Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 8


__ADS_3

Julia segera menutup mulutnya yang


seakan-akan ingin mengeluarkan suara sekencang-kencangnya ketika ia melihat


wajah ibunya.


“Ibu...hiks” hanya kalimat itu yang


keluar dari mulut Julia dan mengubah pecah kesunyian rumah sakit.


Ulu hatinya serasa hancur


berkeping-keping melihat kepergian ibunya selama-lamanya.


“Tuan. saat ini nona Julia hanya


tinggal dirumah sakit. mereka tidak membawa barang apapun kecuali nona Julia


yang hanya membawa barang sendiri dari Korea. namun ada beberapa dokter dan


perawat yang memberikan beberapa helai baju untuk adiknya” laporan itu diterima


Kyungsoo sambil melihat keadaan ICU dari jauh.


“Beli appartmen yang sudah siap


huni hari ini dan lengkapi kebutuhan sehari-harinya mulai dari pakaian dll.


siapkan juga proses pemakaman ibunya. ku dengar disini orang mati hanya dikubur


dan tidak dikremasi. aku ingin dia mendapat pemakaman layak untuk Ibunya.”


Kyungsoo memberi perintah kepada Chen.


“Maafkan aku Julia. saat ditempat


itu kau sudah membuatku gila”


 “Maka kau harus ku dapatkan. tidak ada yang


boleh memilikimu selain aku sendiri!!” Ujar Kyungsoo penuh hasrat dan tekad.


 


 


 


 


Proses pemakaman berlangsung keesokan paginya. Hembusan angin sepoi diiringi


suara burung terbang mengiringi pemakan jasad ibu Julia. Jasad ibunya telah


tertimbun tanah bersama aroma bunga. Hening, namun penuh dengan penyeselan dan


kesedihan. Mereka mulai menyiram kuburan ibunya dengan setumpuk bunga yang


memenuhinya sepanjang kuburan ibunya. isak tangis Julia dan adiknya masih


berlanjut. Hampa hati Julia menatap tulisan papan kuburan yang tertulis nama


ibunya beserta tanggal lahir dan tanggal kematiannya.


Hancur hati tak dapat dibayangkan. Ulu


hati rasanya koyak. beberapa sanak keluarga, teman, dokter Jeremi turut hadir


melihat jasad ibu Julia untuk yang terakhir kali. Semuanya satu persatu kembali


pulang meninggalkan pemakaman. Mereka meninggalkan Julia dan Lexa sambil


memberi dukungan dan mengucapkan belasungkawa. Hingga hanya tersisa mereka


berdua.


Julia dan Lexa terduduk lemas


disamping makam ibunya.


“Ibu...” isak tangis yang


teruyun-uyunn.


“Hiks..hiks....”


“kak setelah ini, kita akan tinggal


dimana ? “Sahut sang adik dengan wajah penuh bingung.


Julia pun tersadar bahwa selama ini


mereka hanya tinggal dirumah sakit setelah rumahnya habis dilalap si jago


merah. diapun lupa untuk mencari tempat tinggal sementara dikala ibunya masih


dirumah sakit.


Dia segera mengusap wajahnya dengan


kasar. “untuk sementara kita cari penginapan dulu. nanti kakak akan cari


kontrakan murah” jawab Julia dengan tenang.


“Lalu gimana dengan kuliah kakak di


Korea ? “Sahut sang adik.

__ADS_1


“Kakak masih belum memikirkan itu.


yang penting kita harus cari tempat tinggal untuk 1 hari dan kakak akan cari


kontrakan saat itu juga” Untuk saat ini hanya itu yang terfikirkan oleh Julia.


Beberapa jarak lokasi tersebut dari


dalam mobil terlihat Kyungsoo memandangi Julia dan adiknya dari jauh.


“ Tuan appartmen dan segala


kelengkapannya sudah saya siapkan dan sudah bisa dihuni saat ini “ Ujar sang


sekretaris kepada Kyungsoo.


“ Panggil Julia dan adiknya kesini


“ perintah sang atasan kepada sekretaris.


“Baik Tuan” Jawab chen.


Chen segera berjalan menuju TPU


menuju kuburan Ibunda Julia.


“Nona Julia” panggil  chen dengan bahasa korea.


Julia dan Lexa pun melihat ke arah


sumber suara tersebut.


Julia dan Lexa segera berdiri untuk


menyambut kedatangan orang asing didepannya.


“Maaf, anda siapa ?” Ujar Julia


kepada laki-laki dihadapannya.


“Silahkan ikuti saya terlebih


dahulu”


Ditulisan ini sebenarnya Julia berbicara


menggunakan bahasa Korea, Namun Author ingin sesuatu yang gampang aja.!!!


Julia dan Lexa pun mengikuti Chen


dari belakang menuju sebuah mobil sedan mewah. langkah kami terhenti didepan


pintu mobil dengan kondisi pintu belakang mobil terbuka. terlihat jelas sosok


laki-laki yang pernah Julia temui di rumah sakit.


untuk masuk kedalam mobil. namun Julia enggan.


“ Maaf ada urusan apa anda mencari


saya ?” Ujar Julia penuh keraguan.


“Nona tenang saja, Tuan kami hanya


membicarakan sesuatu kepada anda” Sahut sang sekretaris kepada Julia yang masih


berdiri didepan pintu mobil.


“ Masuklah. aku tidak akan


melecehkanmu “


Julia pun pelan-pelan masuk dan


duduk dimobil tersebut. sementara adik dan Chen di mobil lain. mobil pun


meninggalkan lokasi pemakaman.


Didalam mobil itu memang ada supir


yang masih setia duduk dikursinya.


Beberapa lama dalam mobil masih


hening tanpa ada pembicaraan. Julia merasa harus membuka kata agar memecah


keheningan itu.


“Anda urusan apa aanda mencari


saya?” Sahut Julia melirik ke arah Kyungsoo.


Kyungsoo pun melihat ke arah Julia.


“Apa kau tidak ingat aku ? Kyungsoo


justru balik melontarkan pertanyaan kepada Julia.


Kyungsoo mendorong wajahnya lebih


dekat ke arah Julia. Julia pun langsung sigap memundurkan badannya agar tidak


terjadi sesuatu. pertanyaan itu membuat Julia berfikir keras, apakah dia ingat


dengan wajah ini sebelumnya ?


Tiba-tiba Julia ingat saat di

__ADS_1


penyewaan Hanbook. Pria yang merampas ciuman pertamanya.


“Kau ?!” sambil meunjuk ke arah


Kyungsoo dengan expresi terkejut.


Kyungsoo tersenyum sungging dan


kembali duduk diposisi awal sambil merapikan tepi baju jasnya.


Julia merasa kebingungan. Kenapa pria


disampingnya ini tiba-tiba ada di Indonesia lalu menjadi President Direktur


rumah sakit tempat ibunya dirawat. dan sekarang mengikuti sampai ke pemakaman.


dan lebih anehnya lagi membawa dia ke pergi.


“Aku tahu kau bingung kenapa aku


bisa disini” Ujar kyungsoo dengan penuh kharisma.


Julia mengalihkan pandangannya


langsung ke arah kyungsoo seakan-akan pria itu bisa membaca isi pemikirannya.


Mobil pun berhenti disebuah


Appartmen mewah dibilangan Jakarta Selatan. Kyungsoo segera turun namun Julia


tetap berada di mobil.


“Apa kau hanya akan duduk disana


saja nona Julia ?” Kyungsoo mengarahkan pandangan ke dalam mobil.


Julia pun akhirnya turun mengikuti


Kyungsoo diiringi bersama dengan Chen dan adiknya Lexa.


Lexa segera mendekap Julia karna


mulai takut. mereka memasuki appartmen mewah dan menaiki lift menuju lantai 27.


Julia sedikit takut kalau-kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. saat tiba


dilantai 27 mereka berjalan dan berhenti di depan kamar appartmen bernomor seri


27 juga. mereka memasuki appartmen.


Langkah kakak beradik itu terhenti


seketika. Julia dan Lexa terkagum-kagum melihat megahnya appartmen itu.


“Apa ini tempat tinggalmu ? Sahut


Julia kepada Kyungsoo.


“Bukan” “jawab Kyungsoo dengan


datar.


“Nona, mulai saat ini appartmen ini


telah dibeli atas nama anda oleh tuan Kyungsoo. jadi anda akan tinggal disini


selanjutnya” Ujar chen berbicara kepada Julia.


Seperti petir disiang bolong, Julia


tidak percaya. matanya terbelalak seakan-akan ingin keluar dari tempatnya. Sedangkan


Lexa tidak mengerti apa yang orang dewasa itu bicarakan.


“Jinjja/jjeongmal (benarkah/serius)


???”


Namun Julia tidak akan mudahnya


terpercaya dengan yang diucapkan Chen.


“Untuk apa kalian membeli appartmen


ini untukku ? Apa yang anda inginkan dari saya tuan Kyungsoo ?” Sahut Julia penuh


heran.


“Wanitaku cukup pintar” sahut


Kyungsoo dalam fikirannya.


Kyungsoo langsung memberi aba-aba


kepada Chen untuk meninggalkan dia dan Julia berdua saja didalam. Chen pun


paham dan langsung membawa Lexa keluar.


“Kenapa mereka keluar ?” Julia


langsung mengambil siaga 1  untuk


melindungi dirinya dari pria yang ada dihadapannya.


** Kasih komen


dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **

__ADS_1


__ADS_2