
~~ Selamat membaca, semoga suka.
Seminggu kemudian Julia memutuskan pergi ke Korea untuk melakukan kunjungan sekaligus perkenalan diri sebagai pemilik Kyung Group yang baru. Kali ini Abe tidak menemaninya ke Korea karna masih menyelesaikan urusan negara. Julia pergi didampingi oleh Chen dan Hanbi. Persiapan penyambutannya pun Julia tidak ingin
mewah dan ingin lebih sederhana saja. Lebih dari 3000 anak panti asuhan dibawa ke acara sebagai tamu diacara tersebut.
Saat sampai di Korea Julia beristirahat dirumahnya. Lagi-lagi rasa kenangannya dirumah itu membuatnya mewek. Ketika berada dirumah itu ia merasakan ada Kyungsoo didalamnya. Setiap pagi sarapan bersama, bertengkar hampir setiap hari lalu baikkan, melakukan hal-hal yang membosankan. Merajut benang, dll.
Julia berjalan menuju kamarnya dulu. Saat memasuki kamarnya yang masih persis saat ia tinggalkan, posisi lemari, tempat tidur dan kursi yang masih sama. Isi lemari yang juga tidak berubah.
“Tahan, tahan Julia, jangan menangis” Sahutnya dengan menghembus nafasnya berulang-ulang meskipun matanya mulai berkaca-kaca.
Tok tok tok..
Ketukan pintu yang terbuka dari Han Bi membuat Julia mengalihkan perhatiannya ke arah sumber ketukan.
“Maaf Nyonya, barang-barang semuanya sudah saya siapkan dan koper nyonya” Sambil melihat ke arah koper Julia yang baru saja ia naikkan ke kamar Julia.
“Letakkan saja disitu Hanbi” Sambil menunjuk arah pintu kamar mandi yang berdekatan dengan pintu kamarnya.
“Baik Nyonya” Jawab Hanbi
__ADS_1
---
Esok harinya adalah hari dimana Julia resmi menyandang Ibu tunggal atau Presdir pemilik Kyung Group. Diumurnya yang menginjak 26 Tahun ini ia diberi tanggung jawab yang besar untuk menjalankan perusahaan kelas dunia. Tentu tidak gampang dan harus ia jalani. Seperti kata Kyungsoo disuratnya jalanilah tahap demi tahap dan satu per satu.
Acara dibuat dipelataran belakang gedung Kyung Group sebagai lokasi acara. Tempat itu sebelumnya adalah lapangan parkiran mobil bagi semua karyawan Kyung Group. Seluruh karyawan dan kolega datang untuk menyambut kedatangan sang President.
Setelah selesai dengan hiruk pikuk acara Julia kembali ke kediamannya. Untuk sementara ini ia masih ingin bebas. Ia mengajak Chen dan Hanbi untuk sedikit bersantai disuatu tempat. Menghilangkan penat dan gundah.
Saat tiba disebuah cafe di daerah Insadong. Julia, Chen dan Hanbi membaurkan diri masing-masing.”Oke diluar kantor jangan panggil aku Presdir ataupun nyonya ataupun embel-embel yang lain. Itu meresahkan, panggil aku Nuna, Nuna ok” Kalimat itu tentu saja atas dasar kesadaran tanpa minuman alkohol yang membuah
Chen dan Han Bi sedikit terlonjak satu sama lain.
“N-nuna” Tanya Han Bi keheranan sambil melihat ke arah Chen.
Tidak ingin rasa pertemuan itu menjadi canggung, Julia mencoba mengalihkan rasa canggung mereka.
“Chen, Hanbi” Panggil Julia.
“Nee Ny.. Nuna”Mereka hampir aja serentak memanggil Julia dengan sebutan Nyonya yang langsung sadar dirubah menjadi nuna.
“Aaaa jjeball/Aku mohon, jangan seperti ini, jah minumlah aku akan traktir kalian malam ini sepuasnya” Pernyataan itu tentu tetap disambut dengan rasa bimbang campur canggung antara Chen dan Han Bi karna sebelumnya Kyungsoo jarang memperlakukan mereka seperti itu.
---
__ADS_1
Julia kembali ke kediamannya sambil menghirup udara malam dibalkon kamar. Ternyata sulit sekali mendekati dua pria yang dulu sering bergelayut dengan Kyungsoo. Untuk membuat mereka menjadi akrab mungkin perlu beberapa waktu lain. Mungkin dulu Kyungsoo kurang pendekatan kepada mereka sehingga dipikiran anak buahnya
yang ada hanyalah jika dengan bos harus seperti antara atasan dan bawahan. Namun sesungguhnya bukan itu. Bos dan atasan sama-sama manusia yang saling ketergantungan.
Drrrr...
Sebuah benda pipih persegi panjang bergetar diatas nakasnya. Panggilan itu bergetar berulang kali sehingga sipemiliknya tidak menyadari itu.
Siang tadi Julia membeli sebuah buku tulis. Buku tulis yang agak tebal. Maksud hatinya membeli itu adalah untuk menulis kesehariannya. Atau bisa dibilang seperti membuat diary setiap harinya. Dia masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu balkonnya menuju ranjangnya. Ia akan memulai sesuatu dengan buku tersebut.
~~ Kyungsoo ya.
Hari ini aku sudah diperkenalkan dengan seluruh staff dan karyawan perusahaanku, bukan lebih tepatnya perusahaan kita. Aku masih gugup dan belum berani untuk menjadi seorang pemilik perusahaan ini. Tapi ya sudahlah aku akan mulai belajar hari ini.
Barusan aku mengajak dua kawanan setiamu makan disebuah cafe. Sebenarnya aku ingin mengakrabkan diri dengan mereka, tapi entah mungkin mereka yang malu atau aku yang tidak bisa mendekatkan diri dan mereka masih canggung denganku. Apakah kau dulu tidak pernah membuat mereka terlihat seperti seorang teman? Maaf, aku hanya bertanya. Jangan marah ya.?! Kyungsoo ya ?? sekarang kau ada dimana? Apakah kau baik-baik saja ?
Jangan cemaskan aku. Aku sekarang sudah mulai kuat saat ini. Kalau perlu aku akan belajar bela diri mulai sekarang.
Kyungsoo ya? Bisakah kau datang sesekali dalam mimpiku??
Julia melupakan panggilan telfonnya hingga si empunya terlelap tidur saat menulis kalimat terakhir yang ia tulis. Memang menulis ataupun membaca disaat malam berpotensi membuat manik-manik menjadi lebih berat dengan daya sebanyak 5watt. Andai ada Kyungsoo. Mungkin pria itu akan menyelimutinya agar tidak kedinginan. Thor sebenarnya kangen Kyungsoo...
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus novel Cerita Julia dan Korea selatan dengan komen, like, favorite dan sharingnya ya. Gumauwo.