
Cup..
Kyungsoo mengecup kening sang istri. Bagaimanapun ia telah jatuh. Kali ini hati dinginnya kepada wanita langsung buyar sejak ada Julia disisinya.
Masalahnya dengan Eun Mi terselesaikan sudah. Kini ia hanya bisa menunggu hati Julia yang masih keras bagaikan es itu mencair.
---
Pukul 08.00 KST
Julia terbangun menggeliat. Tubuhnya merasakan beban pada bagian perutnya. Ia terbangun dan melihat Kyungsoo dihadapannya, lelaki yang memeluknya saat ini. Ia memperhatikan setiap ukiran indah di wajah Kyungsoo. Tangan maha karya dari ciptaan Tuhan yang indah. Maha karya itu membuat Julia luluh. Wajah itu sangat-sangat dekat dengannya.
Bibir bawah yang sedikit tebal dan merah muda. Terlintas dipikiran Julia akan mencium lelaki dihadapannya. Bibirnya selalu memanggil untuk bisa dirasakan. Julia hanya bisa menelan mentah-mentah salivanya padahal itu kesempatan besarnya tapi ia segera membuang egonya, mengingat Kyungsoo selama ini selalu menindasnya
dengan kejam.
Julia perlahan-lahan memindahkan tangan Kyungsoo dari tubuhnya. Ia segera melirik ke arah jendela. Rupanya dunia sudah terang. Ia pun segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan.
---
Kyungsoo dan Julia sarapan di meja makan. Mengingat akhir-akhir ini Julia memiliki hoby baru, Kyungsoo membiarkan Julia berdiam dirumah sambil menggeluti hobinya. Julia menghabiskan tiga piring makanannya saat sarapan. Kyungsoo sedikit terperanga namun dia tetap stay cool dengan gayanya.
“Tetaplah dirumah, kau tidak perlu mengikutiku ke kantor” Ujar Kyungsoo kepada Julia setelah meneguk minuman terakhirnya dan menyelesaikan sarapannya.
“Siapa juga yang mau ikut ke kantor denganmu” Pikir Julia dalam hatinya.
“Baiklah” Julia menjawab cukup dengan satu kata yang cukup jelas.
Kyungsoo pun berdiri melangkah menuju arah Julia dan menundukan wajahnya.
Cupp...
__ADS_1
Ciuman pengantar perpisahan mendarat di ujung kepala Julia. Laki-laki beringas yang selama ini Julia kenal tiba-tiba memberikan ciuman hangat layaknya suami istri yang saling mencintai. Julia terpana. Matanya membulat sempurna sambil melihat ke arah punggung Kyungsoo yang lama-lama telah hilang dari pandangannya.
“Dia benar-benar Bipolar” Ujar Julia saat itu hingga terdengar oleh beberapa pelayan.
Pak Lee yang mendengarnya tersenyum sesaat mendengar cacian Julia. Begitupula dengan beberapa pelayan yang menyaksikannya.
---
Julia kembali dengan rutinitasnya menyulam. Satu baju lagi akan dia selesaikan. Sungguh menyulam itu bukan hal yang gampang. Dua hari dia gunakan untuk satu baju bayi. Jika ia membuat satu baju orang dewasa mungkin bisa membutuhkan waktu empat hari.
Julia masih kepikiran dengan yang dilakukan Kyungsoo tadi pagi. Pria Bipolar yang baginya sewaktu-waktu akan berubah sesuai mood. Sayu-sayu mata Julia kembali ngantuk. Energy matanya mungkin jika diukur sekitar lima watt. Semua pelayan langsung berdiri dan mengatur posisi semula melihat kedatangan Kyungsoo yang tiba-tiba.
“Ini masih siang, tumben dia pulang??? Apa karna ini jam makan siang jadi ia pulang?” Gumam Julia kembali dalam hatinya.
“Aku pulang untuk makan siang dengan istriku. Setiap jam makan siang aku akan pulang” Ujar Kyungsoo sambil menatap ke arah Julia.
Uwekkk, rasanya Julia akan muntah mendengar kata istriku dari mulut Kyungsoo. Dasar pria Bipolar.
---
Uhukk uhukk uhukk...
“Kau kenapa melihatku seperti itu???” Ujar Julia terlihat tidak senang dengan tatapan Kyungsoo.
“Lihatlah pipimu sudah mulai chubby” Ujar Kyungsoo mulai menggoda Julia.
Uhukkk...
“Ini wajar, aku banyak menghabiskan makanan, nafsu makanku juga meningkat” Gumam Julia yang semakin jengkel dengan Kyungsoo.
Tampaknya Kyungsoo sudah mulai mencairkan hatinya saat ini, ya semua itu karna perlahan-lahan Kyungsoo sudah mulai jatuh cinta dengan Julia. Tapi Julia tidak akan semudah itu mencairkan hatinya yang bak Es untuk pria Bipolar dihadapannya.
__ADS_1
“Jika sudah selesai makan, kau bisa lanjut dengan pekerjaanmu. Ada yang mau aku bicarakan dengan Chen” Ujar Kyungsoo yang secara tidak langsung mengusir Julia secara halus.
“Aku juga tidak mau berlama-lama denganmu” Umpat Julia dalam hatinya
“Baiklah, aku teruskan pekerjaan dulu” Sambil meninggalkan meja makan menuju ruang tengah.
---
Hhooaammmmm..
Lagi-lagi Julia mulai mengantuk. Selesai makan rasa kantuknya semakin besar. Ia memutuskan untuk beristirahat sebentar diruang tengah tersebut meskipun Sung Ja masih menemaninya.
“Wah nyonya tertidur lagi” Ungkap Sung Ja sambil berdiri untuk mengambil sehelai selimut untuk Julia. Namun langkah Sung Ja langsung dihentikan oleh Kyungsoo saat itu.
“Aku akan menggendongnya ke kamar” Ungkap Kyungsoo sambil memperhatikan satu helai baju rajutan bayi yang sudah siap terletak di atas meja kaca.
“Baik tuan” Ujar Sung Ja mengerti.
Kyungsoo langsung meraih rajutan itu dan melebarkan baju itu dihadapannya. Ia tampak senang melihat hasil rajutan Julia. Senyuman terukir jelas dibibir Kyungsoo. Melihat senyuman itu membuat semua pelayan yang kebetulan melihatnya hampir pingsan dan tergila-gila karna ketampanan Kyungsoo. Belum pernah mereka melihat
Kyungsoo tersenyum semenjak mereka bekerja disana.
“Aku sudah bekerja disini selama delampan bulan. Belum pernah melihat senyum tuan yang menggoda seperti itu”
“Aku sudah dua tahun disini, aku juga belum pernah melihatnya, tuan selalu menunjukan sikap dingin ke semua orang. Hari ini beliau tersenyum, aku beruntung bisa melihatnya”
“Itu adalah aura kebapakkan yang sebentar lagi beliau akan jalani”
Mereka saling berbisik satu lain sampai Kyungsoo puas melihat hasil rajutan Julia. Dan dia pun mulai mengangkat Julia ke kamar utama.
Kyungsoo meletakkan tubuh kecil Julia diatas ranjang dengan hati-hati. Dipandanginya terus wajah kecil itu dengan lekat-lekat dan mendaratkan ciumannya diatas kening Julia. Ia pun juga tak lupa mencium perut Julia dengan lembut, buah hatinya bersama Julia.
__ADS_1
* Sampai jumpa di episode selanjutnya. Jangan lupa Love\, Favorite\, share dan rating yang banyak ya.
Kamsahamnida yeoreobun *