Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 52 / Back To Korea.


__ADS_3

“Datanglah kapanpun jika kau mau, aku berjanji tidak akan menyakitimu. Aku sudah takut kehilanganmu”


Julia baru saja membaca isi pesan singkat yang dibacanya beberapa menit yang lalu dari ponselnya. Seketika pikirannya melayang. Chen sekretaris pribadi Kyungsoo juga selalu menghubungi Julia saat-saat ini. Dia selalu mengeluh Jika Kyungsoo tidak seagresif dulu dalam hal pekerjaan. Sebelum dia menemukan jejak Julia ia


hanya berfokus untuk mencarinya saja sampai-sampai ia melupakan kesehatannya.


Perusahaan itu yang mengelola hanya Chen dan Hanbi, Kyungsoo hanya sibuk untuk mencari keberadaan Julia. Saat ia tahu dimana jejak perempuan itu dia mulai berubah sedikit demi sedikit. Dia berjanji jika Julia pulang ia akan bekerja lebih giat lagi dan tidak akan menyakiti Julia.


Mendengar hal itu Julia merasa bersalah. Apakah lelaki itu sebegitunya terhadap dirinya ?


“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?? Ujar Abe yang tiba-tiba menghampirinya dari belakang.


“Tidak, aku hanya merindukan sesuatu” Ujar Julia yang membuat Abe bingung.


“Apa itu?” Tanyanya kepada Julia.


“Tentu saja adikku” Julia jelas berbohong. Tapi dia tidak melihatkan raut wajah sedihnya.


---


“Julia shi, Gwaenchanna/it’s okay, gwaenchanna/it’s okay” Ucap Kyungsoo seraya memberi kecupan dipuncak kepala Julia. (Episode 33)


“Apa yang terjadi denganmu?? Ada apa dengan luka dipunggungmu ini? Apa itu tidak apa-apa?” Ujar Kyungsoo dengan tatapan cemasnya yang tidak biasa. (Epsode 26)


“ apa yang kau lakukan ? kau gila ? Sahut Julia dengan penuh emosi dan amarah. Saat Kyungsoo berhasil mencium bibir Julia (Episode 2)


“ pertama kali ??? jadi itu ciuman pertamamu ??” Wajah penuh bangga seorang Kyungsoo. (Episode 3)


Julia teringat memori-memorinya dulu saat bersama Kyungsoo. Ya ampun kenapa bisa harus mengingatnya?


Semenjak bersama Abe. Julia belum merasakan apa-apa terhadap Abe. Untuk saat ini ia akui jika Kyungsoo mulai


menetap dihatinya. Ada ruang khusus yang tersimpan untuk lelaki tersebut. Apa kau mulai serius Julia?


Well rasanya dia mulai akan gila jika terus-terusan membayangi Kyungsoo.


Keesokan harinya saat sarapan pagi, Abe dan Julia duduk dimeja makan saling berhadapan.

__ADS_1


“Yang muliaa hamba ingin ke suatu tempat” Julia mulai membuka kalimat pertama pengantar sarapan pagi saat itu.


“Kau hendak ingin kemana?” Ujar Abe.


“K-Korea” Mendengar jawaban Julia membuat Abe menghentikan sendok makannya.


“Korea???” Ulang abe kembali?


“Ia korea yang mulia” Ujar Julia.


“Apa kau serius?” Tanya abe kembali.


Julia tampak serius ingin kesana dan Abe pun tidak bisa menghentikannya.


“Huufftt baiklah kau boleh pergi. Aku akan menemanimu kesana” Mendengar izin dari Abe membuat Julia senang.


“Terima kaish yang mulia” Ujarnya sambil tersenyum.


Semenjak dengannya, Julia jarang tersenyum. Kali ini ia tersenyum dihadapan Abe.


---


Mereka sampai tengah malam waktu Korea. Saat dalam perjalanan Julia tidak tidur sepicing pun karna sudah tidak sabar ingin segera sampai disana. Saat sampai di Hotel Julia kelelahan, Ia pun tertidur dikamarnya. Hingga esok paginya ia bangun pagi-pagi dan joging disekitar area Hotel. Tentu saja dalam pengawasan Bodyguard dari jarak jauh.


Abe baru bangun dan ia pergi ke kamar Julia. Melihat kamarnya kosong tidak ada penghuninya ia bertanya kepada pengawalnya.


“Kemana perginya Julia? Ujarnya kepada sang pengawal.


“Nyonya sedang olahraga pagi yang Mulia” Mendengar hal itu kekhawatirannya pun memudar.


“Ingat ini adalah negeri tempat pria itu tinggal. Kalian jangan lengah dalam pengawasan Julia” Titah Abe kepada pengawalnya.


“Baik yang mulia” Ujar sang pengawal.


Setelah selesai dengan olahraganya dan mandi. Julia dan Abe sarapan.


“Kau ingin kemana?” Ujar Abe menanyakan keinginan Julia selanjutnya.

__ADS_1


“Aku ingin ke tempat sekolah adikku” Gumam Julia.


“Baiklah aku akan menemanimu” Tambahnya.


Julia dan Abe berada dikawasan sekolah elit tempat adiknya pernah menimba ilmu dulu. Berkat Kyungsoo ia bisa memasukkan adiknya ke sekolah bergengsi ini. Disini ia melepas rindunya. Setelah puas-puas keliling, ia pun ke kampus tempat ia menimba ilmu dulu. Banyak anak-anak mahasiswa yang lalu lalang, banyak sorotan


mata yang melihat ke arahnya. Paras Julia cukup mengalihkan perhatian laki-laki yang ada disana.


Karna Abe paham apa yang membuat para lelaki melihat Julia, ia pun segera merangkul wanitanya agar lelaki itu paham dengan kode kerasnya bahwa wanita yang ia lihat adalah miliknya.


Didalam mobil setelah balik dari kampus Abe kembali menanyakan hal aa selanjutnya yang ia inginkan.


“Ayo kita ke Hongdae” Ujar Julia.


“Hongdae??” Tanya Abe.


“Hongdae itu tempat yang bagus. Disana banyak anak muda yang berkumpul untuk melihat pertunjukan dance jalanan” Sahut Julia tampak semangat.


“Baiklah” Perjalanan kali ini mereka bergaya se cashual mungkin agar tidak menaruh perhatian. Apalagi Abe mungkin cukup dikenal disana. Ia memakai sesuatu seperti layaknya warga biasa agar tidak dikenali banyak orang.


Saat sampai dilokasi, Julia tampak antusias menonton pertunjukan aksi pertunjukan dance jalanan yang dilakukan anak-anak muda Korea. ia ikut bernyanyi dan bertepuk tangan disana. Saat dance diganti dengan pertunjukan nyanyi, Julia pun ikut bernyanyi mengikuti melodi sang penyanyi yang memainkan musik. Suara lelaki yang bernyanyi itu cukup membuat Julia terbuai mendnegar suaranya.


Lelaki yang bernyanyi itu sadar bahwa Julia ikut bernyanyi dibarisan para penonton. Ia pun datng ke barisan penonton dan mengajak Julia bernyanyi. Julia menolak awalnya namun karna dipaksa akhirnya ia bernyanyi beberapa kalimat dan menyudahinya ditengah-tengah. Suaranya cukup nikmat untuk dinikmati meskipun


tak sebagus penyanyi yang profesional.


Abe bahagia melihat Julia yang sudah mulai memotivasi dirinya sendiri untuk bangkit.


Setelah puas menonton Julia mendekati Abe.


“Ayo kita cari jajanan??” Ujar Julia


“Jajanan??” Mungkin yang dimaksud jajanan oleh Julia mungkin seperti caf ataupun restaurant. Namun ternyata tidak. Julia membawa Abe ke pedagang kaki lima dan mencoba beberapa makanan kuliner disana. Abe Syok. Seumur-umur ia tidak pernah makan ditempat hal yang seperti itu.


 


Jangan lupa dukung Cerita Julia dan Korea Selatan dengan Like dan Komen ya. Kamsahamnida chinggu.

__ADS_1


__ADS_2