
“Kyungsoo brengsek, dia melahapku habis-habisan tanpa ampun. Aku benar-benar letih hingga sekarang” Julia berjalan menuju ruangannya pelan-pelan dengan beberapa caciannya tanpa habis untuk Kyungsoo.
Saat tiba diruangan Julia berjalan pelan-pelan karna bagian intinya masih perih akibat dihajar habis-habisan oleh Kyungoo. Pria itu benar-benar buas tadi malam memakan Julia hingga Julia teler.
Ting...
Sebuah pesan singkat masuk di ponselnya. Julia membaca isi pesan tersebut
“Apakah kau puas tadi malam sayang??”
Sontak Julia hampir melempar ponselnya karna membaca isi pesan memalukan dari Kyungsoo.
“Dasar brengsek. Aku jadi kesulitan berdiri gara-garanya” Gumam Julia dalam hati.
Kei merasa ada yang aneh dengan mood atasannya
“Presdir, Gwaenchanna/Are u okay??? Tanya Kei dengan dahi yang mengkerut.
“Hhuffttt” Julia menghela nafas panjang.
“Ya aku baik-baik saja”
---
Satu tahun lebih berlalu Julia menjadi istri Kyungsoo. Ah ya dia baru ingat sebelumnya dia menandatangani kontrak pernikahan dengan Kyungsoo. Julia ingin menanyakan berapa lama kontrak itu akan berakhir. Sudah setahun lebih berlalu ternyata masih belum bisa menyimpan perasaan untuk Kyungsoo. Berbeda dengan Kyungsoo yang mulai berubah dan Julia telah menduduki hatinya.
Saat makan malam dikediamannya. Julia memberanikan diri untuk menanyakan kontrak tersebut.
“Kyungsoo shi. Berapa lama jangka waktu isi kontrak itu?”
“Maksudmu??” Kyungsoo langsung memandang tajam ke arah Julia. Julia sedikit takut.
“Kontrak pernikahan kita. Ini sudah satu tahun lebih. Apakah kontrak itu ada membunyikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pernikahan ini?” Julia memberanikan diri menanyakan isi kontrak tersebut. Pasalnya saat itu Julia tidak membaca dengan teliti kontrak tersebut dan
“Apa kau ingin perceraian??” Mata elang Kyungsoo tak dapat berbohong. Mata itu selalu membuat Julia gemetar dan takut.
“Pernikahan ini tidak didasari atas cinta. Dan ini hanya kontrak. Seharusnya tidak akan berlangsung lama” Jelas dikalimat yang Julia lontarkan ada penekanan bahwa tidak perlu berlama-lama mempertahankan pernikahan ini.
Kyungsoo langsung mendobrak meja “Apa kau ingin cerai dariku?” Julia semakin bergetar. Ia tidak mampu melanjutkan makannya. Setelah sekian lama Kyungsoo hampir melunak kepada dirinya, sekarang ia kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
“Aku hanya ingin kau membebaskanku. Masih banyak wanita yang lebih hebat dariku yang pantas bersanding denganmu” Julia memantapkan dirinya untuk lebih berterus terang meskipun sepertinya dia berada diujung tebing yang curam.
“Jadi kau ingin bercerai dariku??”
“Baik, akan ku kabulkan”
Julia sontak tak percaya Kyungsoo bersedia menceraikannya, ia hampir bahagia karnasebentar lagi ia akan bebas bersama adiknya.
Kyungsoo langsung mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya. Dia mendial no hp dan menelfonnya.
“Hallo tuan Gu, Apakah bisnismu lancar???
Julia tampak heran kenapa Kyungsoo menelfon seseorang dihadapannya dengan menggunakan bahasa cina.
“Aku dengar anak buahmu sudah merambah hampir disetiap sudut negeri ini. Sepertinya bisnismu semakin besar saja”
Julia sedikit paham bahasa mandarin. Beberapa lama ini dia harus belajar bahasa tersebut karna memang clientnya kebanyakan berasal dari negara Cina. Entah maksud apa Kyungsoo harus menelfon orang itu didepannya.
“Oh ya aku punya barang bagus untukmu”
Julia sedikit terkejut dengan intonasi kata “barang” dari mulut Kyungsoo
“Ya tentu saja, dia sangat cantik. Tidak hanya cantik, tubuhnya kau juga akan suka. Apalagi kalau kau bersedia mengambil organnya”
Mendengar kata itu sontak membuat Julia bergetar. Julia ingat dulu Kyungsoo pernah memerasnya jika tidak ingin memenuhi keinginannya. Brengsek!.
“Barangnya sudah ada ditanganku. Secepatnya akan ku berikan. hahaha tunggu saja kabar dariku” Kyungsoo langsung mematikan ponselnya dan kembali melihat ke arah wajah Julia yang penuh dengan rona ketakutan.
“Kenapa?? Kita akan bercerai kan ?? Kalau begitu kau akan bebas dan adikmu bisa ku berikan dengan Mr Gu”
“Kyungsoo shi” Julia memanggil Kyungsoo dengan intonasi meninggi.
Kyungsoo lalu mendekati Julia dan membisikan sebuah kalimat “Kau tahu, Mr Gu itu adalah mafia terkejam. Dia bahkan kebal hukum. Kau tidak akan mampu menyelamatkannya”
Mendengar kata-kata itu, percayalah rasanya kalian berada ditepi ujung tebing yang sangat tinggi dan curam, jika kalian tidak hati-hati maka nyawa kalian akan melayang. Sontak pertahanan Julia roboh, airmatanya mengalir dipelupuk matanya. Rasanya jika ia bisa, ia ingin membunuh pria yang ada dihadapannya dan mencabik-cabik
tubuhnya.
“Brengsek” Umpatnya dalam hati.
__ADS_1
Julia belum sepenuhnya percaya, bisa saja itu hanya sebuah gertakan agar dia tidak lagi menyinggung kata-kata perceraian.
---
Keesokan harinya diruang kerja Julia.
Dddrrtttt..
Sebuah benda pipih bergetar di atas mejanya. Sebuah panggilan telf dari sang adik. Sambil tetap fokus bekerja Julia mengangkat telf dari adiknya.
“Ya ada apa lex?” Tanya Julia dengan kesibukannya didepan layar monitor komputernya.
“Kak aku sudah sampai di China. katanya kakak juga ada di China jadi aku dijemput pakai Jet Pribadi kesini”
Mendengar hal itu Julia sontak berdiri dari duduknya dengan wajah tegangnya.
“K-Kau di china sekarang??” Ujar Julia kembali mempertanyakan keberadaan adiknya.
“Ya aku udah di China kk. Dan sekarang aku sudah dihotel. Padahal tadinya aku lagi di sekolah tapi seseorang menjemputku, katanya kakak yang menyuruhnya”
Sontak kata-kata lexa bagaikan petir yang menyambarnya disiang bolong. Kyungsoo benar-benar tidak main-main dengan gertakannya. Kei kebingungan dengan expresi tiba-tiba dari Julia.
“P-presdir, Are u okay??”
Julia langsung mematikan sepihak telf dari adiknya dengan lunglai tak berdaya dan menurunkan benda pipih itu kebawah.
Lexa terheran-heran kenapa panggilannya langsung putus begitu saja dari kakaknya.
“Loh, kak, hallo” Kenapa dimatikan?? Apakah kakak tidak mau diganggu liburannya??”
Lexa bingung dengan tingkah kakaknya.
“Kalau tidak mau diganggu kenapa aku dibawa kesini??” Sambil tetap menatap layar ponselnya.
Julia langsung meninggalkan kantornya dengan langkah tergesa-gesa. Dadanya seketika sesak mendengar kabar dari adiknya yang akan menjadi tawanan mafia cina.
“P-Presdir, anda mau kemana???” Panggilan Kei tentu saja tidak didengar oleh Julia dan itu membuat Kei bingung dan bertanya-tanya.
Bagaimana selanjutnya keselamatan adik Julia. Apakah Julia sanggup menyelamatkan adiknya dari kekejaman
__ADS_1
Kyungsoo??? Tunggu chapter selanjutnya ya. Jangan lupa Komen, like dan favorite kalian buat Thor. Gumauwo.