Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 69 / Jebakan.


__ADS_3

~~ Selamat membaca semoga suka.


Malam ini Julia dan Sandra berjalan menuju jalanan Myeongdong untuk mengajak Sandra shopping dan jalan-jalan menikmati wisata kuliner Korea yang sering terlihat di drama-drama. Mulai dari jajanan seafood, odeng, dll


Sambil menikmati odeng yang sedang mereka makan “Apa kau sudah beres-beres diappartmen baru?” Tanya Julia.


“Sudah, tapi belum semua” Sahut Sandra.


Mereka pun berpindah ke sebuah cafe untuk merasakan eskrim bunga yang kekinian dikala itu.


“Kau serius ingin menambahkan pasar Kyung Group di Dubai??” Sandra tampak serius menanyakan hal gila menurutnya kepada sahabatnya yang ia kenal dari jaman ingusan itu.


“Entahlah” Dengan nada dan expresi tak berdaya.


“Loh, terus kenapa lo suruh gue ikut proyek gila lo itu??” Mendengar ucapan tak berexpresi dari sahabatnya membuatnya jengkel.


“Ini keinginan suamiku, dulu dia sempat bilang kalau dia sangat ingin memasuki pasar timur tengah itu. Jadi gue sedang berusaha memenuhi keinginannya yang nggak bisa dia penuhi semasa hidup”


“Dia memang nggak nyuruh gue buat lanjutin usaha itu, tapi entah kenapa sepertinya gue harus menjalankan keinginan dia” tambahnya kembali saat manik-maniknya berfokus melayang entah kemana seperti menyalurkan hal yang harus ia katakan.


“Oke gue paham maksud lo. Gue akan berusaha semampu gue nanti” Ujar Sandra.


“Thank you zeyengggg” meledek kecil.


---

__ADS_1


Setelah puas berjalan-jalan dan membeli beberapa masker promo murah yang mereka dapatkan, mereka pulang berjalan kaki. Appartmen Sandra tidak terlalu jauh dari lokasi Myeongdong, jadi Julia mengantarnya sampai ke appartmennya. Dan saat sampai didepan appartmennya Julia pun pamit.


“Kau yakin tidak menunggu supirmu untuk menjemputmu?” Tanya Sandra sedikit khawatir pasalnya sahabatnya ini adalah seorang Presiden sekaligus pemilik perusahaan terkenal. Akan sangat mengkhawatirkan jika dia pulang sendirian.


“Pesanlah taksi. Kau jangan gila” Sambung Sandra yang terkadang mereka saling tidak konsisten dalam menyebut diri masing-masing. Terkadang pake gue terkadang panggil aku. Ya terserah enaknya mereka aja.


“Gwaenchanna/gue baik-baik saja. Gue ingin seperti dulu. Menjadi orang biasa dan pulang pergi naik busway atau MRT. Gue merindukan saat-saat itu.” Ujar Julia. Ada saat-saat dia merindukan bagaimana rasanya jalan kaki pergi bekerja dan ke kampus berdesak-desakan dengan penumpang lain di MRT atau busway. Berlari dijalanan


untuk bisa sampai disuatu tempat. Tidak ada yang akan menyakiti atau pun mengincar nyawamu kecuali lirikan para pria yang memandangi indah bentuk ciptaan tuhan yang dianugerahkan Tuhan untuknya.


Pukul 23.00 KST jalanan masih ramai. Jam segini anak-anak pelajar masih sekolah atau pun les. Pendidikan di Korea sangat ketat sampai-sampai diangkat menjadi cerita di drama Korea yang menjadi hits dibeberapa negara.


Julia berjalan santai dengan bernyanyi beberapa lagu diingatannya, lalu langkahnya terhenti saat ada pasangan yang sedang bertengkar hebat dihadapannya. Julia mengaruk kecil di belakang lehernya karna ia seperti terganggu dengan pemandangan itu.


“Lalu kenapa? Aku muak seperti ini, apa salahnya aku bersenang-senang?” Jawab sang pacar dengan membuang muka ke segala arah dan mendapati Julia didekatnya.


“Hei nona cantik, apakah pertengkaran kami begitu enak dilihat menurutmu?? Menyadari lelaki itu melirik ke arahnya, Julia langsung segera minta maaf dan pergi.


“M-maaf, aku kebetulan lewat sini. Aku akan pergi” Ujarnya dan berjalan ke arah lain.


“Kau sengaja mengalihkan pembicaraan kita?” Sambung sang wanita yang masih dengan emosinya yang membara.


“Lalu apa mau mu? Tanya sang lelaki dengan suara naik satu oktaf dari sebelumnya.


“Dari pagi sampai malam aku bekerja demi kebutuhan kita, sedangkan kau hanya sibuk bermain game dan malah membawa wanita kerumah ?”

__ADS_1


“Memangnya aku salah? Ujar sang lelaki yang membuat wanita dihadapannya naik pitam dan langsung menampar wajah pria tersebut. “Maksudmu? Kau bilang itu tidak masalah? Ha?”


Tidak terima pipinya ditampar oleh seorang wanita, lelaki itu lantas membalas tamparannya kuat-kuat lalu menjambak rambut wanita tersebut dari belakang kepalanya sehingga wanita tersebut merintih kesakitan. “Kau sudah berani menamparku? Ujar sang pria dengan intonasi penekanan yang menakutkan, Jeritan kesakitan wanita itu terdengar oleh Julia yang tidak jauh dari tempat mereka. Julia berbelok kebelakang dan berjalan cepat ke arah menuju arah sumber teriakan yang ia lewati tadi.


“Memangnya kenapa? Lebih dari ini bahkan kau lebih pantas” Ujar sang wanita yang tak ingin kalah dengan rasa sakitnya.


Pria itu pun melepaskan jambakan rambut itu lalu menampar wanita tersebut selanjutnya, bekas tamparan itu sukses meninggalkan luka lebam dan darah kecil yang mengalir dari sudut bibir wanita itu lalu kembali menjambaknya.


“Dasar wanita murahan....” Pria itu mengeluarkan sebuah pisau kecil dari dalam sakunya dan mengarahkannya ke perut wanita itu.


Plakkk......


Sebuah pukulan kayu berhasil mendarat dikepala lelaki tersebut sebelum benar-beear menikam wanita didepannya dan membuat si empunya terbaring ketanah menahan sakit. Julia lekas menarik tangan wanita itu dan membawanya lari meninggalkan lelaki tersebut. “Ayo kita lari” Ujar Julia trgesa-gesa.


“Hei, berhenti kalian” Sambil mengambil pisau dan berusaha mengejar Julia dan wanitanya. Mereka berlari sampai ke lokasi gang sempit dan terhenti untuk beristirahat sejenak dan menormalkan sesak nafas yang tersisa. “Kau tidak apa-apa? Tanya Julia dihadapannya.


“Ya aku tidak apa-apa.” Jawab wanita tersebut.


Melihat situasi sepertinya lelaki itu tidak menemukan keberadaan mereka, lantas mereka beristirahat guna memulihkan kekuatan untuk kembali berlari. Wanita itu berjalan pelan ke arah Julia dan menodongkan pistol ke arahnya. Sadar arahan pistol telah berada dipelipisnya, mata Julia membulat sempurna dan ketakutan. “Apa


ini jebakan??” Umpatnya dalam hati.


 


* Jangan lupa dukung novel thor dengan Like\, komen\, Favorite dan sharingnya ya. Gumauwo.

__ADS_1


__ADS_2