
Julia segera menutup mulutnya yang
seakan-akan ingin mengeluarkan suara sekencang-kencangnya ketika ia melihat
wajah ibunya.
“Ibu...hiks” hanya kalimat itu yang
keluar dari mulut Julia dan mengubah pecah kesunyian rumah sakit.
Ulu hatinya serasa hancur
berkeping-keping melihat kepergian ibunya selama-lamanya.
“Tuan. saat ini nona Julia hanya
tinggal dirumah sakit. mereka tidak membawa barang apapun kecuali nona Julia
yang hanya membawa barang sendiri dari Korea. namun ada beberapa dokter dan
perawat yang memberikan beberapa helai baju untuk adiknya” laporan itu diterima
Kyungsoo sambil melihat keadaan ICU dari jauh.
“Beli appartmen yang sudah siap
huni hari ini dan lengkapi kebutuhan sehari-harinya mulai dari pakaian dll.
siapkan juga proses pemakaman ibunya. ku dengar disini orang mati hanya dikubur
dan tidak dikremasi. aku ingin dia mendapat pemakaman layak untuk Ibunya.”
Kyungsoo memberi perintah kepada Chen.
“Maafkan aku Julia. saat ditempat
itu kau sudah membuatku gila”
“Maka kau harus ku dapatkan. tidak ada yang
boleh memilikimu selain aku sendiri!!” Ujar Kyungsoo penuh hasrat dan tekad.
Proses pemakaman berlangsung keesokan paginya. Hembusan angin sepoi diiringi
suara burung terbang mengiringi pemakan jasad ibu Julia. Jasad ibunya telah
tertimbun tanah bersama aroma bunga. Hening, namun penuh dengan penyeselan dan
kesedihan. Mereka mulai menyiram kuburan ibunya dengan setumpuk bunga yang
memenuhinya sepanjang kuburan ibunya. isak tangis Julia dan adiknya masih
berlanjut. Hampa hati Julia menatap tulisan papan kuburan yang tertulis nama
ibunya beserta tanggal lahir dan tanggal kematiannya.
Hancur hati tak dapat dibayangkan. Ulu
hati rasanya koyak. beberapa sanak keluarga, teman, dokter Jeremi turut hadir
melihat jasad ibu Julia untuk yang terakhir kali. Semuanya satu persatu kembali
pulang meninggalkan pemakaman. Mereka meninggalkan Julia dan Lexa sambil
memberi dukungan dan mengucapkan belasungkawa. Hingga hanya tersisa mereka
berdua.
Julia dan Lexa terduduk lemas
disamping makam ibunya.
“Ibu...” isak tangis yang
teruyun-uyunn.
“Hiks..hiks....”
“kak setelah ini, kita akan tinggal
dimana ? “Sahut sang adik dengan wajah penuh bingung.
Julia pun tersadar bahwa selama ini
mereka hanya tinggal dirumah sakit setelah rumahnya habis dilalap si jago
merah. diapun lupa untuk mencari tempat tinggal sementara dikala ibunya masih
dirumah sakit.
Dia segera mengusap wajahnya dengan
kasar. “untuk sementara kita cari penginapan dulu. nanti kakak akan cari
kontrakan murah” jawab Julia dengan tenang.
“Lalu gimana dengan kuliah kakak di
Korea ? “Sahut sang adik.
__ADS_1
“Kakak masih belum memikirkan itu.
yang penting kita harus cari tempat tinggal untuk 1 hari dan kakak akan cari
kontrakan saat itu juga” Untuk saat ini hanya itu yang terfikirkan oleh Julia.
Beberapa jarak lokasi tersebut dari
dalam mobil terlihat Kyungsoo memandangi Julia dan adiknya dari jauh.
“ Tuan appartmen dan segala
kelengkapannya sudah saya siapkan dan sudah bisa dihuni saat ini “ Ujar sang
sekretaris kepada Kyungsoo.
“ Panggil Julia dan adiknya kesini
“ perintah sang atasan kepada sekretaris.
“Baik Tuan” Jawab chen.
Chen segera berjalan menuju TPU
menuju kuburan Ibunda Julia.
“Nona Julia” panggil chen dengan bahasa korea.
Julia dan Lexa pun melihat ke arah
sumber suara tersebut.
Julia dan Lexa segera berdiri untuk
menyambut kedatangan orang asing didepannya.
“Maaf, anda siapa ?” Ujar Julia
kepada laki-laki dihadapannya.
“Silahkan ikuti saya terlebih
dahulu”
Ditulisan ini sebenarnya Julia berbicara
menggunakan bahasa Korea, Namun Author ingin sesuatu yang gampang aja.!!!
Julia dan Lexa pun mengikuti Chen
dari belakang menuju sebuah mobil sedan mewah. langkah kami terhenti didepan
pintu mobil dengan kondisi pintu belakang mobil terbuka. terlihat jelas sosok
laki-laki yang pernah Julia temui di rumah sakit.
untuk masuk kedalam mobil. namun Julia enggan.
“ Maaf ada urusan apa anda mencari
saya ?” Ujar Julia penuh keraguan.
“Nona tenang saja, Tuan kami hanya
membicarakan sesuatu kepada anda” Sahut sang sekretaris kepada Julia yang masih
berdiri didepan pintu mobil.
“ Masuklah. aku tidak akan
melecehkanmu “
Julia pun pelan-pelan masuk dan
duduk dimobil tersebut. sementara adik dan Chen di mobil lain. mobil pun
meninggalkan lokasi pemakaman.
Didalam mobil itu memang ada supir
yang masih setia duduk dikursinya.
Beberapa lama dalam mobil masih
hening tanpa ada pembicaraan. Julia merasa harus membuka kata agar memecah
keheningan itu.
“Anda urusan apa aanda mencari
saya?” Sahut Julia melirik ke arah Kyungsoo.
Kyungsoo pun melihat ke arah Julia.
“Apa kau tidak ingat aku ? Kyungsoo
justru balik melontarkan pertanyaan kepada Julia.
Kyungsoo mendorong wajahnya lebih
dekat ke arah Julia. Julia pun langsung sigap memundurkan badannya agar tidak
terjadi sesuatu. pertanyaan itu membuat Julia berfikir keras, apakah dia ingat
dengan wajah ini sebelumnya ?
Tiba-tiba Julia ingat saat di
__ADS_1
penyewaan Hanbook. Pria yang merampas ciuman pertamanya.
“Kau ?!” sambil meunjuk ke arah
Kyungsoo dengan expresi terkejut.
Kyungsoo tersenyum sungging dan
kembali duduk diposisi awal sambil merapikan tepi baju jasnya.
Julia merasa kebingungan. Kenapa pria
disampingnya ini tiba-tiba ada di Indonesia lalu menjadi President Direktur
rumah sakit tempat ibunya dirawat. dan sekarang mengikuti sampai ke pemakaman.
dan lebih anehnya lagi membawa dia ke pergi.
“Aku tahu kau bingung kenapa aku
bisa disini” Ujar kyungsoo dengan penuh kharisma.
Julia mengalihkan pandangannya
langsung ke arah kyungsoo seakan-akan pria itu bisa membaca isi pemikirannya.
Mobil pun berhenti disebuah
Appartmen mewah dibilangan Jakarta Selatan. Kyungsoo segera turun namun Julia
tetap berada di mobil.
“Apa kau hanya akan duduk disana
saja nona Julia ?” Kyungsoo mengarahkan pandangan ke dalam mobil.
Julia pun akhirnya turun mengikuti
Kyungsoo diiringi bersama dengan Chen dan adiknya Lexa.
Lexa segera mendekap Julia karna
mulai takut. mereka memasuki appartmen mewah dan menaiki lift menuju lantai 27.
Julia sedikit takut kalau-kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. saat tiba
dilantai 27 mereka berjalan dan berhenti di depan kamar appartmen bernomor seri
27 juga. mereka memasuki appartmen.
Langkah kakak beradik itu terhenti
seketika. Julia dan Lexa terkagum-kagum melihat megahnya appartmen itu.
“Apa ini tempat tinggalmu ? Sahut
Julia kepada Kyungsoo.
“Bukan” “jawab Kyungsoo dengan
datar.
“Nona, mulai saat ini appartmen ini
telah dibeli atas nama anda oleh tuan Kyungsoo. jadi anda akan tinggal disini
selanjutnya” Ujar chen berbicara kepada Julia.
Seperti petir disiang bolong, Julia
tidak percaya. matanya terbelalak seakan-akan ingin keluar dari tempatnya. Sedangkan
Lexa tidak mengerti apa yang orang dewasa itu bicarakan.
“Jinjja/jjeongmal (benarkah/serius)
???”
Namun Julia tidak akan mudahnya
terpercaya dengan yang diucapkan Chen.
“Untuk apa kalian membeli appartmen
ini untukku ? Apa yang anda inginkan dari saya tuan Kyungsoo ?” Sahut Julia penuh
heran.
“Wanitaku cukup pintar” sahut
Kyungsoo dalam fikirannya.
Kyungsoo langsung memberi aba-aba
kepada Chen untuk meninggalkan dia dan Julia berdua saja didalam. Chen pun
paham dan langsung membawa Lexa keluar.
“Kenapa mereka keluar ?” Julia
langsung mengambil siaga 1 untuk
melindungi dirinya dari pria yang ada dihadapannya.
** Kasih komen
dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **
__ADS_1