
~~ Selamat membaca, janga lupa komen, like dan favoritenya ya.
Lexa dipanggil ke atap. Entah siapa yang memberi info kepadanya. Katanya Johan menunggunya di atap kampus. Ya Lexa sekalian saja terus terang kepada Johan untuk menjaga jarak darinya. Dan jangan lagi mengganggunya.
Tapp tapp tapp.
Lexa berjalan menaiki anak tangga kampus. Atap sekolah berada lantai 6. Ruang kelas hanya sampai lantai 5. Lexa berjalan santai menyusuri tiap koridor dan anak tangga. Meskipun kakinya terasa lelah tapi ia telusuri dengan sesekali berjalan lambat. Saat sampai diatas atap. Bukan Johan yang ia lihat, tapi mila dan teman-temannya. Mila duduk sambil mengayunkan kaki. Sedangkan kedua temannya berdiri disampingnya.
Pemandangan ini jelas sudah Lexa ketahui kalau dia kembali akan dibully. Ia pun melirik ke sekeliling atap, namun tidak ada tanda-tanda orang lain selain mereka berempat. Apakah Lexa dibohongi??
“Kemana kak Johan??” Tanya Lexa kepada ketiga wanita dihadapannya.
“ Kau mau cari Johan???” Tanya balik mila.
Lexa hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Mila. Mila mulai mendekat ke arah Lexa.
“Aku sudah bilang padamu kalau Johan itu kekasihku, tapi kau berani mendekatinya” Mila berjalan pelan mendekati Lexa, Sementara Lexa berjalan mundur menghindari Mila.
“ Aku tidak mendekatinya” Ujar Lexa
“Bohong” Suara Mila terdengar naik.
Mila masih tetap berjalan ke arah Lexa, Sementara tubuh Lexa sudah berada diambang anak tangga. Jika dia mundur selangkah lagi maka dia akan jatuh.
“Aku
tidak mendekatinya, dia yang selalu mendekatiku” Ujar Lexa mulai ketakutan.
Kali ini dia hanya bisa terdiam dan mematung saja, daripada dia terjatuh nanti.
“Mendekatimu, kau pikir kau siapa jika dia mendekatimu” Mila memukul dahi Lexa dengan telunjuknya. Mila kembali melangkah dan tubuhnya telah dekat dengan Lexa. lexa reflek mundur dan ia terjatuh dari lantai enam ke lantai lima. Badannya terjatuh menyentuh beberapa anak tangga. Dan sampai dibawah kakinya tak sengaja
__ADS_1
menyenggol bangku besi kampus yang tidak terpakai hingga terjatuh mengenai pergelangan kakinya.
Mila dan kedua temannya terkejut, secara tidak sengaja dia sudah melakukan tingkat kejahatan yang fatal, atau bisa saja percobaan pembunuhan. Sementara yang mereka lukai adalah calon anggota kerajaan.
“Bagaimana ini” Seru Jessika yang mulai gemeteran dan takut.
“Sudah sudah ayo cepat kita tinggalkan tempat ini” Ujar Mila dan langsung meninggalkan atap sekolah.
Jatuh dari ketinggian tersebut, jangan harap kalian akan masih tetap sadar. Seluruh badan akan terasa sangat sakit. Dan kalian tidak akan sadar setelah itu. Mila dan kedua temannya meninggalkan Lexa yang sudah pingsan. Mereka tidak ingin belang mereka diketahui oleh orang lain.
Saat dikelas, Mila ketakutan. Ia terus menerus menggigit ibu jari sambil melamun. Ia takut seseorang mengetahui aksi jahatnya. Lexa pun juga belum muncul dikelas. Mungkin saja anak itu masih pingsan di tangga. Ia ingin sekali mengeceknya, namun ia takut.
Lexa sudah berada diruang kesehatan mahasiswa. Ia ditemukan oleh Johan dan segera membawa Lexa ke ruang kesehatan. Ia masih pingsan dan Johan masih menungguinya disana. Beberapa menit kemudian manik-maniknya terbuka pelan-pelan. Ia merasakan sakit dikepalanya sehingga reflek tangannya menyentuh dahi.
“Apa kau masih pusing??” Taya Johan penuh khawatir
Lexa bingung kenapa dia sudah berada diruang kesehatan apalagi ada Johan disana.
“Ya katanya kamu nyari kakak di atap ya makanya kakak susul, ehh pas kakak lihat kamu pingsan. Kayaknya kamu jatuh dari tangga ya?” Lexa langsung ingat Mila mendorongnya ditangga hingga ia jatuh. Tak habis pikir kenapa wanita itu selalu menyakitinya.
Mila tidak sengaja melewati ruang kesehatan. Ia mendengar suara Johan dan Lexa didalam ruangan itu. Emosinya semakin naik. Dia mengepal kedua tangannya. Tindakannya justru membuat Johan lebih khawatir terhadap Lexa.
Lexa segera bangkit dari brankas tidur. Ketika kakinya akan menopang bobot tubuhnya tiba-tiba ia jatuh. Pergelangan kakinya terkilir dan memar. Mungkin saat ia jatuh tadi. Johan langsung membopong Lexa dan menggendongnya ke atas brankas. Sontak kedua manik yang melihat dari arah pintu semakin geram melihat aksi keduanya. Sulut emosinya benar-benar diuji oleh Lexa.
“Makasih kak Johan” Ucap Lexa.
---
Lexa pulang ke Istana, Kali ini ia berjalan tengkak menuju kamar. Pelayannya langsung cemas ketika melihat Lexa berjalan dipapah oleh pengawal.
“Nona, ada apa dengan kaki nona??” Tanya sang pelayan.
__ADS_1
“Tolong, jangan sampai kakak ku tahu. Kalian tidak boleh bilang padanya” Pelayan dan pengawal tidak mengerti kenapa mereka harus berbohong kepada Julia.
“Saat kakakku pulang nanti, kakiku pasti akan sembuh” Ujar Julia.
Julia saat itu memang ke Roma dikarenakan Kyungsoo mengejarnya ke negara Bilyon. Lexa juga harus absen dari sekolahnya karna harus merawat kakinya. Ia tidak ingin memanggil dokter kerajaan. Jadi ia meminta pelayan untuk mengurut kakinya saja.
“Nona, kenapa anda tidak memberitahu nyonya? Saya sering melihat nona mendapat luka-luka aneh. Apa terjadi sesuatu disekolah?” Ujar pelayan tersebut sambil tetap mengurut pergelangan kaki Lexa.
“Aku suka ceroboh jika dikampus. Makanya suka kena luka” Lexa berbohong untuk yang kesekian kalinya. Ia menutup kejahatan Mila dari semua orang. Apa karna ia takut terhadap mila?
Drrrtttt..
Suara ponsel Lexa berbunyi. dilayarnya terdapat panggilan dari Johan. Sudut hatinya merasa nyeri. Ia sebenarnya menyukai Johan. Lelaki itu amat baik terhadapnya. Ia takut lelaki itu sama dengan lelaki yang lain yang mendekatinya karna dia calon ipar Kaisar. Tapi ia melihat sisi yang berbeda dari Johan. Dia juga berasal dari keluarga Kaya Raya. Orang Tuanya pemilik Jam tangan terkenal Royal Sweet yang sudah mendunia. Harga jam tangan yang dibandrol paling murah ratusan juta itu dan langsung terjual habis hanya beberapa bulan saja setelah
launching.
Lexa pun mengangkat telfon dari Johan.
“Ya kak Johan.”
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Johan.
“Baik kok kak, sekarang kakiku di urut” Jawab Lexa.
“Syukurlah” Ujar Johan lexa.
“Kak aku menyukaimu” Syanagnya ucapan itu hanya sebuah kata yang tersimpan didalam hati Lexa.
Dan itu adalah telfon dan suara terakhir yang Johan dengar dari Lexa. Keesokan harinya ia mendengar kabar bahwa Lexa meninggal karna tenggelam. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia ingin melihat pemakaman terakhir Lexa, namun ia tidak bisa karna acara itu tertutup hanya keluarga kerajaan.
Betapa hancurnya Johan saat itu. Sudah lama ia memendam perasaan dengan Lexa namun sia-sia. Lexa meninggalkannya selama-lamanya. Ia selalu mengurung diri dikamarnya dan tidak keluar-keluar. Orang tuanya tahu bahwa Johan menyukai Lexa. Dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa dikala anaknya menderita karna penyesalan.
__ADS_1
Terimakasih masih setia membaca Cerita Julia dan Korea Selatan. Tunggu terus episode selanjutnya ya. Gumauwo!