
~~ Selamat membaca, semoga suka.
Julia berjalan santai sambil membawa nampan berisi kopi menuju ruang kerja Abe. Akhir-akhir ini pria itu selalu bergadang semalaman untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dua yang hari lalu kota bagian timur Bilyon mengalamai kebakaran hutan yang hebat dan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Abe harus memutar
otak untuk dapat menyelesaikan permasalahan negeri yang melandanya. Padahal kota timur tersebut adalah jantung bagi Negeri Bilyon untuk menghasilkan udara yang sehat. Kini lebih dari ¼ hutannya telah habis dilalap si jago merah.
“Ini kopi untukmu yang mulia” Ujar Julia sambil memberikan secangkir kopi. Abe pun membuka kecamatanya sambil menyeruputi kopi tersebut.
Semenjak kejadian itu Abe jarang beristirahat. Ia sampai-sampai harus turun tangan untuk melihat lokasi kebakaran. Memang tidak ada korban jiwa, namun dapat dipastikan ada beberapa hewan liar yang ikut jadi korban. Beberapa pasukan keamanan dan team relawan kebakaran selalu siap siaga dilokasi.
“Besok pagi temanilah aku untuk melihat lokasi kebakaran” Ujar Abe yang langsung dijawab Julia “Baik yang mulia”
“Sayang, disini hanya kita berdua, jangan panggil aku seperti itu saat hanya ada kita” Gumam Abe.
“Baiklah” Ujar Julia.
Abe bangun dari duduknya dan memeluk Julia dengan erat. Julia tidak membalasnya karna ia ragu.
---
Esok harinya Abe dan Julia berangkat menuju kota timur untuk mengecek lokasi kebakaran Hutan. Dari ketinggian memang tampak jelas sisa-sisa puing kebakaran. Hampir keseluruhan rata dengan tanah. Saat sampai di darat Abe dan para pejabat mengecek sisa-sisa kebakaran. Ia tampak berdiskusi alot sambil menelusuri
lokasi. Julia bersama para istri pejabat pun juga ikut mendiskusikan hal yang sama.
Untuk soal politik, Julia paham sedikit demi sedikit semanjak mengenal Abe. Abe banyak mengajarinya tentang dunia politik. Ada politik yang baik, dan ada juga politik yang tidak baik. Setelah sibuk melihat lokasi kebakaran, kami pun menuju lokasi rumah warga yang dekat dengan lokasi kebakaran. Banyaknya warga yang antusias untuk melihat kami membuat para pengawal sedikit kewalahan. Mereka berusaha untuk bersalaman dengan Kaisar muda dan tampan. Ada juga yang ikut bersalaman dengan Julia. Julia juga mengendong salah satu anak bayi.
__ADS_1
“Kau sangat lucu” Ujar Julia kepada bayi tersebut.
“Segeralah menikah Nyonya Julia, agar yang mulia bisa memiliki keturunan” Ujar salah satu ibu-ibu yang menggoda kami. Abe dan Julia pun tersipu malu.
“Doakan saja Ibu” Ujar sang Kaisar.
Kami pun menuju tenda untuk camp para tentara. Disana Abe sedang rapat darurat untuk penanganan kelanjutan atas bencana. Ada pemandangan yang tak biasa saat Abe bersama para menteri. Ia terlihat sangat menakukan saat fokus dan kesal. Para menteri dan pejabat setempat takut jika Abe sudah mulai kesal.
“Selesaikan ini dalam waktu dua hari atau jabatan kalian akan aku copot” Ujar Abe yang dijawab serentak oleh para pejabat “Baik yang Mulia”.
---
Abe dan Julia kembali ke Kerajaan setelah sampai sore hari berada di Lokasi. Sampai di kediamannya, Abe berjalan tergontai-gontai. Julia yang memperhatikannya langsung memegang tangannya “Apa yang mulia baik-baik saja? Tanya Julia
“Aku hanya sedikit pusing” Jawab Abe yang langsung dipapah Julia menuju kamarnya.
“Anda demam yang mulia. Aku akan mengompresmu” Julia segera menuju dapur untuk mengambil air dingin dan mengompreskannya ke dahi Abe. Julia merawat Abe karna akhirnya pria itu tumbang dan sakit. Wajar saja. dua hari tidak tidur dan berkutat dengan pekerjaan. dan akhirnya Julia merawat Abe seharian hingga membuat
si empunya lelah dan ikut tertidur disebelahnya. Sebuah pemandangan yang tak lazim membuat para pelayan pun tidak berani membangunkan mereka.
Abe terus memperhatikan wanita yang berada disampingnya. Wajah sendu dan polos Julia saat tidur membuat Abe betah berlama-lama memandangnya. Ia memindahkan anak rambut julia dan memindahkannya dibelakang telinga. Tak ketinggalan, benda kenyal itu pun menempel di pipi Julia dan membuat si empunya terbangun.
“Morning Sweety” Ujar sang Kaisar menggoda Julia.
“Kau sudah baikan?” Sambil mengusap dahi Abe dan dibalas dengan ciuman kening dari Abe.
__ADS_1
“Jangan menggodaku” Wajah Julia memerah karna Abe selalu menggodanya saat dia tidur dan hingga bangun. Abe tak ingin momen ini menjadi rusak, ia memeluk Julia erat-erat.
“Sebentar saja” Gumamnya yang membuat Julia gemetar hebat saat dipeluk Abe.
Saat dipelukan Abe, Julia sangat jelas mendengar suara detak jantung. Mungkin ia berfikir itu adalah suara detak jantungnya. Tapi mungkin juga itu detak suara jantung Abe. Karna telinganya sangat dekat pada kedua bidang dada Abe.
“Apa ini suara detak jantungnya??” Pikir Julia dalam hati.
Julia segera mendorong Abe karna ia langsung mengingat wajah Kyungsoo sesaat. Ia lekas bangun dari ranjang dan berlarian menuju kamarnya. Hatinya masih belum siap untuk menerima Abe. Sementara ia masih berduka dengan kepergian Kyungsoo selama-lamanya. Ia bersandar pada pintu kamarnya setelah ia menutupi kamarnya.
Ia menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya “Maafkan Aku Kyungsoo ya” Ujarnya menangis.
Ia pun naik ke ranjangnya dan tidur. Rasa kantuknya masih ada dan ia memutuskan untuk kembali beristirahat.
---
Keesokan paginya Julia berjalan menuju ruang makan untuk sarapan. Tidak ada siapa-siapa dimeja itu.
“Nyonya, yang mulia pagi-pagi sudah berangkat ke gedung parlemen untuk rapat” Sahut sang pelayan saat Julia sampai di ruang makan.
“Apa yang mulia sudah mendingan?? Tolong kirimkan ia bubur dan obatnya ke gedung parlemen” Ujar Julia memberi perintah kepada pelayannya.
“Baik nyonya”
__ADS_1
Dukung terus novel Cerita Julia dan Korea Selatan dengan Komen, Like, Favorite dan sharingnya ya. Gumauwo..