
~~ Ini adalah episode terakhir Novel Cerita Julia dan Korea Selatan. Untuk Part II nya nanti akan thor fikirkan lagi. Karna Thor juga fokus dengan novel yang lain yang masih on going. Biar bisa fokus kasih bahan cerita yang menarik buat kalian. Makasih sudah menjadi pembaca setia Thor.
“Saya masih belum mempercayai kematian beliau” Sebentar ia menggantung kalimatnya dan melanjutkannya kembali “Tuan Kyungsoo”
Nyonya besar yang masih duduk tenang dikursi besarnya hanya menatap intens maniknya ke arah Chen yang masih setia duduk bersebrangan darinya.
“Jadi maksudmu kami berbohong atas kematian anakku sendiri?” Beliau tampak tak suka dengan maksud terang-terangan dari Chen yang langsung mengklarifikasi ketidakpercayaannya terhadap kematian tuannya sendiri.
“Saya hanya ingin bukti kalau memang beliau meninggal” Kalimat Chen langsung dicerca oleh ibunya Kyungsoo.
“Cukup” Suara Ibu Kyungsoo mengeras, cukup mendominasi seisi ruangan.
“Jika kau sekali lagi mengungkit kematian Kyungsoo, maka ku pastikan kau akan dipanjara seumur hidupmu” Ibu Kyungsoo bangun dan berjalan meninggalkan Chen yang masih terpaku duduk diatas sofa. Ia menurunkan wajahnya menghadap lantai mar-mar. Sungguh usahanya kali ini lagi-lagi gagal. Tapi ia belum berkecil hati saat ini. Ia masih akan tetap mencari tahu faktanya sampai ia benar-benar puas dan melihatnya dengan kedua matanya sendiri.
---
Julia merasa tak enak badan saat ini. Akhir-akhir ini kepalanya sering pusing. Entah mungkin ia sering telat makan karna banyaknya pekerjaan atau hal lain. Apalagi Raja Abe selalu datang tanpa pemberitahuan ke Korea dan selalu menginap dirumahnya. Disisi lain ia takut jika orang lain tahu kalau Abe selalu menginap dirumahnya. Akan menjadi bahan perbincangan orang-orang jika ia selalu seperti ini.
Tapi ingatlah. Di negara ini tidak masalah jika kalian bukan pasangan suami istri menginap satu rumah alias satu atap. Mau tak mau Julia menyediakan kamar sendiri untuk Abe menginap dirumahnya.
“Apa kau sakit ?” Tanya Abe kepada Julia saat mereka sarapan bersama.
__ADS_1
“Entahlah, mungkin karna aku lelah” Julia terus memegangi pelipis kepalanya.
“Sebaiknya kau istirahat saja” Ucap Abe mulai khawatir dan menuntun Julia ke kamarnya.
---
Julia melakukan perjalanan dinas ke Jerman untuk kunjungan ke salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Jerman. Julia akan mencoba bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah itu untuk peningkatan kualitas SDM di rumah sakitnya di Korea. Serta kerja sama dalam alat-alat rumah sakit tercanggih untuk alat bedah yang baru saja dikeluarkan oleh salah satu profesor rumah sakit tersebut.
Bersama dengan ketiga sekretarisnya saat ini dan salah satunya lagi penerjemah bahasa jerman. Setelah banyak melakukan kunjungan dan beberapa meeting kecil dengan kliennya. Julia pun kembali ke hotel.
Julia berdiri dibalkon kamar hotelnya memandangi pemandangan langit malam jerman yang indah. Sudah beberapa bulan dirinya sendiri tanpa Kyungsoo. Lalu apa kondisi perasaaannya saat ini,? Kesepian.??
Tentu saja !. Siapa yang tak merasa kesepian disaat seperti ini. Hampa dan rindu tak tersampaikan. Rindu yang menyiksanya setiap saat. Membiarkan senyum-senyumnya menari dilangit meskipun itu palsu untuk menegarkan hatinya saja. Memang betapa palsunya ia saat ini, rupanya hatinya masih belum mampu dan tak setegar itu.
“Ternyata kau memang tak ada lagi” Ucapnya yang kembali mengeluarkan buliran bening dipipinya.
---
Chen tertegun saat melihat beberapa lembar foto ditangannya. gambar yang menunjukan jenazah Kyungsoo. Gambar yang diambil dirumah duka saat di Korea. Lelaki yang mati-matian ia cari informasi kematiannya ternyata diketahui benar-benar telah meninggal. Hilang sudah rasa penasarannya yang terjawab sudah dengan gambar-gambar yang ia dapat dari Sekretaris Ibu Kyungsoo.
“Apa kau sudah puas?” Ungkap sekretaris tersebut sambil berdiri dihadapan Chen yang tak kuasa menahan buliran air benih dimatanya. Chen terdiam dan tak tahu ingin bicara apa. Ulu hatinya sakit. Rasa penasarannya telah terbayar dengan adanya foto-foto tersebut. Tidak ada lagi yang perlu ia lakukan selain menerima kenyataan.
---
__ADS_1
Julia kembali ke Korea untuk melakukan aktifitas kembali. Hari ini kegiatannya ke sebuah panti asuhan yang menjadi langganan donasinya setiap bulan. Anak-anak yang ditinggal orangtuanya disini dididik dan diberi kasih sayang layaknya anak sendiri. Julia datang dengan membawa banyak bingkisan seperti Sepeda, tas, sepatu, buku, baju dan makanan. Jumlah anak yang ia tampung ada sekitar 86 anak.
Setelah mengunjungi panti asuhan, Julia melakukan kunjungan mendadak disetiap anak perusahaannya guna melihat kegiatan kerja anak buahnya. Kunjungan inspeksi mendadak ke beberapa anak perushaaan hingga malam berakhir. Malamnya ia kembali pulang ke kediamannya. Saat sampai dikediamannya ada yang membuatnya merasa asing. Bukan asing, tapi lebih tepatnya kehilangan.
“Apa Yang Mulia tidak disini?” Ucapnya kepada salah satu pelayan dirumahnya.
“Nyonya, Yang Mulia dari pagi sudah berangkat ke Bilyon” Jawab sang pelayan yang dibalas dengan membulatkan bibirnya lalu pergi menuju kamarnya.
---
Sudah lama Julia tidak menginjakkan kaki ke tempat peristirahatan terakhir Kyungsoo. Karna tiba-tiba Kyungsoo hadir dimimpinya malam itu, membuat dirinya rindu dan ingin bertemu dengan sang Pujaan hati yang pernah berdiam diri dihatinya. Rindu, teramat sangat rindu. Setumpuk bunga mawar yang ia bawa dan ia letakkan diatas kuburan Kyungsoo. Duduk bersimpuh dihadapan kuburannya.
“Maaf, beberapa bulan ini aku tidak mengunjungimu, hingga kau jadinya datang ke mimpiku”
Lagi-lagi buliran bening membasahi pipinya.
“Kenapa?? Kenapa semuanya begitu sulit?!” Julia menatapi pemandangan kuburan mendiang suaminya dengan hati terkoyak-koyak dan terisak. Bagaimana bayangan suaminya itu tak dapat membuatnya berhenti berada dipikirannya setiap saat. Seakan tidak menginginkan sang pujaan untuk bisa memikirkan lelaki lain.
Sosok Julia yang hadir dipemakamannya membuat Kyungsoo datang menghampirinya. Sosok Kyungsoo yang tidak akan bisa dilihat oleh mata telanjang bahkan tidak dapat dirasakan. ia duduk disamping Julia yang menangis meratapi kuburannya. Dan membelai rambut wanita itu dengan lembut. Hanya saja belaian lembut Kyungsoo
tidak akan bisa dirasakan Julia saat ini karna ia hanyalah sebuah roh yang tak terlihat oleh siapa pun dan tak bisa dirasakan oleh apapun. Ia menempelkan keningnya disamping kepala Julia. Merasakan sosok wanita yang pernah hadir dihidupnya dulu. Dan ikut menangis bersamanya karna tak bisa menjaganya hingga dalam waktu yang lebih lama seperti manusia lain yang bisa hidup dan mendampingi hingga tua. Disaat itu pula ia mengira Tuhan tak adil padanya. Ia membenci dirinya.
(Sekarang, katakanlah selamat tinggal. Mungkin itu begitu sulit untukmu. Bencilah aku bagaimanapun caranya. Dan jalani kehidupan yang lebih baik. Jika dikehidupan selanjutnya aku hidup kembali. Semoga kita tidak saling bertemu agar tidak ada yang saling tersakiti)
__ADS_1
Seperti kata pepatah, dikehidupan ini ada dua hal. Mencintai dan dicintai. Meninggalkan dan ditinggalkan. Jika kamu dicintai, maka ia mencintai. Lalu jika pergi, kalau bukan kamu yang meninggalkan, maka kamu yang akan ditinggalkan.
TAMAT.