
“Ayo kita pulang sekarang” Dengan langkah gagah bersama beberapa Sekretaris dan pengawalnya ia meninggalkan acara. Membuat seisi ruangan bingung dengan Kyungsoo saat itu.
Kyungsoo khawatir karna info yang diberikan pengawalnya kalau Julia tidak enak badan. Ia takut terjadi yang tidak-tidak dengan Julia. Apakah karna janin didalam perut Julia atau karna sang Ibu???
---
Julia sedang diobati oleh salah satu dokternya dikamarnya ditemani beberapa pelayan yang menungguinya.
“Nyonya, sepertinya anda terkena luka goresan. tapi untung saja tidak dalam jadi tidak perlu dijahit” Ungkap sang dokter.
“Benarkah ? Syukurlah kalau begitu!!” Ujar Julia sambil tidur telungkup diatas ranjang
Brakkk...
Suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat seisi kamar terkejut.
Pria yang terlihat tergesa-gesa itu dengan bergegas mendekati Julia yang masih bingung dan terkejut dengan kehadiran pria tersebut. Apakah kali ini ia akan dimarahi karna meninggalkannya ditempat acara??
“Apa yang terjadi denganmu?? Ada apa dengan luka dipunggungmu ini? Apa itu tidak apa-apa?” Ujar Kyungsoo dengan tatapan cemasnya yang tidak biasa.
Pria ini mulai dengan kelakuan anehnya. Apa dia punya kepribadian ganda?? Ya, dia lebih mirip seperti orang yang mengidap Bipolar.
“Tuan, nyonya tidak apa-apa. Luka dipunggungnya tidak cukup serius” Ujar sang dokter meyakinkan Kyungsoo yang tampak seperti orang gila.
“Kenapa kau bisa terluka ? Apa saja yang kau lakukan tadi?”
“Aku tidak sengaja menyenggol sesuatu yang agak tajam jadi punggungku terluka. Ini tidak serius. Bayinya juga baik-baik saja” Ujar Julia agar Kyungsoo bisa tenang sedikit.
Padahal Kyungsoo tidak menanyakan keadaan bayi yang ada di perut Julia, namun ia langsung ingat ketika Julia mengatakannya.
“Ooh baguslah” Ungkap Kyungsoo datar.
__ADS_1
---
Kyungsoo menyendiri di sebuah balkon rumahnya. Ia heran dengan sikapnya barusan ke Julia. Kenapa dia begitu peduli dengannya akhir-akhir ini terutama jika Julia sakit, Saat ia bersama laki-laki lain dan ia bahkan sengaja menempatkan Eun Mi agar Julia cemburu terhadapnya. Rasanya dia mulai gila akan yang ia rasakan.
“Mengapa wanita itu membuatku gila” Sambil mengusap dengan agak kasar dahinya.
Batinnya mulai tersiksa, emosinya terlihat memuncak. Belum pernah ia seperti ini sebelumnya. Sosok Julia membuatnya menjadi berbeda.
Kyungsoo pergi ke ruang minumannya. Ruangan itu penuh dengan beberapa minuman keras dari berbagai merek terkenal dan mahal dibelahan dunia. Kyungsoo meneguk anggur Le Montrachet DRC tahun 1978, termasuk 10 anggur paling mahal di dunia. Ia menghabiskan 1 botol malam itu hingga ia mabuk berat.
“Kyungsoo ya” Sebuah panggilan manis dari Eun Mi di depan pintu masuk ruangannya.
Kyungsoo pun menoleh ke arah sumber suara itu dan menyeringai sesaat.
“Apa yang kau lakukan disini ?” Ujar Kyungsoo terbata-bata.
Eun Mi segera lekas mendekati Kyungsoo.
“Ayo aku bawa kau istirahat”
“Maafkan aku Julia shi, ini adalah malam bahagiaku dengan Kyungsoo” Eun Mi merebahkan badan Kyungsoo yang sudah setengah sadar diatas ranjang. Eun Mi perlahan-lahan membuka pakaian Kyungsoo dan dirinya. Ia tidak akan melewatkan malam itu begitu saja.
Eun Mi mengambil gambar dirinya bersama Kyungsoo tanpa sehelai benang pun melekat diantara mereka. Gambar itu akan menjadi bukti bahwa ia tidak main-main dengan perkataannya.
Malam itu menjadi malam panjang bagi Eun Mi dan Kyungsoo.
---
Pagi hari. Julia heran Kyungsoo tidak berada dikamar malam hari dan belum berada dimeja makan.
“Apa tuan kalian sudah berangkat kerja pagi-pagi??” Ungkap Julia yang bertanya kepada Pak Lee.
__ADS_1
“Saya juga kurang tahu nyonya, malam itu tuan minum-minum diruang bawah tanah dan saya melihat nona Eun Mi membopong tuan. Saya fikir nona Eun Mi membawa tuan ke kamar nyonya.” Ujar pak Lee.
Ada yang tidak beres, Julia pun segera menuju kamar tamu yang selama ini sering digunakan Eun Mi.
Knop pintu kamar tamu dibuka dan terlihat pemandangan menakjubkan, sepasang insan tanpa busana saling berpelukan diatas ranjang masih terlelap tidur dipagi hari. Pemandangan itu membuat Julia mengepalkan kedua tangannya dan tetap berdiri dibalik pintu itu. Julia melangkahkan kakinya pelan-pelan ke arah gorden jendela yang masih tertutup dan membantu membuka tirai gorden tersebut sehingga matahari langsung menyoroti mereka.
Sorotan matahari membuat mereka terbangun karna silaunya cahaya. Kyungsoo terkejut melihat Eun Mi disampingnya dengan tanpa baju, begitupula dirinya yang juga sama. Lebih terkejutnya lagi ia melihat Julia yang berdiri didepan gorden yang baru saja dibukanya.
Wajah kemenangan langsung terpancar dari wajah Eun Mi, ia berhasil membuat keduanya dalam masalah.
“Eun Mi apa yang kau lakukan ini?” Ungkap Kyungsoo tak percaya.
Julia masih terdiam memperhatikan mereka dengan sorotan mata tajamnya.
“Bukankah malam itu kau memaksaku? Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tak sekuat dirimu” Ujar Eun Mi yang sengaja berbohong agar Kyungsoo percaya.
“Julia shi, aku akan menjelaskannya....”
“Bersihkanlah tubuhmu lalu sarapan, jangan sampai makanan itu dingin dan terbuang” Julia memotong perkataan Kyungsoo dan pergi meninggalkan mereka berdua dikamar tersebut.
Jalan Julia tergontai-gontai meninggalkan kamar itu. rasanya ia berjalan diatas lumpur, hatinya tercampur aduk. Bagai ada petir yang menyambar dirinya. Ia tahu kalau Eun Mi dan Kyungsoo bermain dibelakangnya tapi ia tak menyangka akan sampai tidur bersama. Kali ini ulu hatinya bukan disayat, tapi ditusuk dengan beribu-ribu pedang.
---
Kyungsoo benar-benar murka dengan Eun Mi.
“Eun Mi, kau berani melakukan hal ini kepadaku, kau tahu aku juga tidak akan segan-segan kepadamu” Sorot mata elang Kyungsoo benar-benar membuat Eun Mi takut.
“Kyungsoo ya, aku benar-benar mencintaimu. Jangan tinggalkan aku” Airmata buaya Eun Mi keluar membasahi pipinya.
__ADS_1
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *