Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 10 / Satu Ranjang !


__ADS_3

Seminggu berlalu semenjak ditinggal


selamanya Ibu tercinta. Lexa sudah mulai melanjutkan aktifitas sekolah. dan


rutinitasku sehari-hari yakni mengantar jemput Lexa sekolah setiap hari kecuali


hari libur. Pagi-pagi buta aku sudah bangun dan menyiapkan sarapan dan bekal


buat Lexa. Dia tidak malu anak seusianya membawa bekal ke sekolah, malah ia


request makanan yang berbeda setiap harinya agar dia tidak bosan. sarapan dan


bekal sudah ready. pukul 06 pagi Lexa sudah mandi dan bersiap-siap ke sekolah.


dia pun cepat memakan dan nyeruput susu putih kesukaannya sambil memperhatikan


jadwal harian sekolahnya yang selalu ia ceklis setiap hari sebagai


rutinitasnya.


Karna Lexa masuk sekolah pukul


07.30, masih ada beberapa waktu lagi untuk Julia mengantar Lexa ke sekolah.


Julia telah selesai mengantar Lexa


sampai pintu gerbang sekolahnya. Julia mengantar adiknya naik MRT Jakarta yang


sudah beberapa hari telah resmi digunakan warga Jakarta. Entah Kyungsoo lupa


atau sengaja. dia tidak mengirimkan seorang supir untuk membantu kegiatan


sehari-harinya padahal ia sudah bisa dibilang sebagai wanita simpanannya.


Sudah seminggu berlalu Kyungsoo


tidak menampakan batang hidungnya di Appartmen itu. mungkin Kyungsoo lupa.


Julia berharap laki-laki iblis itu pergi selamanya dari hidupnya, tapi itu


hanya ucapan gerutunya yang belum tentu akan menjadi nyata. Hanya perlu


menyiapkan hati ketika tiba-tiba pria bengis itu datang.


Julia pun sampai di appartmennya.


Ketika ia membuka pintu ia terkejut melihat Chen sekretaris Kyungsoo berdiri


menunggunya bersama 1 bodyguard dibelakangnya.


“ Selamat pagi Nona Julia “ Ujar


Chen sambil memberi salam bungkuk ala Korea bersama bodyguardnya.


Dia mulai melihat ke sekeliling


apakah dia datang bersama Kyungsoo atau tidak.


“ Tuan tidak datang bersama saya


Nona “ sambung Chen yang seakan-akan tahu apa yang Julia takutkan.


“ Hmm pagi tuan Chen “ Balas Julia


kepada Chen.


“ Nona jangan memanggil saya tuan.


saya adalah bawahan anda, saya adalah pesuruh anda. tuan akan membunuh saya


jika nona memanggil saya dengan sebutan tuan” Tegas chen kepada Julia.


Oh Tuhan apakah laki-laki itu juga


bisa membunuh orang ??


“Ok ok saya akan memanggilmu dengan


sebutan nama saja” Jawab Julia merasa bersalah.


“ Tujuan saya kemari untuk memberi


tahu Nona bahwa hari ini kita akan berangkat ke Seoul bersama tuan” Ujar Chen.


“ Apa ?? ke Seoul ?? tapi adikku


masih di sekolah ? “ dengan cepat mengambil alasan.


“ Nona Lexa telah dijemput


disekolah. Mulai besok nona Lexa tidak lagi bersekolah di Indonesia. saya sudah


mengurus kepindahan nona Lexa di Seoul begitu juga kuliah nona sendiri.”


“ Jadi maksudmu kami pindah hari


ini juga ke Seoul ? tapi aku belum beres-beres. aku harus mengambil baju-bajuku


dan Lexa dan memasukannya ke dalam koper ? “ Alasan kedua.


“ Nona tidak perlu bersiap-siap.


segala keperluan nona sudah disiapkan tuan disana “ Jelas chen sambil tetap


menundukan wajahnya.


Kyungsoo benar-benar bisa membuat


aku mati berdiri.


15 menit kemudian Lexa pun sampai


di appartmen dengan wajah bingung dan langsung bergegas ke arahku.


“ Kak aku disuruh pulang, aku


bingung “ Ujar Lexa.


“ Bersiap-siaplah. hari ini kita


berangkat ke Seoul “ gumam sang kakak kepada Lexa.


“ Haa, Serius ??? Tanya sang adik.


“ Ia. Mulai besok Lexa tidak lagi


bersekolah disini. pergi dan cepatlah ganti bajumu, waktu kita tidak banyak.


Lexa segera ke kamar dan


bersiap-siap.


 


 


 


 


Sebuah helikopter terparkir di atas gedung appartmen Julia yang telah menunggu

__ADS_1


kedatangan kami. Aku mulai berdecak kagum melihatnya. Helikopter itu jelas


bertuliskan Kyung Group. Aku mulai sedikit percaya kepada laki-laki iblis itu,


dia benar-benar pria tajir.


“Wau” decak kagum Lexa saat pertama


kali melihatnya.


Kami pun naik ke Helikopter


tersebut bersama Chen dan 1 orang bodyguardnya. Baling-baling helikopter pun


mulai hidup dan berangsur-angsur berputar diatas kami. Helikopterpun mulai


meninggalkan parkiran atap appartmenku menuju sebuah lokasi landasan milik TNI


AU Jakarta. Tidak butuh waktu lama, kami pun sampai ditengah landasan pacu


terbang milik TNI AU dan terlihat sebuah Jet pribadi telah terparkir dan


beberapa orang berpakaian TNI AU berpangkat bersama Kyungsoo menungguku dan


Lexa disana. Aku harus benar-benar menyelamatkan dressku dari terpaan angin


helikopter yang kuat saat turun. jangan sampai isi rok ku terkibas dan itu


sangat memalukan. Aku tidak tahu awalnya jika memang pergi menggunakan


helikopter. Baju yang diberikan Kyungsoo membuatku repot.


Akhirnya aku melihat pria iblis itu


setelah 1 minggu tidak menampakkan batang hidungnya seraya dengan muka datarnya


yang melihatku, kecuali bapak-bapak TNI AU yang menyeringai seperti bak


menyambut kehadiran Presiden.


Jet pribadi pun meninggalkan


landasan milik TNI AU. kami akhirnya terbang pukul 09.00 pagi waktu Jakarta. 8


Jam perjalanan dirasa cukup sampai kami tiba di Korea nanti. Kyungsoo duduk disamping


berseberangan denganku berhadapan dengan Chen yang sibuk mengerjakan urusan


kerjaan. Sedangkan aku duduk berhadapan dengan Lexa yang sejak tadi sibuk


melihat ke arah jendela pesawat. Karna ia juga baru pertama kali naik pesawat


dan itu langsung pesawat Jet pribadi yang ia tumpangi.


Pramugari seksi tidak berhenti mondar-mandir


melewati sambil memasang senyum menggoda ke arah pria muda kaya disebelahnya. Tapi


Kyungsoo tidak peduli dan tetap sibuk dengan rutinitasnya. Julia tahu pria kaya


raya ini tidak pernah akan luput dari pandangan wanita-wanita cantik ketika


melihatnya. Julia dan Lexa telah selesai meyantap hidangan pesawat. Selesai


makan dia mulai merasa ngantukk.


Hoammm !!! serasaya membuka


lebar-lebar bibir indahnya namun mau terlihat seperti apapun mata laki-laki


akan memandang itu sesuatu yang imut.


Z..zz....zz...... Mata Julia pun


Mata Kyungsoo langsung terarah melihat Julia tertidur pulas. Pramugari yang


sedang lewat pun langsung menyuruhnya untuk membawakan sehelai selimut. Tak


lama kemudian selimut diberikan kepada Kyungsoo, Kyungsoo pun langsung


menyelimuti seluruh badan Julia hingga leher.


Ssss tiba-tiba air liur menetes


dari ujung bibir Julia. seketika Kyungsoo meraba dahinya dengan rasa ilfil.


Pukul Pukul 15.10 sore pesawat


mendarat di Bandara Incheon Korea. Sebuah mobil Limosin dan 1 mobil sedan mewah


telah menunggu kedatangan kami.


Z..zzz...zzz Julia masih tertidur


lelap dipesawat. Mereka pun bingung apakah harus melakukan tindakan apa agar


Julia bangun.


“Tuan apa perlu saya bangunkan nona


?” Ujar Chen.


“Kalian turunlah duluan aku akan


menggendongnya ke bawah.” sahut Kyungsoo.


Chen lalu mengantar Lexa turun dari


pesawat dan masuk ke mobil sedan. Kyungsoo pun turun dari pesawat sambil


memopong Julia dan menaruhnya di dalam mobil limosin. Kedua mobil pun akhirnya


meninggalkan bandara tanpa perlu mengikuti proses alur bandara seperti penumpang


lain.


Jarak dari rumah bandara ke


kediaman Kyungsoo lumayan jauh, sambil menunggu, Kyungsoo tetap sibuk dengan


tabletnya melihat angka perkembangan saham yang diamatinya. gaya tidur Julia


sangat membuat kosentarasi Kyungsoo terganggu. Kepalanya sering terhentak ke


kaca mobil berkali-kali. Tidak ada cara lain Kyungsoo membaringkan Julia dan


menyandarkan kepala Julia di pahanya. Meskipun risih tapi Kyungsoo berusaha


tetap fokus dengan tabletnya.


Miring kiri lalu pindah miring ke


kanan. Kyungsoo mulai kesemutan di area pahanya, ia berusaha tahan karna


sebentar lagi akan sampai dirumahnya.


Akhirnya mobil memasuki pintu


gerbang masuk kediaman Kyungsoo. masuk sekitar 200 meter hingga akhirnya sampai


didepan Villanya. Kyungsoo menahan kesemutan di pahanya sementara Julia masih

__ADS_1


terlelap. Mau tidak mau dia harus membangunkan Julia.


“Apakah kau tidak akan bangun


sampai besok pagi??” Ujar Kyungsoo kesal.


Dia tahu jika hanya membangunkannya


dengan berbicara tidak akan membuatnya bangun dari tidurnya. Akhirnya dia langsung


mencium bibirnya hingga Julia sesak nafas. Disaat itulah Julia terbangun dan


langsung segera melepas ciuman Kyungsoo.


“ Michyeoseo/Kau


gila ?” segera terduduk dan mengambil siaga 1.


“Kau tidak bangun-bangun akhirnya


aku menciummu” Sahut Kyungsoo sambil menggoda.


“Turunlah, kita sudah sampai


dirumah” Ujar Kyungsoo yang langsung keluar dari pintu mobilnya.


Sekali lagi Julia berdecak kagum


melihat kemegahan rumahnya Kyungsoo bak kastil kerajaan. Sebanyak 25 asisten


rumah tangga menyambut kedatangan kami.


“Selamat pagi Tuan Kyungso, Selamat


pagi Nona-nona.” sahut serentak para pelayan memberi sambutan kepada kami.


“Semuanya langsung berkumpul


didalam, ada hal yang akan aku sampaikan kepada kalian.” Sahut Kyungsoo memberi


perintah kepada pelayan-pelayannya.


Seluruh pelayan dan asisten rumah


tangga telah berkumpul. Kyungsoo sebagai pemilik dan tuan rumah langsung


memberikan informasi penting kepada mereka semua.


Kyungsoo langsung melingkarkan


tangan kanannya keujung pundak Julia “Dia adalah Julia Yasmin calon istriku.


dan disebelahnya adalah Lexa Jasmin adik Julia. Mulai hari ini mereka akan


tinggal dikediaman ini. Kalian harus menuruti apa yang diperintahkan baik Nona


Julia maupun Lexa.


Upacara penyambutan selesai. Ahjussi


Lee seorang kepala pelayan laki-laki yang sudah tua langsung mengantarku ke depan


pintu kamar.


“Nyonya ini adalah kamar anda,


Selamat beristirahat, jika anda butuh sesuatu silahkan panggil saya” sambil


menundukan kepala memberi hormat.


“ Ahh ahjussi aku masih belum sah


jadi istri tuanmu, panggil saja nona “


Julia merasa tidak terbiasa dengan


sebutan nyonya.


“Tapi anda akan menjadi istri Tuan


Kyungsoo dan nyonya rumah ini” Sambil menundukan kepala.


“baiklah tidak apa-apa, ahjussi


kamsahamnida” sambil memberi hormat ala Korea.


Julia pun masuk dan merebahkan


badannya ka atas kasur. Kulit tubuhnya seperti lengket-lengket, diapun menuju


kamar mandi. Berendam di Bathup adalah cara memanjakan diri paling ampuh saat


ini. sesekali Julia menenggalamkan diri hingga seluruh rambut terurainya basah.


setelah puas berendam Julia pun memakai handuk dan melingkarkan handuk


dibadannya dan satu lagi melilitkan handuk kecil dikepalanya.


Setelah keluar dari kamar mandi dia


terkejut melihat Kyungsoo sedang duduk diujung tempat tidur mengenakan piyama


sambil meletakkan laptop dipangkuannya.


Kyungsoo reflek melihat kearah


sosok yang baru keluar menggunakan sehelai handuk. wajahnya langsung memerah


melihat gadis yang hanya memakai sehelai handuk menutupi badan dan satu lagi


menutupi basah rambutnya.


“Kenapa kau dikamarku?” Tanya Julia


dengan heran.


“Ini juga kamarku” Sahut ketus


Kyungsoo langsung membuang muka sambil tetap bekerja didepan laptop.


“Lalu kenapa ahjussi tadi bilang


kalau ini kamarku ?”


“Ini kamar kita” Balas Kyungsoo


dengan ketus lagi.


Julia terdiam mendengar jawaban


Kyungsoo.


“Hee...Maksudmu kita satu ranjang


gitu ? Julia merasa ambang kehancurannya akan dimulai malam ini.


“Jangan berfikir untuk mencari kamar


lain ataupun menyuruhku tidur ditempat lain. disini aku yang mengaturnya” Tegas


Kyungsoo penuh dalam.

__ADS_1


Aku baru saja berencana akan cari kamar


lain, namun isi fikiranku ternyata dapat dibaca Pria iblis itu.


__ADS_2