
“Apa kau begitu ingin dengannya??”
Masih belum hilang bekas tamparan
Shin Na, kali ini tamparan Kyungsoo menambah daftar tamparannya hari ini.
“Kau semakin sulit ku atur”
Kyungsoo menjepit kedua rahang Julia.
“Hiks,,Sakittt...” Ujar Julia
menangis dan menahan sakit.
Julia bertahan walaupun Kyungsoo
telah emosi berat, ia tahu bahwa fotonya telah tersebar ke semua jejaring media
sosial. Ia hanya bisa mengeratkan jari-jemarinya.
Kyungsoo melapaskan jepitan rahang
Julia.
“Ahh” Julia merintih kesakitan
setelah Kyungsoo melepas jepitan tangannya. Air matanya menetes deras dipipinya
tanpa suara namun ada sesegukkan sesekali.
“Kurung dia digudang dan jangan
beri dia makanan” Gumam Kyungsoo memberi perintah kepada pelayan.
Julia pun dibawa ke gudang dan
ditahan disana hingga Kyungsoo mau melepaskannya.
Gudang yang tidak berlampu, banyak
debu, tikus dan kecoa itu semakin menambah suramnya ruangan. Ketika malam hanya
ada lampu yang kebetulan terpental diruangan itu meskipun hanya selebar telapak
tangannya, namun setidaknya ruangan itu tidak gelap dimalam hari.
“Ibu,Ayah ..” Sesekali Julia
memanggil kedua orangtuanya.
“Huhuuuu, Ibu aku ingin ikut
denganmu disana” Julia menangis sesegukkan. Penderitaannya semakin lama semakin
banyak.
“Ibu bawa aku kesana”
“setidaknya disana aku tidak
kesepian dan kalian yang akan menjagaku, hhuhuuuhuuu”
Julia duduk disudut dan meringkukkan
kedua lututnya dan memeluknya sangat erat. Tidak ada ide baginya untuk berusaha
kabur. Biarkanlah !!!
Apakah kalian sanggup menjadi
seorang Julia ???
Berhari-hari Julia dikurung
digudang tanpa makan dan minum, Julia mulai kelaparan dan pusing. Sesekali ia
mual dan ingin muntah. mungkin maag nya kambuh karna sudah 2 hari ia belum
makan apa-apa.
Perutku mual-mual, kepalaku pusing,
mungkin tensi ku turun. kapan penderitaan ini berhenti?
Kesadaran Julia semakin berkurang
dan
Uwekkkkk.........
Julia muntah. karna tidak ada isi
perut yang akan dikeluarkan kecuali air walaupun tidak banyak.
Keesokan paginya Julia berusaha
bangun dari tidurnya. ia berharap rasa mual dan sakit kepalanya hilang, namun
malah sebaliknya. wajah dan bibirnya sudah pucat seperti mayat hidup. rasanya
dunia berputar-putar dipenglihatannya, jiwanya seakan melayang-layang diudara.
Uwekkkkk........
Julia kembali muntah tapi yang ia
muntahkan cairan berwarna hijau pekat. setelah tidak sanggup lagi untuk muntah
kesadarannya berangsur-angsur hilang.
Bangggg !!!!!
__ADS_1
seluruh isi nampan berisi makanan
yang dibawakkan pelayan untuk Julia langsung terpental jatuh ke lantai ketika
melihat Julia tak sadarkan diri dengan muntah yang berserakkan dimana-mana.
Pelayan itu berlari terbirit-birit menuju ruang meja makan tempat Kyungsoo
sarapan.
“T ttuannn, ituuu Nyonya.....”
Pelayan itu tak mampu menyelesaikan maksudnya dan Kyungsoo langsung berlari
menuju gudang tempat Julia dikurung.
Kyungsoo berlari sekencang dan
sekuat tenaga menuju gudang belakang dan saat sampai digudang ia melihat Julia
tak sadarkan diri dengan beberapa muntah yang memenuhi lantai.
“Julia shi” Kyungsoo berteriak
memanggil nama istrinya.
Ia segera menghampiri istrinya yang
tak sadarkan diri dan segera membawanya kerumah sakit.
Saat sampai dirumah sakit, dokter
segera memberi penanganan kepada Julia. Kyungsoo menunggu harap-harap cemas,
kali ini sudah kedua kalinya ia hampir membunuh istrinya. ia tidak ingin hal
yang sama terjadi kesekian kalinya.
Kyungsoo cemas, ia selalu bolak
balik dan kembali duduk lalu kembali bolak balik dan begitulah seterusnya
sambil menunggu tindakan dokter untuk istrinya.
Dokter pun keluar dan menuju ke
arah Kyungsoo.
“Tuan, istri anda mengalami
dehidrasi dan kekurangan gizi yang cukup parah sehingga janinnya bermasalah.”
Mendengar kata janin, Kyungsoo
sontak terkejut.
“J Janin ? Julia hamil?” Ucap
“Ia tuan, umur janinnya sudah 4
minggu, dan hampir saja merenggut nyawa janin tersebut.
“Apa????” Kyungsoo semakin tak
percaya, ia hampir membunuh buah hatinya bukan hanya istrinya.
“Kau harus menyelamatkan keduanya,
kau harus menyelamatkan mereka, jika tidak rumah sakitmu akan kuhancurkan”
bentak Kyungsoo kepada dokter tersebut.
“Kami akan berusaha semaksimal
mungkin tuan Kyungsoo” Ucap dokter tersebut.
Kyungsoo baru tahu kalau Julia
telah hamil anaknya. dan ia hampir saja merenggut nyawa anaknya yang masih
berumur beberapa minggu tersebut.
Julia dirawat intensif diruang VVIP
rumah sakit A. saat ini Julia belum siuman. Kyungsoo harap-harap cemas. tak
sedetikpun ia meninggalkan Julia diruangan itu.
Lelaki itu hanya bisa mendekap
tangan kanan Julia dengan kedua tangannya.
Rasa bersalah selalu menghampirinya
setiap saat. ia selalu membuat istrinya dalam bahaya.
Hari itu keluarganya pulang dan
datang kerumah sakit menjenguk Julia.
Mereka berkumpul dikamar tersebut
sambil memperhatikan tubuh lemah Julia yang terbaring diatas ranjang rumah
sakit.
“Untuk saat ini Julia jangan
sekolah dulu. urus cutinya sampai ia bisa melahirkan dengan sehat. anak dalam
rahimnya adalah pewaris Kyung Grup selanjutnya” Gumam sang Ibu kepada Kyungsoo.
__ADS_1
Esoknya Julia siuman. Sosok yang
pertama kali ia lihat adalah Kyungsoo lalu Ibunya, nenek lalu ayah dll.
“Sayang akhirnya kau siuman” Ujar
Ibu Kyungsoo sambil memegang punggung tangan Julia.
“Kau harus banyak-banyak istirahat
supaya janinmu tetap sehat sampai lahiran.” Ujar sang nenek kepada Julia.
“J Janin ??” Jawab Julia terengah-engah.
Jadi saat mual-mual dan muntah itu
adalah pertanda bahwa ia telah mengandung ??
Bahagia atau harus sedihkah ?
“Usia kandunganmu baru 4 minggu.
jaga baik-baik calon cucu ibu ya ?” Gumam Ibu Kyongsoo yang sangat terlihat
menginginkan anak dalam kandungan Julia.
Setelah sadar dari komanya. Julia
berjalan-jalan ditaman untuk mencari angin segar di rumah sakit ditemani 3
perawat.
Angin sepoi-sepoi yang menabrak
manjah Julia membuat rambutnya tersibak di hembusan angin yang lembut.
“Nyonya, angin diluar cukup dingin.
sebaiknya nyonya kembali ke kamar” Ucap salah satu perawat.
Aku mengandung calon pewaris Kyung
Grup yang berharga. Bagaimanapun harus dijaga baik-baik.
“Nyonya, saatnya minum obat. mari
kita kembali ke kamar” Gumam salah satu perawat.
Selama beberapa hari, Julia akan
mendapat perawatan intensif dirumah sakit. Akan ada tiga perawat yang standby
dan satu dokter spesialis Obgyn atau kandungan yang bertanggung jawab dengan
kesehatan Julia selama dirumah sakit.
Setelah minum obat, Julia
beristirahat. Dia tidak membaringkan badannya dan hanya dengan posisi duduk
sendirian dikamar tersebut. manik-maniknya melihat ke satu arah berisi
pemandangan dari luar balkon yang dipenuhi bunga-bunga musim panas.
Bunga-bunga itu hidup dan bebas
dimanapun ia tumbuh. berbeda dengan Julia yang hidup namun kebebasannya
dirampas. Tidak boleh kemanapun kecuali atas izin Kyungsoo. Apalagi saat ini
Julia hamil anak keturunan Kyungsoo. Pria itu akan lebih gila lagi terhadap
Julia.
Julia dipaksa cuti kuliah demi
menjaga kesehatan bayi dalam kandungannya.
“Nyonya, saatnya makan siang. Tuan
Kyungsoo sudah menunggu anda dimeja makan” Ucap seorang perawat yang memanggil
Julia untuk makan siang.
Dimeja makan yang panjang itu,
mereka duduk berhadapan. Julia tidak selera makan dan sangat sulit menelan
makanannya.
Julia serasa mual dan akan muntah,
ia berlari menuju kamar mandi “Uwekkk” Julia memuntahkan makanannya.
Kyungsoo pun segera memindahkan
kursinya dan duduk disamping Julia yang sudah kembali dari kamar mandi.
“Kau harus banyak makan, jangan
sampai sakit. Bayi dalam perutmu harus mendapat asupan banyak makanan” Gumam
Kyungsoo menasehati Julia.
Laki-laki itu mencoba menyuapi
Julia.
* Sampai jumpa di episode
selanjutnya. Jangan lupa Love, Favorite, share dan rating yang banyak ya.
__ADS_1
Kamsahamnida yeoreobun *