Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 39 / Penderitaan belum berakhir.


__ADS_3

Julia meninggalkan kantornya dengan langkah tergesa-gesa. Dia tidak memikirkan semua staff yang melihatnya dengan tatapan aneh dan bingung. Saat sampai diluar Julia memberhentikan sebuah Taxi dan pergi ke kantor Kyungsoo.


“Ahjussi, antarkan aku ke Kyung Group”


“Baik Nona” Ujar sang supir taxi.


---


Dua puluh menit kemudian Julia sampai dikantor Kyungsoo. Dia langsung menuju lantai atas


dan tidak memperdulikan semua staff yang memberi hormat kepadanya setiap bertemu dengannya.


Saat tiba didepan ruangan Kyungsoo, Julia langsung masuk dan tidak ada seorang pun diruangannya.


“Nyonya, tuan saat ini sedang keluar untuk bertemu seorang clien” Ucap salah seorang reseptionis wanita yang juga ikut masuk ke ruangan Kyungsoo


“Kemana dia ?” Tanya Julia.


“Saya kurang tahu nyonya. beliau pergi dari pagi tadi dan belum balik ke kantor sampai sekarang” Jawab sang reseptionis dan itu membuat Julia mengepalkan kedua tangannya.


“Brengsek” Umpatnya dalam hati.


Dia pun mau tak mau menunggu Kyungsoo diruangannya. Julia mencoba menelfon berkali-kali Kyungsoo namun tidak aktif. Chen dan Han bi pun juga tidak mengangkat. Shit!!


---


Waktu menunjukan pukul 09.00 malam. namun Kyungsoo juga belum kembali ke kantornya. Saat menghubungi dirumah, Pak Lee juga mengatakan bahwa Kyungsoo belum pulang. Dan al-hasil Julia pulang untuk menunggunya dirumah.


Julia akhirnya tiba dirumah. Kyungsoo juga belum menampakkan batang hidungnya. Julia menunggu harap-harap cemas kedatangan Kyungsoo. Ia ingin meminta penjelasan dan segera melepaskan adiknya. Ia mondar-mandir diruang depan sambil menggigit ujung ibu jarinya. Kyungsoo masih belum mengangkat telfonnya. Apa yang harus ia lakukan.


Keesokan harinya Kyungsoo juga belum pulang. Ia semakin cemas tak karuan. Adiknya diambang bahaya saat ini. Pikirannya penuh dengan rasa takut. Dikantor ia hanya sibuk menelfon Kyungsoo. Masih belum ada kejelasan dimana lelaki itu sekarang. Ia harus mengabaikan pekerjaannya karena memikirkan keselamatannya adiknya dan


mencari tahu keberadaan Kyungsoo.


Hingga malam pun Kyungsoo juga tidak pulang kerumah. Sudah dua hari pria itu tidak memunculkan puncak hidungnya. Satupun tidak dapat ia hubungi baik Chen maupun Han Bi.


Diluar hujan sangat lebat disertai dengan petir. Julia masih setia menunggu Kyungsoo diruang depan. Tak lama kemudian sebuah mobil sedan tampak masuk diparkiran halaman. Julia yakin itu adalah mobil Kyungsoo. Ia pun segera berjalan ke teras halaman menunggu pria itu masuk. Memang benar. Kyungsoo keluar dari mobil


tersebut dan dipayungi oleh Chen. Akhirnya pria itu menampakkan batang hidungnya.

__ADS_1


Kyungsoo berjalan dengan tegap dengan muka dinginnya. Saat akan dekat, Julia segera menghampiri Kyungsoo yang sudah berada diteras halaman.


“Kyungsoo shi. Kemana kau bawa Lexa???”


Kyungsoo tidak menghiraukan Julia dan melewatinya begitu saja.


“Kyungsoo shi, Kyungsoo shi” Julia memanggil kyungsoo terus menerus namun tidak ada jawaban dari pria dingin itu. Hingga akhirnya Julia mengikuti Kyungsoo dari belakang.


“Kyungsooshi”


Karna tidak ada jawaban, Julia pun menarik paksa lengan Kyungsoo hingga lelaki itu menghadap ke arahnya.


“Apa kau tuli?? Aku memanggilmu.” Ujar Julia dengan memasang wajah emosinya.


Kyungsoo langsung menepis tangan Julia.


“Ada perlu apa kau mencariku??” Ujar pria ini.


“maksudmu?? kau ingin berpura-pura tidak tahu sekarang?? Lepaskan Lexa sekarang juga. Dia tidak ada hubungannya dengan kita” Julia bersi keras namun tidak ditanggapi oleh Kyungsoo.


“Cih, tidak ada hubungannya dengan kita?”


“Brengsek” Teriak Julia.


Plakkkk....


Julia menampar pipi Kyungsoo dengan keras. Kyungsoo merasa terhina dengan tamparan Julia. Ia pun menarik keras rambut Julia hingga wanita itu meringis kesakitan.


“Aku masih berbaik hati membiarkan adikmu hidup sampai saat ini, tapi kau sudah membuatku murka”


Julia sadar kini adiknya dalam bahaya.


“Aku mohon lepaskan adikku” Pinta Julia.


“Apakah aku segampang itu dibujuk haa” Tanya Kyungsoo dihadapan Julia.


“Lalu apa yang kau inginkan???” Teriak Julia dengan bertanya kembali.


“Kau cukup mengikuti apa yang ku inginkan. Selagi aku belum bosan aku tidak akan menceraikanmu”

__ADS_1


Sadarlah Julia. Kau hanyalah tawanan sampai Kyungsoo benar-benar bosan dan mencampakanmu suatu hari nanti. Tapi Julia tidak tahan dengan perlakuan Kyungsoo. Dia benar-benar tidak mencintai pria kasar sepertinya.


Pertahanan Julia benar-benar runtuh. Ia terjatuh ke lantai dan Kyungsoo pun berlalu meninggalkannya begitu saja. Airmatanya lolos tanpa persetujuan yang punya. Nafasnya berpacu kencang. Tidak ada yang bisa menolongnya. Chen dan Han bi hanya bisa melihat tanpa bisa membantu apapun.


Julia kembali ke kamar. Saat membuka pintu kamar Kyungsoo sedang mengganti pakaiannya. Tampaknya lelaki itu akan pergi lagi.


“Lepaskan adikku. Aku akan menuruti semua kehendakmu. Jangan sakiti dia” Pinta Julia.


Kyungsoo menyeringai. Dia mendekati Julia dan berbisik ditelinganya.


“Seharusnya dari kemarin kau mengatakannya” Kyungsoo pun berlalu keluar kamar. Setengah jalan Julia menghentikan langkah Kyungsoo.


“Ingat. Kau harus melepaskan adikku.” Ujar Julia.


Kyungsoo tidak peduli dan tetap meninggalkan Julia seorang diri dikamarnya. Demi apapun kali ini Julia tidak sanggup menahan airmatanya. Ia menangis sejadi-jadinya. Kenapa penderitannya tidak habis-habis. Ia sangat frustasi. Ia bahkan membawa adiknya ke pintu malapetaka. Jika ia tidak menyanggupi keinginan Kyungsoo maka


nyawa adiknya dalam bahaya.


“Tuhan kenapa selalu malang yang menimpaku.” Dalam hatinya Julia selalu merasa tertekan.


Dia menjadikan nyawa adiknya sebagai temeng untuk mengikat Julia dikehidupannya. Salah sedikit, Kyungsoo langsung menyiksanya.


“Aaaaaaaaaaa” Julia berteriak menangis histeris. Tubuhnya terjatuh ke lantai. Dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan Kyungsoo. Pria itu berada diatas segala-galanya.


---


Julia menyendiri diruang bawah tanah dan meminum beberapa anggur milik Kyungsoo hingga ia mabuk. Wanita ini tidak kuat minum. Hanya beberapa gelas saja sudah mampu meruntuhkan kesadarannya hingga ia tergeletak dilantai sampai pagi tiba.


Hari itu Julia tidak masuk kerja. Ia ingin menyendiri dikamarnya hingga ia merasa puas.


Ting...


Sebuah pesan singkat masuk di ponselnya.


“Kak, hari ini aku pulang. Kau tidak ingin diganggu ya?? Baiklah aku akan pulang hari ini. Bye.”


Akhirnya Kyungsoo benar-benar melepaskan lexa. Memang lega, tapi tetap saja Julia tersiksa.


Dirumah yang seperti istana ini. kebebasan dan batinnya tersiksa. Dia adalah seorang tawanan untuk laki-laki bejat.

__ADS_1


Penderitaan Julia masih belum berakhir, tunggu kisah selanjutnya ya Chinggu. Jangan lupa komen, like dan favoritenya ya. Gumauwo!!!


__ADS_2