Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 11 / Kontrak nikah..


__ADS_3

Apakah malam ini tubuhku selamat


atau tidak ? pikirku saat itu. hhuffttt untuk apa aku fikirkan, toh pasti


saatnya aku akan jadi wanitanya juga. siapkan saja hati dan tubuhmu mulai


sekarang. Julia segera mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan segera meraih


salah satu yang tampak dan berlari kecil menuju kamar mandi dan memakainya


disitu.


Kyungsoo hanya memandang heran


Julia yang tergesa-gesa menuju kamar mandi.


Julia pun keluar dari kamar mandi


setelah memakai baju tidurnya. Dia pun tengah sibuk mengeringkan rambut panjangnya


dengan sehelai handuk kecil. Kali ini Kyungsoo kembali merona. namun ia mencoba


menahannya karna pekerjaannya masih menunggu untuk menyelesaikannya saat itu


juga.


Julia memperhatikan baju yang ia


pakai. baju tidur dengan tali pengikat dibahu itu menampakan bahu indahnya.


Julia pun merabahkan badannya diujung tempat tidur, menarik selimut sampai


selehernya dan mempunggungi Kyungso yang masih giat bekerja.


“Jika sudah selesai, tolong matikan


lampunya, aku tidak bisa tidur dengan lampu menyala” Kata Julia sambil


berpura-pura memicingkan matanya.


Akhirnya pekerjaannya selesai malam


itu. Dia menutup laptopnya dan meletakkannya dimeja samping tempat tidurnya.


Juliapun telah tertidur pulas. saatnya dia mematikan lampu kamar karna pada


dasarnya dia juga tidur dengan lampu padam. Kyungsoo merebahkan badannya dan


menyampingkan badannya ke punggung wanita yang akan sebentar lagi menjadi istri


kontraknya. Ia mulai tergoda melihat mulusnya bahu Julia. Ia pun mendekat dan


mencium bahu Julia sampai akhirnya dia memeluk Julia dari belakang.


Juliapun terbangun. tubuhnya


merasakan pelukan pria yang ia benci. namun ia tak bisa apa-apa selain pasrah


dan memejamkan kembali matanya.


Keesokan paginya saat aku


terbangun, Kyungsoo sudah tidak kamar lagi, mungkin dia sudah pergi pikirku.


Aku mencoba mengumpulkan nyawa terlebih dahulu sebelum bersiap-siap untuk


sarapan.


Tokk tokkk...... suara pintu dari


luar memanggil.


“Nyonya Julia, waktunya sarapan,


tuan sudah dibawah menunggu nyonya” sahut ahjussi Lee mengingatkanku untuk


segera bersiap-siap sebelum pria itu murka.


Lagi-lagi kata-kata nyonya


terdengar ditelingaku.


“Baik, aku akan segera turun”


jawabku dengan setengah sadar.


Suasana sarapan sedikit sangat


kaku. Belum pernah aku merasakan sarapan se kikuk ini. dibelakang kami pelayan


yang siap sedia jika ada yang dibutuhkan. jikalau tidak ada Kyungsoo aku akan


suruh mereka satu meja denganku. tapi ini aku bukanlah apa-apa ditempat ini.


Masakan koki ini terasa aneh


bagiku. masakan ala inggris ini tidak terbiasa dimulutku. mungkin aku akan


request makanan lain selanjutnya tapi aku takut protes di depan Kyungsoo.


wajahnya setiap saat selalu dingin. mungkin aku harus masak sendiri nanti.


“Lexa, hari ini paman Chen akan


mengantarkanmu ke sekolah barumu. kemaskanlah barang-barangmu karna disana


sudah ada asramanya” Ujar Kyungsoo yang tiba-tiba membuka pembicaraan pahit


yang ku dengar.


Seketika degup jantung Julia


terhenti“ Apa ??, kau mengirimnya ke sekolah asrama ?? bahkan hari ini ? “Jawab


Julia dengan nada penuh kesal.


“ Ia. hari ini dia harus


bersiap-siap ke sekolah barunya “ Jawab Kyungsoo dengan santai.


Julia pun terbangun dari duduknya

__ADS_1


“harusnya kau tanya pendapatku dulu, bukan langsung memutuskannya” jawab


lantang Julia penuh emosi.


Rasanya ingin sekali Julia menonjok


wajah tampan pria itu karna semena-mena mengambil keputusan sepihak. Lexa


tertunduk lemas dan tidak berani menatap kearah orang-orang dewasa yang


bertengkar karnanya.


“Dirumah ini akulah pemberi


keputusan.” Tegas kyungsoo sembari langsung menyegerakan sarapannya yang masih


tersisa, membersihkan mulutnya dengan tisue dan beranjak dari meja makannya dan


diikuti oleh Chen.


Pria itu melewati Julia begitu saja


menandakan bahwa pembicaraan dipagi itu selesai begitu saja. Lexa juga tidak


berani menghabiskan sarapannya. ia tertunduk lesu. hati kecilnya ciut ketika


dihadapkan hal-hal yang diluar nalarnya. Sebagai seorang anak yang tidak bisa


lepas dari genggaman orang dewasa, ia hanya bisa nurut.


Julia kecewa. pundaknya naik turun


tak beraturan. Julia pun langsung menoleh ke arah Lexa yang sedang tertegun dan


berusaha menenangkannya. Julia berjalan ke arah Lexa “hayuk, kakak bantu kamu


beres-beres” sahut Julia dengan tenang.


Lexa pun nurut dan membawanya ke


kamarnya yang baru semalam ditempatinya.


Julia dan Lexa saling bantu


membantu untuk menyiapkan keperluannya selama di asrama. ia juga dibantu salah


satu pelayan wanita muda dikamarnya. Ia melihat adiknya murung sambil


meletakkan beberapa baju dikopernya. Julia pun langsung memeluk adiknya dengan


lembut.


“Jangan khawatir. kakak akan


sering-sering menjengukmu disana. jaga diri dan rajin belajar ya”


Siangnya Julia mengantar Lexa ke


sekolah asramanya yang baru bersama Chen. ditemani kepala sekolah Julia dapat


mengantar adiknya masuk ke dalam sekolah sambil melihat-lihat kondisi sekolah


tersebut. gedung sekolah ini seperti gedung-gedung perkantoran di Seoul. Elit


sudah dipilihkan oleh kepala sekolah. dan ia 1 kamar dengan murid bernama Oh Mi


Rae. anak dari pendiri Jiang Grup.


Julia pun harus pamit meninggalkan


adiknya. Saat dijalan, Julia yang berada dikursi penumpang melontarkan


pertanyaan kepada Chen yang berada disamping kursi supir.


“ Chen, berapa biaya sekolah disana


?” Tanya Julia.


“Biaya sekolah disana 1 tahunnya 76


Juta Won Nona” Sahut sang sekretaris menjawab rasa penasaran Julia.


Seketika Julia menelan salivanya


mendengar biaya Sekolah tersebut yang jika dirupiahkan sekitar Rp. 988 Juta. Jika


dibandingkan dengan hutangnya yang hanya 82 Juta lebih dan syaratnya harus jadi


Istri kontraknya sementara dia membuang-buang uangnya hanya untuk biaya sekolah


adiknya yang fantastis. Kyungsoo benar-benar luar biasa. Dia tidak main-main


untuk biaya sekolah Lexa. Untuk perguruan tinggi, bisa saja Kyungsoo mengirim


Lexa belajar ke luar negri.


Julia pun sampai di kediaman milik


Kyongsoo.


Rumah sebesar dan seluas ini, apa


yang harus aku lakukan ? seperti terkurung dalam sangkar.


“Pak lee” panggil Julia dengan


pelan dan sopan.


Pak Lee pun langsung datang “ya


nyonya, ada yang bisa saya bantu.? Sahut pak Lee.


“Saya ingin jalan-jalan keluar Pak


Lee. saya bosen dirumah.” Ujar Julia.


“Baik nyonya, saya akan menyiapkan


beberapa bodyguard untuk anda” Jawab Pak Lee.


Julia langsung terkejut.

__ADS_1


“bodyguard?? tanya Julia penuh heran.


Julia pun langsung mengurungkan


niatnya untuk keluar “Pak Lee saya tidak jadi keluar, saya baca buku saja, apa


ada ruang baca disini ? “Tanya Julia.


“Tentu saja nyonya, disini tuan


suka membaca buku dan membuat pustaka mini. saya akan menuntun nyonya kesana. “Jawab


pak Lee.


Julia pun sampai disebuah ruang


baca buku milik Kyungsoo yang lebih mirip Toko buku. Dia pun memilih salah satu


buku yang ingin ia baca.


Aarrgghh semua buku disini temanya


bisnis dan motivasi semua. nggak ada novel atau pun komik. Ohh Kyungsoo hidupmu


sungguh membosankan. akhirnya Julia pun mengambil salah satu buku motivasi dan


duduk bersantai dilantai sambil membaca buku itu sampai tertidur.


Pak Lee pun membiarkan Julia


membaca buku sendiri dan melanjutkan pekerjaannya.


Zz..zz....zzzz.... Julia sangat


puas tidur hingga malam tiba.


Kyungsoo pun pulang dari


pekerjaannya dan langsung menanyakan keberadaan Julia.


“Dimana Julia?” Tanya Kyungsoo


kepada Pak Lee sambil melepas Jas kerjanya.


“Nyonya sedang diruang baca tuan”


Jawab Pak Lee.


Kyungsoo pun langsung menuju


kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi dan memakai


piyama, ia masih belum melihat Julia dikamar. Ia pun langsung menuju ruang baca


mencari Julia.


Kyungsoo menemukan Julia tertidur


sambil duduk dilantai dengan seutai buku diperutnya. Kyungsoo pun menyeringai


melihat Julia.


Ia pun menggendong tubuh ramping Julia


menuju kamar dan meletakannya diranjang. Malam itu mereka pun akhirnya


beristirahat


Keesokan paginya seperti biasa


Julia akan menemani Kyungsoo sarapan sebelum pria itu berangkat kerja.


Sampai sekarang aku masih belum


tahu perusahaan apa yang dijalankan pria Iblis ini. tapi aku tidak tertarik


dengan apa yang dia punya yang penting aku masih tetap hidup bersama Lexa.


Ntah apa yang harus ku kerjakan


dirumah ini, aku sungguh sangat bosan. Julia pun memutuskan untuk ke salon. ke


salon ditemani Bodyguard. setelah ke salon aku makan di cafe sendirian, tetap


ditunggu dengan beberapa bodyguard disamping meja yang berbeda. Seluruh mata


melihatku karna membawa bodyguard ikut menemaniku. pikir mereka pasti aku orang


penting yang harus dilindungi.


Malam harinya Kyungsoo memberikan


sebuah map kepadaku. isinya kontrak nikah. karna aku tahu intinya aku hanya


perlu menuruti apa yang dia mau, aku langsung menandatanganinya tanpa berpikir


panjang.


“Kau tidak membaca isi kontraknya ?


Ujar Kyungsoo penuh heran.


“Tidak perlu. karna inti dari


perjanjian ini jadilah wanita penurut. dan hidupku kau


yang kuasai” Jawab Julia dengan ketus.


“Kita akan nikah 10 hari lagi dan


akan berlangsung mewah dan meriah diresortku. aku sudah mengundang WO ternama kelas


dunia.” Sahut Kyungsoo dengan kesombongannya.


“Tidak perlu meriah dan mengundang


WO ternama, Aku lebih suka sederhana” Sungut Julia tak suka.


“semua itu cuma pura-pura”  Gumam Julia dalam hati.

__ADS_1


** Kasih komen


dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **


__ADS_2