Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 32 / Selamatkan anakku !


__ADS_3

“Andwae” Ucap Kyungsoo lirih dan terpaku.


Suara alarm mobil itu seketika berisik menandakan ketidakberesan. Darah segar mulai bercucuran dan menetes disela-sela pintu mobil. Supir truck telah tidak sadarkan diri lagi. Semburan asap mesin mobil keluar dibalik sela-sela reotnya.


Uhukk uhukk.....


Darah keluar menetes kecil dari sudut bibir kecil Julia.


Na’asnya sang supir yang tidak memasang seat belt sehingga kepala sang supir terpental menjulai pasrah diatas pecahan kaca pintu mobil yang bersisa, sehingga darah menetes segar dibalik pintu.


Julia masih tersadar dari kerasnya hantaman mobil truck yang menabrak mobil miliknya. Ia mengerang menahan rasa sakit diarea perut dan kakinya.


Kyungsoo berlari menuju arah kejadian dan berhenti disamping mobilnya sambil menatapi istrinya yang mencoba menantang maut. Julia mencoba sekuat tenaga menoleh ke arah Kyungsoo meskipun rasa sakit dikepalanya tak terelakkan. Ia mencoba memicingkan matanya sekilas dan kembali melihat sang suami dari balik pintu kaca mobilnya.


Kyungsoo mulai menggila, demi apapun matanya sudah mulai berkaca-kaca dan tidak mampu mempertahankan air matanya. Tidak, sungguh ia tidak ingin kehilangan Julia.


“And-Andwae” Kyungsoo menaikkan nadanya dengan tubuh yang gemeteran. Menundukkan punggungnya


mencoba menyalahkan dirinya dan mulai mengacak-acak rambutnya frustasi dihadapan istrinya.


Julia masih tetap melihat Kyungsoo yang sudah mulai tak terkendali. Airmatanya mengalir begitu saja. Ia mencoba berjuang menahan rasa sakitnya.


“Kyung-soo s-shi” Suara lembut dan lirih bernada paling rendah memanggil Kyungsoo . Sama gemetarnya dengan apa yang dialami Kyungsoo.


Seluruh pengawal langsung mencoba menyelamatkan Julia agar bisa keluar dari mobil. Namun sia-sia. Kedua kaki Julia terjepit akibat hentaman kuat truck. Harus menggunakan alat baru bisa mengeluarkan tubuh Julia dari dalam mobil.


Semua orang yang melihat berbondong-bondong melihat kejadiaan na’as tersebut.

__ADS_1


“Tolong keluarkan dia, tolong” Ungkap Kyungsoo berteriak kepada pengawalnya.


“Sayang sebentar lagi kau akan diselamatkan, tunggu sebentar lagi ya???” Suara penuh gemeteran itu menyemangati Julia, padahal dirinya pun sudah tak mampu melihat keadaan Julia.


Airmatanya pun terjatuh tanpa perintah dari sang pemilik.


Tak lama kemudian ambulan, polisi dan pemadam kebakaran datang dan segera menyelamatkan Julia. Mengeluarkan brankar dan alat besi  untuk mengeluarkan Julia.


Seketika sosok pria berbaju kokoh kepolisian dan berbintang 4 dibahu kirinya diikuti beberapa bawahannya keluar dari dalam mobil berjalan tegap dan cepat menuju kejadian. Langkahnya langsung dapat tundukkan dan hormat dari beberapa polisi yang menjaga di lokasi kecelakaan. Pria itu segera menghadap Kyungsoo dan langsung memberi tunduk dan hormat kepada Kyungsoo. Tampaknya pria ini orang petinggi kepolisian yang mengenal Kyungsoo sehingga dia rela-relaan datang dan melihat lokasi kejadian sambil mencoba menahan Kyungsoo yang telah lepas


kendali melihat kondisi istrinya.


“Tuan sadarlah” Ucap sang petinggi kepolisian tersebut sambil menahan kedua bahu Kyungsoo.


Begitu pentingnya seorang Kyungsoo sehingga petinggi kepolisian pun datang melihatnya.


Beberapa detektif pun langsung datang ke lokasi untuk mereka kejadian.


“Berjuanglah. Kau harus tetap hidup” Ujar Kyungsoo menggenggam erat tangan Julia.


“A-nak-ku, selamat-kan anak-ku” Bersusah payah menyebut kata-kata itu untuk mengingatkan Kyungsoo, padahal pria itu juga bersusah payah menguatkan dirinya.


“Semuanya akan baik-baik saja” Ujar lelaki yang mengusap lembut ujung kepala Julia.


---


Julia dilarikan dirumah sakit milik Kyungsoo di Itaewon. Rumah sakit kelas menengah ke atas. Tubuh rampingnya langsung dipindahkan di UGD untuk penanganan awal. Seluruh dokter dan perawat langsung menghampiri tubuh Julia yang berlumuran darah. Tampak jelas darah segar keluar dari arah selangkangan Julia.

__ADS_1


Julia meraih sekuat tenaga tangan dokter yang menanganinya sambil tetap menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.


“A-Anak-ku, se-lam-atkan a-nak-ku” sambil menunjuk ke arah perutnya.


“Dok, ada darah segar keluar dari selangkangan pasien” Gumam sang perawat.


“Istriku hamil” Kyungsoo langsung menghampiri dokter dengan tergesa-gesa.


Tahu yang menghampiri mereka adalah CEO rumah sakit tempat mereka bekerja. sontak semuanya langsung menundukkan pandangan dan hormat kepada Kyungsoo.


“Sajang Nim” Ucap serentak seluruh pegawai rumah sakit ke arah Kyungsoo.


“Berhenti menunduk kepadaku, istriku membutuhkan kalian” dengan intonasi meninggi membuat seluruh pegawai segera melakukan tindakan kepada istrinya.


“Sajangnim, nyonya harus segera dioperasi” Ujar sang dokter.


Kyungsoo langsung menandatangani persetujuan operasi sebagai wali sah Julia.


---


Kyungsoo duduk menunggu dengan wajah tertunduk ke lantai. Hanya ia sendiri yang berada didepan ruang tunggu kamar operasi.


Sementara Julia tidak sadarkan diri setelah disuntikan anastesi ketubuhnya. Apapun yang terjadi, sungguh Kyungsoo hanya ingin Julia selamat. Mengenai janinnya, Kyungsoo tidak terlalu memperdulikannya meskipun hati kecilnya mengatakan ia masih ingin bayi tersebut ikut selamat bersama ibunya.


Seluruh tubuhnya lemas dan bergetar. Sesekali ia akan mengacak rambutnya dengan frustasi. Kadang ia mencoba bangkit dari duduknya dan berjalan pelan lalu ia kembali duduk kembali dengan posisi semula. Sungguh demi apapun kali ini ia tidak mampu hidup jika tanpa wanita itu disisinya. Ia sudah cukup menderita karna akibat ulahnya.


Kyungsoo ya, apakah kamu mulai mencintainya???

__ADS_1


 


* Jangan lupa tinggalkan komentar\, love dan like kalian ya chinggu. Annyeong *


__ADS_2