Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 33 / Kehilangan


__ADS_3

Kyungsoo ya, apakah kamu mulai mencintainya???


---


Lampu ruang operasi telah mati. pertanda bahwa operasi telah selesai. Seorang dokter keluar sambil membuka maskernya.


“Tuan. Maaf, saya tidak bisa menyelamatkan bayinya” Sambil membungkuk hormat.


Kyungsoo langsung terduduk menarik frustasi rambutnya. Kenapa dia selalu membuat Julia dalam posisi bahaya.? Mulai dari saat mencekiknya saat bulan madu, membiarkannya tidak makan dalam tiga hari hingga ia harus dirawat karna ketahuan sedang dalam keadaan hamil muda. Lalu saat ini ia kecelakaan hingga harus kehilangan buah cintanya.


---


Pukul 20.00 KST Ruang VVIP lantai 25.


Terlihat sangat jelas bangunan-bangunan pencakar langit dan gedung-gedung lainnya di kota Seoul yang padat jika dilihat dari sini. Lampu-lampu menyala disetiap sudut menambah semaraknya malam tiba. Disebuah ruangan yang luas, mewah, sepi dan sunyi namun suram. Tak semua orang mampu bisa menginap diruangan ini.


Sepasang manik-manik terbuka menatap ke arah langit-langit plafon kamar VVIP. Mewah, namun sayang dibalik mewahnya tersimpan rasa kehilangan setelahnya. Air bening kristal keluar dari sela-sela maniknya. Demi apapun rasanya hampir sama dengan ia kehilangan orang tuanya. Bagai ada pedang yang menusuk di jantung, seperti


itulah rasanya sakit kehilangan.


“Hiks”.......


Tak ada satupun orang didalam ruangan itu.


“Hhuhuuhuuuuuu...”


“Wae/kenapa???” Ucapnya lirih dan lembut.


“Aaaaaaaaaaaaa.............” Julia berteriak histeris sejadi-jadinya.

__ADS_1


Kyungsoo langsung masuk kedalam kamar saat mendengar teriakkan Julia. Ia langsung memeluk tubuh wanita malangnya itu dengan erat agar mampu berbagi rasa pedih dengannya.


“Julia shi, Gwaenchanna/it’s okay, gwaenchanna/it’s okay” Ucap Kyungsoo seraya memberi kecupan dipuncak kepala Julia.


Lexa pun datang belakangan menghampiri kakaknya yang mulai frustasi.


“Oenni/kakak” Panggilnya yang juga hampir ikut menangis.


“Wae Kyungsoo shi, wae????” Ucap Julia kembali


Kyungsoo tak mampu berkata-kata lagi dengan apa yang terjadi oleh Julia. Dia hanya mampu diam sambil terus memeluk istrinya. Ia, dia juga merasakan hal yang sama. Mungkin saat ini dialah yang paling terluka ketimbang Julia. Sebagai seorang laki-laki yang memiliki apapun, menjaga Julia seorang saja ia masih tak mampu.


Lalu, jika dia merasa tak mampu, apa dia bakal melepaskan Julia???


---


Pagi itu. Kyungsoo menemani Julia sarapan bersama Lexa. Julia tidak ingin makan apapun. Kyungsoo dan Lexa berusaha membujuknya namun seperti sia-sia.


Dan tak lama kemudian beberapa petinggi rumah sakit datang menjenguk Julia. Karna Kyungsoo adalah pemilik rumah sakit, jadi wajar jika para bawahannya menjenguk sang owner. Sontak beberapa dokter-dokter itu memberi salam dan hormat kepada Kyungsoo dan Julia.


“Selamat pagi tuan, kami turut berduka cita atas kegugurannya bayi Nyonya Julia. Maafkan kami atas ketidakmampuan kami menyelamatkan janin itu” Ucap salah satu dokter senior yang menjadi perwakilan juru bicara rumah sakit.


Julia terdiam.


“Tidak apa-apa, ini bukan kesalahan kalian” Ujar Kyungsoo.


Sontak seluruh pandangan beberapa dokter tersebut terkejut karna mereka awalnya takut akan dimarahi oleh atasannya, namun Kyungsoo bersikap wibawa dan legowo menerima jawaban dari dokter tersebut.


“Kami akan memberikan pelayanan terbaik rumah sakit untuk nyonya dan tuan” Ujar sang dokter kembali.

__ADS_1


“Terimakasih” Timpal Kyungsoo.


“Mungkin diantara kalian ada yang belum mengenal istriku. Dia adalah istriku Julia dan itu adalah adiknya Lexa” Kyungsoo memperkenalkan Julia dan Lexa dihadapan para pejabat rumah sakit.


“Annyeongaseo” Ujar Julia dan lexa sambil memberi hormat. Begitupula dengan para pejabat rumah sakit.


Bukan hanya petinggi rumah sakit yang datang menjenguk Julia. Ada pula petinggi kepolisian yang menjenguk beserta para detective. Tujuan mereka datang sekaligus memberikan hasil dari kecelakaan tersebut. Mereka membicarakan itu tentu tidak didepan Julia. Mereka berbicara dikantor Direktur utama rumah sakit. Informasi yang didapat bahwa kecelakaan tersebut murni karna kelalaian sang supir yang terkantuk, bukan karna hal lain.


Mendengar hal itu Kyungsoo sedikit lega. Sebenarnya ia tak perlu pihak polisi untuk mencari alasan terjadianya kecelakaan, karna orang suruhannya juga cukup handal dalam hal mencari informasi dam menyelesaikan masalah.


---


Pukul 15.00 KST


Julia termenung duduk diatas brankar kasurnya sambil menatap ke arah balkon. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Mungkin ia masih mengingat bayinya yang telah meninggal. Mungkin saja.


Lexa menghampiri Julia sambil membawa kantong berisi makanan ringan.


“Kak, aku harus balik ke asrama. dua hari lagi aku akan ujian. nggak apa-apa ya aku tinggal?!” Ujar lexa merasa bersalah.


“Nggak apa-apa. kakak sekarang udah baikan” Julia berusaha tersenyum walaupun terlihat


kaku.


“Baiklah, aku pamit dulu. Oppa Hanbi sudah menungguku dibawah”


“Baiklah, hati-hati” Ujar sang kakak.


 “Bayiku...Hiks.” Ujar Julia disepanjang lamunannya. wanita ini benar-benar rindu akan anaknya.

__ADS_1


Adakah yang bernasib sama seperti Julia???


* Jangan lupa tinggalkan komen\, Love\, Favorite dan sharing yang banyak ya. Kamsahamnida yeoreobun *


__ADS_2