
~~ Selamat membaca, semoga suka.
Setelah selesai memesan, Makanan Julia pun tiba. Tanpa babibu jeger, Julia langsung melahap makanannya. Sambil makan Julia terus memperhatikan Ipad yang berada disampingnya. Menyentuh dan menggesernya ke tempat yang sesuai.
“Wahhh yeoppeuda/cantik sekali” Gumam wanita tomboy yang memperhatikan Julia makan.
“Dia bisa jadi artis” Ucap manager Andrew.
“Bagaimana kalau kita ajak dia untuk masuk ke agensi. Pasti dia akan langsung diterima” Sambung manager tersebut.
“Andrew, sepertinya dia tidak mengenalimu” Ucap si wanita tomboy yang membuat Andrew berdecak kesal ke arahnya “ish”
Brakkk....
Tiba-tiba kerumunan preman datang memasuki tempat makan tersebut yang membuat kami semuanya terkejut hebat. Pasalnya preman itu terlihat seperti bukan bertujuan untuk makan di warung tersebut, melainkan ingin bertemu dengan sang pemilik warung. Si pemilik warung suami istri tersebut langsung keluar dengan langkah
ketakutan dan wajah yang sama takutnya.
“Lihat, kau hari ini memiliki beberapa pelanggan. Berarti kau bisa membayarnya sekarang” Ucap seseorang yang sepertinya kepala preman atau mungkin rentenir.
“ Mereka baru saja datang. Aku tidak berani meminta uang kepada mereka.” Jawab si Ahjussi pemilik warung tersebut.
“Ingat, kau juga harus melunasi bungamu yang sudah banyak selama tiga bulan.”
“Aku mohon jangan seperti ini. Kau bisa mengganggu mereka makan. Aku akan berikan uangnya. tapi aku hanya punya segini” Ahjumma tersebut memberi beberapa lembar uang senilai 50.000 Won dan langsung diterima oleh sirentenir itu. Saat melihat jumlah uang yang ia terima, rentenir tersebut marah besar dan mencampakkan uang
tersebut ke arahnya.
“Kau hanya membayar segini?? bungamu saja sudah 5 juta dan kau hanya membayar 50ribu?”
__ADS_1
“Aku hanya bisa membayarmu segitu” Ungkap Ahjumma yang mulai ketakutan dengan aksi lempar sang rentenir.
Julia tampak kesal dengan perilaku preman tersebut. Bisa-bisanya ia meminta uang tagihan disaat mereka memiliki pelanggan yang sedang makan.
“Aku ingin kau lunasi semua hutang-hutangmu hari ini juga. Sudah tiga bulan kau hanya memberiku janji-janji.”
“Aku tidak sanggup melunasinya hari ini. Lagi pula pelangganku hari ini baru mereka. Kau juga tahu kalau warung ini sangat sepi. Jarang ada pelanggan, berilah aku waktu”
Aksi si rentenir cukup membuat nafsu makan kami hilang dan menjadi tontonan, dan sangat-sangat membuat tidak nyaman.
“Bisakah anda membiarkan kami makan dengan lega dan tidak membuat keributan ditempat ini?” Gumam Julia yang berada ditempat duduknya sambil memperhatikan wajah si rentenir yang seperti memiliki bekas luka sayatan di pipi kirinya.
Si rentenir berseringai. Ia seperti mendapatkan vitamin usai melihat wajah cantik Julia.
“Apakah kami mengganggu makanmu nona cantik?” Ujarnya yang mulai menggoda Julia.
“Bahkan melihat wajahmu membuatku kehilangan nafsu makan” Ungkap Julia yang langsung mendapat tawa tertahan dari anak buahnya termasuk si artis dan teman-temannya.
“Ahh maafkan aku nona karna membuatmu tidak nyaman” Ungkap si Ahjumma yang mulai merasa bersalah sekali lagi dan membuat si rentenir kembali mengalihkan pandangannya ke arah pasangan suami tersebut.
“Kau pilih, lunaskan sekarang atau kami akan mengacaukan isi warung mu ini?” Ungkap si Rentenir yang langsung disambut dengan rasa takut oleh sipemilik warung tersebut.
“Andwae/jangan. Kami tidak memiliki uang lagi hari ini untuk membayarmu” Pertanyaan itu langsung sontak membuat si rentenir menggulingkan salah satu meja kosong yang berada didekatnya. Sontak kami terhenjak kaget dan bangun dari duduk masing-masing termasuk si pemilik warung.
Si pemilik warung langsung bersujud di hadapan si rentenir untuk meminta belas kasihannya,
“Bagaimana ini? Mereka terlihat sangat kasihan” Ungkap si wanita tomboy tersebut sambil berbisik.
“Lalu kita mesti gimana? Kita hanya bisa pergi dan membayarnya saja makanan kita ini”
__ADS_1
Semuanya pun langsung melihat ke arah si Andrew. Hanya pria itu saja yang bisa menghentikan si rentenir dan para pengikutnya yang keseluruhan memiliki otot-otor besar dan garang. Dengan kekayaan yang dimiliki Andrew mungkin bisa saja membantu si pemilik warung.
“Apa kalian baru saja menyuruhku untuk menyelesaikan ini? Tanyanya berbisik.
Julia semakin geram dan tak kuat melihat suami istri tersebut berlutut memohon kepada iblis dihadapannya.
“Memangnya berapa banyak hutang yang mereka pinjam kepadamu?” Tanya Julia sarkas.
“Cantik. apa kau mau melunasinya?”
“Hhmmm jika dihitung-hitung totalnya 11juta won” Tambahnya
Jika dirupiahkan itu hampir 143juta rupiah lebih dan itu terbilang cukup banyak.
“11 juta won?” Tanya Julia kembali yang mendapat tatapan dari seluruh manik-manik yang ada disana.
“Lalu, jika mereka tidak bisa membayarnya hari ini kau akan mengobrak-abrik tempat ini??” Tanya Julia sekali lagi dan Julia pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kedua suami istri tersebut.
“Bangunlah” Ungkapnya sambil membantu kedua suami istri tersebut untuk tidak bersujud lagi.
“Berikan aku tanda bukti mereka meminjam kepadamu” Tanya Julia sambil mengadahkan tangannya ke arah rentenir tersebut untuk meminta bukti peminjaman.
“Cih, Kami tidak memiliki itu. Yang jelas mereka meminta uang kepada kami dan lalu kami berikan uangnya, tidak ada memakai perjanjian”
“Ilegal. berarti tidak resmi. Bahkan bisa dianggap lunas jika dibawa ke ranah hukum”
Mendengar itu si rentenir kesal.
“Tapi kami memiliki foto sebagai bukti bahwa dia meminjam uangku” Ia pun memberikan sebuah foto di ponsel miliknya dan disana memang jelas bahwa kedua suami istri tersebut telah meminjam uang kepada rentenir tersebut.
__ADS_1
~~ Mungkin bakal ada sisa beberapa episode lagi ya chinggu. Jangan lupa tanda cintanya untuk thor. Gumauwo.