
~~ Selamat membaca, semoga suka.
“Baiklah aku yang akan membayar hutang mereka.”
Dengan gerakan anggun, Julia menelfon seseorang “Cepat kalian bawa uang tunai kesini dan bawa surat perjanjian” Setelah itu Julia langsung mematikan ponselnya. Dan aksi Julia langsung mendapat tatapan bahagia dari rekan-rekan Andrew.
“Wauu Daebak” Ungkap wanita tomboy tersebut yang terdengar oleh si rentenir.
“Dia keren” Ungkap supir Andrew berbisik.
Dengan formasi yang masih sama sebelumnya tak lama setelah itu Han Bi, Hye Ra dan beberapa pengawal Julia datang dengan membawa tas berisi uang tunai dan surat. Kedatangan mereka disambut takjub oleh seisi manik-manik yang melihat. Dan saat mereka mendekati Julia semuanya langsung mengucapkan salam tunduk.
“Presdir kami telah membawa apa yang anda minta”
“Perlihatkan isi kopernya kepada mereka.” segera Hye Ra membuka koper tersebut dan memperlihatkan isinya kepada si rentenir.
Bagaikan melihat surga, mata si rentenir berbinar-binar ketika melihat tumpukan uang berada dihadapannya. Tidak hanya si rentenir, seluruh manik-manik dapat melihat tumpukkan godaan mata tersebut seketika takjub melihatnya. Hanya seorang Andrew saja yang tidak terlalu terpukau. Mungkin bisa dibilang ia hanya terkejut sedikit melihat tindakan Julia saat ini.
---
Serah terima telah dilaksanakan, suami istri tersebut secara sah tidak memiliki hutang apapun pada rentenir tersebut dan disusul dengan penandatanganan surat antara kedua belah pihak sebagai tanda bukti yang resmi. Dengan langkah cepat kedua suami istri tersebut bersimpuh kehadapan Julia. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongannya saat ini.
“Terima kasih banyak telah menolong kami nona” Mereka menangis terisak sambil mengucapkan rasa terima kasih.
__ADS_1
“Sudahlah, aku tidak tahan melihat orang lemah ditindas semena-mena” Julia segera membujuk kedua suami istri tersebut untuk bangkit dan akhirnya mereka bangun dan memperbaiki posisi masing-masing.
Setelah semuanya selesai, Julia bersama anak buahnya kembali. Bukan menaiki mobil, melainkan helikopter yang terparkir ditempat yang tak jauh dari lokasi warung makan berada. dengan anggun Julia dan bawahannya menaiki helikopter. Tidak sengaja Andrew dan kawan-kawannya berada tidak jauh dari tempat itu dan terkaget-kaget.
“K-kyung Group???” Tanya si wanita tomboy tak percaya saat melihat helikopter bertuliskan nama perusahaan Julia terpampang di badan helikopter.
“Wahh pantas dia begitu lihainya mengeluarkan uang sebanyak itu, ternyata dia pemiliknya” Ujar sang supir. Namun berbeda dengan tatapan Andrew yang terlihat membenci nama tulisan tersebut. Saat membacanya ia teringat akan masa lalunya bersama Kyungsoo saat sama-sama dibangku kuliah di Amerika.
Tapi ini hanya dendam asmara. Saat itu Andrew memiliki seorang pacar lalu ia putus dengan pacarnya karna beredar kabar bahwa pacarnya lebih memilih Kyungsoo karna kekayaannya, lalu ditambah dengan foto-foto mesra antara sang mantan dengan Kyungsoo yang tak sengaja ia dapat dari seseorang. Padahal sebelum itu ia berteman baik dengan Kyungsoo. Namun semenjak kejadian itu ia lalu memusuhinya.
“Apa itu istrinya?” Gumam Andrew dalam hati. Dan putaran baling-baling Helikopter mulai berputar mengangkat badan helli dan lalu meninggalkan lokasi dengan begitu mulusnya.
---
Sandr masuk ke ruang kerja Julia dengan terbirit-birit layaknya dikejar setan dan segera menghampiri sahabatnya yang sedang duduk bekerja dihadapan layar pipih dan Julia sontak terkejut dengan penampilan Sandra yang begitu menggebu-gebu dihadapannya.
“Kau lihat sayang, aku baik-baik saja.” Tersenyum penuh arti.
“Jinjja/Benarkah?” Tanya Sandra sedikit tidak percaya dan dibalas dengan anggukan oleh Julia.
“Tapi...” Hye Ra datang dan membuat kalimat Sandra pun terpotong sejenak.
“Presdir, semuanya sudah berkumpul dan sedang menunggu anda diruang rapat” Dengan penuh anggun Hye Ra menghampiri layaknya Sekretaris profersional.
Julia pun bangun dari kursi pintarnya dan beranjak meninggalkan ruangan.
__ADS_1
“Ayo kita ke ruang rapat dan kamu (sambil menunjuk Sandra) ikut rapat juga”
“Hei, aku belum bikin materi loh ibuk tersayang. Kan gue masih baru juga di perusahaan lo” Gumam Sandra sambil membuntuti Julia keluar ruangan.
“Lo cuma duduk manis aja sambil lihat presentasi direksi sekalian lo belajar juga dari mereka” ucapnya yang membuat Sandra lekas mengiyakan kalimat Julia.
---
Rapat pun selesai dengan beberapa keanehan raut wajah yang keluar dari pintu ruang rapat tersebut. Semua direksi keluar setelah Julia dan para Sekretarisnya meninggalkan tempat lalu barulah diikuti dengan beberapa direksi dengan kerutan di dahi dan beberapa bentuk model wajah yang stress lainnya.
“Gile lu ndro. Lo tenang-tenang menghanyutkan ternyata. Lo bisa bikin mereka skak mat waktu mereka presentasi. Daebak” Sandra duduk di kursi sofa beberapa jarak dari singgahsananya Julia dan Kalimat Sandra membuat Julia melirik heran ke arah sahabatnya dan segera duduk di singgahsananya.
“Entar giliran lo yang gue bikin skak mat kalau presentasi lo salah” Sindiran itu membuat Sandra langsung terlonjak kaget.
“Eits, gue bakal tunjukin sama lo kalau gue pasti bisa, kecuali permintaan lo yang agak gila itu” Sandra kembali menyindir Julia yang berkeinginan membuka cabang financial di timur tengah tersebut.
“Gue tunggu gebrakan lo” Ujar Julia yang membuat sahabatnya memutarkan bola matanya.
“Terserah lu” Gumam Sandra meledek.
---
Chen berhasil memasuki kediaman orang tua mendiang Kyungsoo dan bertemu dengan Nyonya besar di ruang bacanya. Chen duduk disalah satu sofa yang terpajang dekat dengan banyaknya buku berjejer di ruangan tersebut. “Saya masih belum mempercayai kematian beliau” Sebentar ia menggantung kalimatnya dan melanjutkannya kembali “Tuan Kyungsoo”
__ADS_1
~~ Sebelumnya thor minta maaf karna udah bikin para pembaca jadi menunggu, tapi jujur aja thor lagi banyak masalah. Dikarenakan thor belum memiliki pekerjaan tetap sementara kalau hanya fokus dari novel ini aja thor gak yakin, apalagi thor sibuk kuliah semester akhir. Tapi karna respon dari teman-teman yang bagus thor berusaha sebisa mungkin buat update walaupun nggak bisa setiap hari. Terima kasih selalu setia membaca novel thor. Kamsahamnida.