Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 34 / Bayiku


__ADS_3

“Bayiku”


Hanya itu yang selalu Julia sebut dalam batin dan bibirnya. Kyungsoo pun semakin khawatir. Pekerjannya jadi banyak tertunda dan harus diambil alih sementara oleh Chen sekretarisnya. Ia tak mungkin meninggalkan Julia dalam kondisi saat ini.


“Kirimkan slide presentasimu sekarang”


“Tidak, Akumulasi pertumbuhan dari tahun kemarin ke tahun ini yang mau aku lihat”


“Ok baiklah”


Tut. sebuah benda pipih dimatikan sepihak oleh Kyungsoo setelah selesai menelfon. Ya, dia baru saja menelfon bawahannya.


Baru saja Kyungsoo duduk setelah balik dari rute kelilingnya melihat kondisi rumah sakit dan langsung mendapat panggilan dari kantornya ketika duduk disofa kamar Julia. Julia hanya bisa memandangi pemandangan Kyungsoo yang sibuk luar biasa.


“Jika pekerjaan kantor mu banyak. Tidak apa-apa aku ditinggal saja. Ada Song Ji dan Yoo Ri yang menjagaku disini.


Tidak. Kyungsoo masih belum bisa mempercayai siapapun untuk menjaga Julia saat ini.


“Perusahaan sudah diurus oleh Chen dan Hanbi, Tidak usah dipikirkan” Ujar Kyungsoo.


Julia hanya diam saja, sampai kapanpun dia tidak akan bisa melawan Kyungsoo.


---


Siang ini Julia pulang dari rumah sakit. Julia akan mendapatkan rawat jalan dikediamannya dengan dokter pribadinya nanti. Beberapa petinggi rumah sakit ikut mengantar kepulangan Julia dan Kyungsoo di lobi rumah sakit.


Saat tiba dikediaman seperti biasanya mereka disambut oleh seluruh pelayan.


“Selamat datang tuan dan nyonya” Sahut seluruh pelayan sambil membungkuk.

__ADS_1


Kyungsoo membawaku menuju kamar.


“Apakah kau ingin makan sesuatu?” Ujar Kyungsoo.


“Anyi/tidak. aku ingin istirahat saja.” Jawab Julia. ada nada sedih diperkataannya.


“Aku masih ada urusan dikantor. Panggil saja Sung Ji dan Yoo Ri jika kau membutuhkan sesuatu” Timpal Kyungsoo kembali.


Julia hanya menganggukan kepalanya dan Kyungsoo pun berlalu dari pandangannya. Julia duduk berhadapan depan jendela kamarnya sambil duduk di tepi ranjang.


“Bayiku” Sambil mengusap perutnya yang sudah tidak berisi lagi dengan wajah bersalah dan sedih.


Sung Ja dan Yoo Ri masuk ke kamar membawa nampan berisi obat dan segelas air putih.


“Nyonya, sudah waktunya minum obat” Gumam Yoo Ri.


Julia meminum obatnya dan beristirahat diranjangnya.


---


Dikantor, Kyungsoo sedang sibuk meeting dengan beberapa bawahannya. Jadwal rutin yang dilakukan sekali dalam dua minggu ini harus dilaksanakan kecuali ada hal-hal tertentu yang tidak dilakukan yang mengharuskan membatalkan atau menunda meeting.


Setelah selesai meeting. Kyungsoo duduk dikursi singgahsananya. Ia menatap lurus membelakangi pintu masuknya dan melihat ke arah luar. ya dibelakang Kyungsoo adalah jendela raksasa. dindingnya keseluruhan terdiri dari kaca-kaca super tebal yang tidak akan mampu ditembus oleh peluru sekalipun. Hanya akan ada


gorden besar yang akan menutupinya jika tidak ingin terkena pantulan sinar matahari.


Kyungsoo masih mencoba mencari apa yang bisa dilakukan Julia agar dia tidak selalu bermenung dirumah.


“Rumah sakit, ya rumah sakit”

__ADS_1


Terbesit dipikiran Kyungsoo untuk memberikan rumah sakit itu untuk Julia kelola sendiri. Ya itu adalah pilihan yang tepat pikirnya.


---


Kyungsoo kembali ke kediamannya setelah pekerjaannya selesai. Dia ingin memberitahukan keinginannya kepada Julia.


Saat dikamar mereka pun memulai percakapan inti.


“Julia shi, Rumah sakit saat kau dirawat kemarin. Kelolah itu.” Sontak membuat Julia terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.


“Kelola?? Maksudnya???” Julia masih tidak percaya dan menanyakan kembali perkataan Kyungsoo.


“Ia. Kelolah rumah sakit itu. Kau akan menjadi Presiden Direktur disana mulai besok” Ujar Kyungsoo memantapkan setiap nadanya.


“Tapi, aku belum punya skill apa-apa untuk menjadi Presiden Direktur. Itu jabatan yang sangat tinggi.” Ujar Julia.


“Akan ada Chen yang akan mengajarimu disana. Aku juga akan sesekali kesana untuk mengecek keadaanmu” Demi hal apapun Kyungsoo sangat yakin memberikan rumah sakit itu ditangan Julia. Tapi Demi hal apapun juga Julia masih belum bisa untuk mengelola rumah sakit itu.


Jangankan skill. Kuliahnya saja masih belum kelar. Sementara dunia kesehatan ia tidak paham sedikitpun. “Dasar pria Bipolar” Umpat Julia dalam hatinya yang mengutuk Kyungsoo.


“Bagaimana jika aku tidak mampu menjalankannya dan rumah sakit itu bangkrut” Julia lebih meyakinkan Kyungsoo agar dirinya tidak bekerja dulu di rumah sakit tersebut.


“Aku pintar, berwawasan luas dan kaya raya. Rumah sakit itu jika bangkrut masih ada perusahaan lain yang bisa kau pegang.” Ujar Kyungsoo dengan segala kesombongannya.


Ya Tuhan tolong beri dia akal supaya otaknya bisa bekerja lebih baik dan tidak menyombongkan dirinya lagi dihadapan orang. Cukup didepan istrinya saja dia bertingkah seperti itu.


Dengan sangat terpaksa Julia menerima tawaran Kyungsoo untuk menjalankan rumah sakit itu ditangannya. Dia hanya perlu belajar agar bisa menjalankan rumah sakit itu dengan baik. Pria ini bahkan tidak takut kalau rumah sakit itu bangkrut gara-garak Julia. Daebak !!!


~~ Beri cinta dan komen buat thor ya chinggu, Gumauwo*

__ADS_1


__ADS_2