
Selamat membaca...
“Kenapa aku tidak dapat sentuh hatimu” Kata-kata itulah pengantar Abe malam ini dengan sebotol wine diruang bawah tanahnya menyendiri. Sesudah ia memindahkan tubuh Julia ke ranjang untuk menghindari dari terpaan angin badai dan hujan, ia lalu menuju ruang bawah tanah untuk melegakan hatinya yang sendu.
Sejujurnya Abe bukanlah pria yang takluk akan minuman anggur seperti wine, dia akan meminum minuman laknat itu ketika ia frustasi dengan urusan kenegaraan. Tapi kali ini ia meminumnya karna hatinya sulit menaklukan hati seorang wanita yang telah lama ia dambakan. Sebegitu banyaknya wanita dinegeri ini yang tergila-gila
dengan Abe namun tidak ada satu pun yang dapat menaklukan hatinya kecuali sosok Julia. Buta mata hati untuk yang lain.
Padahal Abe adalah seorang kaisar. Wanita mana yang menolak pesona seorang Kaisar Abe saat ini. Tampan, cerdas, berwibawa, baik dan rendah hati. Namun seorang Julia tidak mampu membuat wanita itu terpikat dengan sosok dirinya. Kali ini Kyungsoo yang menjadi saingannya telah meninggal. Hanya ada Abe sekarang disisi Julia.
“Yang Mulia, hamba mohon jangan minum terlalu banyak. Itu tidak baik untuk kesehatan anda” Ujar sang pengawal yang kebingungan.
Abe tak menghiraukan kata-kata pengawalnya, ia tetap meneguk wine dalam gelasnya satu persatu hingga mampu menghabiskan 2 botol besar. Abe adalah seorang Raja. Ia tidak bisa merusak tubuhnya karna ia sangat dibutuhkan dinegeri ini. Pengawal itu mau tidak mau membangunkan Julia dikamarnya untuk bisa membujuk Abe berhenti minum alkohol.
Julia pun bergegas menuju ruang bawah tanah. Ia menampaki Abe yang telah teler diatas meja barnya. Julia pun menggendong dan memapahnya keluar ruangan. namun langkahnya terhenti saat Abe setengah sadar.
“Sayang” Sambil menyentuh pipi Julia “Kenapa begitu sulit menaklukanmu ha??” Julia bingung dengan kelakuan Abe yang membicarakan hal yang tak ia mengerti.
“Apa sebegitu sulitnya kau membuka hatimu untukku??” Ujarnya dengan badan tergontai-gontai sehingga sulit bagi Julia untuk menahan bobot tubuhnya yang berat.
“Berhentilah membicarakan hal yang aneh-aneh” Julia geram dan membawa Abe menuju kamarnya dibantu oleh sang pengawal. Julia meletakkan tubuh Abe diatas ranjang. Langkahnya tertahan saat tarikan tangan Abe yang membuatnya terhempas diatas tubuh lelaki kekar itu dan memeluknya dengan kuat.
Melihat hal itu sang pengawal segera keluar untuk tidak mengganggu mereka.
“Y-yang mulia, lepaskan hamba” Julia sekuat tenaga melepaskan pelukan Abe, namun kekuatannya tidaklah sebanding dengan lelaki yang ada dihadapannya saat ini hingga ia kehabisan tenaga untuk memberontak. Julia pun akhirnya membiarkannya hingga mereka tertidur lelap bersama diatas ranjang.
__ADS_1
Cahaya matahari menyilau perlahan-lahan masuk memenuhi dicelah-celah gorden yang tebal. Silau cahaya itu mampu membuat si pemilik manik-manik yang tertidur lelap bangun dari tidur panjangnya. Lelaki bertubuh jangkung dan kekar itu lebih dulu bangun dan mendapati Julia yang berada dipelukannya. Lelaki itu memandang wajah Julia lekat-lekat. Sempurna. Hanya itu kesan pertama yang ia lihat saat melihat wajah teduh Julia saat tertidur pulas.
Abe mengambil kesempatan itu dengan mencuri ciuman dari bibir Julia. “Terima kasih karna sekarang berada disisiku” Gumamnya dalam hati.
Lelaki itu tetap membiarkan Julia tidur diatas ranjangnya, ia tidak ingin membangunkan wanitanya yang tertidur lelap dengan wajah polos dan menggemaskan. Ia bangun untuk bersiap-siap menuju gedung parlemen untuk menghadiri rapat bersama para petinggi kerajaan.
Tak lama kemudian Julia terbangun, manik-maniknya kembali tidak melihat Abe bersamanya. Ia lalu keluar kamar dan bertemu dengan pelayan.
“Nyonya, Yang mulia sudah berangkat kerja beberapa saat yang lalu”
---
Abe baru saja selesai dengan rapat parlemennya. Didalam ruang kerjanya steve memberikan beberapa ide terkait kondisi Julia.
Yang dikatakan Steve masuk akal baginya. Selama ini Julia lebih banyak bermenung dengan tidak memiliki aktifitas apapun. Dulu memang ia sering membawa Julia kemana pun ia pergi saat kunjungan keluar negeri ataupun luar kota. Namun mengingat kondisinya saat ini ia memutuskan untuk membiarkannya beristirahat dikediamannya.
---
Julia kedatangan tamu tak terduga dikediamannya. Kehadiran Chen, Hanbi dan kuasa hukum Kyungsoo datang jauh-jauh dari Korea ke negeri Bilyon untuk membicarakan hal penting terkait amanah yang disampaikan mendiang Kyungsoo saat masih hidup. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Julia.
Dihadapan Kaisar Abe dan Julia, mereka bertiga duduk diruang kerja Abe dikediamannya.
“Apa yang membawamu kesini Chen?” Agar tidak membingungkan untuk Abe, Julia berbicara dalam bahasa inggris. Chen dan Hanbi menguasai bahasa inggris. Agar lebih memudahkan komunikasi diantara mereka.
“Kami datang kemari untuk memberikan surat wasiat dari mendiang tuan Kyungsoo.” kata-kata Chen membuat Julia sedikit tidak mengerti dan mengulang kembali kalimat Chen “Wasiat?” Tanya Julia kembali.
__ADS_1
“Benar nyonya” Sambil menyodorkan sebuah kotak “Ini adalah benda-benda peninggalan tuan untuk nyonya, namun kami tidak membawa keseluruhannya karna ada beberapa yang tidak mungkin dapat dipindahkan” Ujar Chen yang membuat Julia bertambah bingung.
Ada beberapa surat, perhiasan dan kado yang pernah disiapkan Kyungsoo untuknya dulu. “Setiap tahun, Mendiang tuan akan membelikan sebuah property dan pulau atas nama nyonya sebagai hadiah ulang tahun anda. Surat-suratnya sudah ada didalam brankas ini.” Sementara itu sang kuasa hukum Kyungsoo yakni Tuan Han Yun Joo
meletakkan sebuah surat.
“Nyonya ini adalah surat wasiat dari mendiang bahwa segala properti, seperti perusahaan, saham, rumah, tanah dan lain sebagainya yang dimiliki tuan Kyungsoo telah beralih atas nama anda secara keseluruhan” Kata-kata sang pengacara cukup membuat Julia terkejut. Bagaimana tidak. Kyungsoo mengalihkan semua seluruh harta kekayaannya atas nama Julia seorang.
“Apa kalian tidak salah?” Ujar Julia tidak percaya.
“Nyonya, seluruh aset ini benar adalah milik anda. Saat tuan masih hidup beliau pernah mengutarakan bahwa seluruh harta kekayaannya akan diberikan kepada anda seluruhnya.” Ujar Chen yang mulai berkaca-kaca. Chen adalah seseorang yang paling dekat dengan Kyungsoo. Kyungsoo bahkan memberikan ia saham perusahaan
20% untuknya sebagai tanda terima kasihnya kepada Chen.
Abe juga terkejut atas apa yang ia lihat. Kyungsoo membuktikan rasa cintanya kepada Julia dengan memberikan seluruh harta kekayaannya kepada Julia. Dan dengan kata lain perusahaan itu akan dijalankan oleh Julia nanti sebagai pemiliknya.
---
Julia berdiri dan termenung diatas balkon kamarnya. Apa yang baru saja ia alami membuatnya percaya bahwa Kyungsoo mencintainya. Ia memberikan seluruh harta kekayaannya kepada dirinya. Ini bukan karna soal matrealistis tapi soal kepercayaan dan pengorbanan. “Kyungsoo ya. Apa kau disini? Bogoshippo/aku rindu.
Aku tidak butuh harta kekayaanmu. Aku hanya butuh kamu” Ujar Julia sambil meneteskan air matanya, sambil menatap keheningan ia bicara sendiri ditengah sepinya malam. Berharap Kyungsoo mendengar celotehannya saat ini.
~~ Jangan lupa dukung terus Cerita Julia dan Korea Selatan dengan Komen, like, favorite dan sharingnya ya. Kamsahamnida.
__ADS_1