Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 67 / Mencoba Hal baru.


__ADS_3

~~ Selamat membaca, semoga suka.


“Aahh” Jeritan lembut itu membuatnya mengerang kesakitan dibekas luka tusukannya dan itu membuat Chen ketakutan “Ttuann” Wajah Chen benar-benar tak kuasa menahan iba.


“Buka isi brankas dikantorku dan berikan kepadanya seluruhnya. Pindahkan semua asetku atas nama dia seluruhnya tanpa terkecuali. Dan....”


kalimatnya menggantung, Kyungsoo berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyelesaikan maksudnya yang membuat Chen hampir berkaca-kaca.


“tadi malam aku membuat surat untuknya dan untukmu, berikan surat ini untuknya bersama isi brankas itu, dan ini surat untukmu” Kyungsoo memberikan dua pucuk surat untuk diberikan kepada Julia dan untuknya.


“Tuan, lalu bagaimana dengan nyonya dan tuan besar? Mereka pasti akan mempermasalahkannya” Ujar Chen.


“A-aku sudah mengatakan ini kepada mereka. kau tenang saja. bacalah surat itu nanti” Demi apa pun yang terjadi, Chen tak kuasa menahan rasa tangisnya.


“T-tuan, aku mohon kau harus kuat. ingatlah pada janjimu tuan” Ujar Chen mulai tersedu-sedu.


“Akuu sudah tak kuat”... Seketika Kyungsoo terdiam dan Chen pun ikut terdiam. Ia tidak memperhatikan alat denyut jantung yang semula bergerak berbeluk seperti cacing kini jadi bergerak lurus. Kyungsoo menutup matanya pelan. Chen berfikir mungkin tuannya tertidur. Lalu beberapa saat kemudian ia menyadari ada yang tidak beres.


Dan saat itu juga Kyungsoo tak sadarkan diri. alat denyut jantung mulai merespon. Dilihatnya ritme jantung itu hanya bergerak lurus. Chen ketakutan.


“Andwae...” Ujarnya was-was. Chen segera keluar dan berteriak minta tolong. Nafas yang menggebu-gebu. Orang tua Kyungsoo pun datang. Kyungsoo hampir sekarat. Dan semenjak kejadian itu Chen diusir dan tidak tahu lagi bagaimana selanjutnya kondisi Kyungsoo. Saat diberi tahu oleh Sekretaris Ibunya Kyungsoo bahwa Kyungsoo telah meninggal ia langsung terpukul. Dan disaat itu juga Chen langsung menghubungi Julia.

__ADS_1


---


Chen membaca isi surat yang dibuatkan Kyungsoo untuknya. Sehari setelah info meninggalnya Kyungsoo. Ia pun memberanikan diri untuk membaca isi surat tersebut.


~~ Annyeong Chen, adikku.


Maaf selama ini aku terlalu banyak menyusahkanmu dan sering memarahimu saat bekerja. Apakah kau membenciku? Aku harap jangan. Aku tahu bahwa kau hanya seorang diri dan tidak memiliki siapapun. Aku berharap kau segera mendapatkan pendamping yang baik. Jangan terlalu fokus dengan pekerjaan.


Tolong kau jaga Julia. Ia segalanya untukku. Bantulah ia jika ia mendapat masalah. Seminggu yang lalu, aku sudah


mengalihkan 20% saham rumah sakit ini untukmu. Bulan berikutnya hasilnya akan ada direkeningmu. Ini adalah rasa terima kasihku untukmu yang selalu berada disisiku. Tolong diterima. Terima kasih untuk segala-galanya. Terima kasih karna sudah selalu sabar menghadapiku. Kau tahu, aku berusaha menulis surat ini untukmu. Jadi kau tak boleh membenciku. Dan jangan lupa segeralah mencari pendamping hidup.


Demi langit dan bumi yang ia pijakkan saat ini. Chen tak kuasa membendung air matanya. Ia tersungkur tak berdaya. Chen menangis sesegukkan saat tahu isi surat yang ia terima. Betapa ia menyesali saat ia pernah mengutuk Kyungsoo karna selalu memarahinya dan memarahi Julia. Dan ia baru menyadari satu hal yang Kyungsoo lakukan untuk dirinya saat ini.


Falshback off


Chen memegangi surat yang pernah dibuat Kyungsoo untuknya. Air matanya menetes begitu saja. Meskipun ia seorang lelaki tulen. Menangis bukanlah sesuatu hal yang salah baginya apalagi untuk laki-laki. Jika ingin menangis maka menangis saja lah. Toh dibaliknya memang ada alasan kenapa kita harus menangis.


Ia mulai tidak mengerti kenapa saat Kyungsoo sekarat ia dipaksa keluar dan meninggalkan rumah sakit. Terbesit sesuatu hal yang tidak ia mengerti. Mulai dari pemakaman yang tidak bisa ia ikuti dan hanya keluarganya saja yang ikut. Meskipun memang pihak keluarga membiarkan kami melihatnya dirumah duka. Tapi saat proses pemakaman tak seorang pun yang tahu kecuali keluarganya sendiri.


Saat kematiannya pun, hanya sekretaris nyonya besar yang menghubunginya untuk memberi tahu keadaan terakhir Kyungsoo yang telah meninggal. Hanya sebuah kuburan yang bisa ia percayai walaupun tak 100%.

__ADS_1


Chen memijat keningnya dengan kedua tangannya. Kedua tangannya bertumpuh diatas meja dan menjadi sandaran dari dagunya setelah itu. Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ingin rasanya ia menyelidiki hal ini. Tapi ia bingung harus mulai dari mana. Apakah ia harus ke Inggris dan mengambil cuti untuk menyelidiki keluarga Tuannnya atau...Ahh itu membuatnya frustasi.


Untuk mencari informasi biasanya ia tak kalah gesit dari seorang detective. Tapi ini menyangkut keluarga besar Kyungsoo. Mereka sangat-sangat tertutup. Bahkan pemerintah Inggris pun tidak akan mengambil pusing tentang mereka. Mereka begitu disegani disana. Jarang mengekspos diri dikhalayak umum demi kepentingan keamanan.


Perusahaan lain yang ingin ikut tender kerjasama dengannya selalu melewati prosedur yang sangat ketat.


“Aarrghhh aku bisa gila” Umpatnya.


Belum lagi kejadian yang menimpa Julia. Ia harus memutar otak untuk bisa pergi ke Inggris tanpa ketahuan oleh Julia dan alasan apa yang harus ia buat. Berpura-pura cuti dengan alasan liburan?


---


Chen telah mengajukan cuti liburannya kepada Julia. Tanpa banyak tanya, Julia mengizinkannya. Kali ini prosesnya mulus. Hanya saja untuk proses selanjutnya mungkin agak sedikit rumit.


Karna pekerjaan menjadi President direktur tidak terlalu banyak. Julia akan hadir dikantornya jika saat dibutuhkan saja dan akan disesuaikan oleh schedulenya nanti. Setelah balik dari kantor ia ingin mencari agen properti untuk mencari lokasi yang bagus untuk membuka usahanya. Entah usaha apa yang harus ia tekuni sebagai hobinya saat ini. Bidang fashion kah, Kuliner,


“Kuliner??” Umpatnya dalam hati saat sedang mengemudi dijalanan kota Seoul.


 


~ jangan lupa dukung terus novel Cerita Julia dan Korea Selatan dengan like dan komennya ya. Gumauwo.

__ADS_1


__ADS_2