Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 7


__ADS_3

Julia tidak menghiraukan rumah


sakit. Dia pun mulai menyadari jika adiknya ingin buku baru. karna buku


tulisnya telah habis. dia pun pergi keluar untuk membeli buku tulis. 1/5 jam


kemudian ia kembali dengan beberapa buku tulis ditangannya. Julia berjalan


cepat sambil melihat buku yang ia beli tanpa melihat jalan. Dia memeriksa isi


tas belanjanya dan baru mulai menyadari jika ada yang kurang. Dia pun mencoba


berbalik tanpa mengalihkan wajahnya melihat isi plastik dan..


Buggg !!!...........


Julia menabrak seseorang dan


kepalanya tepat tersentuh dibidang dada seorang Pria muda.


“Auu..” ketus suara kecil Julia.


Julia menabrak sesorang laki-laki


tinggi berjas hitam, kulit putih mulus dan sangat tampan . jelas sekali kalau


pria itu bukan waga negara Indonesia dan rasanya Julia sangat familiar dengan


wajah tersebut.


“ Apakah nona sudah puas melihat


wajah tampan saya ???“ Ujar Kyungsoo dengan penuh kepedean tinggal tinggi.


“ Suara ini tidak asing dan


berbahasa Korea pula” sahut Julia dalam hati.


Julia pun membalas dengan bahasa


Korea juga “Ahh Cosonghamnida/aku minta maaf.”


Julia pun segera mengambil langkah seribu


dan pergi meninggalkan laki-laki yang ia rasa mungkin ia tidak mengenalinya. dan


laki-laki itu menatap punggung Julia yang lama kelamaan menjauh dari


pandangannya.


Kyungsoo memainkan telunjuknya disamping


wajahnya menandakan kalau ia memanggil Chen untuk mendengar perintahnya. “terus


awasi dia jangan sampai lengah, keselamatan dia yang terpenting” ucap gagah laki-laki


yang mulai membuat dia mengalihkan pandangannya kepada gadis tersebut.


“Baik tuan” Jawab tegas sang


sekretaris.


Kyungsoo dan pasukannya pun kembali


melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang Aula yang sudah di set oleh menejemen


rumah sakit untuk menyambut kedatangannya.


Suara riak riuh pecah di Aula rumah


sakit lantai 8 rumah sakit. suara itu tidak akan menimbulkan kebisingan kepada pasien

__ADS_1


karna lantai itu hanya khusus ruang pertemuan saja. tidak ada kamar pasien


dilantai itu. Sementara Julia sibuk mengajari adiknya belajar.


Tutt...tut...tutt.... suara dari


alat pendeteksi jantung memberikan alarm bahwa denyut nadi melemah. gerakan


nadi irama jantung yang biasanya selalu berjalan seperi cacing kepanasan, kini


berubah menjadi datar. Pandangan Julia langsung mengalihkan ke arah sang Ibunda


yang terengap-engap menarik napas. Oh Tidak !!!


“Dokter” suara parau Julia


terdengar pilu saat berteriak memanggil dokter jaga untuk segera melihat


kondisi ibunya.


Sementara dokter Jeremi yang sedang


berada di Aula “Kringg kring kring...” tiba-tiba mendengar lalu merogoh


koceknya dan mengambil handphonenya “oke saya langsung kesana” Dokter tampan


itu langsung permisi dan beranjak dari tempat duduknya untuk segera menangani


Ibu Julia yang sedang mengalami lemah denyut jantung.


Kyungsoo yang saat itu sedang masih


di panggung aula melihat ke arah dokter tersebut dan langsung melirik ke arah


sekretarisnya. si Chen telah paham apa yang diminta atasannya. Dia langsung


mencari tahu penyebab dokter itu tergesa-gesa meninggalkan Aula. dan tak lama


denyut jantungnya lemah”


Kyungsoo rasanya ingin menghentikan


acara itu saat mendengar laporan dari Chen. dia pun langsung meninggalkan acara


dan menyerahkan sisanya kepada menejement rumah sakit.


di Ruang ICU beberapa dokter dan


perawat sibuk keluar masuk ruang ICU yang sedang melakukan tindakan kepada


Ibunda Julia. Julia dan adiknya menangis histeris melihat kritis ibundanya dari


balik jendela.


“Ibu..” Suara lirih Lexa memanggil


ibunya dengan tidak berenergy.


Julia mencoba menguatkan diri


masing-masing dan memeluk adiknya. dokter Jeremi yang sekuat tenaga memberi


pompa jantung tanpa henti selama 5 Menit berharap layar pendeteksi denyut


jantung bisa berubah normal kembali. tapi rasa lelahnya dan keringat yang


bercucuran tidak menunjukan hasil pada layar monitor. sampai akhirnya layar


monitor itu tidak menunujukan apa-apa lagi alias sudah tidak ada lagi


tanda-tanda aktifitas jantung atau bisa dikatakan jantung telah berhenti

__ADS_1


berfungsi. semua dokter dan perawat yang awalnya masih berharap-harap cemas


lalu terdiam saling memandangi satu sama lain. dokter jeremi pun tetap berusaha


memompa jantung ibunya berharap akan ada perubahan sampai salah satu dokter


memegang punggung tangannya memberi tanda kepada rekannya untuk berhenti.


Jeremi mulai melihat ke arah rekannya dan setelah itu pelan-pelan melihat ke


monitor sambil tetap memompa jantung pasiennya namun hasil keringatnya yang ia


kucurkan tidak membuahkan hasil pada pasiennya.


Hingga akhirnya dia tahu usahanya


sia-sia beberapa detik kemudian dan mulai melepaskan tangannya ditubuh Ibunda Julia.


Dokter Jeremi tertegun sesaat dan berusaha pasrah. Kyungsoo pun melihat Julia


dan adiknya yang menunggu dibalik jendela ICU dengan rasa iba.


Dokter jeremi keluar dari ruang ICU


dengan langkah yang tidak pasti. wajah kusut penuh keringat perlahan-lahan


menghampiri Julia dan adiknya hingga mereka mendekat saling berpapasan. Dan


langkah dokter itu berhenti dan berjarak 3 kaki dari Julia. Dengan wajah rasa


bersalah Jeremi melihat ke arah Julia.


“ Maafkan saya Julia” ucap jeremi


terhenti.


“ Allah telah memanggil ibumu lebih


cepat “ dengan suara sumbang.


Julia yang mendengar pernyataan


dokter itu pun tidak percaya dan langsung melihat kondisi ibunya dan berjalan


sempoyongan masuk kamar ICU tempat ibunya berada. langkah kaki kecilnya


pelan-pelan menghampiri tubuh Ibunya yang telah ditutupi seluruh kain sampai ke


kepala itu.


“Hiks.....” airmata menetes namun


langkah kakinya belum sampai di hadapan jasad wajah Ibunya.


Diikuti adiknya dari belakang.


Julia berusaha tegar meskipun airmatanya terus menetes tanpa henti membasahi


pipinya.


Julia pun pelan-pelan membuka kain


penutup wajah ibunya dan menyaksikan sendiri ibunya telah pergi meninggalkannya


dari Dunia ini bersama seorang adik disampingnya.


“Iiibbbbuuuuuuuu....” Tangis Lexa


pecah seketika menghalau kesunyiam ruang ICU.


** Kasih komen dan Love kalian buat aku dong biar aku semangat. Kamsahamnida !!! **

__ADS_1


__ADS_2