Cerita Julia dan Korea Selatan

Cerita Julia dan Korea Selatan
Episode 50 / Kasus Mila.


__ADS_3

Flashback Off.


Julia mendatangi ruang kerja Abe dikamarnya.


Tokk tokk tok...


“Masuk” Sahut Abe.


Knok pintu terbuka dan Julia memasuki ruang kerjanya. Abe melihat ke arah pintu dan ia berfikir kenapa Julia tumben malam-malam menemuinya.


“Sayang, ada apa?” Tanya Abe yang kemudian disusul langkah demi langkah oleh Julia.


“Aku ingin mengusut kematian Lexa” Sontak abe langsung menopang dagunya diatas meja dan Julia pun menghentikan langkahnya.


“Apa kau curiga atas kematiannya??” Abe mencoba mengusik keraguannya kepada Julia.


“Saat jenazahnya dimandikan, ada beberapa hal yang ku temukan. Luka lebam dipergelangan kaki. lengan, dan luka yang sudah mengering dikepalanya”


Mereka terdiam sesaat.


“Apakah itu hanya suatu kebetulan? Saya curiga jika dia tidak diperlakukan dengan baik. Entah mungkin, maaf di Istana ini atau disekolahnya. Yang mulia saya mohon saya ingin tahu dari mana luka itu didapatnya.” Perkataan Julia ada benarnya. Jika memang demikian itu bisa saja tindak percobaan kejahatan atau bisa saja tindakan Bullying.


Abe mulai mengumpulkan informasi mulai dari CCTV kerajaan dan semua pekerja yang ada di istana kerajaan. Namun di Istana tidak ada satupun mengarah terhadap kekerasan seperti yang Julia duga. Abe kembali mencari informasi melalui seolah Lexa. Ia bekerjasama dengan pihak sekolah secara diam-diam untuk mengusut kasus


kematian Lexa.


Seorang pelayan menghampiri Julia yang sedang berada dikamarnya. Jalannya begitu pelan seperti ada sesuatu yang ia takutkan. Ya, Pelayan itu adalah dulunya yang melayani Lexa saat Lexa masih hidup. Julia tampak bingung dengan kehadiran pelayan yang memasang wajah takut campur aduk itu.


“Nyo-nya” Ujarnya bergetar.


“Ada apa?? Tanya Julia heran.


“Dulu saya tidak berani mengatakannya karna nona Lexa selalu meminta saya untuk tidak memberitahu nyonya.” Ujar sang pelayan. Tentu saja hal itu membuat Julia terkejut dan antusias.


“Apa yang lexa sembunyikan, katakanlah.” Ujar Julia yang menggebu-gebu sambil memegang kedua tangan pelayan tersebut.

__ADS_1


“Kemarin saya mengurut pergelangan kaki nona, ia tidak mau memanggil dokter kerajaan. Sehingga ia meminta saya untuk mengurutnya saja” Sang pelayan was-was, meskipun itu adalah amanah dari almarhum, tapi tetap saja itu tidak bisa disembunyikan.


“Lalu ada hal lain lagi?” Tanya Julia semakin dalam.


“Sebelumnya saya pernah melihat luka didahi kiri nona Lexa, tapi nona Lexa bilang itu karna ia ceroboh jadi ia terluka” Ujar pelayan.


“Ada lagi?? Katakanlah !!” Tanya Julia dan dibalas dengan gelengan oleh pelayan.


Julia semakin keras berfikir tentang adiknya. Ada yang disembunyikan adiknya selama ini.


Abe mulai menyelidiki kasus di dalam sekolah Lexa. Upaya Abe kali ini membuahkan hasil. melalui CCTV dan beberapa mahasiswa yang menjadi saksi mengutarakan bahwa Mila dan teman-temannya kerap selalu menyiksa Lexa di sekolah. Dan Mila pun dipanggil ke ruang Dekan.


Mila mulai berfikir kenapa seorang pemimpin tertinggi dikampus memanggilnya.


Mila berjalan dikoridor kampus menuju ruang dekan. Kali ini Jessika dan Stevani tidak ikut karna mereka masih ada kuliah tambahan. Langkahnya sedikit malas dan ragu. Pikirannya mulai melayang-layang ada apa gerangan seorang dektor memanggilnya.


Saat akan sampai di depan pintu kantor ruang dektor, ada dua Bodyguard yang menjaga diluar.


“Silahkan masuk” Ujar bodyguard tersebut kepada Mila.


“Kau sudah datang” Ujar seorang wanita yang dengan sekali putaran menampakan wajahnya dihadapan Mila.


Mila reflek terkejut. Apakah wanita dihadapannya ini Rektor baru atau seseorang yang mengenalnya tapi ia tidak kenal. Namun ada beberapa keanehan dengan wajah wanita itu. Ia terlihat mirip dengan seseorang. Entahlah mungkin itu hanya pikirannya saja.


Mila duduk dikursi yang telah disediakan dihadapan Julia.


“Ada apa datang mencari saya?” Mila bertanya dengan nada meninggi dan sok.


Julia menarik ujung bibirnya. Sepertinya wanita ini tidak suka dengan gaya bicara gadis ini dihadapannya.


“Apa kau tidak mengenalku nona Mila?” Ujar Julia dengan nada santai dan anggun.


Julia bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Mila, Mila pun memandang Julia lekat dan mendongak melihat wajah Julia.


Steve lalu memberikan sebuah dokumen foto luka-luka yang ada ditubuh Lexa dihadapan Mila. Mila sontak kaget, ia hanya mampu diam dan tak berkutik. Julia mengambil salah satu foto wajah Lexa yang ada bekas luka didahinya dan ia pandangi lekat-lekat.

__ADS_1


“Adikku yang malang” Ujar Julia dengan penuh penekanan.


Deg....


Degup jantung Mila berdetak lebih kencang. Ternyata dihadapannya adalah kekasih Kaisar yakni Julia, kakak kandung Lexa yang ia siksa waktu masih hidup.


“Kenapa nona ?? sepertinya raut wajahmu tampak aneh?” Julia mengalihkan manik-manik


miliknya ke wajah Mila. Ia senang melihat wajah anak itu ketakutan.


Julia langsung melempar foto itu kembali ke meja.


Plakkkkk...


Julia menampar wajah Mila dengan brutal “Ahhh aku lelah bersandiwara dan tarik ulur seperti ini.”


Mila langsung memoles pipi bekas tamparan Julia. Ia berakhir ditangan wanita itu. Mata Julia memerah, rasanya pertahanannya akan runtuh dihadapan seorang anak yang masih bau teri.


“Kalian selesaikan anak ini dan hukum dia sesuai dengan kebijakan Bilyon,” Perintah Julia yang tentu saja dituruti oleh beberapa ajudannya. Beberapa bodyguard langsung menyeret Mila keluar. Mila berusaha bertahan dan melerai pengawal.


“Kau hanya wanita simpanan” Teriak Mila ke arah Julia. Julia pun kaget.


Plakkk...


Tamparan kedua kembali mengenai pipi sebelumnya. Mungkin itu lebih sakit karna bekas tamparan yang tadi. Sorot mata Julia sama geramnya saat ia pernah ditampar oleh Kyungsoo.


“Jika aku wanita simpanan, selayaknya aku lebih terhormat. Orang-orang menyukaiku karna aku pantas. Bagaimana denganmu??? Wajar kalau orang yang kau kejar-kejar tak mengejar mu balik, karna kau lebih rendah dari binatang dan kau melakukan trik kotor untuk membully dan satu hal lagi kau tidak bersaing secara sehat dengan adikku.”


kata-kata itu merupakan skak mat untuk Mila. Dia langsung diseret paksa oleh pengawal dan dibawa ke kantor polisi. Kerajaan Bilyon memberinya hukuman atas kekerasan dan Bullying bersama dua rekannya Jessika dan Stevani. Sebenarnya untuk hukum Bullying, Bilyon belum menerapkan undang-undangnya, namun semenjak kejadian Lexa, Abe pun mengeluarkan undang-undang atas kasus tersebut.


Atas kesalahan yang menimpanya, pihak kampus mengeluarkan Mila dan kedua temannya dari sekolah.


 


~~ Chinggu, maaf ya telat up nya, Karna thor ada kesibukan yang nggak bisa ditinggalkan dan cuma bisa up 1 episode. Thor janji bakal up banyak-banyak buat kalian. Mian Hae.

__ADS_1


__ADS_2