Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 43 / Kenapa ?


__ADS_3

“Jadi ini benar dirimu??” Sambung wanita itu kembali meyakinkan keraguannya.


“Tidak mungkin” Gumam Julia lirih. Ia tidak percaya fotonya didalam ponsel tersebar di media sosial.


Ia tidak dapat bertahan dari banyaknya tatapan menjijikan itu ke arahnya. Nafasnya begitu sesak. raut wajahnya mulai takut. Sementara di atas balkon lantai atas tampak kedua sudut bibir Lusi tertarik manandakan bahwa misinya berhasil kali ini.


Julia lalu pergi meninggalkan acara itu begitu saja.


Sesampainya dikastil, Julia langsung merebahkan badannya ke ranjang. Ia tidak percaya malam ini membuat batinnya terguncang, rasanya seluruh badannya bagai dihantam berton-ton batu. Ia menangis terisak-isak. Ia tidak memiliki muka untuk menampakkan diri keluar untuk sekedar berjalan-jalan saja karna takut orang akan mengenalnya.


Braaaaakkkkk...


Sebuah dobrakan pintu tiba-tiba membuat Julia menghentikan tangisnya dan melihat ke arah sumber tersebut. Ia lekas duduk disudut ranjangnya saat melihat lelaki itu datang.


“Julia, Apa kau baik-baik saja ???” Ternyata Abe. Pria ini sangat cemas sehingga mendobrakkan pintu begitu saja. Pria itu langsung menghampiri Julia dan memeluknya dengan lembut.


“Hiks” Isak tangis Julia membuat Abe iba dan kasihan.


“Jangan menangis, aku akan menanganinya” Ujar Abe yang berupaya untuk membuat Julia tetap tenang.


“Aku takut, Aku takut yang mulia” Lirih Julia dengan lembut sehingga membuat jantung Abe berdetak kencang.


“Kau tenang saja, aku akan membereskannya segera. Jangan khawatir” Ujar Abe sambil mencium puncak kepala Julia.


---


Didalam ruang kerja Abe, Steve memberikan beberapa laporan.


“Yang Mulia. Malam itu nona Julia pergi ke acara ulang tahun nona Lusi” Belum sempat steve melanjutkan pembicaraannya, Abe langsung memotongnya.


“Lusi??, Sejak kapan mereka saling kenal?” Ujar Abe menyelidiki.


“Mereka bertemu pertama kali saat acara Kerajaan khusus kaum wanita tuan, disanalah mereka mulai saling kenal. Nona Julia dan nona Lusi juga sering pergi bareng jika ada waktu” Ujar sang sekretaris.


“Apa?? Pergi bareng???” Abe mulai berdecak heran, namun ia kembali paham akan situasi selanjutnya.


“Ya yang mulia”

__ADS_1


“Beritahu kepada staff kerajaan untuk tidak memberikan undangan kepada lusi mulai saat ini jika ada acara apapun yang melibatkan keluarga kerajaan.” Titah sang Kaisar kepada sekretarisnya.


“Baik yang mulia”


“Dan jangan lupa segera tangani pemberitaan itu agar tidak semakin meluas” Sambung Abe kembali.


“Siap laksanakan yang mulia, hamba permisi dulu” Steve lalu meninggalkan Abe diruang kerjanya untuk segera memproses perintah Abe.


Lalu kepala pelayan kerajaan masuk setelah steve keluar dari ruang kerja Abe.


“Yang Mulia” Panggil sang kepala pelayan.


“Bagaimana dengan Julia?” Tanya Abe.


“Nona sudah istirahat dan sudah tidak menangis lagi” Ujar sang kepala pelayan.


“Baiklah, kau boleh pergi” Titah sang Kaisar.


“Baik yang mulia, hamba permisi dulu” Kepala pelayan pun keluar setelah itu.


Abe mulai panik jika berurusan dengan masalah Julia. Julia masih belum bisa membuka hatinya untuk Abe. Entah mungkin wanita itu masih trauma atau memang ingin sendiri. Hampir tiga tahun Julia bersamanya. Tapi Julia masih enggan untuk menikah dengannya. Memang tidak gampang menjadikan Julia sebagai istrinya. Karna masa lalu Julia menjadi pertimbangan bagi para petinggi kerajaan lain.


Saat Abe masih bermenung diruangannya tiba-tiba Steve kembali datang dengan tergesa-gesa. Abe juga terkejut melihat sekretarisnya yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Ada apa denganmu??” Ujar Abe penuh selidik.


“Y-yang mulia. Tuan Kyungsoo akan menuju Bilyon untuk mencari nona Julia” Steve secara tergesa-gesa memberitahu Abe.


“Apa???” Abe terkejut. Ia lalu mengambil langkah 1000 untuk menyelesaikannya.


“Siapkan jet ku sekarang, aku akan pergi bersama Julia malam ini” Steve segera pergi dan menyiapkan Jet pribadi Kaisar.


---


Abe dan Julia buru-buru ke Jet pribadi milik kerajaan dilapangan parkir. Julia bingung tiba-tiba dirinya dibangunkan dan disuruh untuk meninggalkan Bilyon sementara bersama Abe.


“Kita akan kemana??” Julia bertanya saat menaiki anak tangga pesawat.

__ADS_1


“Kyungsoo akan kesini, dia akan membawamu kabur. Aku harus melindungimu” Ujar Abe yang membuat Julia sontak ketakutan dan segera memasuki pesawat.


“Apakah itu benar??” Julia langsung mengambil tempat duduknya.


“Kamu tenang saja. Setelah ini kita akan ke dermaga dan menaiki kapal pesiar. Mungkin kita akan beristirahat disana untuk beberapa hari.” Ujar Abe.


“Bagaimana dengan adikku??”


“Dia sudah aman. Kyungsoo tidak akan bisa memasuki wilayah Bilyon, terutama kerajaan. Passport milik Kyungsoo tidak akan berlaku di Bilyon.”


Jika memang tidak berlaku di Bilyon, kenapa kita harus kabur?? Justru dia akan mencari kita jika ia tahu kita tidak disini” Gumam Julia.


“Sayang tenanglah. Ia hanya tahu kau masih di Bilyon. Ia tidak akan tahu kalau kita pergi.” Abe menenangkan Julia untuk tidak berfikir hal yang macam-macam.


Pesawat telah pergi meninggalkan landasan menuju ke sebuah dermaga. Kali ini tujuan mereka yakni ke Roma Italy untuk mengasingkan diri.


---


Mereka telah sampai di kapal Ferrry mewah dan telah berlayar membelah samudera. Julia istirahat dikamarnya. Ia tidak dapat tidur dan selalu terjaga sepanjang waktu. Tidak tahu apa yang akan dia lakukan.


“Mungkin lebih baik aku mencari angin segar diluar” Gumamnya dalam hati.


Karna angin laut cukup dingin, Julia memakai shell hangat dan melingkarkannya dari punggung ke sela kedua lengannya. Angin laut yang sepoi-sepoi membuat anak rambutnya terbang dengan slow motion. Ia menutup kedua matanya dan merasakan angin segar itu menerpanya.


Angin, walaupun tak tampak untuk dilihat namun bisa kita rasakan, begitu pula dengan cinta. Tak berupa wujud namun gejolaknya terasa sampai ke ubun-ubun.


Cinta ??? Kenapa harus kalimat itu yang terfikir saat ini? Julia memegang lembut dadanya, rasanya ada sesuatu yang menyesakkannya. Entahlah, bukan karna acara malam itu yang membuat dadanya sesak. Tapi bayangan wajah Kyungsoo membuat detak jantungnya begitu kencang.


“Weo/kenapa?” Gumamnya terasa heran kenapa wajah laki-laki itu membuat hatinya tak karuan. Perasaan apa ini???


Test....


Airmatanya menetes begitu saja tanpa persetujuan pemiliknya. Angin itu tetap menghembuskan helaian rambut panjang Julia dengan indah. Meskipun dibaliknya ada sesuatu yang membuat jiwanya galau dan tertekan.


“W-weo” Sekali lagi Julia bertanya ada apa dengan hatinya. Manik-maniknya tetap memandang lurus ke arah lautan lepas.


 

__ADS_1


~~ Jangan lupa komen, like, dan favoritenya ya chinggu...


__ADS_2