
Rencana Kyungsoo memasuki negara Bilyon gagal. Belum pernah ia dicekal diberbagai negara mana pun. Apalagi ia seorang pebisnis.
Ia kembali ke Korea Selatan saat itu juga. Ia sedang menunggu kabar dari pihak pemerintah untuk bisa membantunya memasuki area Bilyon.
Drrttt..
“Ya Hallo” Jawab Kyungsoo.
“Tuan, maaf kami tidak bisa membujuk pihak Bilyon untuk anda memasuki daerah itu. Ini adalah putusan Kaisar sendiri” Ujar menteri luar negri
“Apa???” Kyungsoo lalu membanting ponselnya ke sembarang arah.
Kejadian kali ini jelas mencoreng nama baiknya. Saat sampai di Korea ia baru diberi tahu bahwa ia tidak bisa memasuki negara Bilyon dan telah dicekal. Usahanya masih nihil untuk menemui Julia.
Pria ini merasa gagal mempertahankan rumah tangganya.
---
Abe memeluk Julia dengan erat. Rasanya lelaki itu enggan melepas wanita itu dalam pelukannya. Julia kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa. Nyatanya ia sudah membuat laki-laki ini cinta mati terhadapnya. Kaisar terlalu kuat memeluknya sehingga Julia merasa sesak.
“Y-Yang mulia, s-saya sesak. yang mulia” Ujar Julia.
Kaisar pun melepaskan pelukannya pelan-pelan. Dia kembali menatap wajah Julia. Dia menatap bibir pink Julia dengan penuh hasrat. Bolehkah aku menciummu?? Seraya Abe mminta izin.
“Y-yang mulia” Julia hanya memanggil dan lalu terdiam. Bagi abe diam berarti menyetujuinya. Abe pun mencium bibir Julia dengan lembut. Julia tidak membalas ciuman Abe. Baginya ciuman itu adalah rasa respectnya terhadap kaisar atau mungkin rasa bersalahnya selama ini.
Setelah ciuman tiga detik, Abe melepaskan ciumannya. Kali ini Abe turun ke bagian leher Julia. Ia ingin mencium leher jenjang Julia namun Julia langsung tersadar dan segera mendorong tubuh Abe dengan lembut.
“Yang mulia, maaf.” Kata-kata itu cukup membuat Abe terhenti.
__ADS_1
---
Keesokan paginya Julia dan Abe sarapan pagi. Ada beberapa koki dan pelayan di kapal
pesiar itu. Hanya suara piring dan sendok yang saling beradu pengisi suara ditempat itu. Tidak, terkadang suara
koki dan pelayan juga ada meskipun mereka hanya berbisik namun cukup didengar.
“Beberapa jam lagi kita akan sampai” Ujar Abe tanpa melihat ke arah Julia.
Julia hanya membalas dengan anggukan sambil tetap memotong daging steaknya.
Setelah selesai makan, beberapa jam kemudian mereka sampai di dermaga kota Roma. Seseorang telah menunggu dan menjemput mereka dengan mobil Limousine. Mereka pun turun dari kapal dan memasuki mobil. Mereka diantar ke sebuah hotel untuk beristirahat.
Sebuah kamar VIP dengan fasilitas dua kamar, dapur dan ruang tv didalamnya. Julia berjalan ke arah kamar yang berbeda dengan Abe. Tidak mungkin dia satu kamar apalagi ruangan itu memiliki dua kamar didalamnya. Abe sedang menelfon pengawalnya didalam kamar.
Abe pun keluar dari kamarnya dan memberikan ponselnya kepada pengawal.
Pintu knop kamar Julia terbuka menampilkan yang mulia raja masuk ke kamarnya. Saat itu Julia sedang melihat ke arah jendela memandangi ibu kota yang ramai. Julia langsung melihat ke arah pintu, dan ia pun lekas menyambut sang Kaisar.
“Yang Mulia ada apa datang ke kamar saya. Ada yang bisa saya bantu?” Ujar Julia.
Abe segera menghampiri Julia yang masih mematung didepan jendela kacanya. Abe pun segera mencium bibir Julia. Julia sontak terkejut. Kedua matanya membulat sempurna saat bibir yang mulia mencium bibirnya. Julia berusaha mendorong dada Abe namun Abe semakin bernafsu menciumnya dan sangat kuat. Abe memegang kedua pipi Julia agar semakin intens ia menciumnya.
Ciuman itu semakin intens hingga Julia sesak nafas.
“Y-Yang Mu-Lia. Le-paskannn” Julia sekuat tenaga melepaskan dan mendorong Abe. Dan Abe pun melepasnya. Mereka sama-sama mengambil nafas setelah itu sambil membersihkan bibir masing-masing menggunakan telapak tangan.
“Maafkan aku. Aku terlalu bernafsu”
__ADS_1
Julia hanya menunduk lesu. Dia pergi dan duduk dibalkon kamar.
---
Lexa sedang berenang di kolam renang pribadi Kerajaan. Kolam itu hanya bisa dipakai oleh keluarga kerajaan saja. Walaupun Lexa hanyalah adik dari kekasih kaisar tapi dia sudah diperbolehkan untuk memakainya. Kolam itu juga jarang dipakai. Hanya dia seorang diri berada ditempat kolam itu tanpa pengawal dan pelayan
yang menemaninya. Sebelum mandi ia mengurut pergelangan kakinya. Kemarin ia sempat jatuh dan membuat pergelangan kakinya memar sehingganya cara jalannya tidak lurus dan tidak seimbang.
Dari sebelum-sebelumnya Lexa sangat ingin berenang karna ia jarang berolahraga dan terlihat beberapa lemak ditubuhnya. Ia tidak ingin tubuhnya diejek gendut jadi ia harus berolahraga. Dan olahraga yang paling ia senangi adalah berenang. Lexa tidak melakukan pemanasan sebelum berenang. Harusnya dia melakukan pemanasan
atau paling tidak dia harus menyembuhkan memar dikakinya terlebih dahulu.
Dia berfikir kakinya akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati ke dokter.
Byurrrrr....
Lexa telah masuk kekolam. Ia mulai memainkan gaya renang kupu-kupunya berkeliling beberapa kali. Untuk urusan berenang Lexa lah jagonya. Walaupun ia tidak pernah ikut lomba apapun tapi ia cukup piawai dalam beberapa gerakan.
Beberapa kali putaran, kaki Lexa mulai sakit. kakinya merasa tegang dan sulit digerakkan. Ia jadi kesulitan berenang. Ia merintih kesakitan saat berada ditengah-tengah kolam. Rasanya kakinya begitu berat dan sulit untuk diangkat. Lexa mulai lelah. Kolam tempat ia berdiri cukup dalam melebihi tinggi badannya.
“Tidak” Ungkap Lexa berusaha dengan sisa kekuatannya.
“Tolong” Lexa berteriak dan berusaha meminta bantuan.
Ia mulai tenggelam.
“To-long” Lexa berusaha memanggil sekali lagi tapi tidak ada yang datang. Lexa berusaha untuk berenang dan menepi. Ia susah bernafas. Tidak akan ada yang bisa menahan nafas dalam air dalam jangka waktu lama. Lama kelamaan kekuatannya tidak mampu lagi untuk membawanya ke tepi kolam. Hingga tubuh mungilnya tak dapat bergerak lagi. Lexa kehabisan nafas. Lexa telah tenggelam tak sadarkan diri. Lalu tubuhnya merapung seketika.
~~ Apakah selanjutnya Lexa bisa diselamatkan?? Tunggu episode selanjutnya ya. Jangan lupa Komen, Like dan Favoritenya. Gumauwo.
__ADS_1