Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 4


__ADS_3

 “ Ahh lelahnya, tidak ada yang cocok dengan


kerja part timenya, menyebalkan” Gumam Julia dengan penuh kesal.


Setelah menghabiskan makanan dan


minumannya, Julia membuka Instagramnya dan melihat beberapa post update dari


Bias kesayangannya yakni Boyband terkenal Korea FLOW. Seketika semangatnya


berangsur-angsur kembali saat melihat bias kecintaannya mengupdate post


terbaru. dan dia pun membaca beberapa DM yang masuk di Instagramnya yang dia


tidak kenal.


“kapan mau buka trip Korea lagi


sist, saya mau daftar 1 keluarga”


Ahhh seketika semangat Julia


memuncak ketika melihat fulus hampir didepan mata. tanpa ragu-ragu Julia


membalas DM wanita tersebut dan memberikan jadwal schedulnya.


“kapan kira-kira ibu berencana akan


liburan ke Korea ? bulan depan musim Summer dan kebetulan lagi musim libur


disini, ibu bisa datang membawa keluarga untuk berlibur Ke Korea”


Dengan ketika secepat naga Julia


membalas DM wanita tersebut, berharap akan ada deal disana. lalu tak lama


setelah itu Ibu itu membalas dan bertanya berapa biaya dan segala liternity


yang akan dijadwalkan selama liburan. dengan semangat yang membara Julia


memberikan beberapa post Liternity beserta biaya include dan exclude


tourtripnya. lalu si ibu membalas akan memberikan jawaban kepada Julia


secepatnya setelah ia mendiskusikan dengan keluarganya disana.


Julia sangat happy walaupun itu


belum pasti akan deal atau tidak. Setelah beberapa lama kemudian dia mendapat


pesan singkat Whatsapp dari adiknya di Jakarta

__ADS_1


“ Kak rumah kita kebakaran dan


semuanya hangus tak tersisa, Ibu juga terkena luka parah dan kritis di rumah


sakit. Kakak lekaslah pulang”


Mendapat pesan singkat dari adiknya


seketika wajah bahagia Julia langsung berubah 180 derajat dan langsung berlari


menuju arah jalan dan memberhetikan taxi.


“Taxi...” Teriak Julia dengan penuh


kekhawatiran dan tergesa-gesa saat memberhentikan sebuah taxi dan masuk


kedalamnya. Dia mulai melihat beberapa jadwal penerbangan tercepat dan ada


jadwal penerbangan pukul 02.15 pagi hari menuju Jakarta dengan harga 100.000


won. dia pun langsung memesannya tanpa berfikir panjang.


Taxi pun akhirnya berhenti didepan


kediaman Julia. Julia bergegas menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. dengan


fikiran yang berkecamuk, Julia mengambil koper kosongnya dan mengisi beberapa


dan bersiap-siap menuju bandara Incheon.


Julia berlari-lari menuju halte


dengan tergesa-gesa sambil melarikan koper kecilnya. saat sedang di Halte bus,


tak lama kemudian bus yang ditunggu datang, Julia pun naik dan duduk menunggu


sampai di Bandara. Masih ada waktu 4 jam lagi sebelum terbang. waktu yang


dibutuhkan sampai bandara sekitar 1.5 Jam.


Sementara ditempat lain, Dirumah


kediaman Villa pribadi Kyungsoo, Sekretaris pribadinya datang menghampiri Kyungsoo


yang sedang berdiri melihat alam dari balik jendela besar rumahnya sambil


memegang gelas berisi wine ditangan kanannya dengan membelakangi chen


“Tuan muda, pagi subuh ini nona


Julia berangkat ke Indonesia secara mendadak. Menurut informasi rumah Nona

__ADS_1


Julia kebakaran hebat dan menghanguskan rumahnya, saat ini ibunya terkena luka


bakar parah dan sedang kritis di rumah sakit” Kata chen dengan tegas.


Kyungsoo langsung menginstruksikan


sekretarisnya untuk mengirim seseorang melihat kondisi disana alias mata-mata.


Chen pun langsung paham dan segera melakukan perintah Kyungsoo.


Tak lama kemudian pukul 02.15


pesawat yang ditumpangi Julia terbang ke langit-langit Korea meninggalkan


landasan. Butuh waktu 8 Jam hingga sampai di Jakarta. Julia yang sembari


diperjalanan tidak tidur dikelilingi rasa was-was akan kondisi keluarganya


disana. ulu hatinya terasa sakit saat mendengar musibah yang menimpa


keluarganya. Kedua tangannya saling berganti meremas jari jemari, degup


jantungnya berirama tak karuan membuat nafasnya sesak. Julia selalu melihat ke


arah jendela berharap langit segera cerah agar kegelisahannya semakin berkurang


dan berharap tidak akan lama lagi sampai ditempat tujuan.


Ia pun letih berfikir terlalu lama.


Sesekali dia tertidur dan langsung sadar beberapa belas menit kemudian dan


langsung melihat ke arah jendela tepat disebelahnya, berharap langit segera


cerah sebagai tanda bahwa dia tidak lama lagi akan sampai ditempat tujuan. dan


itu selalu berulang-ulang terlintas difikirannya tanpa henti. “ Ya Tuhan semoga


ibu bisa baik-baik saja “ Doa kecil yang terlintas dihati kecil untuk ibu


tersayangnya.


Pukul 10.14 pesawat


Korean Air mendarat di Bandara Sokearno Hatta Jakarta. Seluruh penumpang


bersiap-siap mengatur posisi keluar dari badan pesawat. lalu mengikuti alur kedatangan


dan memproses imigrasi. di pintu ketibaan Julia langsung mengambil salah satu


taxi yang masih terparkir tanpa penumpang. ia pun akhirnya meninggalkan bandara

__ADS_1


menuju rumah sakit swasta Jakarta.


__ADS_2