Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 56 / Kesedihan.


__ADS_3

~~ Selamat membaca.


Abe dan Julia telah tiba di Korea Subuh hari, mereka beristirahat terlebih dahulu disebuah hotel. Menurut info yang didapat dari Steve, keluarga Kyungsoo sedang mempersiapkan acara pemakaman secepatnya.


Sepanjang perjalanan Julia hanya terdiam, tak banyak yang ia komentari. Siang harinya Julia dan Abe menuju rumah duka didaerah Seoul. Ia menguatkan hatinya untuk melihat jasad Kyungsoo terakhir kalinya. Meskipun ia yakin keberadaannya juga pastinya tidak akan diterima baik-baik oleh keluarga Kyungsoo.


Saat tiba dihalaman rumah duka Abe dan Julia keluar dari dalam mobilnya. Julia terdiam sejenak saat melihat beberapa pelayat yang datang menggunakan pakaian serba hitam termasuk dirinya dan Abe.


“Apa kau yakin sayang ?” Ujar Abe.


Julia hanya mengangguk.


Julia dan Abe memasuki rumah duka dan melayat kedalam. Dari luar pintu ia melihat dengan jelas bingkai besar foto Kyungsoo saat masih hidup. Julia dan Abe pelan-pelan memasuki ruangan tersebut dan memberi penghormatan terakhir untuk Kyungsoo. Belum sempat Julia memberi penghormatan, Nenek Kyungsoo lalu


memarahinya.


“Semua ini terjadi karna bertemu denganmu, jika ia tidak tertusuk ?, ia tidak akan mati secepat ini” Ujar sang nenek dengan sisa-sisa tangisnya.


“Gara-gara kau, seharusnya Kyungsoo dari awal tidak perlu bertemu denganmu. Kau lebih memilih pria yang lebih kaya dibanding Kyungsoo” Sambung Ibunya.


Umpatan demi umpatan yang Julia terima membuatnya merasa bersalah. Ia berjalan pelan-pelan ke arah keluarganya dan langsung bersujud dihadapan mereka. Sontak keluarganya dan semua pelayat yang hadir termasuk Abe terkejut luar biasa melihat pemandangan tersebut.


“Naneun Mian Habnida/ saya minta maaf”


Julia duduk dilantai sambil mengucapkan maaf. Demi apapun kesalahannya tidak dapat menembus rasa benci keluarga Kyungsoo terhadap dirinya. Sekali lagi. Ia ingin waktu bisa berputar untuk mengulang kejadian kali itu. Biarkan kali ini ia yang merasakannya. Jika perlu ia juga ingin pergi meninggalkan dunia ini dan berkumpul dengan kedua orang tuanya dan Lexa. Demi langit dan Bumi ia ingin menggantikan tempat Kyungsoo saat ini.


Sung Ja dan Yoo Ri bekas pelayan Julia dulu di rumah Kyungsoo yang melihat kejadian itu segera menghampiri Julia dan memeluknya.

__ADS_1


“Tidak nyonya, jangan seperti ini” Ujar Yoo Ri.


“Jangan bilang begitu nyonya, anda tahu kalau tuan begitu menyayangi anda, jangan menyalahkan diri anda” Sambung Sung Ja yang menangis terisak-isak.


Julia pun kembali ke tempat semula untuk memberi penghormatan terakhir kepada Kyungsoo didepan foto almarhum. Ia menyalahkan dupa dan bersujud setelat itu.


Kali ini Julia menginginkan satu hal sebelum ia benar-benar pergi. Ia ingin melihat jasad Kyungsoo yang terakhir kalinya. Permintaan ini tentu sangat sulit. Keluarganya tentu tidak akan mengizinkannya. Namun Julia tetap berusaha. Julia berjalan kembali ke arah keluarga Kyungsoo “Saya ingin melihat Jasadnya. Izinkan saya melihat Kyungsoo yang terakhir kalinya” Ucapan itu menggantung “Saya mohon” Julia kembali bersujud meskipun itu memalukan bagi orang yang melihat tapi tidak dengannya.


Itu adalah bentuk rasa bersalah dan penghormatannya terhadap keluarga Almarhum.


Julia, Abe dan keluarga Almarhum sedang berada dikamar jasad rumah duka. Pihak staff rumah duka telah mengeluarkan jasad Kyungsoo dari sebuah brankas besar. Dihadapan Julia kini ada sebuah mayat yang terbujur kaku lengkap dengan baju hanbok yang telah terpakai dibadannya. Ia mengusap kepala Kyungsoo dengan lembut sambil berlinang air mata. Ia mengusap wajah Kyungsoo. “Ke-napa ?” Julia beralih memegang tangan Kyungsoo “K-kenapa badanmu d-dingin sekali? Apa kau k-kedinginan??.”


“Kyungsoo ya, aku mencintaimu, aku sungguh sangat mencintaimu” Gumam Julia dalam hatinya, tubuhnya bergetar hebat mengucapkan kata-kata itu dalam batinnya.


Pengucapan yang terbata-bata namun lirih. “Bukankah k-kau akan memperjuangkanku??? B-bukan-kah k-kau akan membawaku lagi?” Semua hanya diam dan menunduk, Ibu dan nenek Kyungsoo hanya bisa menangis. Julia mencoba menahan sesegukannya untuk bisa berbicara normal namun emosinya selalu kalah dengan apa yang ingin ia ucapkan “K-kau berjanji akan berubah, k-kau berjanji tidak akan menyakitiku, Apa itu hanya dimulutmu


Julia turun dan melipat kedua lututnya bersujud disisi brankar Kyungsoo. Ia mencium punggung tangan Kyungsoo. “K-Kau bohong, kau pergi sementara aku disini” Julia telah lelah berkata-kata hingga pertahanannya runtuh dan menangis sejadi-jadinya. “Ahhhh.......Kyungsoo ya.....” Ucapnya lirih. Abe segera menenangkan Julia dan membantu wanita itu berdiri.


 “Hhuhuuuhu....” Julia berangsur-berangsur bangun dan bersandar disisi Abe.


Kau tahu bagaimana rasanya jika terluka lalu bekas luka itu diberi air asam ?? Begitu perih rasanya jika dirasa. Begitu pula perasaan Julia. Perih tak tertandingi. Jika saja Kyungsoo tidak bertemu denganku, mungkin tidak akan jadi seperti ini akhirnya. Dia mungkin masih tetap hidup sampai saat ini.


---


Abe dan Julia kembali ke Hotel. Rasanya batinnya bergejolak. Abe memegang tangan Julia hingga si empunya beralih menatap lelaki itu “Istirahatlah, jangan pikirkan apapun? Ujar Abe yang dibalas dengan anggukan.


“Jangan pikirkan apapun?? Bagaimana mungkin” Pikir Julia dalam hati.

__ADS_1


 Julia kembali ke kamar dan beristirahat. Sedangkan Abe dikamarnya bersama steve sambil bekerja. Abe pria yang sangat sibuk. Demi Julia ia rela meninggalkan pekerjaannya sementara untuk menemaninya. Saat malam hari Abe menuju kamar Julia. Julia hanya duduk bermenung dibalkon kamarnya.


“Jika kau ingin ke suatu tempat aku akan menemanimu” Sahut Abe.


Keinginan Julia hanya satu saat itu, ia ingin pergi ke kediaman Kyungsoo dulu.


Tak lama kemudian Julia sampai dikediaman Kyungsoo. Tak banyak yang berubah dari tempat itu. Pelayan yang masih mengenalinya pun mempersilahkan ia masuk. Julia memasuki kamarnya dengan Kyungsoo dahulu. Sama seperti awal, ruangan itu masihseperti dahulu. Julia mengepal tangan kanannya sambil meletakannya didada. Ia


berjalan pelan memasuki ruangan yang penuh kenangan itu.


Kenangan Kyungsoo yang suka menggodanya dengan tidak memakai baju, bekerja dengan laptop diatas ranjang, Julia yang tidur dengan mempunggunginya, suka memeluknya tiba-tiba saat Julia tertidur dan masih banyak lagi. Ia lalu membuka lemari pakaiannya. Julia terkejut dengan isi lemari pakaian itu. Kyungsoo masih menyimpannya


dengan rapi semua pakaiannya. Ia mengambil salah satu baju Kyungsoo dan menciumnya.


“Ini bau Kyungsoo” Ujar Julia dalam hatinya.


 “Huuhuuuhuhuuuu” Ia memukul dadanya berulang-ulang dan kuat.


“Hentikan” Ujar Abe sambil memegang tangannya yang membuat Julia melihat ke arahnya.


“Katakan, bagaimana caranya aku bisa melewati ini ? Beritahu aku caranya supaya hatiku tidak sesakit ini, aku tidak kuaatt hhuhuuuhu” Ujar Julia menangis


“Menurutmu, aku kuat melihatmu seperti ini” Ujar abe dengan intonasi nada yang agak meninggi.” Jangan salahkan dirimu, dia juga tidak akan tenang kalau kau menyalahkan diri sendiri”


“Ayo kita pulang” Ujar Abe yang membuat Julia berat hati untuk meninggalkan tempat itu.


katakanlah ini hanya mimpi. Jika ia, aku akan bangun dan berlari ke arahmu Kyungsoo.

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan memberikan komen, like, favorite dan sharingnya ya. Kamsahamida.


__ADS_2