
Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di Rumah Sakit A dan aku mengembat amanah sebagai pemiliknya yakni Presiden Direktur. Akulah pemegang kendali atas rumah sakit ini. Semuanya bergantung pada keputusanku disini. Kyungsoo dan sekretarisnya akan mengajariku beberapa cara untuk menangani rumah sakit. Dan akan dibantu oleh pejabat-pejabat rumah sakit yang sudah menjadi senior dirumah sakit ini.
Aku sudah menginjakkan kaki dirumah sakit. Semua staff medis maupun non medis menyambutku dengan terbuka dan meriah. Aku sungguh kaget dengan perlakuan mereka dalam menyambutku bersama Kyungsoo saat itu.
“Kenapa penyambutannya seperti ini? Aku ingin yang biasa-biasa saja.” Ujar Julia berbisik ke telinga Kyungsoo.
“Kau adalah pimpinan tertinggi disini dan baru menjabat. Sudah seharusnya kau disambut dengan meriah” Ohh Tuhan aku lupa kalau pria disampingku adalah pria tersombong dan terangkuh didunia versi on the spot.
“Selamat datang Presdir dan tuan Kyungsoo” Ucap salah satu dokter senior yang diyakini adalah Wakil Direktur rumah sakit.
“Terima kasih atas sambutan hangat mu dokter Kim” Ucap Kyungsoo.
---
Semua staff rumah skait berkumpul di Aula untuk penyambutan kedatangan Julia sekaligus perkenalan. Julia pun juga setelah itu melakukan rapat bersama para petinggi dan kepala bidang rumah sakit di ruang rapat. Disana Julia dikenalkan kepada semua petinggi rumah sakit dan kepala bidang.
Hanya satu bagian yang belum Julia tahu dimana wujudnya.
“Lalu, Apakah posisi Direktur Utama kosong??” Tanya Julia kepada seluruh para petinggi tersebut.
“Nyonya, Direktur Utama rumah sakit kita bernama Nam Ju hyuk. Beliau koma setelah kecelakaan beberapa minggu yang lalu. Dan sekarang dia dirawat dirumah sakit kita.” Ujar Chen.
“Benarkah” Gumam Julia yang mulai simpati.
“Setelah ini, aku harus menjenguknya” Sambung Julia yang secara tidak langsung memberi perintah untuk menemaninya menjenguk seorang Dirut.
__ADS_1
“Baik presdir” Yang sebelumnya dipanggil Nyonya kini berubah menjadi Presdir.
---
Disebuah ruang VIP. seseorang terbaring dengan sangat-sangat lemah diatas brankar tempat tidur. Lelaki yang sudah berumur itu tersiksa dengan banyaknya alat menempel dan masuk ke dalam tubuhnya. Seketika Julia teringat akan Alm Ibunya yang juga pernah mengalami hal yang sama dengan lelaki tersebut.
Julia segera menutup mulutnya yang sudah menganga dan matanya yang sudah membulat. Kyungsoo menyadari dan lengsung memeluk Julia menghindari pandangannya agar tidak menangis. Seluruh petinggi rumah sakit bingung dengan kelakuan mereka.
“Jika kau tidak tahan, kita langsung pergi saja” Ucap Kyungsoo.
Julia berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Bagaimana pun dia sudah berada dikamar pasien tersebut yang didalamnya ada beberapa kerabatnya yang menunggui pasien. Akan tidak sopan jika maksud tujuan tidak segerakan dengan tuntas.
“Aku baik-baik saja” Sambil melepas pelukan Kyungsoo.
Julia langsung memberi salam hormat kepada keluarga pasien direktur rumah sakit tersebut.
“Aa nee, terima kasih presdir telah menjenguk suamiku. Sudah dua minggu beliau koma. belum ada tanda-tanda akan siuman” Ujar sang istri tersebut yang terlihat sudah menua. Julia melihat ibu itu seakan-akan melihat ibunya sendiri.
Julia pun langsung duduk disamping ibu tersebut dan menggenggam kedua tangannya.
“Ahjumeoni/Nenek harus percaya bahwa Direktur pasti akan siuman dan sembuh” Julia memberi semangat kepada keluarga pasien tersebut.
“Terima kasih Presdir atas waktu anda menyempatkan untuk datang menjenguk ayah kami” Sepertinya itu adalah anaknya dirut.
---
__ADS_1
Setelah selesai menjenguk Direktur utama. Julia kembali ke ruangannya. Dari semenjak ia menginjakkan kaki di rumah sakit pagi ini. Dia belum melihat kondisi ruangannya seperti apa. Dan matanya terarah oleh sebuah plakat bertuliskan diatas meja kerjanya “Julia Kyung President Of Directur” Sungguh cepat bahkan plakat atas nama Julia telah siap diatas meja kerja Julia.
Ruangan yang sangat-sangat besar, mewah dan elegan. hampir sama dengan ruangan kerja Kyungsoo di kantor pusat. tapi mungkin ini lebih kecil sedikit. Didalamnya juga ada ruang istirahat. sofa tamu dan meja makan mini untuk makan. Disamping rungan ini bahkan ada pentry khusus untuk Presiden Direktur saja. Wauu sungguh
buang-buang uang pikir Julia saat itu.
Seorang pria tampan dan tinggi masuk ke ruangan saat itu.
“Presdir, dia adalah Kei Sekretaris pribadi anda. Dia yang akan mengatur semua perjalanan bisnis anda, schedull dan pekerjaan anda nanti” Ujar Chen.
Kyungsoo sedikit terlihat tidak senang, kenapa Sekretaris yang dicari Chen justru pria muda dan tampan. Walaupun memang ketampanan Kyungsoo tetap tak ada yang bisa menandinginya. Melihat Kyungsoo yang tidak suka dengan keberadaan sekretaris tersebut, Chen segera berbisik kepada Kyungsoo.
“Tuan, dia ini sebenarnya tidak menyukai wanita” Kyungsoo langsung terkejut mendengar ucapan Chen.
“Maksudmu” Kyungsoo mencoba menelaah maksud Chen.
“Dia lebih dominan menyukai pria” Oh Tidak saat ini yang dicemaskan Kyungsoo malah sebaliknya.
“Dia adalah adik tingkatku waktu kuliah di Harvard. Dia sangat pintar diangkatannya saat itu” Chen masih sambil berbisik ke telinga Kyungsoo.
Sekretaris tersebut malah curi-curi pandang dengan Kyungsoo membuat pria itu langsung ilfiil.
“Kenapa kau tidak cari yang normal saja” Kyungsoo merasa kesal dengan Sekretarisnya.
“Karna dia yang paling cocok tuan” Ujar Chen yang merasa sudah dibuat gemetar oleh Kyungsoo.
__ADS_1
Entah apa yang dibisikkan dua orang pria dihadapannya. Julia sedikit bingung. Sekretaris itupun tak henti-hentinya menatap Kyungsoo dengan tatapan tak biasa. Julia merasa sedikit ada yang aneh dengan penampilan Sekretaris pribadinya. Oh Tidak!!!
~~ Gimana menurut kalian chinggu, jangan lupa komen, like dan share ya. Gumauwo !!!