Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 48 / Flashback Lexa II


__ADS_3

~~ Selamat membaca..


Sepasang manik-manik itu terlihat membulat sempurna. manik-manik penuh amarah itu tetap menatap lurus ke arah dua orang yang saling berlarian kecil ke arah kantin. Kedua tangannya mengepal dengan kuat. keinginannya untuk tetap menyiksa Lexa semakin kuat.


---


Lexa dan Johan makan dikantin kampus. Lexa sibuk dengan memakan Spaghetinya, sementara Johan hanya memandangi Lexa. Melihat ada yang tidak beres dengan Johan, Lexa pun melihat ke arah Johan. Ia melihat Johan memperhatikannya.


“Kakak tidak makan?” Ujar Lexa lembut.


Lexa memang dikenal sebagai wanita lembut, ia juga tipe cewek manja. Apalagi kepada kakaknya. Namun untuk Johan ia tidak mungkin bersikap manja. Ia harus menjaga jarak dengan lelaki itu.


“Melihatmu makan, aku sudah kenyang” Ujar Johan menggoda


“Tapi kakak belum memakan sesendok pun spagheti diatas piring. Bohong kalau kakak kenyang kalau Cuma liatin aku makan aja.” Ujar Lexa agak sedikit kesal namun nada bicaranya tetap lembut jika didengar.


“Kakak serius, kakak jadi kenyang lihat kamu makan” Tambah Johan.


“Terserah kakaklah” Lexa tidak ingin mengubris pria dihadapannya, baginya pergi makan siang dengannya makin membuatnya tidak nyaman. Apalagi laki-laki yang ingin mendekati Lexa selalu gagal jika ada Johan ada disampingnya. Pasalnya lelaki itu selalu mengekori kemana Lexa pergi kecuali didalam kelas.


Lexa telah selesai memakan spaghetinya ludes. Benar kata Johan, hari ini spagheti dikantin lagi enak. Biasanya mbak kantin kampus selalu menyajikan makanan aneh yang tidak pernah ia makan sebelumnya. Di istana selalu menyediakan makanan favoritenya ataupun makanan yang sering ia jumpai diluar.


Perutnya kekenyangan. Karna mata kuliah hari ini sudah selesai ia akan pulang.


“Kakak antar pulang ya??” Untuk kesekian kalinya lagi-lagi pria ini selalu menawarkan pulang bersama. Lexa memiliki segudang alasan untuk Johan. Jangan sampai laki-laki ini mengantarnya pulang. Tapi memang benar. Lexa tidak bisa pulang dengan sembarangan orang termasuk Johan. Lexa akan selalu diantar jemput oleh pengawalnya yang selalu standby diluar kampus.


“kakak tau kan?? lexa udah ada pengawal yang antar jemput.” Jawab Lexa.


“Apa tidak bisa kakak antar??” Tanya Johan penuh sedih.

__ADS_1


Lexa lebih memilih diam dan tidak ingin menjawab pertanyaan laki-laki ini.


“Aku pamit ya kak Johan, Bye” lexa lalu berjalan menuju koridor kampus meninggalkan Johan yang masih mematung ditempat itu. Ia memandangi punggung Lexa yang menjauh hingga akhirnya tidak terlihat lagi. baginya menaklukan wanita ini sungguh sulit. Tapi ia tidak akan pantang menyerah. Ia tahu kalau Lexa adalah


calon adik ipar Kaisar. Ia akan berusaha mendekati Lexa sebisanya. Ia terlanjur jatuh cinta dengan gadis itu.


Lexa mendekati mobil yang diluarnya telah menunggu seorang pengawal didepan pintu mobil. pengawal tersebut segera membukakan pintu ketika Lexa telah mulai dekat dengan mobil tersebut. Lexa pun masuk dan disusul dengan pintu mobil yang tertutup.


Saat itu Julia sedang pergi dengan Kaisar untuk urusan kenegaraan. Lexa mengutuk dengan keras sang Kaisar yang selalu membawa kakaknya kemana pun ia pergi. Ia jadi jarang memiliki waktu dengan sang kakak. Lexa selalu ketakutan dikamar saat akan tidur. Walaupun ia selalu ditemani dengan pelayan. Tapi ia lebih


nyaman tidur disamping kakaknya. Terkadang Ratu Bella juga hadir di Istana. Ia juga menganggap Ratu Bella seperti ibunya sendiri.


Ratu Bella juga pernah menemani Lexa tidur dikamarnya. Saat itu ia sedang diruang baca untuk membaca sebuah dokumen negara, ia mendengar suara tangisan. Ia bingung siapa yang menangis ditengah malam itu, Ia pun pergi keluar dan mencari sumber tangisan tersebut. Ternyata suara tersebut berasal dari kamar Lexa. Ratu pun membuka pelan-pelan pintu kamar Lexa dan melihat Lexa diatas ranjang sambil melipat kedua kakinya dan menangis diatas kedua lututnya. Ia membenamkan wajahnya ditengah-tengah lututnya. Ia tidak mendengar suara pintu yang terbuka dan ia terus menerus menangis menunggu kakaknya.


“Hiks.. hiks...” Lirih tangis Lexa.


Ratu langsung berjalan pelan kearah Lexa.


Mendengar ucapan Ratu Bella, Lexa segera sadar dan melihat ke arah Ratu. Ia lalu segera berdiri dan memperbaiki posisinya di sudut ranjang.


“Y-yang mulia ratu, Maafkan saya sudah membuat Ibu Ratu terbangun. Maafkan saya” Ia lalu mengusap wajahnya dengan kasar agar tidak mempermalukan dirinya didepan Ratu.


Ratu mendekati Lexa dan memegang sebelah bahunya.


“Kenapa kau menangis nak???” Ujar Ratu.


“M-maafkan saya ibu Ratu. Saya tidak akan menangis lagi. S-saya akan tidur, s-saya janji” Ujarnya yang mulai gemeteran.


Mendengar kata-kata itu membuat Ratu senyum sumringah. Dulu ia ingin sekali memiliki anak perempuan, namun ia tidak bisa melahirkan lagi karna penyakit yang dideritanya. Dan hanya Abe lah anak satu-satunya pewaris kerajaan Bilyon.

__ADS_1


“Kau sungguh tidak apa-apa??” Tanya ratu sekali lagi.


“S-saya.. saya tidak apa-apa Ibu Ratu” Lexa menundukan pandangannya lebih turun, ia tidak ingin ibu Ratu tahu kesedihannya yang terpancar jelas di wajahnya.


“Baik. Tidurlah. Ini sudah larut malam. Kau harus segera istirahat” Ujar Ibu Ratu sambil meninggalkan Lexa.


“I-Ibu Ratu” Panggil Lexa dan membuat langkah wanita itu terhenti.


“B-Bolehkah s-saya ti- dur dengan anda???” Lexa benar-benar ketakutan. entah kenapa mulutnya begitu berani meminta Ibu Ratu untuk menemaninya tidur. kedua Jari jemarinya secara bergantian saling meremas. Kali ini ia mengutuk dirinya yang sudah semberono meminta hal yang tidak mungkin dilakukan oleh sang Ratu.


Ibu Ratu kembali tersenyum dan menoleh ke arah Lexa. Permintaan Lexa begitu membuatnya terharu dan bahagia. begitu lama ia ingin memiliki seorang anak perempuan. Setidaknya Lexa sudah seperti anaknya sendiri. Ratu segera menghampiri Lexa dan memeluknya dengan lembut. tentu saja Lexa terkejut. Apakah Ibu Ratu setuju???


“Sayang. Kau takut tidur sendiri??” Ujar Ratu sambil mengelus rambut Lexa.


“Maafkan saya lancang ibu Ratu. S-saya tidak pernah tidur sendiri. Kakak selalu menemani Lexa tidur setiap malam” Jawabnya yang membuat Ibu Ratu prihatin terhadapnya.


“Jangan sedih, malam ini Ibu Ratu akan tidur denganmu. Jangan menangis lagi ya?” Ujar ratu dengan penuh kasih sayang.


Lexa terlihat senyum, ia bahagia malam ini ada yang menemaninya tidur. Dan ibu Ratu ternyata sayang terhadapnya.


Mereka tidur berdua diatas ranjang, Ibu Ratu bahkan memeluk Lexa agar anak itu tenang. memang benar, Lexa menjadi tenang saat berada didekapan ibu Ratu. Lexa mendekap sambil mencium aroma harum dari tubuh sang Ratu. Ia menyembunyikan wajahnya didada Ratu. Ia suka menciumnya. Ia jadi teringat dengan bau wangi ibunya


dahulu. Ibu suka memakai dan meracik wewangian sendiri sehingga aroma tubuhnya selalu harum. Seketika Lexa sedih. Sosok Ratu membuatnya rindu dengan Almarhum Ibunya.


“Hiks,,Ibu..” Suara tangisan Lexa pecah ketika memanggil nama Ibu. Ratu segera menggosok punggungnya dengan lembut agar tetap tenang.


“Kau rindu ibumu nak??” Tanya sang ratu dan dijawab anggukan oleh Lexa.


“Anggaplah aku ibumu” Sambung sang Ratu sambil mengusap belakang kepala Lexa.

__ADS_1


~~ Tunggu episode selanjutnya ya, Nggak bosen ingatin chinggu buat komen, like dan favoritenya. Kamsahamnida.


__ADS_2