Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 09


__ADS_3

Kyungsoo melangkah pelan-pelan ke


arah Julia. Julia pun balas memundurkan langkahnya hingga langkah mundurnya


terhenti menabrak dinding dan dikunci langsung oleh tangan kiri Kyungsoo ke


dinding tanda akhir Julia tidak bisa melarikan diri.


Julia mengangkat wajahnya


memandangi Kyungsoo dengan penuh emosi. “Bisakah anda jelaskan apa maksud anda


tuan Kyungsoo??”


Kyungsoo memperhatikan bibir pink


Julia dengan penuh nafsu.


Tanpa berpikir panjang Julia menendang


Junior Kyungsoo dengan keras.


“Ahhh.” teriak kencang kyungsoo


sambil menyelamatkan junior kecilnya.


“Rasain” Ujar kesal Julia berhasil


lepas dari Kyungsoo.


Kyungsoo mengerang kesakitan. Ohh


tidak masa depan Kyungsoo terancam.


Julia mencoba kabur dan membuka


pintu appartmen, namun pintu rupanya terkunci otomatis dari luar oleh Chen.


Shit !! Julia kesal.


Kyungsoo yang mulai sadar dan mulai


membenarkan posisinya mencoba untuk mengembalikan keadaan dan mencoba meraih


Julia. Kyungsoo pun pelan-pelan merogoh kocek saku didadanya, mengeluarkannya


dan berusaha memberikannya kepada Julia.


Dari jauh Julia bertanya “Apa itu?”


Karna ia tahu Kyungsoo masih


meringis kesakitan dan tidak bisa macam-macam dengan keadaannya, Julia pun


meraih surat itu secara hati-hati dan langsung merampasnya.


Julia pun membaca isi surat itu, ia


lihat dengan sungguh-sungguh dan ia benar-benar tidak percaya dengan isi surat


tersebut. “Ini tagihan rumah sakit dan biaya pemakaman ibuku ?” tanya Julia


penuh heran.


“Menurutmu?? Jawab Kyungsoo dengan


pelan karna masih menahan sakit.


Tagihan dan biaya pemakaman itu


dibayar lunas oleh Kyungsoo dan nilai keseluruhan adalah 82 Juta lebih. Disini


Julia bingung, apakah dia harus bersyukur ataukah ini menjadi beban baginya


sebab nilai itu sangat besar baginya.


“Kenapa ? Apakah kau terkejut ?”


Sahut Kyungsoo yang berangsur-angsur mulai kurang rasa sakitnya.


“Apakah ini hutangku ? kenapa kau


membayarnya” Tanya Julia dengan penuh keraguan.


“ Menurutmu, apakah kau bisa


membayar tagihan rumah sakit sebanyak itu ? Jawab Kyungsoo.


Julia masih tidak percaya “Aku


tidak memintamu untuk membayarnya”


“Kau memang tidak memintaku untuk


membayarnya, tapi apakah kau bisa membayar tagihan sebanyak itu ?


“Dan lagi kalau bukan aku, siapa


lagi yang akan membantumu melunasi biaya itu ? Kyungsoo sudah mulai bisa


berdiri tegap walaupun juniornya masih terasa perih.


“Aku akan membayarnya, beri aku


waktu”


Julia meyakinkan Kyungsoo untuk


memberinya waktu untuk melunasi hutangnya.


“1 Bulan aku beri kamu waktu” Jawab

__ADS_1


Kyungsoo tegas.


“ Haa !!! Maldo Andwae/Tidak


mungkin” Sahut Julia tidak percaya diri.


“Jika kau tidak bisa melunasi dalam


1 bulan, kau harus ikut denganku” Tegas Kyungsoo.


Dalam fikiran Julia begitu banyak


makna yang ia rasakan mendengar kata-kata ikut dengannya, apakah semacam


bekerja dengannya, ataukah hal lain. Namun ia berfikir mungkin ikut bekerja


dengannya. “Apakah itu semacam kau memperkerjakan ku ? Ujar Julia penuh rasa


penasaran.


“Bekerja denganku ??” Kyungsoo


merasa dia harus memperjelas maksud yang ia lontarkan kepada Julia.


“Aku tidak ingin wanitaku bekerja”


“ Maksudmu wanitamu ??? Apa itu ?” Julia


sedikit membentak merasa ada hal yang aneh dengan ucapan laki-laki itu.


“ Tinggal denganku dan jadi


wanitaku. kau harus menuruti apa kataku “


Julia seperti terhipnotis. seperti petir


yang menyambar hampir tepat didekatnya. Astaga, pilihan apa itu ? masihkah


manusiawi permintaannya ?


Keraguan pada dirinya mulai


terlintas. bagaimana dia harus mencari uang 82 Juta lebih untuk melunasi


hutangnya dalam waktu 1 bulan yang dijanjikan. itu jauh dari kata mustahil.


Tidak, lebih tepatnya tidak mungkin lagi.


Apa itu jalan buntu ? bekerja pun


dengan mengandalkan tamatan SMA paling besar gaji yang ia terima di Indonesia


hanya 3 Juta lebih dan itupun belum tentu bisa mendapatkannya dalam 1 bulan.


“ Apa yang akan ku dapatkan jika


jadi wanitamu ? tanya Julia berhati-hati.


“ Semuanya akan kau dapatkan,


membelikan apa yang kau mau kecuali lari dariku.” Jawab Kyungsoo dengan percaya


diri.


“ Jika aku tidak bisa membayarnya “


Julia kembali bertanya dengan tatapan yang melekat kepada Kyungsoo.


“ Adikmu akan ku jual kepada mafia


cina “


Julia terdiam.


“ Kalau tidak salah mereka mencari


anak sehat bugar untuk diambil organnya dan dijual sebagai penelitian atau bisa


jadi budak seks“ Sambung Kyungsoo dengan tersenyum girang.


“ Kau iblis bajingan “ Julia mengeratkan


genggamannya menjadi kuat.


“ Jika memang kau kaya, apa


buktinya ?? Tanya Julia.


Kyungsoo lalu melemparkan bukti


pembelian dan sertifikat appartmen atas nama Julia sendiri dihadapan wanitanya.


“ Kau lihat sendiri nama appartmen


ini sah menjadi milikmu, dan ini baru permulaan kekayaan yang kau miliki


sedikit dariku, lalu bukti pelunasan biaya rumah sakit ibumu dengan cap stempel


basah resmi rumah sakit. Apakah itu kurang cukup bukti ??”  Jawab Kyungsoo dingin.


Julia terkejut hingga kedua


pundaknya naik turun tak beraturan. Ohh Tuhan cobaan apalagi ini ???


Julia tidak menjangkau surat-surat


itu, namun ia bisa melihat memang tertulis jelas bahwa sertifikat itu tertera


namanya sendiri Julia Yasmin. untuk sebuah sertifiat, tidak mungkin itu palsu


karna dikeluarkan langsung oleh badan hukum resmi.

__ADS_1


Diluar kamar appartmen, Lexa


khawatir dengan kakaknya yang hanya berdua dengan seorang pria. Dia sesekali


mencuri pandang dengan pria disampingnya yang masih berdiri tegap dengan


beberapa bodyguard dibelakang mereka.


Itu pilihan buntu yang tak mungkin


terelakkan. jalan hidupnya seperti telah diatur oleh genggaman pria


dihadapannya. Mau berfikir keras seperti apapun tidak ada cara lain. Dia harus


menerimanya dan tidak mungkin ada penolakan.


“Baik, aku terima.” Kalimat itu


baru saja terucap dari bibir manis Julia. mengisyaratkan bahwa kerjasama itu


deal saat itu juga.


Kyungsoo menyeringai bahagia


mendengar ucapan wanita yang sudah jelas akan menjadi miliknya.


“ Jawaban yang bijak sayang “ Sahut


Kyungsoo antusias.


Keesokan harinya ia terbangun. mata


sayunya pertama kali memandangi langit-langit bergambar romawi kuno dan melihat


disekelilingnya yang penuh dengan pajangan mahal dikamarnya. ia pun menyadari


kalau dia berada di appartmen miliknya pemberian dari Kyungsoo pria jahat pengganggu hidupnya. ia pun melihat


kesamping. Julia menatap penuh kasih sayang saat melihat adiknya yang masih


pulas tertidur disampingnya.


Ia pun seketika teringat kejadian


kemarin saat negosiasi dengan Kyungsoo. tapi itu bukan negosiasi, melainkan pilihan


konyol yang membuatnya masuk ke kandang Singa. penderitaan untuknya akan segera


dimulai pikir Julia. ia tahu jika dirinya sudah masuk dalam zona neraka,


menyerahkan seluruh kehidupannya termasuk tubuhnya demi menyelamatkan adiknya.


Julia segera berdiri dari tempat


tidurnya. hari masih pukul 06.00 pagi. ia berlari kecil menuju dapur untuk


segera memasak sarapan pagi untuk Lexa. menu andalan sarapannya pagi itu adalah


Nasi Goreng dan Teh hangat. Untuk 2 hari kedepan dia sudah meminta izin ke


sekolah Lexa karna orangtuanya meninggal.


1 Jam sarapan telah siap. ia


tinggal menunggu adiknya bangun dari tidur lelapnya. karna masih zona izin jadi


dia membiarkan adiknya untuk tetap tidur dan terserah bangun jam berapa. yang


jelas jika adiknya sudah bangun, sarapan telah disiapkan.


Siap dengan sarapannya, Julia pun


bergegas mandi.


Pukul 09.00 pagi, Julia duduk manis


di Balkon appartmennya ditemani secangkir teh hangat buatannya. Hembusan angin


pagi membuat rambut lurusnya bergerak indah dibelakang kepalanya. Dari situ dia


dapat melihat jelas seluruh kota Jakarta yang padat. Kediamannya benar-benar lokasi yang


sangat strategis. disekitar lokasi appartmen itu masih ada appartmen lain dan


masih sejajar dengan kantor-kantor perusahaan bergengsi. Seperti mendapat


jackpot apa yang Julia rasakan saat ini.


Kenikmatan mana lagi yang akan aku


dustakan. sadar Julia, nasibmu sudah diatur oleh tangan iblis (Kyungsoo).


Julia pun beranjak dari tempat


duduknya sambil membawa cangkir tehnya dan masuk kedalam. Julia mencoba


mengelilingi appartmennya. ia masih tak percaya appartmen mewah ini diberikan


Kyungsoo untuknya. pajangan-pajangan yang mahal, TV LED yang kegedean diruang


tamu padahal dikamar sudah cukup rasanya, harga perabotan dan beberapa pahatan


dari tangan ahli yang profesional dan bukan abal-abal. Ukuran kamar mandi yang


lebih luas dari kediamanku di Seoul. Luas dapur yang berlebihan. dan 1 yang


membuatku tercengang. kenapa harus ada kolam renang di dalam appartmen ini ??


Oh Tuhan betapa sia-sianya uang yang dikeluarkan Kyungsoo hanya untuk tempat tinggal


semewah ini. Apa aku tidak boleh berenang dikolam renang umum ??

__ADS_1


** Kasih komen


dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **


__ADS_2