
~~ Selamat membaca, semoga suka.
“Aku tidak bisa membiarkanmu disini. Ayo kita pulang ke Bilyon.” Ujar Julia yang disambut dengan lonjakan tak setuju dan heran dari si empunya.
“Aku tidak mau” Julia tidak setuju. Raut wajah Julia masam. Keningnya berkerut.
Dia tidak ingin meninggalkan negara ini, selain karna pekerjaannya. Hatinya telah terpaut dengan rasa cintanya pada negeri ginseng dan bertabur aliran kpop yang mendunia. “Hamba mohon” Julia manutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan kembali duduk pelan-pelan, Matanya seakan ingin menangis. Ia tidak ingin Abe melihat wajahnya.
“Hamba masih ingin disini” Ujarnya yang masih menutup raut wajahnya dihadapan Abe.
Jika Abe masih ingin tetap Julia membawanya ke Bilyon, yang ada Abe akan ikut menjadi sasaran empuk atas orang-orang yang tidak menyukainya. Terlebih lagi Lusi selalu mengancamnya diam-diam.
Abe tak paham dengan keinginan Julia yang ingin stay dinegera ini. Namun apalah dayanya saat ini. Demi kebahagiaan Julia ia pun menyetujuinya untuk sementara “Baiklah, aku akan membiarkanmu disini. Tapi suatu saat kau harus ikut denganku di Bilyon. Sudah terlalu lama kita menunda pernikahan”
Deg...
Bagi Julia pernikahan bukanlah hal yang bisa untuk didiskusikan saat ini. Terlebih ia belum ada nyali untuk memiliki pria lain saat ini. Pelan-pelan ia melepaskan tangannya.
“Yang mulia, Saya adalah istri paling berdosa saat ini. Saat saya masih dengan Kyungsoo. saya kabur darinya. Saya berharap jika saya lari maka Kyungsoo mau melepaskan saya. Nyatanya tidak. Dia mengorbankan nyawa untuk hamba dan hamba menyesal.”
Julia bangkit pelan-pelan dan berjalan ke arah Abe. Saat Abe telah dihadapannya, Julia bersimpuh. Melipat kedua lututnya dihadapan Abe. Dan Abe terlonjak sesaat.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan” Abe dengan sigap ingin mengangkat Julia dan memegang kedua bahunya.
“Tidak” Jawab Julia.
“Maafkan saya yang mulia. Saat saya melarikan diri ke Bilyon. Tujuan saya hanyalah untuk kabur dari Kyungsoo. Maafkan saya karna saya memenfaatkan kebaikan yang mulia untuk melindungi saya.”
Julia menangis, demi apapun ia harus jujur mulai dari sekarang.
“Dan saya mencoba untuk mencintai anda, tapi.. saya tidak bisa. Maafkan saya yang mulia. Hukumlah saya jika anda berkenan. Saya telah membuat anda kecewa”
Pernyataan Julia membuat Abe kecewa, sedih dan marah. Tangannya mengepal sempurna. Ingin rasanya ia menjungkir balikan meja yang ada dihadapannya. Sampai saat ini wanita yang mati-matian ia lindungi nyatanya belum menaruh perasaan apa-apa padanya. Butuh waktu 3 tahun baginya untuk menunggu.
“Maafkan hamba...” Ujar Julia menangis. Gadis itu masih tetap bersimpuh dihadapan Abe yang telah terduduk tak berdaya mendengar ucapan Julia. Ia tahu memang gadis itu sulit untuk ditaklukan. Ia tahu gadis itu jarang menunjukan sikap layaknya kekasih dihadapannya. Sesulit itukah membuka hati untuknya?
“Saya tidak baik untuk anda, mohon anda pikir-pikir lagi untuk menikahi saya. Saya seorang janda. Apa kata rakyat anda jika mereka tahu bahwa saya telah pernah menikah”
“Kau hanya perlu selalu berada disampingku. Aku tidak peduli kau belum mencintaiku atau tidak. Pelan-pelan saja, aku yakin kau akan mencintaiku”
Pria yang keras kepala. Ditolak pun masih tetap berusaha untuk bisa memiliki seorang gadis yang dicintainya. Ia yakin waktu bisa membuat wanita itu kelak mencintainya nanti.
“Pliss, jangan menaruh hati padaku. Kau akan menderita nanti” Pikir Julia.
Desir angin tertiup membawa helai demi helai anak rambutnya yang menutupi wajah cantik dan mulusnya. Desir angin yang membawa riak-riak pohon ikut bergoyang dan menggugurkan daun-daun yang telah usang melayang dan jatuh disembarang tempat yang ia lewati. Seketika menjadi saksi dikala keinginan hati dilabrak oleh rasa egois seseorang.
__ADS_1
Demi rasa bersalahnya dan rasa cintanya yang baru saja ia rasakan. Meskipun ia tahu bahwa sosok lelaki yang baru saja meninggalkannya tidak akan lagi kembali padanya. Dan harus pada pendiriannya untuk merelakan dan melanjutkan hidup kembali. Karna yang hidup harus tetap hidup. Dan yang mati harus menanggung perbuatannya
kelak.
“Kyungsoo ya, aku akan melanjutkan hidupku. Melanjutkan keinginanmu. Belajar menerima dan mencintai orang lain.
---
Chen duduk dan bermenung dimeja kerjanya. Ada hal yang membuatnya kepikiran.
Flashback
Siang itu Chen berjalan tergesa-gesa dilorong rumah sakit. satu lorong itu hampir dipenuhi dengan beberapa bodyguard yang menunggu. Hanya beberapa orang saja yang bisa melewati para bodyguard itu yakni orang tua, kakek, nenek, dan Chen saja, sedangkan Hanbi tidak diperbolehkan. Chen diutus untuk segera kerumah sakit
setelah mendapat kabar yang baru saja ia terima dan itu membuatnya tergesa-gesa untuk segera melenggang kerumah sakit.
Chen berhenti disebuah kamar VVIP. Diketuknya pintu tersebut dan ia memberanikan diri untuk masuk kedalamnya. Ia mencoba rileks untuk mendekati seseorang yang telah menunggunya di atas brankar.
“Kau sudah tiba?” Kata seseorang yang masih memakai tabung oksigen itu dengan alat-alat yang masih menempel ditubuhnya. Sekuat tenaga ia menyadarkan dirinya untuk berbicara. Ada sesuatu yang harus ia sampaikan kepada Chen.
“Tuan” Segera membungkuk dan memberi salam dan bangun kembali memperbaiki posisinya.
“Tadi malam aku berusaha membuat sesuatu untuknya.” Sambil menahan sakit dan berbicara sebisa mungkin.
__ADS_1
Hallo para pembaca setia Thor. makasih karna selalu ngedukung novel thor ya. Karna banyak banget yang nanya kenapa Kyungsoo meninggal dan mulai bingung dengan jalan ceritanya yang membuat kalian penasaran. Tenang aja. Thor nggak akan membuat kalian bingung. Karna tiap episode nanti bakal dijelaskan secara detail. Yang penting jangan lupa tinggalkan like dan komennya. Makasih.