
~~ Selamat membaca, semoga suka.
Melihat situasi sepertinya lelaki itu tidak menemukan keberadaan mereka, lantas mereka beristirahat guna memulihkan kekuatan untuk kembali berlari. Wanita itu berjalan pelan ke arah Julia dan menodongkan pistol ke arahnya dari belakang tubuh Julia. Sadar arahan pistol telah berada dipelipisnya, mata Julia membulat sempurna dan ketakutan. “Apa ini jebakan??” Umpatnya dalam hati.
“Kau baru menyadarinya???” Tanya wanita tersebut dengan terkekeh.
Jika saja mereka benar-benar akting, mereka layak mendapatkan piala oscar sekalipun dengan akting yang luar biasa tersebut. Julia berusaha untuk tidak memberontak dan tetap diam. Matanya sesekali mencoba melihat benda ganas mematikan itu berulang-ulang.
“K-kau mau apa?” Tanya Julia balik.
“Serahkan saja apa yang ada di tasmu.” Jawabnya.
Julia langsung menyerahkan tas tersebut kepada wanita itu dan langsung diambil olehnya dengan cepat.
“Julia” Teriak Yang Mulia Abe dari jauh dan langsung dilihat oleh kedua wanita tersebut ke arah sumber suara itu.
“Andwae” geleng Julia agar bisa menghentikan lelaki itu mendekatinya.
Saat itu Abe tampak sendirian dan entah kemana para penjaganya berada. Sementara itu Abe tampak menaikkan kedua bahunya berpacu dengan nafasnya yang menderu-deru. Mungkin saja lelaki itu baru berlari mencarinya. Dan dengan sigap wanita tersebut mengeratkan tubuhnya dengan Julia lalu satu tangannya bekerja untuk menahan dan melingkarkan ke leher dan satu tangannya lagi memegang pistol ke arah pelipis Julia. Julia tak henti-hentinya memberi isyarat agar jangan mendekatinya. Namun pria dihadapannya tampak tak peduli.
__ADS_1
Semua pengawal telah berpencar mencari posisi untuk bisa menyelamatkan Julia ditempat yang berbeda.
“Aku akan menyelamatkanmu, tenanglah.” Tutur Abe.
Julia menggeleng, tanda jangan melakukan apa-apa dan jangan menolongnya karna ia tak ingin ada korban lagi. Lalu tiba-tiba dua bodyguard membawa lelaki yang memukul wanita tersebut kehadapan mereka. Lelaki itu berhasil ditangkap oleh pengawal Abe dan langsung diperlihatkan kepada kekasihnya yang kini menyanderai Julia. Melihat hal itu lantas perempuan tersebut berdecak kesal.
Ia berfikir kenapa pacarnya dapat ditangkap oleh orang itu dan dari mana mereka mengetahui keberadaannya saat ini. “Dasar bodoh” Umpatnya kepada lelaki tersebut yang kini berbalik jadi seorang sandera. Lelaki itu tampak tak berdaya saat kedua pengawal Abe memegang masing-masing dikedua tangannya dengan wajah babak belur
membiru.
“Menyerahlah. Lelaki ini telah kami sandera duluan” Ujar Abe yang menggunakan bahasa inggris yang tidak dimengerti wanita tersebut.
“Haa. Kekasihmu sangat luar biasa. Dia bahkan membawa anjing pelacaknya (Pengawal) untuk menangkap kami. Sayang sekali aku tidak membutuhkan lelaki payah itu lagi.” Sahutnya yang membuat lelaki yang tak berdaya itu marah dan murka terhadapnya.”Mo/Apa? Dasar jalang” Sahut pria tersebut yang membuat wanita itu terkekeh geli. Ia lantas mengarahkan pistolnya ke hadapan Abe dan segera menekan pelatuk tersebut hingga......
“Andwae” Sahut Julia berteriak dan kedua matanya terbelalak sempurna.
Dorrr......
Suara ledakan pistol yang entah dari mana itu berhasil merobohkan wanita tersebut dan meninggalkan semburan darah segar ke wajah Julia. Julia yakin itu pastipengawal ahlinya yang melakukannya. Wanita yang menyandra Julia tersebut jatuh ke tanah. Besi panas itu berhasil tertancap dikepala kirinya yang membuat Julia shock dan terdiam. Abe lantas bergerak dan berlari ke arah Julia. Abe memeluknya agar ia jangan melihat ke arah belakang “Jangan lihat” Abe menahan kepala Julia untuk tetap diam berada didadanya. Tubuhnya dan bibirnya terlihat menggigil mendengar suara pistol dan darah yang terjiprat sedikit ke wajahnya.
__ADS_1
Julia membalas pelukan Abe dengan erat. Rasanya ia tak ingin lelaki itu hilang dari pandangannya sama hal nya dengan Kyungsoo yang mati karnanya. “A-Aku” Suaranya tercekat namun pelan. Abe paham yang dikatakan wanitanya. Ia pun menggosok-gosokan punggung Julia pelan dan lembut. “takut” Kedua sudut matanya mulai menangis. Isakannya terdengar memilukan “Jangan mati” Ucapnya yang membuat laju air matanya tak tertahankan
Tak ada yang membuatnya trauma ketika ia ditinggal mati oleh orang yang dicintainya. Kali ini ia tidak ingin lagi ada orang lain lagi mati karnanya. Saat semua sudah dibereskan dan mayat wanita itu dibawa oleh pengawal Abe,
Mereka pun balik ke kediaman. Saat sampai dirumah Julia tampak lesu. Jalannya sedikit tak bergairah. Tentu, karna ia baru saja mengalami hal yang menyakitkan.
Abe tampak setia berada disisinya sambil merangkul kedua bahu Julia. Jika saja ia terlambat menyelamatkannya mungkin saja ia akan terluka atau bahkan lebih dari itu. “Are u okay baby?” Tanya sang Kaisar. “Aku baik-baik saja. aku ingin istirahat” Julia lalu masuk ke kamarnya. Hal yang bisa membuatnya untuk lebih tenang dan menghilangkan semua yang ia alami hari ini adalah sebuah mimpi yang akan menidurinya.
Julia telah terdiam memandang langit-langit kamarnya diatas ranjang. Tubuh langsing dan tingginya terbaring diatas ranjang yang dulu pernah ia tiduri bersama Kyungsoo. Wanita itu melamun. Padahal semula ia ingin beristirahat dan menghilangkan rasa penatnya saat ini. Namun ada sesuatu yang melintas dibenaknya.
“Bukan mereka yang harus melindungiku, tapi aku yang akan melindungi mereka” Ketetapan hatinya telah bulat. Hal yang ia alami ini selalu saja melibatkan orang-orang terdekatnya namun entah roh apa yang merasukinya saat ini. Ia hanya berfikir bahwa ialah yang harus melindungi orang-orang didekatnya bukan sebaliknya.
---
“Lee Chen Hoo” Teriak seseorang dihadapannya yang membuat wajah Chen mendongak “Berhentilah membuat hal gila” Ucapnya yang membuat Chen terdiam. “Aku tidak gila. Rasanya janggal. Saat pemakaman tidak ada yang mendampinginya bahkan aku. Kalian membuat acara pemakaman sangat tertutup dan hanya kalian saja yang ada. Saat kau menghubungiku bahwa dia meninggal bahkan aku tidak dapat melihat jasadnya. Wajar aku tidak percaya” Ucapnya lantang yang mungkin seisi cafe itu bisa saja mendengar ucapannya walaupun dengan bahasa yang mungkin mereka tidak paham.
“Berhentilah membual Chen. Sampai kapan pun kau mencarinya kau tidak akan bisa menemukannya karna ia telah mati” Ia pun berbalik dan meninggalkan Chen sendirian di cafe itu dengan wajah penuh emosi. Pilihannya untuk bertemu dengan Chen adalah salah.
__ADS_1
~~ Jangan lupa dukung novel ini dengan Like, Komen, Share dan favoritenya ya. Gumauwo.