
Akhirnya Kyungsoo benar-benar melepaskan lexa. Memang lega, tapi tetap saja Julia tersiksa.
Dirumah yang seperti istana ini. kebebasan dan batinnya tersiksa. Dia adalah seorang tawanan untuk laki-laki bejat.
“Kau seperti lukisan, maka hargai lah dirimu layaknya sebuah lukisan yang hanya dipampang.” Umpat Kyungsoo saat dia menuju sebuah tempat.
---
Julia sangat-sangat stress. Ia memutuskan untuk pergi ke sebuah club mewah sendirian. Dia mengambil salah satu mobil yang terpampang digarasinya. Ia tidak peduli jika laki-laki itu akan memarahinya atau menghajarnya. Julia memakai setelan gaun mini merah dan menggeraikan rambut hitam panjangnya. Tak lupa sepatu highell 10cm berwarna perak semakin menambah cantik dan panjang lekuk body dan kaki panjangnya.
Ia perlu refreshkan otak meskipun selama ini dia jarang menginjakkan kaki di sebuah clubbing. Ohh ya dia harus membawa teman yang bisa diajak bersenang-senang. Ya Kei. Sekretaris gemulainya. Julia menggas laju mobilnya
dan menjemput Kei dikediamannya.
Ia lalu mengambil sebuah benda pipih dan mendial nomor seseorang “Kei, siap-siaplah. Ayo kita bersenang-senang” Ujar Julia yang langsung mematikan sepihak ponselnya.
---
Julia tiba disebuah club mewah di daerah Gangnam. Kei langsung takjub kita memasuki ruang gemerlap dan remang-remang itu. Pasalnya tanpa perlu mengantri tiket. Kadang jika dapat aji mumpung, kau akan bertemu beberapa selebritis papan atas disana.
“Presdir, aku baru kali ini kesini. Daebak banyak pria-pria macho disini” Sambil memegang sebelah lengan Julia sankin bahagianya Kei bisa ikut ke Club tersebut.
“Ssttt aku juga baru kali ini datang ke club. Aku sangat stress. Aku yang traktir. pesanlah apapun yang kau inginkan” Padahal sebelumnya Julia sudah pernah datang ke club ini.
Mendengar hal itu membuat Kei berbinar-binar. “Presdir. aku berjanji akan selalu setia dan bekerja keras dikantor”
“Itu harus” Gumam Julia.
Ketika Julia memasuki club, semua mata tertuju padanya layaknya sebuah kata-kata iklan. Meskipun Julia datang bersama seorang pria tapi percayalah. melihat tingkah dan gaya Kei kalian akan langsung berfikir bahwa pria itu tidaklah terlalu normal.
Dengan kecantikan, gestur tubuh yang proporsional. Siapapun wanita akan iri melihat kemolekan Julia. Kulitnya yang seperti putih susu dan mulus. Mereka lalu duduk dimeja bar sambil memesan beberapa minuman. Beberapa laki-laki pun mulai mendekati Julia.
“Hei tampan” Ujar Kei ketika beberapa lelaki mendekati mereka dimeja bar.
Julia langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber penglihatan Kei.
“Hei cantik. Sendirian???” Ujar salah seorang pria yang cukup tinggi, putih dan tampan yang berada paling depan dikerumunan laki-laki yang mengikutinya. Apa dia ketua salah satu perkumpulan???
__ADS_1
“Anyeongaseo” Salam Julia kepada laki-laki tersebut.
“Uhhh aku tidak ingin diganggu oleh siapapun” Umpat Julia dalam hatinya.
“Mian. Aku ingin sendiri” Ujar Julia kepada laki-laki tersebut.
Setelah beberapa lama saling berargumen karna Julia tidak ingin diganggu akhirnya ia benar-benar sendiri sambil menikmati makanan dan minumannya.
Kei tentu saja pergi meninggalkannya sambil mencari mangsa yang bisa ia ajak main.
Segelas dua gelas Julia mulai sedikit teler, ia, wanita ini sebenarnya tidak kuat minum. Ia langsung berhenti sambil menikmati alunan musik DJ dimalam itu.
“Nona???” Sebuah panggilan mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.
Awalnya Julia bingung siapa orang yang berada dihadapannya sekarang.
“Aku Bryan, yang memberikan jas ku saat punggungmu terluka di acara amal” Ujar Bryan.
“Ahh. Aduh aku lupa ingin mengembalikan jas mu”
“Tidak apa. tidak perlu dipikirkan” Ujar Bryan sambil melempar senyum kepada Julia.
“anyi/tidak, aku membawa temanku, tapi dia entah pergi kemana.” Umpat Julia merasa kesal dengan sekretarisnya.
Mereka berbincang-bincang sambil tertawa layaknya sudah akrab.
---
Pukul 02.00 KST.
Julia harus pulang terlebih dahulu. Padahal Bryan masih ingin bersamanya namun Julia tidak ingin Kyungsoo menghajarnya jika terlalu lama diluar.
Saat tiba dirumah semua lampu telah padam. Sepertinya semua telah tidur. Julia pelan-pelan masuk kekamarnya.
“Kemana saja kau ?” Ujar Kyungsoo yang langsung menghidupkan lampu sambil bersandar didinding. Tampak pria itu sudah menunggu Julia mungkin beberapa jam yang lalu.
Sontak Julia terkejut dengan kehadiran pria itu diruang tengah. Badannya mulai bergetar dan khawatir apakah malam ini ia akan selamat?
__ADS_1
“Aku pergi ke club” Ujar Julia.
“Hee. Kau semakin berani sekarang. Pulang tengah malam tanpa izin kepadaku dan lihat pakaianmu. Apa kau ingin menjual badanmu ke pria sana?” Mendengar kata-kata itu sontak membuat Julia geram. Ia mengepalkan kedua tangannya. Memandang lurus pria dihadapannya.
“Jika menjual tubuhku tapi aku bisa bebas, kenapa tidak” Julia menantang pria dihadapannya. Cukup membuat pria itu naik pitam dan membungkuk ke arah Julia.
“Kalau kau berani maka kau tahu sendiri akibatnya” Kyungsoo mencoba menahan emosinya dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Julia mematung disana.
Julia tidak ingin tidur dikamar yang sama. ia lalu pergi ke kamar tamu dan mengistirahatkan badannya disana. Entah kenapa Kyungsoo tidak terlalu emosi saat dia pulang ditengah malam seperti ini. Mungkin dia sudah lelah selalu memerahi wanita itu setiap saat.
Tahu Julia tidak tidur dikamarnya, Kyungsoo menjemput Julia dikamar tamu dan menyeretnya ke kamar utama.
“Aku tidak ingin tidur denganmu” Sambil menepis tangan Kyungsoo.
“Kau adalah istriku, maka kau harus tidur bersama suamimu” Teriak Kyungsoo lebih mendominasi ruangan itu. Julia tidak menghiraukan Kyungsoo dan pergi sendiri ke kamar utama. Ia tidak mood untuk menghadapi Kyungsoo tengah malam dan membuat seisi rumah heboh. Sampai dikamar Julia membersihkan dirinya dikamar mandi dan
setelahnya langsung merebahkan badannya di atas ranjang. Demi apapun ia tidak ingin melihat wajah pria itu. Kyungsoo mengepalkan kedua tangannya melihat reaksi Julia yang tidak ingin melihatnya.
“Kau adalah tawanan. tawanan tetaplah tawanan” Mendengar hal itu Julia hanya membulatkan matanya tanpa melihat ke arah lelaki yang telah ia punggungi setiap saat.
---
Arak-arak tamu kepresidenan memenuhi jalanan kota Seoul. Banyaknya polisi dan bodyguard yang melindungi tamu presiden tersebut membuat jalanan sedikit macet. Sedikit berbeda dengan tamu presiden yang lain dari negara sahabat. Pemandangan ini sedikit lain karna tamu negara ini adalah sebuah Kaisar muda dan tampan dari
negeri Bilyon. Ya kalian pasti tahu siapa kaisar tersebut. Dia adalah Yang Mulia Raja Abe, Fransiabe
Louis Xander. Tidak ada wanita manapun yang tidak mengenalnya. Sampai saat ini Raja tampan itu masih single. Padahal tinggal melentikkan jari saja, semua wanita akan berkerumunan untuk menjadi istrinya. Meski selalu
didesak oleh beberapa pejabat pemerintah negara, namun Abe masih belum ingin posisi ratu disampingnya.
Walaupun dihati kecilnya ia masih berharap bisa memiliki wanita yang dulu pernah ia culik dari pelukan Kyungsoo. Tapi sungguh gadis itu tidak bisa keluar dari pikirannya. Julia telah mengisi ruang hatinya sampai saat ini.
Pemandangan itu juga berlaku diruang kerja Julia. Tampak Kei yang sedang sibuk menonton televisi sedangkan Julia masih fokus dengan laptopnya.
“Ouhh kenapa masih ada lelaki tampan seperti dia didunia ini??” Kei tampak histeris melihat pemandangan pria yang ada ditelevisi tersebut. Sementara Julia tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya karna pekerjaannya kali ini 1000x lebih penting daripada hal yang diributkan Kei.
“Ohh Yang Mulia Abe” Ujar Kei menyebut nama itu sambil memegang kedua pipinya.
__ADS_1
Deg...
Apakah Julia bisa meminta perlindungan kepada Abe untuk bisa membebaskannya dari genggaman Kyungsoo. Tunggu episode selanjutnya ya chinggu. Jangan lupa komen, like dan Favoritenya untuk thor. Gumauwo !!!