Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 20 / Calon penerus Kyungsoo.


__ADS_3

“Apa kau begitu ingin dengannya??”


Masih belum hilang bekas tamparan


Shin Na, kali ini tamparan Kyungsoo menambah daftar tamparannya hari ini.


“Kau semakin sulit ku atur”


Kyungsoo menjepit kedua rahang Julia.


“Hiks,,Sakittt...” Ujar Julia


menangis dan menahan sakit.


Julia bertahan walaupun Kyungsoo


telah emosi berat, ia tahu bahwa fotonya telah tersebar ke semua jejaring media


sosial. Ia hanya bisa mengeratkan jari-jemarinya.


Kyungsoo melapaskan jepitan rahang


Julia.


“Ahh” Julia merintih kesakitan


setelah Kyungsoo melepas jepitan tangannya. Air matanya menetes deras dipipinya


tanpa suara namun ada sesegukkan sesekali.


“Kurung dia digudang dan jangan


beri dia makanan” Gumam Kyungsoo memberi perintah kepada pelayan.


Julia pun dibawa ke gudang dan


ditahan disana hingga Kyungsoo mau melepaskannya.


Gudang yang tidak berlampu, banyak


debu, tikus dan kecoa itu semakin menambah suramnya ruangan. Ketika malam hanya


ada lampu yang kebetulan terpental diruangan itu meskipun hanya selebar telapak


tangannya, namun setidaknya ruangan itu tidak gelap dimalam hari.


“Ibu,Ayah ..” Sesekali Julia


memanggil kedua orangtuanya.


“Huhuuuu, Ibu aku ingin ikut


denganmu disana” Julia menangis sesegukkan. Penderitaannya semakin lama semakin


banyak.


“Ibu bawa aku kesana”


“setidaknya disana aku tidak


kesepian dan kalian yang akan menjagaku, hhuhuuuhuuu”


Julia duduk disudut dan meringkukkan


kedua lututnya dan memeluknya sangat erat. Tidak ada ide baginya untuk berusaha


kabur. Biarkanlah !!!


Apakah kalian sanggup menjadi


seorang Julia ???


Berhari-hari Julia dikurung


digudang tanpa makan dan minum, Julia mulai kelaparan dan pusing. Sesekali ia


mual dan ingin muntah. mungkin maag nya kambuh karna sudah 2 hari ia belum


makan apa-apa.


Perutku mual-mual, kepalaku pusing,


mungkin tensi ku turun. kapan penderitaan ini berhenti?


Kesadaran Julia semakin berkurang


dan


Uwekkkkk.........


Julia muntah. karna tidak ada isi


perut yang akan dikeluarkan kecuali air walaupun tidak banyak.


Keesokan paginya Julia berusaha


bangun dari tidurnya. ia berharap rasa mual dan sakit kepalanya hilang, namun


malah sebaliknya. wajah dan bibirnya sudah pucat seperti mayat hidup. rasanya


dunia berputar-putar dipenglihatannya, jiwanya seakan melayang-layang diudara.


Uwekkkkk........


Julia kembali muntah tapi yang ia


muntahkan cairan berwarna hijau pekat. setelah tidak sanggup lagi untuk muntah


kesadarannya berangsur-angsur hilang.


Bangggg !!!!!

__ADS_1


seluruh isi nampan berisi makanan


yang dibawakkan pelayan untuk Julia langsung terpental jatuh ke lantai ketika


melihat Julia tak sadarkan diri dengan muntah yang berserakkan dimana-mana.


Pelayan itu berlari terbirit-birit menuju ruang meja makan tempat Kyungsoo


sarapan.


“T ttuannn, ituuu Nyonya.....”


Pelayan itu tak mampu menyelesaikan maksudnya dan Kyungsoo langsung berlari


menuju gudang tempat Julia dikurung.


Kyungsoo berlari sekencang dan


sekuat tenaga menuju gudang belakang dan saat sampai digudang ia melihat Julia


tak sadarkan diri dengan beberapa muntah yang memenuhi lantai.


“Julia shi” Kyungsoo berteriak


memanggil nama istrinya.


Ia segera menghampiri istrinya yang


tak sadarkan diri dan segera membawanya kerumah sakit.


Saat sampai dirumah sakit, dokter


segera memberi penanganan kepada Julia. Kyungsoo menunggu harap-harap cemas,


kali ini sudah kedua kalinya ia hampir membunuh istrinya. ia tidak ingin hal


yang sama terjadi kesekian kalinya.


Kyungsoo cemas, ia selalu bolak


balik dan kembali duduk lalu kembali bolak balik dan begitulah seterusnya


sambil menunggu tindakan dokter untuk istrinya.


Dokter pun keluar dan menuju ke


arah Kyungsoo.


“Tuan, istri anda mengalami


dehidrasi dan kekurangan gizi yang cukup parah sehingga janinnya bermasalah.”


Mendengar kata janin, Kyungsoo


sontak terkejut.


“J Janin ? Julia hamil?” Ucap


“Ia tuan, umur janinnya sudah 4


minggu, dan hampir saja merenggut nyawa janin tersebut.


“Apa????” Kyungsoo semakin tak


percaya, ia hampir membunuh buah hatinya bukan hanya istrinya.


“Kau harus menyelamatkan keduanya,


kau harus menyelamatkan mereka, jika tidak rumah sakitmu akan kuhancurkan”


bentak Kyungsoo kepada dokter tersebut.


“Kami akan berusaha semaksimal


mungkin tuan Kyungsoo” Ucap dokter tersebut.


Kyungsoo baru tahu kalau Julia


telah hamil anaknya. dan ia hampir saja merenggut nyawa anaknya yang masih


berumur beberapa minggu tersebut.


Julia dirawat intensif diruang VVIP


rumah sakit A. saat ini Julia belum siuman. Kyungsoo harap-harap cemas. tak


sedetikpun ia meninggalkan Julia diruangan itu.


Lelaki itu hanya bisa mendekap


tangan kanan Julia dengan kedua tangannya.


Rasa bersalah selalu menghampirinya


setiap saat. ia selalu membuat istrinya dalam bahaya.


Hari itu keluarganya pulang dan


datang kerumah sakit menjenguk Julia.


Mereka berkumpul dikamar tersebut


sambil memperhatikan tubuh lemah Julia yang terbaring diatas ranjang rumah


sakit.


“Untuk saat ini Julia jangan


sekolah dulu. urus cutinya sampai ia bisa melahirkan dengan sehat. anak dalam


rahimnya adalah pewaris Kyung Grup selanjutnya” Gumam sang Ibu kepada Kyungsoo.

__ADS_1


Esoknya Julia siuman. Sosok yang


pertama kali ia lihat adalah Kyungsoo lalu Ibunya, nenek lalu ayah dll.


“Sayang akhirnya kau siuman” Ujar


Ibu Kyungsoo sambil memegang punggung tangan Julia.


“Kau harus banyak-banyak istirahat


supaya janinmu tetap sehat sampai lahiran.” Ujar sang nenek kepada Julia.


“J Janin ??” Jawab Julia terengah-engah.


Jadi saat mual-mual dan muntah itu


adalah pertanda bahwa ia telah mengandung ??


Bahagia atau harus sedihkah ?


“Usia kandunganmu baru 4 minggu.


jaga baik-baik calon cucu ibu ya ?” Gumam Ibu Kyongsoo yang sangat terlihat


menginginkan anak dalam kandungan Julia.


Setelah sadar dari komanya. Julia


berjalan-jalan ditaman untuk mencari angin segar di rumah sakit ditemani 3


perawat.


Angin sepoi-sepoi yang menabrak


manjah Julia membuat rambutnya tersibak di hembusan angin yang lembut.


“Nyonya, angin diluar cukup dingin.


sebaiknya nyonya kembali ke kamar” Ucap salah satu perawat.


Aku mengandung calon pewaris Kyung


Grup yang berharga. Bagaimanapun harus dijaga baik-baik.


“Nyonya, saatnya minum obat. mari


kita kembali ke kamar” Gumam salah satu perawat.


Selama beberapa hari, Julia akan


mendapat perawatan intensif dirumah sakit. Akan ada tiga perawat yang standby


dan satu dokter spesialis Obgyn atau kandungan yang bertanggung jawab dengan


kesehatan Julia selama dirumah sakit.


Setelah minum obat, Julia


beristirahat. Dia tidak membaringkan badannya dan hanya dengan posisi duduk


sendirian dikamar tersebut. manik-maniknya melihat ke satu arah berisi


pemandangan dari luar balkon yang dipenuhi bunga-bunga musim panas.


Bunga-bunga itu hidup dan bebas


dimanapun ia tumbuh. berbeda dengan Julia yang hidup namun kebebasannya


dirampas. Tidak boleh kemanapun kecuali atas izin Kyungsoo. Apalagi saat ini


Julia hamil anak keturunan Kyungsoo. Pria itu akan lebih gila lagi terhadap


Julia.


Julia dipaksa cuti kuliah demi


menjaga kesehatan bayi dalam kandungannya.


“Nyonya, saatnya makan siang. Tuan


Kyungsoo sudah menunggu anda dimeja makan” Ucap seorang perawat yang memanggil


Julia untuk makan siang.


Dimeja makan yang panjang itu,


mereka duduk berhadapan. Julia tidak selera makan dan sangat sulit menelan


makanannya.


Julia serasa mual dan akan muntah,


ia berlari menuju kamar mandi “Uwekkk” Julia memuntahkan makanannya.


Kyungsoo pun segera memindahkan


kursinya dan duduk disamping Julia yang sudah kembali dari kamar mandi.


“Kau harus banyak makan, jangan


sampai sakit. Bayi dalam perutmu harus mendapat asupan banyak makanan” Gumam


Kyungsoo menasehati Julia.


Laki-laki itu mencoba menyuapi


Julia.


* Sampai jumpa di episode


selanjutnya. Jangan lupa Love, Favorite, share dan rating yang banyak ya.

__ADS_1


Kamsahamnida yeoreobun *


__ADS_2