
** Jangan lupa baca novel terbaru Thor ya Chinggu\, Judulnya Love in Seoul City. Gumauwo !!!♥♥♥
Kyungsoo melemparkan sebuah kertas hasil visum pemeriksaan Eun Mi dihadapannya.
“Apa itu??” Tanya Eun Mi yang terlihat tidak tenang.
“Itu adalah hasil pemeriksaan area ** mu. Disitu hasilnya dinyatakan bahwa tidak ada gesekan benda didalam ** mu saat kejadian hari itu. Berarti hasilnya bisa disimpulkan bahwa aku tidak melakukannya padamu malam itu.”
Mendengar hal itu Eun Mi murka. Ingin rasanya ia merobek kertas itu jika ia tidak diikat.
“Dan foto itu sudah ku hapus dari ponselmu.” Sambung Kyungoo sambil menarik lembut sebatang rokok dari hisapan mulutnya.
Eun Mi masih memangku memandang lekat Pria dihadapannya, Pria yang selama ini dikejar-kejarnya agar kekayaan dan ketenarannya semakin bertambah. Ia tahu Kyungsoo laki-laki sempurna yang membuatnya bisa diatas rata-rata. Tapi usahanya sia-sia saat ini. Dihadapan pria yang ia pandang dengan kebencian sekarang,
ia malah menjadi tawanan.
“Lepas ikatannya” Ujar Kyungsoo memberi perintah kepada Bodyguardnya.
Mendengar hal itu sontak Eun Mi sedikit lega. Kyungsoo tidak mungkin akan menyakitinya lebih dari ini dan pasti akan melepaskannya, mengingat hubungan keduanya selama ini baik-baik saja. Namun siapa sangka dibalik perintahnya itu malah menjadi boomerang bagi Eun Mi.
“Terimakasih kau telah melepaskanku. Aku...”
“Siapa bilang aku melepaskanmu???” Kyungsoo langsung menyela ucapan Eun Mi. Eun Mi langsung dibuat bingung dengan ucapan Kyungsoo.
“Kau lihat beberapa anak buahku sepertinya tergoda dengan tubuhmu” Kyungsoo menenggelamkan puntung rokoknya dalam asbak dihadapannya.
Eun Mi terkejut melihat wajah-wajah bodyguardnya yang memandang tubuh Eun Mi dengan tatapan penuh nafsu yang sudah berangsur-angsur mendekati tubuh Eun Mi.
“Mau apa kalian?? Jangan mendekat!” Eun Mi berusaha menggeserkan dan memundurkan langkahnya menjauhi beberapa bodyguard yang akan menyetubuhinya bersama-sama. Wajahnya luar biasa ketakutan.
“Nikmatilah hadiah dariku” Seringai Kyungsoo sambil bangun dari duduknya dan meninggalkan tempat itu diikuti langkah Chen, Han bi dan beberapa pengawalnya.
__ADS_1
“Enggak, Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...” Teriakan Eun Mi menggema di Villa Tua dan kosong itu. Teriakannya tidak akan mampu menyelamatkannya. Villa yang sudah lama ditinggalkan karna bangunannya yang sudah tua tak terurus dan berada ditengah-tengah hutan jauh dari ibu kota Seoul. Siapapun tidak akan bisa mendengar teriakan sang penyanyi terkenal.
---
Penyanyi Song Eun Mi dinyatakan hilang dari pihak media. Sosoknya tidak diketahui dimana keberadaannya. Padahal Eun Mi disekap disebuah Villa tua milik Kyungsoo. Eun Mi menangis sesegukkan setelah digilir beberapa bodyguard milik Kyungsoo. Perasaannya kini hancur. Rasa dendamnya kini berkobar bak Api yang akan siap melalap habis apapun didekatnya.
Ia ingin mengakhiri hidupnya. Hartanya telah habis dan telah disita pihak Bank Korea. Tubuhnya juga telah dinikmati beberapa laki-laki pengikut Kyungsoo. Lalu untuk apa ia hidup?? Ia ingin mengakhiri hidupnya tapi tidak tahu bagaimana caranya. Pikirannya telah buntu tak dapat berpikir jernih.
---
Keesokan harinya Kyungsoo mendapat kabar bahwa Eun Mi bunuh diri menggunakan pistol milik salah satu bodyguard yang menjaganya.
“Buang mayatnya kelaut, jangan meninggalkan jejak. Bukan kita yang membunuhnya. tapi ia sendiri yang membunuh dirinya” Ucap Kyungsoo sambil melayangkan kedua kakinya diatas meja kerjanya.
Kabar Eun Mi yang bunuh diri pun terdengar juga hingga ke telinga Julia. Ia sedih tapi tak bisa menyembunyikan rasa kekesalannya terhadap wanita itu. Kyungsoo telah memberikan bukti hasil visum Eun Mi sebelumnya bahwa ia benar-benar tidak melakukan hal itu kepada Eun Mi. Julia tidak mungkin tidak mempercayai Kyungsoo, karna hasil visum itu jelas dari sebuah rumah sakit.
Hasil dari rumah sakit pastinya akurat dan tidak akan dibuat-buat, kecuali jika memang Kyungsoo gila dan membuat hasil visum itu palsu.
---
“Nyonya, baju rajutannya sangat lucu sekali” Ungkap Sung Ja yang bahagia melihat hasil ajarannya kepada Julia.
“Benarkah???, Gumauwo Sung Ja shi” Terlihat raut senyum menghiasi bibir tipis Julia melihat hasil karyanya untuk sang buah hati.
Julia terus saja merajut beberapa baju untuk buah hatinya, walaupun baru satu yang ia selesaikan. Ia tetap bersemangat merajut baju rajutan lainnya tanpa lelah.
“Nyonya, jangan lupa untuk mengisi perut anda. Si kecil pasti lapar sekarang” Ungkap Pak Lee seraya mengingatkan Julia yang mulai lupa untuk mengisi perutnya.
“Ya ampun aku sampai lupa untuk makan, maaf ya nak, Ibu lupa diri” Ungkap Julia sambil meletakkan hasil rajutannya yang belum usai.
Julia pun makan sambil memperhatikan para pelayan merajut sebagian, sebagiannya lagi sedang membereskan pekerjaan rumah.
__ADS_1
Julia tetap asyik dengan kesibukannya merajut hingga ia tidak sadar waktu sudah menunjukan pukul 11.00 malam.
“Hooammmmm” Julia sudah mulai menguap dan terlihat matanya telah lelah memperhatikan rajutannya.
Lima belas menit kemudian Julia tertidur lelap bersandar dibawah kaki sofa. Para pelayan bingung apakah harus menggendongnya atau membangunkannya untuk berpindah ke kamar. Jika menggendongnya hanya ada Pak Lee, namun pak Lee sudah cukup tua untuk menggendong tubuh Nyonyanya.
Mereka tidak berani berbuat apa-apa selain menunggu Kyungsoo pulang untuk bisa mengangkat Julia ke kamar.
“Apa dia tertidur?” Ujar Kyungsoo yang baru saja tiba dari pekerjaannya dan melihat Julia telah terkulai tidur dengan nyenyak.
Kyungsoo lalu mengangkat Julia dan membawanya ke kamar mereka.
Kyungsoo meletakkan tubuh kecil itu diatas ranjang dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan Julia. Ia mulai memperhatikan setiap lekuk tubuh Julia. Nafsu birahinya mulai menegang namun ia harus tahan mengingat umur kandungan Julia tidak memperbolehkannya melakukan hubungan seks.
Kyungsoo pun pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang mulai lengket akibat kesibukannya seharian dilapangan.
Seusai mandi dan keluar dari kamar mandi, ia kembali melihat tubuh kecil Julia.
Setelah memakai piyama tidur, Kyungsoo membaringkan badannya. Ia lebih mendekatkan dirinya ke Julia yang terbaring mengarah ke langit-langit kamar. Kyungsoo mendekati Julia dan dilihatnya lekat-lekat wajah wanita yang selalu ia sakiti. Tak lama tubuh Julia reflek menggerakkan badannya ke samping menghadap Kyungsoo.
Kyungsoo seperti mendapat sambaran hadiah ketika dilihatnya baik-baik setiap inci ukiran pahatan karya Tuhan. Wajah tenang dan cantiknya mendominasi seluruh keinginannya untuk meluluhkan wanita dihadapannya.
Cup..
Kyungsoo mengecup kening sang istri. Bagaimanapun ia telah jatuh. Kali ini hati dinginnya kepada wanita langsung buyar sejak ada Julia disisinya.
Masalahnya dengan Eun Mi terselesaikan sudah. Kini ia hanya bisa menunggu hati Julia yang masih keras bagaikan es itu mencair.
__ADS_1
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *