
Test....
Airmatanya menetes begitu saja tanpa persetujuan pemiliknya. Angin itu tetap menghembuskan helaian rambut panjang Julia dengan indah. Meskipun dibaliknya ada sesuatu yang membuat jiwanya galau dan tertekan.
“W-weo” Sekali lagi Julia bertanya ada apa dengan hatinya. Manik-maniknya tetap memandang lurus ke arah lautan lepas.
Dinginnya semakin menusuk ke tulang. Membuat reman-remang disekujur badan dan bergetar. Bahkan bulan pun tak mampu menghangatkan tubuhnya. Lemah, selain tubuh yang lemah. Julia juga tidak memiliki hati yang kuat. Kesulitannya dulu bersama Kyungsoo memang membuatnya Jera. Namun hanya saja pria itu tidak tahu cara yang
lebih baik dalam menyayangi wanitanya. Bersamanya ia serasa serasi.
Tapi pada dasarnya Kyungsoo pria yang keras. Untuk melunakkan hatinya Julia tak mampu. Entah bagaimana caranya dia mampu melunakkan hati pria kasar itu. Julia yang hanya bagaikan seutas kapas putih yang ringan, putih dan lemah. Bagaimana ia mampu merubah segala sifat buruk Kyungsoo.
Tes...
Sekali lagi air mata itu kembali berlinang bergerak ringan di pipi mulus Julia.
“Nggak” Tiba-tiba ia sadar.
Ia pun kembali ke kamarnya untuk menenangkan diri kembali. Mungkin kali ini ia salah. Bisa saja ia berhalusinasi makanya ia tiba-tiba mengingat pria itu. Julia berjalan santai menuju kamarnya. Wajah Kyungsoo masih terngiang diingatannya. Langkahnya sedikit malas. Keputusan Kaisar membawanya ke sebuah negara yang
jauh bukanlah pilihan yang tepat. Baginya keputusan ini membuatnya malah semakin terpenjara dari pikiran Kyungsoo.
Nafasnya sesak. Air matanya masih terus saja mengalir. Belum sampai ia dikamar seseorang memanggilnya.
“Sayang.”
Julia melihat ke arah suara pria tersebut.
“K-Kai-sar” Tangisnya pecah saat melihat Abe. Baginya mungkin perlindungan yang bisa membuatnya tenang hanyalah Yang Mulia Kaisar.
Abe langsung menghampiri Julia dan memeluknya.
“Ada apa denganmu??, apa ada yang skait?” Ujar Abe yang dibalas dengan gelengan oleh
__ADS_1
Julia.
“Lalu” Abe kembali bertanya namun Julia tetap saja terisak. Abe pun lalu menuntun Julia ke kamarnya. Baginya mungkin wanita itu butuh istirahat. Dan ia harus menemaninya sampai ia baikkan.
Ketika Julia mulai tenang diranjangnya, Abe pun pamit undur diri untuk menuju kamarnya. Namun sebuah pegangan kecil dilengannya menghentikan langkahnya.
“A-aku takut sendiri” Ujar Julia terbata-bata.
“Kamu takut sendirian??” Ujar Abe yang dibalas degan anggukan oleh Julia.
“Aku takut jika aku tertidur. aku hanya ingin mengobrol denganmu. Apakah kau mau???” Permintaan Julia membuat Abe sedikit heran.
“Apa kau sudah mengantuk??” Sambung Julia kembali.
“Jika kau ingin ditemani, akan aku temani. Aku juga belum ingin tidur”
Padahal ini sudah tengah malam. Pria ini masih terjaga disepanjang malam. Mungkin banyak hal yang dipikirkannya. Kami duduk berdua disofa berdampingan. Sudah 30 menit berlalu tapi mereka belum ada pembicaraan apa-apa. Padahal Julia sendiri yang menahan Kyungsoo tapi ia malah bingung ingin berbicara apa. Hidupnya tidak ada yang layak untuk dibicarakan. Tidak ada yang menarik dari kehidupannya.
“Untuk??” Abe menelaah maksud Julia meminta maaf kepadanya.
“Karna aku selalu menyusahkan yang mulia kaisar” Ujar Julia.
“Itu adalah tugasku untuk melindungimu. kau tidak perlu meminta maaf” Ujar Abe.
“Kenapa yang mulia begitu baik kepada saya?” Kata-kata itu sontak membuat Abe sedikit terpukul. Bukankah ia tahu maksud hati pria yang ada dihadapannya ini alasan kenapa ia melindungi dirinya selama ini?
“S-Saya...” Kata-katanya terputus.
“S-saya sungguh tidak layak untuk menerima semua perlakuan yang mulia kepada saya. saya hanya orang hina yang kebetulan saja bisa bertemu dengan yang mulia dan....” Kata-kata Julia langsung terhenti ketika Abe tiba-tiba menggenggam kedua tangannya.
“Apa maksud dengan perkataanmu Julia??” Abe memandang lurus wanita yang ada dihadapannya.
“H-Hamba t-tidak layak menerima p-perlakuan spesial dari y-yang mulia jadi...”
__ADS_1
“Jadi apa??” Ujar Abe kembali memotong pembicaraan Julia.
“J-jadi lepaskan saya” Abe langsung melepaskan genggaman kedua tangannya saat Julia mengatakan kata-kata lepaskan. Mungkinkah Julia memutuskannya?? Sementara Julia langsung memicingkan matanya. Rasanya ia tak sanggup melihat expresi pria dihadapannya.
“Aku tidak akan melepaskanmu” Julia kembali menarik dan membuka kedua matanya mendengar penjelasan Abe.
“Y-yang mulia”
“Aku sudah katakan kalau aku tidak akan melepaskanmu” Kali ini nada bicara kaisar naik dua oktaf. nafasnya berpacu cepat diiringi naik turun bahu lebarnya. Matanya tetap lurus memandangi Julia disampingnya. Matanya memerah dan berkaca-kaca sambil terus menatap ke arah Julia. Apakah pria ini akan ~~~~menangis?
“Jangan tinggalkan aku” Ujar sang Kaisar dengan penuh lembut dan pelan.
Julia benar-benar luluh melihat sorot mata Kaisar yang sendu. Julia memandang lekat sorot mata pria dihadapannya. Memang tidak ada celah kebohongan. Apakah ia jadi salah bicara?
---
“Apa” Suara Kyungsoo naik beberapa oktaf. Ia dicekal oleh kepolisian Negeri Bilyon dan tidak diperbolehkan memasuki wilayah tersebut. Entah atas dasar apa ia tidak diperbolehkan masuk ke negara itu. Tapi ia yakin ini pasti karna kaisar telah melarangnya untuk menemui Julia.
“Brengsek” Ujar Kyungsoo mengutuk Abe.
“Tuan, apa yang harus kita lakukan??” Ujar Chen
“Kita tidak bisa masuk ke negara ini. Hubungi pemerintah Korea untuk membantuku memasuki Bilyon. Sekarang kita harus kembali” Ujar Kyungsoo seraya memberi perintah.
“Baik tuan” Ujar Chen.
Rencana Kyungsoo memasuki negara Bilyon gagal. Belum pernah ia dicekal diberbagai negara mana pun. Apalagi ia seorang pebisnis.
~ Kemanakah Julia akan pergi jika ia melepaskan kaisar??? Apa kembali ke pelukan Kyungsoo atau menyendiri?? Tunggu episode selanjutnya, Gumauwo.
__ADS_1