
Seminggu berlalu semenjak ditinggal
selamanya Ibu tercinta. Lexa sudah mulai melanjutkan aktifitas sekolah. dan
rutinitasku sehari-hari yakni mengantar jemput Lexa sekolah setiap hari kecuali
hari libur. Pagi-pagi buta aku sudah bangun dan menyiapkan sarapan dan bekal
buat Lexa. Dia tidak malu anak seusianya membawa bekal ke sekolah, malah ia
request makanan yang berbeda setiap harinya agar dia tidak bosan. sarapan dan
bekal sudah ready. pukul 06 pagi Lexa sudah mandi dan bersiap-siap ke sekolah.
dia pun cepat memakan dan nyeruput susu putih kesukaannya sambil memperhatikan
jadwal harian sekolahnya yang selalu ia ceklis setiap hari sebagai
rutinitasnya.
Karna Lexa masuk sekolah pukul
07.30, masih ada beberapa waktu lagi untuk Julia mengantar Lexa ke sekolah.
Julia telah selesai mengantar Lexa
sampai pintu gerbang sekolahnya. Julia mengantar adiknya naik MRT Jakarta yang
sudah beberapa hari telah resmi digunakan warga Jakarta. Entah Kyungsoo lupa
atau sengaja. dia tidak mengirimkan seorang supir untuk membantu kegiatan
sehari-harinya padahal ia sudah bisa dibilang sebagai wanita simpanannya.
Sudah seminggu berlalu Kyungsoo
tidak menampakan batang hidungnya di Appartmen itu. mungkin Kyungsoo lupa.
Julia berharap laki-laki iblis itu pergi selamanya dari hidupnya, tapi itu
hanya ucapan gerutunya yang belum tentu akan menjadi nyata. Hanya perlu
menyiapkan hati ketika tiba-tiba pria bengis itu datang.
Julia pun sampai di appartmennya.
Ketika ia membuka pintu ia terkejut melihat Chen sekretaris Kyungsoo berdiri
menunggunya bersama 1 bodyguard dibelakangnya.
“ Selamat pagi Nona Julia “ Ujar
Chen sambil memberi salam bungkuk ala Korea bersama bodyguardnya.
Dia mulai melihat ke sekeliling
apakah dia datang bersama Kyungsoo atau tidak.
“ Tuan tidak datang bersama saya
Nona “ sambung Chen yang seakan-akan tahu apa yang Julia takutkan.
“ Hmm pagi tuan Chen “ Balas Julia
kepada Chen.
“ Nona jangan memanggil saya tuan.
saya adalah bawahan anda, saya adalah pesuruh anda. tuan akan membunuh saya
jika nona memanggil saya dengan sebutan tuan” Tegas chen kepada Julia.
Oh Tuhan apakah laki-laki itu juga
bisa membunuh orang ??
“Ok ok saya akan memanggilmu dengan
sebutan nama saja” Jawab Julia merasa bersalah.
“ Tujuan saya kemari untuk memberi
tahu Nona bahwa hari ini kita akan berangkat ke Seoul bersama tuan” Ujar Chen.
“ Apa ?? ke Seoul ?? tapi adikku
masih di sekolah ? “ dengan cepat mengambil alasan.
“ Nona Lexa telah dijemput
disekolah. Mulai besok nona Lexa tidak lagi bersekolah di Indonesia. saya sudah
mengurus kepindahan nona Lexa di Seoul begitu juga kuliah nona sendiri.”
“ Jadi maksudmu kami pindah hari
ini juga ke Seoul ? tapi aku belum beres-beres. aku harus mengambil baju-bajuku
dan Lexa dan memasukannya ke dalam koper ? “ Alasan kedua.
“ Nona tidak perlu bersiap-siap.
segala keperluan nona sudah disiapkan tuan disana “ Jelas chen sambil tetap
menundukan wajahnya.
Kyungsoo benar-benar bisa membuat
aku mati berdiri.
15 menit kemudian Lexa pun sampai
di appartmen dengan wajah bingung dan langsung bergegas ke arahku.
“ Kak aku disuruh pulang, aku
bingung “ Ujar Lexa.
“ Bersiap-siaplah. hari ini kita
berangkat ke Seoul “ gumam sang kakak kepada Lexa.
“ Haa, Serius ??? Tanya sang adik.
“ Ia. Mulai besok Lexa tidak lagi
bersekolah disini. pergi dan cepatlah ganti bajumu, waktu kita tidak banyak.
Lexa segera ke kamar dan
bersiap-siap.
Sebuah helikopter terparkir di atas gedung appartmen Julia yang telah menunggu
__ADS_1
kedatangan kami. Aku mulai berdecak kagum melihatnya. Helikopter itu jelas
bertuliskan Kyung Group. Aku mulai sedikit percaya kepada laki-laki iblis itu,
dia benar-benar pria tajir.
“Wau” decak kagum Lexa saat pertama
kali melihatnya.
Kami pun naik ke Helikopter
tersebut bersama Chen dan 1 orang bodyguardnya. Baling-baling helikopter pun
mulai hidup dan berangsur-angsur berputar diatas kami. Helikopterpun mulai
meninggalkan parkiran atap appartmenku menuju sebuah lokasi landasan milik TNI
AU Jakarta. Tidak butuh waktu lama, kami pun sampai ditengah landasan pacu
terbang milik TNI AU dan terlihat sebuah Jet pribadi telah terparkir dan
beberapa orang berpakaian TNI AU berpangkat bersama Kyungsoo menungguku dan
Lexa disana. Aku harus benar-benar menyelamatkan dressku dari terpaan angin
helikopter yang kuat saat turun. jangan sampai isi rok ku terkibas dan itu
sangat memalukan. Aku tidak tahu awalnya jika memang pergi menggunakan
helikopter. Baju yang diberikan Kyungsoo membuatku repot.
Akhirnya aku melihat pria iblis itu
setelah 1 minggu tidak menampakkan batang hidungnya seraya dengan muka datarnya
yang melihatku, kecuali bapak-bapak TNI AU yang menyeringai seperti bak
menyambut kehadiran Presiden.
Jet pribadi pun meninggalkan
landasan milik TNI AU. kami akhirnya terbang pukul 09.00 pagi waktu Jakarta. 8
Jam perjalanan dirasa cukup sampai kami tiba di Korea nanti. Kyungsoo duduk disamping
berseberangan denganku berhadapan dengan Chen yang sibuk mengerjakan urusan
kerjaan. Sedangkan aku duduk berhadapan dengan Lexa yang sejak tadi sibuk
melihat ke arah jendela pesawat. Karna ia juga baru pertama kali naik pesawat
dan itu langsung pesawat Jet pribadi yang ia tumpangi.
Pramugari seksi tidak berhenti mondar-mandir
melewati sambil memasang senyum menggoda ke arah pria muda kaya disebelahnya. Tapi
Kyungsoo tidak peduli dan tetap sibuk dengan rutinitasnya. Julia tahu pria kaya
raya ini tidak pernah akan luput dari pandangan wanita-wanita cantik ketika
melihatnya. Julia dan Lexa telah selesai meyantap hidangan pesawat. Selesai
makan dia mulai merasa ngantukk.
Hoammm !!! serasaya membuka
lebar-lebar bibir indahnya namun mau terlihat seperti apapun mata laki-laki
akan memandang itu sesuatu yang imut.
Z..zz....zz...... Mata Julia pun
Mata Kyungsoo langsung terarah melihat Julia tertidur pulas. Pramugari yang
sedang lewat pun langsung menyuruhnya untuk membawakan sehelai selimut. Tak
lama kemudian selimut diberikan kepada Kyungsoo, Kyungsoo pun langsung
menyelimuti seluruh badan Julia hingga leher.
Ssss tiba-tiba air liur menetes
dari ujung bibir Julia. seketika Kyungsoo meraba dahinya dengan rasa ilfil.
Pukul Pukul 15.10 sore pesawat
mendarat di Bandara Incheon Korea. Sebuah mobil Limosin dan 1 mobil sedan mewah
telah menunggu kedatangan kami.
Z..zzz...zzz Julia masih tertidur
lelap dipesawat. Mereka pun bingung apakah harus melakukan tindakan apa agar
Julia bangun.
“Tuan apa perlu saya bangunkan nona
?” Ujar Chen.
“Kalian turunlah duluan aku akan
menggendongnya ke bawah.” sahut Kyungsoo.
Chen lalu mengantar Lexa turun dari
pesawat dan masuk ke mobil sedan. Kyungsoo pun turun dari pesawat sambil
memopong Julia dan menaruhnya di dalam mobil limosin. Kedua mobil pun akhirnya
meninggalkan bandara tanpa perlu mengikuti proses alur bandara seperti penumpang
lain.
Jarak dari rumah bandara ke
kediaman Kyungsoo lumayan jauh, sambil menunggu, Kyungsoo tetap sibuk dengan
tabletnya melihat angka perkembangan saham yang diamatinya. gaya tidur Julia
sangat membuat kosentarasi Kyungsoo terganggu. Kepalanya sering terhentak ke
kaca mobil berkali-kali. Tidak ada cara lain Kyungsoo membaringkan Julia dan
menyandarkan kepala Julia di pahanya. Meskipun risih tapi Kyungsoo berusaha
tetap fokus dengan tabletnya.
Miring kiri lalu pindah miring ke
kanan. Kyungsoo mulai kesemutan di area pahanya, ia berusaha tahan karna
sebentar lagi akan sampai dirumahnya.
Akhirnya mobil memasuki pintu
gerbang masuk kediaman Kyungsoo. masuk sekitar 200 meter hingga akhirnya sampai
didepan Villanya. Kyungsoo menahan kesemutan di pahanya sementara Julia masih
__ADS_1
terlelap. Mau tidak mau dia harus membangunkan Julia.
“Apakah kau tidak akan bangun
sampai besok pagi??” Ujar Kyungsoo kesal.
Dia tahu jika hanya membangunkannya
dengan berbicara tidak akan membuatnya bangun dari tidurnya. Akhirnya dia langsung
mencium bibirnya hingga Julia sesak nafas. Disaat itulah Julia terbangun dan
langsung segera melepas ciuman Kyungsoo.
“ Michyeoseo/Kau
gila ?” segera terduduk dan mengambil siaga 1.
“Kau tidak bangun-bangun akhirnya
aku menciummu” Sahut Kyungsoo sambil menggoda.
“Turunlah, kita sudah sampai
dirumah” Ujar Kyungsoo yang langsung keluar dari pintu mobilnya.
Sekali lagi Julia berdecak kagum
melihat kemegahan rumahnya Kyungsoo bak kastil kerajaan. Sebanyak 25 asisten
rumah tangga menyambut kedatangan kami.
“Selamat pagi Tuan Kyungso, Selamat
pagi Nona-nona.” sahut serentak para pelayan memberi sambutan kepada kami.
“Semuanya langsung berkumpul
didalam, ada hal yang akan aku sampaikan kepada kalian.” Sahut Kyungsoo memberi
perintah kepada pelayan-pelayannya.
Seluruh pelayan dan asisten rumah
tangga telah berkumpul. Kyungsoo sebagai pemilik dan tuan rumah langsung
memberikan informasi penting kepada mereka semua.
Kyungsoo langsung melingkarkan
tangan kanannya keujung pundak Julia “Dia adalah Julia Yasmin calon istriku.
dan disebelahnya adalah Lexa Jasmin adik Julia. Mulai hari ini mereka akan
tinggal dikediaman ini. Kalian harus menuruti apa yang diperintahkan baik Nona
Julia maupun Lexa.
Upacara penyambutan selesai. Ahjussi
Lee seorang kepala pelayan laki-laki yang sudah tua langsung mengantarku ke depan
pintu kamar.
“Nyonya ini adalah kamar anda,
Selamat beristirahat, jika anda butuh sesuatu silahkan panggil saya” sambil
menundukan kepala memberi hormat.
“ Ahh ahjussi aku masih belum sah
jadi istri tuanmu, panggil saja nona “
Julia merasa tidak terbiasa dengan
sebutan nyonya.
“Tapi anda akan menjadi istri Tuan
Kyungsoo dan nyonya rumah ini” Sambil menundukan kepala.
“baiklah tidak apa-apa, ahjussi
kamsahamnida” sambil memberi hormat ala Korea.
Julia pun masuk dan merebahkan
badannya ka atas kasur. Kulit tubuhnya seperti lengket-lengket, diapun menuju
kamar mandi. Berendam di Bathup adalah cara memanjakan diri paling ampuh saat
ini. sesekali Julia menenggalamkan diri hingga seluruh rambut terurainya basah.
setelah puas berendam Julia pun memakai handuk dan melingkarkan handuk
dibadannya dan satu lagi melilitkan handuk kecil dikepalanya.
Setelah keluar dari kamar mandi dia
terkejut melihat Kyungsoo sedang duduk diujung tempat tidur mengenakan piyama
sambil meletakkan laptop dipangkuannya.
Kyungsoo reflek melihat kearah
sosok yang baru keluar menggunakan sehelai handuk. wajahnya langsung memerah
melihat gadis yang hanya memakai sehelai handuk menutupi badan dan satu lagi
menutupi basah rambutnya.
“Kenapa kau dikamarku?” Tanya Julia
dengan heran.
“Ini juga kamarku” Sahut ketus
Kyungsoo langsung membuang muka sambil tetap bekerja didepan laptop.
“Lalu kenapa ahjussi tadi bilang
kalau ini kamarku ?”
“Ini kamar kita” Balas Kyungsoo
dengan ketus lagi.
Julia terdiam mendengar jawaban
Kyungsoo.
“Hee...Maksudmu kita satu ranjang
gitu ? Julia merasa ambang kehancurannya akan dimulai malam ini.
“Jangan berfikir untuk mencari kamar
lain ataupun menyuruhku tidur ditempat lain. disini aku yang mengaturnya” Tegas
Kyungsoo penuh dalam.
__ADS_1
Aku baru saja berencana akan cari kamar
lain, namun isi fikiranku ternyata dapat dibaca Pria iblis itu.