
Julia tidak ingin kembali ke Bilyon. Ia ingin berada di sisi Kyungsoo. Namun sayangnya ia tidak bisa menjenguk lelaki itu dikarenakan izin dari orang tuanya.
“Sayang. kita harus balik ke Bilyon” Abe menatap Julia yang masih risau seharian.
“A-aku..”Ucapannya gantung seketika“ bisakah aku tetap disini??”
“Apa karna Kyungsoo??” Seketika sebelah alis matanya naik.
Julia terdiam. Seharusnya lelaki dihadapannya paham kenapa ia ingin tetap berada disini.
“Aku tidak mungkin meninggalkanmu disini” Sambil memegang kedua pundak Julia.
“Y-yang Mulia“ Panggil Julia lirih.
Abe sulit mengendalikan keinginan Julia. Ia akan berdosa jika membiarkan wanita ini sendirian disini. Bisa saja dia menjadi incaran para orang yang tidak menyukainya.
“Julia..” Baru kali ini Kaisar memanggilnya dengan sebutan nama. “Aku tidak bisa membiarkanmu disini, ayo kita pulang. Setelah itu kita akan kembali lagi kesini. okey?!”
Manik-maniknya berkaca-kaca mendengar perkataan Abe. Julia terpaku karna keinginannya tidak dapat dipenuhi untuk bisa lebih dekat dengan Kyungsoo. Lelaki mana yang mau melihat wanitanya dekat dengan pria lain. Meskipun tujuannya karna lelaki itu menolong nyawanya.
Julia akhirnya pulang ke Bilyon. Hanya tubuhnya saja yang berada disisi Kaisar, namun hatinya masih tertinggal bersama Kyungsoo. Jika pun memang ia harus tetap berada di Korea, Julia juga tetap sulit untuk bertemu Kyungsoo.
Setelahnya sampai di Bilyon, Julia berendam di Bathup, mengingat bagaimana Kyungsoo menerima pisau itu ditubuhnya demi menyelamatkannya. Julia pun berdiri dan memakai baju handuknya. Sambil melamun, Julia keluar dan menuju lemari pakaiannya. Disana dua orang pelayannya sudah menanti dengan setelan baju yang
sudah disiapkan.
Julia turun menuju ruang makan. Disana Kaisar telah menunggunya untuk makan malam. Setiap malam jika Abe pulang bekerja lebih cepat adalah ritual makan malam bersama. Julia hanya mengaduk makanannya dan belum memakannya. Makanan lezat yang tersaji dipiringnya tidak membuatnya berselera. Ia pun mulai memakan
sedikit di sendok yang sudah ia sisihkan. Melihat cara makan Julia yang berbeda membuat Abe geram.
“Suruh koki mengganti makanannya dengan menu yang lain” Ujar Abe yang langsung membuat Julia sadar.
“Tidak, tidak. Jangan diganti” Julia paham kenapa Abe seperi itu. Ia pun memakan makanannya sampai habis.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Julia berjalan menuju ruang tengah lalu seorang pelayan datang menghampiri Julia dengan membawa sebuah kotak.
“Nyonya, ada paket untuk anda. Team keamanan sudah mengecek keamanannya dan ini aman” Ujar sang pelayan sambil menyerahkan kotak tersebut ke hadapan Julia.
“Terima kasih” Sahut Julia.
Ia pun membawa kotak tersebut ke kamarnya. Saat tiba dikamar Julia membuka isi kotak tersebut. Isi kotaknya adalah syall rajutan yang pernah ia buat untuk Kyungsoo. Air matanya menetes begitu saja saat ia memegang rajutan itu. Sungguh hatinya hancur saat ia ingat bagaimana ia memberikan Syal itu kepada Kyungsoo
dan Kyungsoo menerimanya. Ia bahkan bisa mencium bau wangi pria itu disyal tersebut.
Julia terduduk dilantai sudut ranjangnya “Testt testt” Air matanya semakin jatuh membanjiri pipinya sambil memeluk Syal itu. Demi apapun ia akan menerima jika lelaki itu memintanya kembali.
“Huhuuu..hhu, Mian hae. Mian Hae Kyungsoo shi. hhuhuuuu” Ia tak henti-hentinya mengumpat sambil terisak-isak atas penyesalannya. Andai waktu dapat diputar, ia ingin kembali seperti dulu agar tidak ada yang harus menjadi korban.
“Aahhaaa hhuhuuuhuuu...hhuuu” Tangisannya cukup terdengar saat Abe melewati kamarnya. Abe pun segera masuk dan melihat Julia yang selalu menepuk-nepuk dadanya dengan kuat.
Buk Buk Buk....
“Cukup, Hei hentikan” Sambil menghentikan Julia dan memegang kedua tangannya.
“Yang Mulia hhuhuhu” Julia menundukan pandangannya. Dan Abe pun segera memeluknya.
“Katakan, katakanlah, bagaimana caranya supaya hatiku tidak sesakit ini. Apa yang harus saya lakukan hhuhuhu....”
“Huuffttttttt” Abe menghela nafas panjang.
“Semua orang juga pasti pernah mengalami hal yang rumit sepertimu. Kau hanya perlu bangkit dan banyak berdoa agar dia segera pulih. Jangan buat dirimu jatuh” Mendengar hal itu Julia pun berusaha menenangkan dirinya. perkataan Abe benar, Asalkan Kyungsoo masih hidup, itu sudah cukup baginya.
---
Pagi hari keadaan Kyungsoo semakin kritis. Detak jantungnya menurun bahkan boleh dikatakan tidak berdetak lagi. Dokter berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyelamatkannya.
Drrrtttttt
__ADS_1
Sebuah panggilan masuk dari Chen berbunyi di ponsel Julia. Julia segera mengangkatnya.
“Hallo Chen.....”
“Nyonya maaf, Tuan sudah meninggal”
Ponselnya terjatuh seketika dari genggamannya setelah mendengar kabar dari Chen.
Bruukkkkkk....
Julia pingsan, tubuhnya tak dapat menopang rasa sakit yang ia rasakan. Sesegera mungkin Abe menggendong dan membawanya ke kamar dan memanggil dokter. Setelah beberapa saat Julia terbangun. Ia melihat Abe telah menunggunya sambil bersandar di dinding, Ia tak menghiraukannya dan segera bangkit berdiri.
“Aku harus pergi” Ujar Julia sambil melangkah ke arah pintu.
Abe segera menahan Julia pergi “Kau tidak boleh keluar sebelum menghabiskan makananmu dan meminum obat.” Tidak ada waktu berdebat dengan Abe, ia pun segera memakan makanannya dan meminum obat yang berada diatas meja.
“Kita akan berangkat hari ini setelah aku meeting dengan parlemen. Tunggu aku dirumah” Abe meninggalkan Julia dikamarnya. Perasaan Julia kacau balau. Demi apa pun rasanya ulu hatinya seperti ditebas beribu-ribu pedang. Setelah adiknya, kini Kyungsoo meninggalkannya.
“Kenapa kau lakukan itu hhuhuhuuuu” Ujar Julia sambil menangis. Julia merasa hidupnya tidak adil. Orang yang berada didekatnya meninggalkan Julia begitu saja. Rasanya Tuhan tidak berlaku adil atas hidupnya. Ia mengambil satu persatu orang yang ia sayangi termasuk Kyungsoo.
“hhhuhuuuhuuu....” Pelayan mencoba menenangkan Julia dikamarnya
“Ini karna ku, kalau saja pisau itu tertancap dibadanku, mungkin Kyungsoo yang akan merawatku lagi . Kyungsoo bisa kah kau mendengarku sekarang??? Apa kau bisa melihatku disini?? Aku benar-benar kehilanganmu. Maafkan Aku. Semoga ini hanya mimpi” Gumam Julia dalam hatinya.
---
“Kyungsoo ya, Kyungsoo” Julia terbangun dari tidurnya beberapa saat, sepertinya obat yang ia minum membuatnya tertidur sebentar hingga sore hari.
Tak lama beberapa saat Abe pulang dan masuk ke kamarnya.
“Bersiap-siaplah, ayo kita berangkat” Ujar Kyungsoo memberi perintah.
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus novel ini dengan like, Komen, favorite dan sharingnya ya chinggu. Gumauwo !!