa yang sedang tertegun dan
berusaha menenangkannya. Julia berjalan ke arah Lexa “hayuk, kakak bantu kamu
beres-beres” sahut Julia dengan tenang.
Lexa pun nurut dan membawanya ke
kamarnya yang baru semalam ditempatinya.
Julia dan Lexa saling bantu
membantu untuk menyiapkan keperluannya selama di asrama. ia juga dibantu salah
satu pelayan wanita muda dikamarnya. Ia melihat adiknya murung sambil
meletakkan beberapa baju dikopernya. Julia pun langsung memeluk adiknya dengan
lembut.
“Jangan khawatir. kakak akan
sering-sering menjengukmu disana. jaga diri dan rajin belajar ya”
Siangnya Julia mengantar Lexa ke
sekolah asramanya yang baru bersama Chen. ditemani kepala sekolah Julia dapat
mengantar adiknya masuk ke dalam sekolah sambil melihat-lihat kondisi sekolah
tersebut. gedung sekolah ini seperti gedung-gedung perkantoran di Seoul. Elit
sudah dipilihkan oleh kepala sekolah. dan ia 1 kamar dengan murid bernama Oh Mi
Rae. anak dari pendiri Jiang Grup.
Julia pun harus pamit meninggalkan
adiknya. Saat dijalan, Julia yang berada dikursi penumpang melontarkan
pertanyaan kepada Chen yang berada disamping kursi supir.
“ Chen, berapa biaya sekolah disana
?” Tanya Julia.
“Biaya sekolah disana 1 tahunnya 76
Juta Won Nona” Sahut sang sekretaris menjawab rasa penasaran Julia.
Seketika Julia menelan salivanya
mendengar biaya Sekolah tersebut yang jika dirupiahkan sekitar Rp. 988 Juta. Jika
dibandingkan dengan hutangnya yang hanya 82 Juta lebih dan syaratnya harus jadi
Istri kontraknya sementara dia membuang-buang uangnya hanya untuk biaya sekolah
adiknya yang fantastis. Kyungsoo benar-benar luar biasa. Dia tidak main-main
untuk biaya sekolah Lexa. Untuk perguruan tinggi, bisa saja Kyungsoo mengirim
Lexa belajar ke luar negri.
Julia pun sampai di kediaman milik
Kyongsoo.
Rumah sebesar dan seluas ini, apa
yang harus aku lakukan ? seperti terkurung dalam sangkar.
“Pak lee” panggil Julia dengan
pelan dan sopan.
Pak Lee pun langsung datang “ya
nyonya, ada yang bisa saya bantu.? Sahut pak Lee.
“Saya ingin jalan-jalan keluar Pak
Lee. saya bosen dirumah.” Ujar Julia.
“Baik nyonya, saya akan menyiapkan
beberapa bodyguard untuk anda” Jawab Pak Lee.
Julia langsung terkejut.
__ADS_1
“bodyguard?? tanya Julia penuh heran.
Julia pun langsung mengurungkan
niatnya untuk keluar “Pak Lee saya tidak jadi keluar, saya baca buku saja, apa
ada ruang baca disini ? “Tanya Julia.
“Tentu saja nyonya, disini tuan
suka membaca buku dan membuat pustaka mini. saya akan menuntun nyonya kesana. “Jawab
pak Lee.
Julia pun sampai disebuah ruang
baca buku milik Kyungsoo yang lebih mirip Toko buku. Dia pun memilih salah satu
buku yang ingin ia baca.
Aarrgghh semua buku disini temanya
bisnis dan motivasi semua. nggak ada novel atau pun komik. Ohh Kyungsoo hidupmu
sungguh membosankan. akhirnya Julia pun mengambil salah satu buku motivasi dan
duduk bersantai dilantai sambil membaca buku itu sampai tertidur.
Pak Lee pun membiarkan Julia
membaca buku sendiri dan melanjutkan pekerjaannya.
Zz..zz....zzzz.... Julia sangat
puas tidur hingga malam tiba.
Kyungsoo pun pulang dari
pekerjaannya dan langsung menanyakan keberadaan Julia.
“Dimana Julia?” Tanya Kyungsoo
kepada Pak Lee sambil melepas Jas kerjanya.
“Nyonya sedang diruang baca tuan”
Jawab Pak Lee.
Kyungsoo pun langsung menuju
kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan memakai
piyama, ia masih belum melihat Julia dikamar. Ia pun langsung menuju ruang baca
mencari Julia.
Kyungsoo menemukan Julia tertidur
sambil duduk dilantai dengan seutai buku diperutnya. Kyungsoo pun menyeringai
melihat Julia.
Ia pun menggendong tubuh ramping Julia
menuju kamar dan meletakannya diranjang. Malam itu mereka pun akhirnya
beristirahat
Keesokan paginya seperti biasa
Julia akan menemani Kyungsoo sarapan sebelum pria itu berangkat kerja.
Sampai sekarang aku masih belum
tahu perusahaan apa yang dijalankan pria Iblis ini. tapi aku tidak tertarik
dengan apa yang dia punya yang penting aku masih tetap hidup bersama Lexa.
Ntah apa yang harus ku kerjakan
dirumah ini, aku sungguh sangat bosan. Julia pun memutuskan untuk ke salon. ke
salon ditemani Bodyguard. setelah ke salon aku makan di cafe sendirian, tetap
ditunggu dengan beberapa bodyguard disamping meja yang berbeda. Seluruh mata
melihatku karna membawa bodyguard ikut menemaniku. pikir mereka pasti aku orang
penting yang harus dilindungi.
Malam harinya Kyungsoo memberikan
sebuah map kepadaku. isinya kontrak nikah. karna aku tahu intinya aku hanya
perlu menuruti apa yang dia mau, aku langsung menandatanganinya tanpa berpikir
panjang.
“Kau tidak membaca isi kontraknya ?
Ujar Kyungsoo penuh heran.
“Tidak perlu. karna inti dari
perjanjian ini jadilah wanita penurut. dan hidupku kau
yang kuasai” Jawab Julia dengan ketus.
“Kita akan nikah 10 hari lagi dan
akan berlangsung mewah dan meriah diresortku. aku sudah mengundang WO ternama kelas
dunia.” Sahut Kyungsoo dengan kesombongannya.
“Tidak perlu meriah dan mengundang
WO ternama, Aku lebih suka sederhana” Sungut Julia tak suka.
“semua itu cuma pura-pura” Gumam Julia dalam hati.
__ADS_1
** Kasih komen
dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **